Miss Rusuh

Miss Rusuh
Baby Ziel



Para ibu-ibu muda itu mulai berkumpul dan mulai menceritakan suami-suami mereka masing-masing.


"Fir, cerita bulan madu kamu dong dan kenapa kamu nggak jadi pergi ke Lombok? Padahal asal kamu tau saja ya di Lombok tuh benar-benar bagus lautnya" ujar Alma sambil menyuapi Ziel jus apel.


"Ya ampun Al, elo gak tau cerita gue ya? Asli parah tau gak sih" Firda mulai meminum kopinya.


"Fir, jangan minum kopi deh kamu. Takutnya kamu lagi hamil" Mitha mengingatkan temannya.


"Haahh...serius Fir kamu lagi hamil" mata Alma berbinar-binar mendengar kabar dari Mitha.


"Gosip aja nih si Mitha, belum mamud jangan dengerin Mitha gue belum cek ke dokter"


"Looh... kok bisa Mitha bilang begitu" Alma nampak bingung.


"Itu gara-gara aku cerita hasben aku mas Yugho tiap pagi sama menjelang maghrib pasti muntah-muntah dia.Aku mau bawa ke dokter nggak pernah mau. Jadi tiap pagi gue mesti sediain dia rujak apel. Kebayang gak sih kalian tuh liat cowok tiap pagi minta rujak?" Firda menatap temannya satu persatu.


Tiba-tiba Alma tertawa ngakak.


"Jadi maksud kamu Mas Yugho yang ngidam Fir"


"Kok ngidam sih?muntah-muntah mamud"


"Bisa jadi kamu yang hamil, Mas kamu yang ngidam Fir, sama kaya Kak Nisa dulu, yang ngidam kak Zico-nya. Maunya makan yang asam-asam" Alma nampak meyakinkan Firda.


"Iya Al...hasben gue begitu juga. Habis muntah-muntah minta makan rujak. Bayangin aja sehari dua kali muntah-muntah dia. makanya gue bilang apa, Gue tuh udah jadi suster kalau dirumah buat ngerawat hasben aku. Dah kaya bayi hasben gue kalau kumat manjanya. Rasanya pengen gue paketin aja kerumah mamanya. Wkekekke"


"Dasar gila loe Fir istri durhaka" Mitha menjewer kuping Firda sambil tertawa.


"Wkwkwkwk....Mitha coba elo bayangin, gue lagi belajar digangguin... yang minta dikerokinlah, minta diusup-usup tubuhnya, minta dipelukinlah, dipijitin lah. Pokoknya segala macam dia lakuin cuma biar bisa berduaan saja ama gue... Ya Lord"


"Waaah....asik dong kamu Fir, bikin adek terus dong" Alma menggoda Firda sambil menyenggol-nyenggol bahu Firda.


"Apanya yang asik genks, tiap malam gue dikekepin terus. Suwer dah gue dirumah sudah nggak punya privacy sendiri. Udah lama nih Mas gue nggak pernah bikin gue marah lagi. Sekarang gue malah kangen dia bikin ulah. Jadi gue punya alasan jauh dari dia..wkwkkekw" Firda tertawa


"Dasar bocah edan, aku kira gila mu itu sudah sembuh Fir kerena sudah nikah. Ternyata malah semakin jadi" Alma menarik rambut Firda dengan gemas.


"Ada ya orang model kamu Fir, aku saja kadang pusing sama Mas Jo jika dia kumat cuek-nya. Beneran loh pernah seminggu dia nggak ada kabar lose tanpa berita. Aku sampai nangis-nangis nunggu kabar dari dia. Ehh....tau-tau begitu dia datang seolah tanpa beban dan tanpa salah. Boro-boro dia minta maaf sama aku. Bagi dia itu tanpa ngasih kabar bukanlah suatu masalah. Rasanya saat itu juga aku ingin guyur saja dia pakai kopi mendidih" Mitha bercerita dengan berapi-api.


"Hahaha....kalian tuh kudu strong kaya aku. Aku mah sudah kebal disakitin sama cowok. Kalian gak tau kan kisah bulan madu aku?" tanya Firda sambil menepuk-nepuk dahinya.


"Aku tahu bulan madu yang super maniskaaann, iya kaannn?" ujar Mitha sok tahu


" Iya deh pengantin baru mah pas banget lagi hot-hotnya. Mas Yugho pasti gak mau jauh dari kamu iya kaaan?" Alma menjawab dengan yakin.


"Yakin nih jawaban kalian seperti itu semua?"Firda memandang satu persatu teman-temannya itu.


"Iyaaa mbak Yuuuu" ujar Alma dan Mitha bersamaan. Mereka kaget lalu mereka semua tertawa bersama-sama.


"Tebakan kalian salah samua" Firda menepuk dahinya lalu merebahkan wajahnya diatas meja.


"Jadi gimana maksud kamu Fir?" Alma dan Mitha tampak bingung.


"Kalian percaya nggak kalau aku ninggalin mas Yugho sendiri di Bali?"


"Hahh...serius?" tanya Mitha


"Kok bisa sih Fir?" Alma heran dan hampir tidak percaya dengan omongan sahabatnya itu.


