Metamorphosis

Metamorphosis
S.2 Bab 46 - 사랑행



"Kalian berdua kenapa, sih? Habis berantem?" Miss Ivanka melihat ke arah Bitna dan Alva dengan tatapan menginterogasi.


Seo Bitna dan Alva Arkanza sama-sama melempar pandangan ke arah lain, membuat Miss Ivanka menjadi semakin gemas dan penasaran.


"Kalian akan terus bersama lo, sampai lomba ini selesai. Jangan sampai masalah pribadi mengganggu kegiatan sekolah kalian, apalagi lomba ini."


"Nggak kok, Miss. Saya janji tidak akan berpengaruh pada kegiatan sekolah," jawab Alva.


"Jadi bener, kalian ada apa-apa?" tanya Miss Ivanka.


"Kalau saya sih nggak, Miss. Nggak tahu deh kalau dia," kata Alva sambil melirik ke arah Bitna. Remaja tampan tersebut tidak bisa menyembunyikan tawanya.


"Hhh... Ya sudah. Miss percaya sama kalian. Nanti kegiatan ini hasilnya juga untuk kalian, kok. Bukan untuk Miss," kata guru kimia asal Rusia tersebut."


Beberapa hari yang lalu...


Aku cemburu, kau terus memandangi pemberian pria brengsek itu. Aku siap menjadi bintangmu, di posisi kedua setelah Kapten Seo. Ayo kita pacaran," ucap Alva.


"Haaah??? K-kau bercanda, kan?"


"Aku serius," jawab Alva tegas. Ia tidak melepaskan pandangannya dari gadis manis di hadapannya.


"Eh,.. uhuk! Gi-gimana, ya?" Tubuh Bitna terasa panas dingin. "A-aku..." Bitna nggak kuat melihat wajah cowok tampan di depannya. Jantungnya bisa saja keluar kalau ia tidak mengalihkan pandangan.


"Aku memang sudah menahan ini sejak lama. Karena aku mengerti, ayahmu adalah yang terpenting bagimu. Sekarang Kapten Seo sudah kembali bersamamu. Apa aku salah telah mengatakan hal ini?"


Suara Alva terdengar sangat lembut di telinga Bitna. Tatapannya yang tajam, membuat degup janyung Bitna semakin tidak beraturan. Jika ini adalah perlombaan, Bitna akan langsung melambaikan tangan dan menyerah. Ia tak kuat dengan ketampanan dan kelembutan hati pemuda tersebut.


"Nggak. Kamu nggak salah," ucap Bitna sangat pelan.


"Pikir-pikir aja, dulu. Aku akan terima apa pun keputusanmu," kata Alva. "Nih, pizzanya."


Cowok bermata hitam pekat itu berbalik badan, hendak melangkah pergi.


"Tunggu!" Tanpa sadar, Bitna menarik baju seragam siswa teladan tersebut.


"Ya?"


"A-aku..."


"Jangan buru-buru, Bitna. Aku kan sudah bilang, pikir-pikir dulu," kata Alva.


"Aku tahu, kamu tidak main-main dengan ucapanmu itu. Makanya hatiku jadi semakin berat," kata Bitna.


Alva menarik napas panjang. Lalu kembali memutar tubuhnya menghadap Bitna. Pria itu menatap Bitna lekat-lekat. Aroma parfum yang lembutdari kedua siswi itu pun berpadu.


Alva kembali menarik napas panjang. Jemarinya menyentuh wajah Bitna yang halus.


"Waktu kita masih sangat panjang. Pacaran bukan akhir segalanya bagi kita berdua, jika kamu belum menginginkannya," kata Alva.


"Tapi jika aku mau egois, saat ini aku hanya ingin mendengar kata hatimu," bisik pria itu di telinga Bitna. Harum shampo yang digunakan Bitna tadi pagi, terasa sangat segar.


"사랑행, Al. 행운을빌어요. 나는 당신이 당신과 함께 훌륭하고 합당한 여성을 만나기를 바랍니다. 너는 행복할 자격이 있어."


(Aku menyukaimu, Al. Tapi semoga kau dapat wanita yang baik dan tepat untukmu. Kamu juga berhak bahagia)


Seo Bitna menatap lekat-lekat mata pria di hadapannya. Jemarinya yang lembut, menggenggam tangan Alva yang masih menyentuh wajahnya.


"저에게 최고의 사람이 되어주셔서 감사합니다," lanjut Bitna.


(Terima kasih telah menjadi orang terbaik bagiku di sini.)


"감사합니다, 당신은 정직했습니다. 이해 했어요," balas Alva.


(Terima kasih, kau telah jujur. Aku mengerti.)


"Ehem! Sepi banget ya kayak kuburan malam hari. Padahal biasanya ramai kayak taman wisata," Miss Ivanka membuka suara, memecahkan lamunan kedua remaja tersebut.


Sang pengemudi yang sedari tadi memperhatikan kedua remaja tersebut, langsung tertawa mendengarnya. Ia menyadari, ada sesuatu yang terjadi di antara keduanya.


"Oh ya, Miss baru ingat. Kemarin ada perwakilan kementerian pariwisata Korea datang ke sekolah." Miss Ivanka menjeda ucapannya sejenak, untuk menerima telepon.


Bitna penasaran menunggu kelanjutannya. Apa ini berkaitan dengan orang-orang yang menemui Alva wakti itu?


"Setelah kegiatan lomba ilmiah kita selesai, apa kamu mau bergabung menjadi Duta Pariwisata Indonesia - Korea, Bitna," kata Miss Ivanka.


"Fiuuuh... Bitna bernapas lega. Sejak tadi ia mengkhawatirkan Alva.


"Tentu saja aku mau, Miss. Apa syaratnya?" kata Bitna.


"Nanti Miss akan sampaikan pada bagian Humas Sekolah. Mereka nanti akan membimbingmu," jawab Miss.


"Ah, Alva kan sudah lama bergabung Ya kan, Al? Kamu bisa belajar darinya," kata Miss.


"Alva lagi?" Seo Bitna melirik pria yang menatap ke luar jendela. "Apa sih yang nggak bisa dilakukan pria ini? Bermain Gayageum dan Geomungo, mungkin ya?" pikir gadis itu.


*Gayageum dan Geomungo: Alat musik tradisional Korea.


(Bersambung)