
Di pagi hari yang Badai mulai anginnya lebih kencang dari sebelumnya yang tidak ada mengontrol energi alam yang kehilangan tuannya yaitu Induk Rubah yang sudah Kagami bangkitkan menjadi salah satu Bayangan barunya namun sudah tidak bisa mengatur udara dingin sekitarnya lagi.
Kagami yang baru saja terbangun dengan keadaan tubuh yang sudah pulih kembali sedangkan Liyana bersama hewan barunya yaitu seekor Rubah kecil masih tertidur.
Tapi Kagami yang tidak bisa bangun karena tertahan oleh Liyana bersama Rubah kecil yang tidurnya di atas perut Kagami dan Kagami hanya bisa menunggu Liyana bangun saja.
"Uh kagami sudah bangun?” Liyana yang baru saja bangun dari tidurnya.
"Sudah sejak tadi pagi” Kagami yang merasa tangannya sedikit pegal.
"Ah maaf Kagami” Liyana langsung berpindah tempat.
"Tidak apa-apa” Kagami langsung mencoba membangun tubuh.
Awwu!
Rubah kecil yang langsung terbangunkan oleh Kagami yang mencoba memindahkannya ke tempat lain namun malah terbangun.
Lalu Kagami memutuskan melihat keluar dari tenda miliknya sambil di ikuti Rubah kecil yang bernama Fou oleh Elaina.
"Ini ulahmu Leviathan menutupi 3 tenda dengan semacam Barier dari sisikmu untuk melindungi dari badai salju ini?” Kagami yang langsung bertanya kepada Bayangan Leviathan.
"Ya tuan jika saya tidak melakukan hal tersebut tenda milik anda dengan rekan anda akan terbawa angin yang sangat kuat” Bayangan Leviathan langsung muncul di pundak Kagami.
"Yasudah sekarang singkirkan dahulu Bariernya” Kagami yang langsung memberikan perintah kepada Bayangan Leviathan.
"Saya akan lakukan” Bayangan Leviathan langsung menghilangkan Barier yang menutupi 3 tenda.
Lalu Kagami langsung merasakan angin yang masih normal meskipun merasakan ada energi yang membuat cuacanya tidak terkendali mungkin karena Energi dari Blood Stone yang memengaruhinya.
"Apa anda melihat fou tadi saat aku bangun tidak melihatnya?” Elaina yang langsung mendekati Kagami.
Wu! Wu!
Rubah kecil yang langsung keluar dari tenda bersama Liyana yang baru saja merapikan pakaian yang berantakan karena tidur.
"Mencari dia Elaina? Tadi masuk kembali ke tenda memaksaku keluar tenda” Liyana langsung menunjuk kepada Rubah kecil sembarangan baik ke pundaknya.
"Huh kira pergi kabur” Elaina yang langsung mengeluh.
Wwu!
"Tidak akan karena induknya ada di sini” Kagami langsung mencoba mengingatkan kembali kepada Elaina.
"Iya benar ucapan Kagami dan bagaimana keputusanmu ikut atau pulang?” Liyana ingin mengetahuinya dari Elaina sendiri.
"Ehh tentang apa aku tidak mengerti perkataanmu? Dan aku baru saja mengerti kemampuanku sendiri lho Liyana?” Elaina yang baru mendapatkan pencerahan tentang kemampuannya.
"Apakah Tuan Alexi belum memberitahukanmu semalam?, Apa yang kau ketahui?” Liyana yang merasa penasaran kemampuan asli Elaina.
"Kemampuanku bisa menjadi penyembuh sekaligus penyerang jarak jauh jika aku berhasil mengontrol kemampuan ini bisa berguna untuk membantu kalian berdua namun rasanya masih ada yang mengganjal seperti kemampuanku masih ada yang belum aku ketahui” Elaina yang menjelaskan kepada Liyana dan Kagami.
"Baguslah jika sudah mengerti kemampuanmu sendiri dan kau akan mengetahui kemampuan yang menurutmu masih tersembunyi berjalannya dengan waktu” Liyana yang langsung berjalan mendekati Elaina.