"Nih ya aku cerita bener loh tidak bohong. Hari pertama bulan madu eyke lulus cuyy tanpa halangan di kursi pula permulaannya terus lanjut diranjang dan terakhir nemding alias nempel didinding wkwkwk ... " Firda cerita sambil tertawa.


"Dasar orang gelooo" Alma dan Mitha tertawa bersama sambil mencubiti pipi Firda.


"Serius napa Fir ceritanya" Alma nampak antusias dengan cerita temannya itu.


"Gue serius mamud. Nah masalah itu muncul dihari kedua bulan madu gue. Saat ketemu tamannya Mas Yugho itu. Mereka selalu ngikutin gue sama Mamas gue. Dan yang paling parah lagi mantan mamas gue hadir diantara kami semua. Beeuuhh...kalian tau kan panasnya situasi saat itu?untung gue masih bisa santai genks nggak ngelabrak si pelakor itu. Hari ke dua habis gue wikwik sama laki gue, malamnya gue ditinggal ke pub sama dia. Dia sih sudah bilang sama gue dan memang gue-nya yang nggak mau ikut sama dia. Tapi gara-gara gue lihat status WA mantannya mas Yu mereka lagi ajak-ijik berdua kan gue langsung panas, malam itu juga gue keluar nyari laki gue. Tiap pub gue masukin sampai akhirnya pub yang keempat gue masukin barulah gue ketemu sama laki gue" Firda berhenti sejenak dan menyuap wafel ice cream pesanannya.


"Terus Fir apa yang terjadi? tanya Mitha tak sabar.


"Lanjut Fir" ujar Alma sambil mengejar Ziel yang mulai naik-naik ke bangku.Lalu menggendongnya kembali dan membawanya ketempat mereka.


"Kalian tau gak ada kejadian apa di pub?" tanya Firda. Sementara Alma dan Mitha hanya bisa geleng-geleng kepala saja.


"Gue mau diperkosa sama bule mabok. Sampai gue diseret-seret ke kamar mandi"


"Hahhh" Alma dan Mitha sama-sama kagetnya.


"Sumpah gue takut banget malam itu, gue sampai beberapa kali tertangkep sama dia tau nggak, akhirnya saking keselnya gue gigit aja sekencang-kencangnya tangan dia. Eehh..malah gue dilempar sama dia sampai menghantam meja dan bibir gue sampai pecah tau . Asli kacau balau malam itu. Nah, ceritanya nih ada bule satu lagi yang nolongin gue tapi suweknya laki gue muncul dan gue gak jadi kenalan sama itu bule ...wkwkwk" Firda tertawa.


"Dasar panjulll...lagi tegang-tegangnya masih aja kepikiran mau kenalan sama itu bule" Alma berkata dengan singit sambil mencubit hidung temannya itu.


"Susah deh memang kalau otak sudah gesrek...wkwkwk" Mitha menimpali kembali.


"Terusnya gimana Fir?" tanya Alma.


"Kalian tau lah kelanjutannya gimana, dihajar habis-habisan itu bule mabok sama hasben gue. Sampai gue tarik-tarik laki gue, takut kalau sampai terjadi apa-apa sama bule itu. Bisa-bisa dikandangin laki gue sama polisi.


"Aku mah bingung sama kamu Fir, ada aja kejadian yang nggak masuk di akal" jawab Mitha.


"Terusnya gimana Fir?" tanya Alma.


"Ya...gue baliklah sama mamas ke hotel neng" jawab Firda.


"Nah besoknya kan gue mau mancing di laut sama hasben gue, sampai-sampai hasben gue nyewa kapal buat kita mancing biar bisa sambil wikwik di laut. Naah sialnya nih, itu coro-coro pada ikutan nebeng mancing sama gue. Karena mereka maksa akhirnya mau gak mau kita ijinin. Nah ceritanya mantan hasben gue pura-pura kecebur dan pingsan dan laki gue dengan semangatnya mau ngasih nafas buatan untuk dia. Ya Tuhan...coba kalian bayangin didepan mata kalian hasben kalian mau nyium itu mantan panas gak?"


"Waww....aku sih terbakar" Jawab Alma.


"Kalau aku mungkin kabur dan nggak mau ketemu dia lagi. Aku sih end" jawab Mitha yakin.


"Iihhss...kalian tuh sudah tau hatiku yang selembut salju ini hihihi" Mitha tersenyum malu-malu.


"Nah...gara-gara itu akhirnya aku tinggalin Mas Yu sendiri di Bali"


"Tunggu dulu Fir, memang Mas Yu jadi nyium mantannya?" Alma tampak penasaran.


