Metamorphosis

Metamorphosis
S.2 Bab 62 - Roda yang Berputar



"Nona, Anda mau membeli sarung tangan? Pacar Anda pasti suka, memiliki sarung tangan kembar." Pedagang wanita itu mendekati Bitna.


"Min Ji! Kau Kim Min Ji, kan?" Bitna terkejut. Setelah bertahun-tahun Min Ji menghilang, mereka malah bertemu dalam keadaan seperti ini.


"Y-ya? Benar aku Min Ji. Nona mau beli sarung tangan?" ulang wanita itu lagi.


Bitna kesal karena musuhnya tersebut tidak mengenalinya lagi, "Ini aku, Seo Bitna SMA Seodaemu-Gu." Bitna mengguncang bahu Min Ji.


"B-bitna?" Kedua mata wanita lusuh itu terbelalak. Bibirnya bergetar. Ingin sekali ia menutup wajahnya. Tapi kedua tangannya penuh dengan barang dagangan yang ia bawa.


"Bertahun-tahun menghilang, kenapa kau kembali dalam keadaan seperti ini?" Bitna menahan Min Ji yang hendak kabur.


"Kau senang sekarang?" Wanita itu memalingkan pandangannya. "Kau berhasil menjatuhkanku dan membandingkan dengan hidupmu sekarang?" lanjut Min Ji.


"Bukan aku yang menjatuhkanmu. Tapi kamu sendiri yang membuatnya. Aku hanya berusaha bertahan dari injakan kaum burjois seperti kalian," ucap Bitna.


"Ku pikir setelah kau begini, akan sadar sama kesalahanmu. Tapi ternyata sama aja," kata Bitna.


Min Ji terdiam. Sesungguhnya dia nggak sengaja untuk bersikap angkuh. Tapi rasa malu membuatnya tidak bisa berpikir jernih.


"Maafkan aku," bisik Min Ji di sela gemerisik dedauan yang tertiup angin.


"Sudah ku maafkan."


"Eh?" Min Ji mengangkat kepalanya. Ia tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.


"Aku bilang, sudah ku maafkan. Maka dari itu ubahlah sikapmu. Jangan sampai ada "Seo Bitna" berikutnya di dunia ini," kata Bitna tegas.


"Hikss..." Min Ji tidak bisa menahan air matanya. Andai dia bisa memutar waktu, kembali ke masa SMA.


Sekarang semua berubah. Bitna yang dulu mereka injak-injak, kini menjadi wanita paling bersinar di seantero Asia Selatan dan Asia Tenggara.


Sedangkan Min Ji, ia tidak memiliki modal apa-apa untuk bertahan hidup. Kecantikannya luntur. Harta kedua orang tuanya habis disita. Bahkan ibunya menjadi stress.


Min Ji pun terpaksa bertahan sendirian di dunia yang keras ini, sambil melakukan pekerjaan yang ia bisa.


...🌺🌺🌺...


"Eunjooo..." Seorang wanita memasuki warung makan sederhana khas Korea. Aroma daging yang sedang di panggang menyeruak hingga ke luar.


"Haaah... Dasar cewek syalan! Kau terlambat hampir satu jam. Mana aku cuma sendiri lagi," kata Eunjo.


"Maaf. Tadi aku ada urusan mendadak. Selamat ya, atas pelantikanmu. Sudah ku duga, kau pasti mengikuti jejak ayahmu di dunia militer," kata Bitna.


"Gumawo. Tapi aku agak sebel juga, karena sekarang jadi lebih sering ketemu si Park Jun Hyeon brengsek itu. Gak kusangka bocah tengil banyak skandal itu, bisa jadi politikus muda kaya raya." Eunjo mendengus kesal.


"Mereka bukan berpisah. Tapi memang nggak pernah bersama. Anak mereka di rawat oleh Jun Hyeon. Ku akui dia seorang ayah yang baik," kata Eunjo. "Hei, kau nggak jadi mengajak Yeon Woo o


Oppa?"


"Dia sibuk di kampus." Bitna berbohong. Dia saja nggak bilang, kalau mau ketemuan sama Eunjo. "Yura mana?"


"Dia nggak bisa datang. Masih sibuk dengan toko kuenya," kata Eunjo.


"Haaah... Gadis itu dari dulu selalu sibuk dengan dapur, ya. Bahkan dia rela nggak kuliah demi mimpinya," kata Bitna sambil meletakkan sekantung plastik besar di atas meja.


"Hei, apa yang kau bawa itu? Sarung tangan rajut? Jadi selain menjadi manager perusahaan dan mengelola restoran, kau juga jualan sampingan?" tebak Eunjo.


"Hush, sembarangan. Tadi aku ketemu Kim Min Ji. Ini barang dagangannya."


"Min Ji?" teriak Eunjo sampai pengunjung di sekitar mereka protes.


"Iya."


"Min Ji yang itu? Yang kita kenal dulu?"


"Iya," jawab Bitna lagi.


"Apa yang terjadi dengannya?" tanya Eunjo. Bitna lalu menceritakan semuanya.


"Hei Chingu, apa aku terlambat?" Seorang pria bersuara berat, menyapa kedua wanita tersebut.


"Eunjo, kau mengundangnya juga?" Bitna terpana melihat cowok remaja yang dulu sangat ia kenal, tumbuh menjadi pria dewasa yang tampan tersebut.


"Nggak. Bocah tengil ini yang minta ikut denganku," jawab Eunjo.


"Hai, Bitna. Lama nggak jumpa."


Cowok resek yang sudah menghilang selama lima tahun, akibat kuliah di Amerika itu telah kembali.


Pemuda tersebut merintis perusahaannya sendiri dengan modal yang ia kumpulkan sejak lama. Secara teknis, dia lebih miskin dibandingkan Seo Bitna.


(Bersambung)



Baca novel author lainnya juga, yuk. Ditungu like and komennya. Terima kasih.