"Hehe iya untuk saat ini aku harus bisa mengontrol kemampuanku lalu apa yang sebelumnya kalian tanyakan padaku coba jelaskan kembali” Elaina yang meminta salah satu dari Kagami atau Liyana menjelaskan.
"Hahhh menyusahkan baik akan aku jelaskan sebenarnya diriku meminta kalian berdua pulang kembali ke kota Gradeuz karena ini akan terjadi pertarungan besar dan diriku takutnya kau tidak bisa bertemu kembali dengan ayahmu atau kata lain mati sekarang mengerti Elaina?” Kagami sambil mengeluarkan aura mengintimidasi kepada Elaina.
"Kalau begitu keputusanku ikut dengan kalian karena pengalaman sebelumnya kalian berdua yang maju dahulu hmph” Elaina yang merasa kesal harus berada penyerang di belakang.
"Iya deh nanti akan aku ajak dirimu bertarung yang sama denganku bersama Kagami” Liyana yang langsung memeluk Elaina.
Lalu Tuan Alexi yang baru saja bangun dan baru saja keluar dari tenda miliknya sendiri sambil menyampaikan keputusannya.
"Ternyata kalian sudah bangun lebih dahulu dariku haha” Tuan Alexi yang langsung melihat 3 orang.
"Ah anda ternyata, bagaimana kondisi anda setelah pertarungan kemarin?” Kagami yang langsung bertanya kepada Tuan Alexi.
"Kemarin saya terlalu membebani tubuhku yang jarang saya latih jadi masih ada rasa sakit dan pegal jadi belum sepenuhnya pulih” Tuan Alexi sambil menggerakkan tangannya.
"Begitu, maaf sudah membuat anda terlalu memaksa diri” Kagami yang sebenarnya tidak ingin memaksa Tuan Alexi kembali karena Tuan Alexi selalu menolak.
"Tidak perlu minta maaf lagi pula ini salahku sendiri jarang melatih tubuhku karena terlalu sibuk mengerjakan tugas sebagai seorang raja haha” Tuan Alexi yang hanya tertawa pelan.
"Iya nih, kebiasaan Kagami selalu menyalahkan dirinya sendiri sejak dulu yang tidak pernah di rubahnya” Liyana yang langsung memukul punggung Kagami tidak terlalu keras.
"Sakit Liyana!, Kau kenapa sih?!” Kagami yang merasa kesal karena tiba-tiba memukul dari belakang.
"Hehe maaf, Kagami energi disini masih belum stabil apa boleh aku menstabilkan cuaca badai salju ini?” Liyana langsung mengatakan tujuannya sengaja memukul Kagami.
"Huh iya boleh saja” Kagami sebenarnya berharap Liyana mampu menstabilkan cuasanya kembali.
"Makasih Kagami” Liyana mendekati Kagami lalu mencium pipi Kagami.
Wu! Wuu!
Rubah kecil yang langsung mendekati Liyana lalu naik ke pundaknya Liyana untuk membantu menstabilkan cuaca badai salju di sekitarnya.
"Huu dasar!, Elaina bagaimana pengalaman bertarung jarak jauh kemarin?” Kagami yang melihat Elaina yang sebelumnya sangat ketakutan.
"Itu sebenarnya saat aku melihat seberapa banyak ada manusia, Serigala mati olehku aku sangat merasa bersalah telah membunuhnya dengan tanganku sendiri” Elaina langsung mengangkat kedua tangannya dengan sedikit bergetar.
"Tidak perlu takut karena dunia ini tidak ada yang namanya hukum yang tercantum atau peraturan atas semua kesalahan yang sudah di perbuat namun dunia ini hanya ada hukum karma di mana seseorang bisa mengalami kesialan, intinya dunia ini hanya harus bertahan hidup saja sehingga harus bisa melatih tubuhmu untuk mendapatkan hidup yang seseorang inginkan” Kagami sambil menatap langit yang tertutupi awan.
"Karma ya, sekarang aku mengerti dan Tuan Alexi biarkan aku mencoba menyembuhkan anda” Elaina yang merasa harus mampu mengobati Tuan Alexi terlebih dahulu.
