Miss Rusuh

Miss Rusuh
Ngopi Cantik Para Mama Muda



Firda pergi ke teras depan dan langsung menghubungi Moreno.


"More, sori aku gak bisa magang hari ini, mas aku sakit. Aku harus ngurus dia dulu. Gimana More?nggak apa-apakan?"


"Oohh....apa perlu aku kesana Fir, kita bawa mas kamu itu ke dokter?"


"Oohh...jangan, nggak perlu More" jawab Firda buru-buru.


"Aku gak bisa janji kapan aku masuknya ya...begitu kondisi mas ku stabil aku langsung datang ke sana"


"Baiklah Fir,cuma kamu anak magang yang bisa ngatur waktu sendiri kapan ingin masuknya" ujar Moreno pasrah.


"Hahahaha....itulah gunanya teman baik More" belum sempat Firda berbicara panjang tiba-tiba Yugho sudah memanggilnya.


"Sayang.....kamu dimana?" Panggil Yugho pada istrinya.


"Iya mas, aku masih didapur" Firda datang dengan tergopoh-gopoh.


"Siapin baju mas sayang, sebentar lagi mas mau ke kantor" Yugho langsung memeriksa jadwalnya hari ini.


"Mas...kenapa ke kantor?bukankah mas masih sakit?" Firda memegangi kening suaminya.


"Mas, sudah jauh lebih baik sayang. Setelah mas keluarkan isi perut baru mas merasa lebih baik badan mas sayang"


"Jangan lupa nasi gorengnya dimakan mas" Firda ke dapur dan menyiapkan sarapan untuk suaminya.


"Gak usah sayang, mas sarapan diluar saja ya" Yugho mulai memasang dasinya.


"Aduhhh...mamasku ganteng sekaleeee pagi ini" Ujar Firda sambil terus menatap suaminya.


"Jangan sakit lagi ya mas, bisa kacau semua agenda aku. Sehat terus ya sayang...cup...cup" Firda menghadiahi beberapa ciuman untuk suaminya.


"Terima kasih sayang" jawab nya.


"Aku juga mau siap-siap ya mas" Firda mulai menyiapkan baju untuknya.


"Kamu mau kemana sayang? Tanya Yugho.


"Mau magang lah mas, kan kamu sudah sehat ya kan?"


"Ooohhh...tidak boleh, coba saja jika kamu berani melanggarnya" Yugho mulai mengancam Firda.


"Hadeehhh...gimana mas skripsi aku nantinya?" Tanya nya mulai memelas.


"Skripsi lagi....lagi-lagi skripsi. Kalau kamu ingin magang dikantor mas saja dan tidak ada tapi-tapian ini sudah fix"


"Baiklah...apa kata kamu sajalah mas" Firda sudah pasrah. Dia pusing jika Yugho sudah mulai seperti ini, karena dia sudah tidak memiliki kebebasan lagi. Entah dia senang ataupun tidak yang jelas sekarang Yugho sudah benar-benar mengikatnya.


"Mas berangkat dulu sayang" ditariknya tubuh istrinya dan Yugho menuntut ciuman yang lebih dari istrinya. Dia mulai memainkan lidahnya dan mengeksplor bibir istrinya. Sambil tangannya tidak bisa diam merogoh dada istrinya itu.


"Sudah mas jalan sa...uuhhmmm" belum selesai Firda berbicara Yugho menyerang kembali bibir seksi istrinya itu. Setelah 10 menit perang bibir akhirnya Yugho melepaskan istrinya dan pamit untuk pergi kekantor.


"Ingat mas, tangan nakalmu itu hanya boleh menjamah tubuhku ya, tidak boleh megang tubuh wanita lain manapun juga" ujar Firda.


Yugho berbalik dan tersenyum sambil memberikan jempol kepada istrinya itu.


Firda membukakan pintu gerbang rumahnya tak lama kemudian Yugho menjalankan mobilnya meninggalkan rumahnya.


Selepas suaminya berangkat kerja Firda merasakan kesepian. Dia hanya bolak-balik ke kamar, ke dapur, keruang tamu.


