Metamorphosis

Metamorphosis
S.2 Bab 3 - Asrama Mawar



Kesan pertama Bitna tiba di Indonesia adalah hangat dan lembab. Lampu-lampu berbagai warna berkelap-kelip indah, bagai taburan bintang di langit malam.


Bitna dan rombongan mendarat pukul sebelas malam, di Bandara Internasional Sukarno Hatta Cengkareng. Pesawat mereka terlambat tiga jam dari jadwal seharusnya.


Malam itu, mereka menginap di salah satu hotel besar di Jakarta. Para utusan dari Korea Selatan itu akan menjalani kegiatan penyambutan dan orientasi selama dua hari ke depan, sebelum akhirnya di antar ke sekolah tujuan.


Bitna tidak tahu di mana ia akan di tempatkan. Tetapi gadis itu beruntung, ia tidak satu tim dengan para siswi sombong itu.


Mungkin, sendiri akan lebih baik. Bitna bisa mendapat teman-teman baru di sekolahnya nanti.


Beberapa jam pun berlalu.


Tok! Tok! Tok!


“Ayo anak-anak. Saatnya bangun dan bersiap-siap.” Nyonya Yujeong berseru di depan kamar.


Bitna membuka matanya yang terasa sangat lengket, “Jam berapa, sih? Perasaan aku baru aja tidur,” gumamnya.


Bitna mencari HPnya di bawah bantal. Baru saja membuka layar. Ia sudah menemukan banyak sekali pesan masuk dari Eunjo.



“Pfftt... Anak ini,” kata Bitna sambil senyum-senyum sendiri membacanya. Ia lalu membalas singkat pesan sahabatnya itu.



Bitna lalu bangkit dari tempat tidur dan melihat teman sekamarnya sudah rapi.


“Wah, dia benar-benar rajin,” gumam Bitna takjub.


Cewek manis asal Provinsi Jeolla Selatan itu sudah rapi mengenakan seragam sekolahnya. Rambutnya yang panjang ia kuncir satu dengan pita berwarna ungu.


“Kau bangun jam berapa? Apa aku kesiangan?” tanya Bitna.


“Nggak, kok. Kau tepat waktu. Aku cuma nggak bisa tidur karena gugup. Jadi aku mandi dan bersiap saja,” kata cewek berkulit kuning langsat itu.


Lagi-lagi Bitna beruntung, ia mendapat teman sekamar yang sangat lembut dan baik. Walau pun mereka cuma bersama untuk waktu dua hari, tapi itu sangat mempengaruhi suasana hatinya.


"Aku juga gugup banget, nih. Tapi kayaknya ini pertama kalinya aku bangun pagi banget, deh," ujar Bitna sambil menatap jam di HP, yang baru menunjukkan pukul 04.55 AM.


"Nanti kau pasti akan terbiasa. Katanya orang Indonesia bangun lebih pagi. Dan beberapa di antaranya juga ibadah."


"Wah, hebat. Kau udah tahu banyak tentang Indonesia, ya," ujar Bitna kagum.


"Ah, nggak juga. Aku cuma baca-baca dari internet aja."


Gadis manis itu tersipu malu.


...🍎🍎🍎...


“Guys…! Udah dengar, belum?” Afie berlari dari arah lorong menuju ke kamar.


Asrama mawar pun menjadi heboh.


“Ada apaan sih, Fie? Mbak Sheza mau patroli kamar?” seru Yumna ikutan heboh.


“Hah! Apa? Patroli kamar?”


Para penghuni asrama mawar pun menjadi punya kesibukan baru pagi ini. Mereka semua menyimpan barang-barang pribadi.


Ada yang melemparkan cucian kotor ke dalam ember, ada juga yang menyimpan flasdisk berisi kumpulan drama Korea dan dorama Jepang.


Eh, Citra malah congkel-congkel bawah kasur untuk mengambil kaos kaki kotornya yang udah seminggu nginap di sana. Ada-ada saja, deh.


“Kalian itu kenapa? Kan aku belum selesai bicara," kata Afie sambil terkikik.


"Lah, terus kenapa, dong?" Citra dan Julia menghentikan aktivitasnya 'beres-beres'.


"Katanya asrama kita kedatangan siswa baru."


“Siswa baru? Anak pindahan lagi? Kan semester baru udah berjalan dua minggu," celetuk Tika yang baru aja muncul. Murid teladan itu sudah rapi dengan seragamnya.


“Bukan. Tapi siswa pertukaran pelajar dari Korea.”


“Appuaaa?!”


Semua orang di sana terkejut dengan pernyataan Afie barusan.


"Kau serius? Nggak berbual*, kan?" tanya Yumna.


*Berbual: Berbohong.


"Ish, ini beneran," kata Afie.


"Kamu tahu dari mana?" tanya Tika.


"Aku dengar langsung di ruang administrasi asrama tadi. Mbak Sheza lagi ngomong sama Bu Elya," jelas Afie.


"Kau lihat anak baru itu? Dari Korea, kan?" tanya Yumna memastikan.


"Iya. Aku belum lihat, sih. Tadi nggak nampak dari jendela."


"Korea Selatan yang ada kpopnya, kan?" Yumna terus bertanya.


"Duh, au ah. Kalau nggak percaya lihat aja nanti. Mbak Sheza mau nganter anak baru itu ke sini."


"Hah, jadi beneran Mbak Sheza mau ke sini?" seru Julia dan Citra.


"Iya," jawab Afie santai.


"Aduh...Ngomong dari tadi, dong."


Citra buru-buru menyimpan komik dan novel terlarang di langit-langit kamar mandi yang sedikit terbuka.


Sementara Julia mencopot semua poster bintang film Dulan dan Pancingan Putus.


"Pffftt... Kalian ngapain, sih? Heboh amat. Mbak Sheza nggak bakalan periksa kamar waktu anak baru itu masuk," kata Tika berdiri dengan sangat santai.


Toh, di kamarnya nggak ada barang berserakan atau barang terlarang. Dia benar-benar murid teladan.


Tuk! Tuk! Tuk!


Terdengar suara langkah kaki dan geretan koper mendekat.


Mereka semua menahan napas. Seperti apa murid baru itu? Apakah benar bakalan masuk ke asrama mereka?


(Bersambung)


Fun Fact:


Asrama mawar diambil dari nama jalan tempat kosan author dulu. Dan nama teman-temannya juga nama asli dan sifat asli author dulu. Pokoknya jadi berasa nostalgila, eh nostalgia maksudnya. 🤭🤭


Author juga ada dalam cerita, lho. Hayo, ada yang bisa menebaknya?