"Ehh apa bisa?” Tuan Alexi yang terkejut dengan perkataan Elaina.
"Akan aku coba sebaik mungkin” Elaina lalu mengangkat tongkat sihir pemberian Kagami.
‘Treed : Recovery..!’ Elaina mulai mencoba menyembuhkan kondisi Tuan Alexi.
"Yasudah sebaiknya pergi dahulu sampai mereka semua sudah selesai urusan mereka masing-masing” Kagami yang langsung pergi berjalan jalan.
"Dunia ini tidak ada yang namanya hukum seperti duniaku dulu dimana diriku dimanfaatkan hingga tubuh ini lepas kendali dan akhirnya membunuh lalu di penjara untuk beberapa tahun”
"Apa aku sendiri bisa melindungi diriku..tidak bukan diriku saja tapi keluargaku, orang yang aku sayangi di dunia kedua ini, apa aku bisa menjaganya dan menghindari masalah yang lebih besar menungguku di suatu tempat?”
"Diriku dulu penuh dengan kesialan di setiap hari penuh masalah maupun di rumah atau sekolah tidak ada bedanya, bertahun-tahun di dunia ini sungguh membuat diriku sadar bahwa kesalahanku di masa lalu yang tidak mau berjuang untuk mempelajari sesuatu yang akan berguna untukku sendiri dan maafkan aku ayah, ibu atas kesalahan anakmu ini”
Kagami yang tiba-tiba terhenti berjalan dengan air mata yang menetes ke tumpukan Salju yang di injaknya.
Setelah beberapa menit berlalu berkeliling sambil mencoba mengingat dosa miliknya sendiri dan juga cuaca yang mulai stabil kembali, Kagami langsung berjalan kembali untuk mengecek persiapan kekasih bersama kedua rekan sementaranya.
"Kagami dari mana saja?” Liyana yang melihat Kagami langsung melesat mendekati Kagami.
"Hanya berkeliling sambil memikirkan kesalahanku di masa lalu jadi tidak perlu khawatir” Kagami langsung mengusap kepala Liyana.
"Hmph aku tidak menghawatirkanmu kok” Liyana yang langsung pura-pura tidak menghawatirkan Kagami.
Wuu!
Rubah kecil yang langsung berlari mendekati Kagami lalu naik ke pundak Kagami yang cukup membuatnya merasa nyaman karena ada energi dari induk rubahnya sendiri.
Wuu! Aww!
"Saat aku menstabilkan aliran energi cuaca dingin ini Rubah ikut membantu juga, mungkin mengalami sedikit perubahan untuknya sendiri sepertinya” Liyana yang mencoba memberitahukan kepada Kagami.
"Masuk akal juga sih, yasudah pikirkannya nanti saja untuk sekarang periksa dahulu kondisi Elaina bersama Tuan Alexi” Kagami langsung berjalan kembali.
"Iya mari periksa keadaan mereka dan Kagami apa kamu lapar?” Liyana langsung berjalan di sebelah Kagami.
"Pastinya tenagaku sudah habis dan Leviathan sedang tidur di dalam domainku” Kagami yang jelas merasa lapar tapi tidak berani memberitahukan kepada Liyana.
"Kalau begitu kebetulan aku tadi menemukan kelinci salju sambil di bantu oleh Rubah di pundakmu juga tuh dan tadi langsung berburu mendapatkan cukup banyak” Liyana yang langsung memberitahukan kepada Kagami.
"Seperti itu kan bagus membantu satu sama lain” Kagami yang langsung menggenggam tangan Liyana.
"Iya” Liyana lalu memegang erat tangan Kagami yang cukup hangat.
Kagami bersama dengan Liyana yang baru saja sampai melihat Tuan Alexi yang sedang berlatih sedangkan Elaina sedang mencoba mendalami mengontrol kekuatannya sendiri.
"Akhirnya aku bisa mengontrol kemampuanku ini” Elaina yang sudah berhasil memegang kendali penuh kemampuannya.
"Selamat Elaina akhirnya dirimu berhasil” Liyana langsung memuji Elaina.