"Ya ampunnn...bisa gila gue kalau begini terus. Kerjaan gak ada, anak belum punya. Pantas saja kalau gue cuma berdua sama Mas Yu, dia nempelin gue terus sampe susah gue mau kemana-mana juga, bener-bener jadi mainan dia gue ini. Dia mah enak kerja, gak bete di kantor sedangkan gue sendirian dirumah gak ada mainan gue. Gak mungkin kan gue main solo...wkwkwkwk" Firda terus saja menggerutu sendirian.


"Ternyata begini ya kawin sama pria dewasa. Dikekepin terus dirumah, jalanpun harus sama dia telat pulang dikit aja telepon gak berhenti berdering. Dan selalu dengan pertanyaan yang sama. 'Kamu dimana yang, sama siapa, awas jangan macam-macam diluar, tunggu disitu sebentar lagi mas jemput'. Dasar pria tua sama istri saja dia gak percaya. Ini mah bukan bucin lagi namanya Tapi fobia akut. Tapi dari awal pacaran memang seperti itu sih dia, pantesan aja ngajak kawin buru-buru. Aahhh....masa remajaku ditangan suamiku" Firda mengambil buah dan pergi ke taman belakang.


Tiba-tiba ponselnya berdering.


"Heyyy macan kemana aja kamu Fir? Mau dikeluarkan kamu sama mamud karena gak pernah balas WA dia" Mitha


"Ya ampun elo Mit, suwer loh gue ribet ada laki gue gak bisa ngapa-ngapain boro-boro pegang handphone, dah kaya suster gue mah dirumah ngurusin dia full 1000% wkwkkwk" Firda.


"Aku sama mamud mau keluar nanti jam 11-an ke kafe langit seduh, mau ikut gak kamu?" Mitha


"Mau lah, kaki gue juga udah gatel ini mau jalan...cuzz jemput gue ya" Firda


"Biasanya dirimu kemari sama si pinky Fir" Mitha


"Sekarang udah jadi nyonya gue Mitha, gak boleh naik motor lagi sama mamas gue. Duh males banget kalau gue mesti bawa boil say" Firda


"Siap-siap sana jam 11 aku jemput, jangan lupa shareloc say" Mitha


"Sip....oke-oke zyeyengkuh" Firda


"Aahhh.....akhirnya bisa keluar rumah juga" Firda dengan semangat memilih pakaian yang akan dikenakannya nanti. Lalu dia mulai bersiap-siap hangout bersama sahabat-sahabatnya.


"Oke fix sudah siap semua tinggal nunggu dijemput sama si kemayu" ujarnya tersenyum.


Firda menunggu diruang tamu sambil ngemil buah strawberry. Tak berapa lama kemudian suaminya menelponnya.


"Iya mas, ada apa sayang" Firda


"Kamu mau pergi kemana sudah berpakaian rapi seperti itu?" Yugho


Firda langsung menengok kanan dan kiri mencari suaminya namun dia tidak menemukan suaminya.


"Kok kamu tau deh mas aku sudah rapi. Bukannya kamu sudah dikantor mas? Apa kamu pulang lagi diam-diam?" Firda terus mencari keberadaan Yugho sampai dia melongok ke kolong-kolong meja.


"Hey sayang...mana mungkin mas bisa ngumpet dibawah meja. Kamu pikir badan mas kecil dan bisa dilipat gitu?" Yugho


"Hahaha....kamu tau aja sih mas, aku cari kamu sampai ke kolong meja segala" Firda masih tertawa mentertawakan kebodohannya.


"Ganti celana pendek kamu itu, mas tidak suka jika ada yang memandang kamu. Kamu hanya boleh memakai baju mini jika hanya bersama mas saja.Bahkan kalau perlu nude didepan mas tidak masalah" Yugho


"Hahaha....gila kamu mas, dah ketularan mesoomnya kak Daniel kamu tuh wkwkwk" Firda


"Cepat ganti celana panjang atau kamu tidak mas ijinkan keluar" Yugho.


"Ya ampun...iya...iya...aku ganti baju dulu" Firda langsung masuk kamar dan mencari jeans belelnya dia.


"Nah begitu lebih baik dibandingkan kamu memakai celana pendek sayang. Ingat ya hati-hati dan jangan nakal apalagi kenalan sama cowok. Mas selalu tau apa yang kamu lakukan so hati-hati sayang" dan klik Yugho langsung mematikan ponselnya.


