Metamorphosis

Metamorphosis
S.2 Bab 60 - (Musim Gugur)



Tuk! Sehelai daun jatuh di rambut Bitna yang halus. Bagian dari pohon cherry yang memisahkan diri dari induknya itu, terlihat berwarna kecoklatan.


Udara dingin yang berembus pelan, membuat dedauan di bawah pohon cherry tersebut menari-nari ke udara. Bitna merapatkan jaketnya, menghindari udara yang ingin memeluknya tanpa izin.


"Ah, sudah memasuki musim gugur lagi rupanya," kata wanita yang mengenakan coat navy tersebut.


Tep! Bitna menangkap sehelai daun yang kembali berguguran, "Dulu musim gugur terasa biasa saja bagiku. Tapi setelah kembali dari Indonesia, semuanya terasa istimewa," kata Bitna.


Wanita muda tersebut mengakui di dalam lubuk hatinya, bahwa ia sangat senang ketika kembali bertemu dengan musim gugur. Mengingatkan saat-saat ia membawa pulang sang ayah ke Korea. Dan masa kejayaannya, setelah menjadi siswa bintang di negara yang jauh dari tanah kelahirannya.


Tapi di sudut hatinya yang lain, dia juga merasakan rindu yang hampa. Ingin diucap, tapi semua telah berlalu. Hanya penyesalan yang tertinggal. Tidak ada gunanya diungkit kembali.


"Nggak terasa, sudah lima tahun aku nggak bertatap mata dan bertukar kabar dengannya. Gimana ya keadaannya sekarang? Apa dia telah berhasil menjadi scientist?" gumam Bitna seraya menggenggam helaian daun tadi di tangan kanannya.


"Nona Seo Bitna, kita harus segera pergi sekarang. Tim dari Tiongkok dan Jepang sudah hampir sampai di kantor," ujar salah seorang pria yang menjadi asisten serta supir pribadi Seo Bitna.


"Ah, ya. Aku segera ke sana." Bitna memutar tubuhnya dan melangkahkan kaki menuju ke mobil sedan mewah buatan Eropa.


Selama di perjalanan, Bitna sibuk menekan tombol-tombol di layar smartphone-nya. Sang asisten melihat kesibukannya dari spion di depan.


"Halo, ketua tim Gwen. Siapa yang menghandle bahan rapat untuk rekonstruksi iklan perusahaan Es Krim Kliko besok?" tanya Bitna melalui telepon.


"Kim Seo Ho si anak baru, manajer," sahut seorang wanita di seberang sana.


"Suruh dia kirim bahannya padaku sebelum jam sepuluh," perintah Bitna.


"Baik, manajer."


Tuuuttt...


Baru saja ia akan menyimpan smartphone-nya, seseorang meneleponnya.


"Halo, Yumna. Ada apa?"


"Gawat, Eonnie. Stok rempah kita habis. Aku lupa memesannya kemarin," kata Yumna dengan nada panik.


"Jadi bagaimana dengan menu hari ini? Apa kita hanya menyajikan nasi goreng dan ayam saja? Atau kita membeli bahan di supermarket sini dulu. Aku benar-benar lupa. Ini kelalaianku, bos," sesal Yumna.


"Tidak perlu. Kalian semua libur saja sampai semua stok datang. Karena rasa bumbu yang dijual di sini dengan yang dikirim langsung dari Indonesia rasanya beda jauh," ujar Bitna.


"Libur? Berarti restorannya...?"


"Ya, tutup saja. Buat pengumuman di depan restoran dan di media sosial. Kalian selama tiga bulan terakhir tidak ada libur sama sekali, kan?" ucap Bitna. "Apalagi kamu yang sibuk mengurus skripsi sekaligus restoran. Pasti repot banget."


"Iya juga, sih. Terima kasih senior. Bosku yang baik," kata Yumna penuh haru.


Kalau bertemu di malam hari, pasti susah membedakan dia dengan hantu. Karena tubuhnya yang pucat dan lingkar mata yang hitam, akibat kurang tidur.


"Aku memang baik, kecuali padamu. Karena bulan depan gajimu di potong sepuluh persen, karena kelalaian fatal ini," kata Bitna dengan tegas.


Sang pengemudi yang duduk di depan, bisa melihat bahwa wanita dua puluh tiga tahun itu sedang menahan tawa.


"Uh," gumam Yumna. Namun sayangnya ia tidak bisa protes.


...🌺🌺🌺...


"Terima kasih atas kerja samanya. Semoga di lain kesempatan, kita bertemu lagi," ucap Bitna menutup rapat tersebut.


Tling!


Bitna mengambil smartphone-nya dari salam saku, untuk melihat pesan yang baru saja masuk. Bitna senyum-senyum sendiri.


"Ada apa, manajer?" tanya salah seorang anak buahnya.


(Bersambung)


Mohon maaf, S.2 eps 58- 61 mengalami revisi. Maaf atas ketidak nyamanannya. Eps terbaru akan di upload malam ini juga. Selamat membaca.