"Eh kalian ternyata, hehe iya aku sangat senang sekali” Elaina yang bicara dengan penuh bahagia.
"Kalau begitu mau bantu aku buat makanan sebelum pergi ke tempat selanjutnya tidak?” Liyana langsung menawarkan kepada Elaina.
"Eh memangnya kamu bawa bahan-bahan untuk di masak?” Elaina yang tidak memikirkan membawa bahan persediaan makanan.
"Kalau peralatan aku bawa kalau bahan makanan aku tadi menemukan beberapa kelinci yang berkeliaran dan aku ingat kalian berdua baru pertama kali berpetualang jadi aku memburunya beberapa kelinci untuk beberapa hari ke depan” Liyana yang langsung memberitahukan kepada Elaina tanpa memikirkan Elaina pikirkan.
"Bo-boleh saja” Elaina tidak mau menyinggung perasaan Liyana hanya karena binatang yang di buru susah payah.
Liyana langsung mengeluarkan beberapa alat untuk mengolah daging kelinci untuk membersihkan kotorannya dahulu.
"Kagami bisakah carikan beberapa batang kayu untuk membakar daging kelincinya?” Liyana yang langsung meminta tolong kepada Kagami.
"Itu sisimu bisa membiarkannya” Kagami yang mencoba memanfaatkan yang ada dahulu karena hutan rata-rata sudah hancur.
"Hei serius! Carikan untukku atau tidak akan aku sisakan untukmu!” Liyana yang langsung marah karena menyuruhnya meminta kepada Elaina.
"Hahh menyusahkan! Akan aku carikan” Kagami yang langsung melesat pergi bersama Rubah kecil.
"Harus saja aku marah dahulu hmph” Liyana bicara dengan kesal.
"Liyana padahal aku bisa membantu tentang ranting kayu dari kemampuanku, kenapa harus memaksa kagami pergi?” Elaina yang merasa tidak berguna.
"Jika berasal dari kemampuanmu itu akan menggunakan energi milikmu jadi aku tidak menyukainya karena itu alasanku memaksa Kagami pergi meskipun Kagami tidak mau” Liyana sambil mengeluarkan beberapa daging kelinci.
"Padahal aku hanya ingin membantu dan sebanyak ini daging yang dirimu buru?” Elaina melihat tumpukan kelinci yang sudah mati.
"Ya jika masih ada sisa akan aku simpan untuk adikku karena adikku sangat menyukainya dan tidak perlu di pikirkan membantu seperti ini saja aku sudah senang” Liyana kemudian langsung mengeluarkan pedang Bloody Sfraksor dan juga menarik keluar semua darah dari tumpukan kelinci yang sudah mati.
Semua kelinci yang sudah mati mulai sedikit menciut karena darahnya sudah di keluarkan oleh Liyana dengan kemampuan pengendalian darah lalu gumpalan darah memasukkan ke dalam pedang Bloody Sfraksor yang merespon yang ingin Liyana lakukan.
"Wah hebat memang mirip dirimu dengan kakekmu Liyana” Elaina langsung memuji Liyana.
"Jika aku di bandingkan aku merasa masih kalah dan saat ingin mengejar Kagami saja aku selalu terdahului olehnya apa lagi kakekku” Liyana kemudian murung sambil mengubah pedang Bloody Sfraksor menjadi pisau kecil dan tajam.
"Eh maaf jika yang aku tanyakan menyinggungmu Liyana” Elaina yang mulai bersalah.
"Tidak perlu di pikirkan dan Elaina tolong kumpulkan salju untuk membuat air untuk membersihkan kotorannya dahulu” Liyana yang langsung membersihkan setiap kulit dan memisahkan kepala kelinci.
"Iya akan aku kumpulkan” Elaina dengan senang Liyana telah memaafkannya.
Lalu Liyana yang selesai membersihkan setiap daging dengan mengubah salju yang sudah di panaskan menjadi air.
Lalu Kagami datang dengan tepat lalu Kagami kebagian yang menjaga daging terbakar yang sudah di bumbu oleh Liyana yang sering membeli di setiap sampai di kota manapun.