"Ini mesti ada cctv dirumah ini tapi dimana ya? Aku harus memeriksanya sekarang juga. Cctv itu kan untuk diluar rumah masa iya sih cctv laki gue cuma khusus buat mantau gerak-gerik gue aja sih. Dasar pobia akut gini-gini juga kan aku istri solehah walaupun baru 50% wkwkkw...masih baru otewe solehah" Firda terus menyusuri rumahnya berusaha mencari tau dimana suaminya itu memasang cctv untuk memantau gerak-geriknya.


Tidak lama kemudian Mitha datang menjemputnya.


"Tin...Tinnnn" bunyi klakson mobil didepan rumah.


"Iyaaa...sebentar Mitha" Firda buru-buru ngambil sekotak strawberry-nya dan beberapa batang coklat favorite-nya. Dia segera berjalan keluar dan menutup pintu rumahnya.


Mitha segera membuka pintu mobilnya untuk Firda.


"Hay cantik, tengkiu udah mau jemput aku" Firda dan Mitha langsung cipika-cipiki berdua. Setelah itu Mitha melajukan mobilnya menuju Cafe Langit Seduh di Takes Mansion Hotel Jakarta Pusat.


"Untung elo telepon Mit, kalau nggak gue udah mati gabut dirumah" ujar Firda sambil menghempaskan tubuhnya dibangku mobilnya.


"Memangnya kamu kenapa Fir?bukannya enak sekarang sudah jadi nyonya dan sudah bebas ngapa-ngapain bahkan sampai melupakan Kita-kita" ujar Mitha meledek Firda.


"Enak sih enak kalau berduaan Mit, cuma kalau dia sudah berangkat kerja gue bingung mau ngapain tau" ujar Firda sambil mengunyah buah strawberry kesukaannya itu.


"Masih pagi Firda kamu sudah mengunyah buah itu, duh aku ngilu ngeliatnya Fir" Mitha nampak menelan ludah seakan-akan merasakan asamnya buah itu.


"Suwer ini manis banget loh Mit" Firda mengambil buahnya dan menyodorkannya ke mulut Mitha.


"Gak mau Firda, aku nggak kuat asam" jawab Mitha.


"Pokoknya aku gak mau tau, cepat buka mulut kamu Mit" Firda terus saja memaksa Mitha. Dan akhirnya mau tidak mau Mitha membuka mulutnya. Dia sudah hafal dengan sifat temannya ini yang selalu memaksa. Firda tidak akan berhenti memaksa sampai korbannya menuruti kemauannya.


"Sudah ah...suapin aku coklat aja" pinta Mitha


Firda pun melakukan apa yg Mitha minta.


"Kamu lagi hamil Fir?" Tanya Mitha


"Nggak tuh, belum kayanya Mit, mang kenapa?"


"Sejak kapan kamu menyukai strawberry"


"Entahlah....tapi semenjak liburan terakhir aku ke puncak waktu itu aku mulai menyukai strawberry. Bahkan aku juga memetik langsung dari kebunnya. Sumpeh rasanya beda banget dengan strawberry yang ada dipasaran"


"Itu mah perasaan kamu aja kali Fir. Dasar kelakuan wanita hamil maunya yang aneh-aneh aja"


"Tunggu....tunggu dulu, apa kata kamu Mit? Hamil? Masa iya sih, tapi kenapa aku nggak ngerasain apa-apa ya. Makan aku pun biasa-biasa aja tuh" ujar Firda santai.


"Aku berharap kamu segera hamil Fir, biar betah dirumah wkwkwkwk"


"Aseemm loh Mit, demen banget loe ya gue dikurung dirumah"


"Hihihi...aku tuh udah ngebayangin aja saat kamu hamil dengan perut besar trus aku sama Alma mau ngajak kamu ke kafe dan kamu bilang ' sori gaes aku gak bisa ikut, lihatlah perutku sudah semakin besar aku gak bisa kemana-mana gaes' suwer aku sama Alma mau ngetawain kamu ...terus kami bilang ' bye...bye Firda kami lagi santai loh sambil ngopi ditempat baru, sori ya gak ada foto kamu hihihihi" Mitha terus meledek Firda.