"Oh iya aku lupa bilang, sebelum mas Yu nempelin itu bibir ke si lampir, aku tariklah mas Yu, aku bilang aku yang akan ngasih nafas buatan untuknya, ketimbang cuma ngasih nafas buatan doang mah gue pinter" jawab Firda


"Nas, baru gue mau ngasih nafas untuk si mantan tiba-tiba si mantan batuk-batuk. Gue tengok dong laki gue sambil gue cemberutin. Asli gue kesal banget sama mamas saat itu, entah dia yang polos atau oon beneran gue nggak tau deh. Akhirnya pas sampai daratan gue pergi aja sendiri. Gue bawa semua identitas laki gue, untung gue masih baik hati. Gue tinggalin duit didompet laki gue hehehe"


"Parah kamu Firda, kamu tuh nggak takut hasben kamu disosor sama si mantan gitu?" Mitha tampak geleng-geleng kepala.


"Bomat gue mah, akhirnya gue beli tiket pesawat dan malam itu juga gue pulang sendiri.


Gatot dah niat gue wikwik dilaut" ujar Firda sambil nyengir.


"Dasar cewek edun Firdaaaa" Alma tertawa.


"Terus mas kamu pulang naik apa Fir?gak mungkin naik pesawatkan?" tanya Alma.


"Nggaklah dia ngompreng naik mobil temannya" jawab Firda.


"Hahahhaha..." para gadis itu tertawa-tawa.


"Ya Tuhan, ada ya cerita bulan madu kaya gitu" Mitha masih saja tertawa.


"Kamu mah enak Fir berani ngadepin sendiri. Dulu aku mah masih polos banget tau nggak." Alma mulai bercerita.


"Maksud kamu Al" tanya Firda


"Aku malu mau ceritaaaaa....hihihi" Alma menutup mulutnya.


"Cerita nggak....awas aja kalau main rahasia-rahasiaan" Firda menggoyang-goyangkan pipi Alma.


"Kalau ingat aku sedih, masa habis bulan madu masih sakit-sakitnya aku ditinggal pergi hubbie....huhuhu" Alma mulai berdrama.


"Bohongkan..nggak mungkin" jawab Firda


"Iya mana mungkin kak Daniel seperti itu" Mitha tidak percaya.


"Hmmm...tapi begitulah gaess kenyataannya dan yang lebih parahnya lagi aku ditinggal sendiri dinegeri orang" Alma tampak pasrah bercerita .


"WTF...." Firda dan Mitha nampak kaget.


"Kok bisa" jawab Mitha sambil melongo.


"Bisalah, namanya juga orang lagi marah" Alma


"But why?" tanya Firda.


"Karena aku masih perawan" jawab Alma malu-malu.


"Dasar sinting, masa dikasih perawan dia malah marah" Firda nampak kesal.


"Ini lebih aneh lagi. Biasanya yang gak perawan tapi ngaku perawan baru boleh ditinggal pergi.Laah ini yang dapet bener-bener parawan malah ditinggal kabur. ampoon kak Daniel" Mitha nampak tertawa bingung.


"Gile tega banget kak Daniel ninggalin istri sendiri di negeri orang. Kalau aku jadi kamu Al, aku seset-seset pas ketemu lagi..wkwkwk" ujar Firda


"Aku kan masih polos waktu itu, aku pikir dia sedang banyak kerjaan jadi ninggalin aku sendiri saat honeymoon, akhirnya aku pulang sendiri tau"


"Ya ampun polos banget temen gue ini, sini peyuk" Firda langsung memeluk Alma, Mitha juga tidak mau ketinggalan.


"awaaass...mommy atu..itu mommy atu, awas gak boyeh diambing" Ziel buru-buru menarik Firda dan Mitha agar menjauh dari Alma. Lalu dia pun langsung duduk dipangkuan Alma.


"Ya ampun ini anak posesif banget sih sama mommynya, nanti unty ambil loh mommy kamu" Mitha sengaja menggoda Ziel.


"No...no...no..mommy atu" Ziel segera memeluk Alma.


"bikin gemes aja kamu Ziel, unty boleh gigit gak pipi kamu sayang" Firda mencubiti pipi baby Ziel


"mommy...unty ida natang" Ziel mengadu pada mommynya.


"Whaatt....nama unty bagus-bagus dipanggil IDA...unty Firda Ziel bukan unty Ida, tolong deh aahh ziell huhuhu" Firda pura-pura menangis. Sementara Alma dan Mitha langsung tertawa.


"Ziel ikutin kata unty...Fir" Firda mengeja namanya.


"Fil..." jawab Ziel.


"Fir-da ayo bilang sayang Fir-da" Firda mulai mengeja lagi.


"Ida..."jawab Ziel lagi


"Aaaaa....huhuhu Ziel nakal sama unty" Firda berlagak menangis lagi.


"unty Ida tengeng mom" Ziel menatap Firda.


"Hahahha....Firda dibilang cengeng sama bocah kecil" Mitha pun langsung tertawa.


"Uceett dah ada yang berani ngatain unty cengeng. Ampun dah ah Ziel, sayang aja kamu tuh anak daddy Niel. Kalau anak orang udah unty cubitin kamu tau gak" Firda kembali menciumi baby Ziel hingga dia nampak murka dan menjenggut rambut Firda.


**********


Maaf gaes baru up, ngumpulin ide itu agak susah πŸ€­πŸ˜‚πŸ˜‚ tapi aku bersyukur kalau kalian suka.


Love you all πŸ€—πŸ˜˜