Kagami yang langsung memberitahukan kepada Tuan Alexi untuk ikut juga makan bersama-sama yang sedang melatih tubuhnya menjadi lebih kuat.
Awwu!
Rubah kecil yang langsung mencium aroma yang sangat enak hingga pergi mengikuti dimana aroma makanan berada dengan cepat meninggalkan Kagami.
"Dasar tidak sabaran tapi kelihatannya belum makan semenjak induknya mati, apa menyukai makanan daging?” Kagami yang langsung berjalan kembali menuju tempat Liyana.
Elaina bersama Liyana yang bekerja sama dengan membakar salju sekitar hingga terlihat tanah dan Elaina langsung membuat sebuah potongan pohon besar untuk duduk.
Lalu setelah sampai di sana melihat Rubah kecil sedang di pegangi oleh Liyana yang sedang akur sambil menunggu daging matang.
"Kagami duduklah” Liyana yang langsung bicara kepada Kagami.
"Iya kalian sudah bekerja keras” Kagami yang langsung duduk di sebelah Liyana.
"Makasih pujiannya” Liyana bersama Elaina yang bicara bersamaan.
Tidak lama kemudian Tuan Alexi baru saja datang dengan pakaian yang di ganti karena latihan sebelumnnya bau keringat.
"Huft syukurlah tidak terlambat” Tuan Alexi yang seperti takut tidak kebagian.
"Baru saja ada beberapa yang matang Tuan Alexi akan saya disisakan kok” Liyana langsung mengambil beberapa tusuk dan memberikan masing masing 1 dahulu termasuk Rubah kecil yang menantikannya juga.
"Terimakasih sudah masih mengingat diriku ini” Tuan Alexi yang sepertinya sudah memutuskan keputusannya.
"Tidak perlu sungkan dan makanlah dahulu, jika ada yang ingin katakan coba katakan saja” Kagami sambil menerima daging yang di berikan Liyana.
"Wah enak sekali daging panggang buatanmu Liyana” Elaina yang tampaknya menyukai makanan buatan Liyana.
"Aku sudah terbiasa membuat seperti ini karena aku sudah berpetualang bersama Kagami selama 2 tahun berkeliling dunia” Liyana yang merasa senang ada yang menyukai masakan buatannya selain Kagami.
"Lama sekali pasti banyak sekali kota yang sudah kalian kunjungi” Elaina tidak menyangka Liyana bersama Kagami sudah berpetualang sangat lama.
"Begitulah, 2 tahun berpetualang terasa cepat sekali jika di pikirkan kembali bukan kagami?” Liyana langsung bertanya kepada Kagami yang berada di sebelahnya.
"Ya apa lagi kondisi keluargaku sedang tidak bagus jadi harus mengakhiri dahulu petualangan berkeliling dunia yang cukup menyenangkan jika di ingat kembali” Kagami sambil menatap langit.
"Maaf mengganggu pembicaraan kalian, saya ingin memberitahukan keputusanku yang sudah saya adalah ikut bersama karena kalian adalah tanggung jawab atas permintaan saya yang sudah meminta kalian berdua kemari” Tuan Alexi langsung mengatakan kepada Kagami dan Liyana.
"Aku hargai keputusan anda dan jika kalian berdua ingin ikut aku perbolehkan saja namun soal keamanan kalian berdua itu aku yang akan menanggungnya” Kagami yang langsung sudah siap menjaga Elaina bersama Tuan Alexi.
"Anda lebih muda dariku tapi anda berani mengambil resiko ini untukku Terima kasih banyak” Tuan Alexi yang benar-benar tidak salah memilih bantuan.
"Santai saja kok dan semuanya sudah selesai makan?” Kagami yang sudah habis sejak lama.
"Sudah ayo berangkat!” Elaina bersama Liyana bicara bersamaan.
"Sudah terima kasih makanannya” Tuan Alexi baru pertama kali juga makan langsung daging hewan liar.
Lalu semuanya langsung membereskan setiap barang-barang milik masing-masing dan lanjut ke arah selatan untuk mengembalikan kondisi kota Gradeuz kembali semua.