"Awas aja ya kalian sampai berani ninggalin aku, siap-siap aja aku kutuk kalian berdua dan satu lagi walaupun dengan perut besar nanti itu tidak jadi halangan bagiku untuk hangout bersama kalian 'CATAT'.....ujar Firda tidak mau kalah.


"Wkwkwkkw....kita lihat nanti ya macannya Mas Yugho" Mitha terus tertawa hingga membuat Firda kesal.


"Aww..aaww...ampun Firda" Mitha teriak-teriak dicubiti Firda.


"Rasain...awas macam-macan sama gue lagi, gue kuliti loe berdua" ujar Firda sambil tertawa.


"Akhirnya sampai juga kita" Mitha segera memarkir mobilnya. Lalu kedua gadis itu pergi menuju ke lantai 11 Kafe Langit Seduh.


Dan tampak disana Alma sedang sibuk menjaga Ziel yang tidak bisa diam.


"Ssstt....liat tuh si mamud lagi kerepotan ngejar-ngejar Ziel wkwkkwk" Firda dan Mitha tertawa bersama.


"Ziel..sini sayang jangan kemana-mana, mommy capek loh ngejar kamu sayang" Alma terus mengikuti langkah Ziel yang mulai bisa berjalan. (Dipercepat aja ya ceritanya πŸ˜‚)


"Mommy...mommy" Ziel terus berjalan menuju pintu keluar.


Firda langsung menyambar tubuh Ziel dan menggendongnya.


"Pangeran unty yang super ganteng udah pintar jalan ya" Firda terus menciumi Ziel dengan gemas. Ziel melihat ke arah Alma dan menyodorkan tangannya meminta tolong kepada mommynya.


"Mommy....mommy unty natang" ujar Ziel


"Kok tau sih unty baru datang" ujar Firda.


"Bukan itu maksud dia Fir, maksud dia unty nakal hihihi" Alma tertawa


"Oowww....sudah berani kamu bilang unty kamu ini nakal ya...rasain kamu" Firda terus menciumi Ziel dan mengayun-ayunkan tubuhnya sampai akhirnya Ziel tertawa-tawa dan minta terus diayun-ayunkan tubuhnya oleh Firda.


"Udah ah cape, unty mau minum dulu masa unty datang gak dikasih minum sih Ziel" Firda mencubit gemas pipi Ziel yang kemerahan seperti tomat.


"Aku sudah setengah jam disini tau, mana Ziel nggak bisa diam daripada aku bikin gaduh disini akhirnya satu ruangan ini disewa sama hubbie"


"Sekarang kakak kemana Al?" Tanya Mitha


"Langsung ke kantor, ada meeting hari ini dan tampaknya dia sudah telat setengah jam, soalnya Pak Tito sudah nelponin hubbie terus dari tadi"


"Dasar ya laki loe tuh apa-apa main booking-booking aja, duit dah kaya mainan aja" Firda geleng-geleng kepala.


"Suaminya bingung Fir, uangnya untuk apa, istrinya gak suka duit, laah Alma dirumah terus gak mau kemana-mana" Mitha menimpali.


"Bener juga Mit, Alma gak hobi jalan-jalan, gak hobi belanja juga pasti utuh duit suaminya....wkwkwk. Hati-hati loh Al, nanti daddy bingung mau dikemanain uangnya akhirnya dibagi-bagi deh ke cewek-cewek mbla'em-mbla'em" Firda tertawa geli melihat wajah kesal Alma.


"FIRDAAAAA..." Alma mencubiti lengan Firda hingga dia meringis kesakitan sambil tertawa-tawa.


"Iya ampun...ampun mommy Al, eh...ngomong-ngomong Pak Tito kangen gue sama dia Al. Pengen gue godain lagi aja rasanya wkwkkw"


"Gak usah ketemu, kamu tuh kalau sudah ketemu Pak Tito berisik" ujar Alma


"Hahhaa...sebel gue sama si Bapak Bijaksana itu"


"Ayo....ayo kita mulai konferensi sambil ngopi" Alma memanggil pelayan itu dan memesan berbagai makanan untuk menemani mereka mengobrol.


***********


Sesekali up mereka bertiga ya... mumpung para suami-suami dikantor πŸ˜‚.


Happy Reading gaessπŸ€—