Fight In The Trash Game

Fight In The Trash Game
82. Menara Penghapus Karma Dan Kesialan Seseorang



Kagami yang di dalam perjalanan mendekati menara itu tidak melihat gangguan apapun menimbulkan sedikit curiga entah akan ada apa terjadi.


Lalu kagami bersama dengan yang lainnya mengikuti pergi ke arah menara di tengah gurun pasir yang begitu luas dan melihat sesuatu yang berjaga dekat menara namun bukan manusia dan terlihat aneh.


Lalu penjaga menara yang melihat kagami dengan rekan yang lainnya mendekati langsung melakukan siap siap.


"Bersiap untuk berjaga jaga!" Penjaga Menara itu langsung memberikan perintah lalu lainnya dan juga 3 penjaga langsung bertambah.


Kagami yang sampai di sana lalu berhenti dan bicara ingin masuk ke dalam Menara untuk meningkatkan kekuatannya.


"Perlihatkan identitas kalian manusia dan katakan apa tujuanmu?" Penjaga setengah hewan itu bicara kepada kagami.


"Aku kagami Yora petualang peringkat A bersama rekanku untuk meningkatkan kekuatan bersama" Kagami sambil menunjukan identitas Hunters.


"Liyana Nero Petualang Peringkat B dan tujuanku sama dengannya" liyana yang tidak ingin terkena masalah.


"Dan keluarkan iblis yang kau sembunyikan dan katakan juga identitasnya!" Penjaga yang sudah mengetahui keberadaan Igris.


"Ketahuan ya, baiklah aku keluarkan dan juga identitasnya belum di ketahui karena hanya anak iblis yang terlantar dan membawanya bersama kami" kagami sambil memaksa mengeluarkan Igris dengan menarik keluar dari dalam dimensi kegelapannya.


"Ehh tuan kenapa aku disini? Dan ada apa tuan?" Igris yang sedikit tidak mengerti.


"Ehem baiklah kalau begitu yang memiliki identitas belum jelas ikuti kami untuk membawa ke tempat pemeriksaan dan khusus untuk kalian berempat" Penjaga menara setengah hewan dan setelah manusia sambil menunjuk kepada Igris, Hoaxen, Tenebris dan Vortex.


"Tuan apakah akan baik baik saja?" Hoaxen yang takut terkena masalah.


"Lakukan yang di perintahkan saja dan jangan buat masalah terutama kalian berempat sedangkan Hoaxen dan Tenebris kembali ke wujud humanoid agar mudah" kagami langsung memberikan perintah kepada yang lainnya.


"Baik tuan" Hoaxen dan Tenebris langsung kembali ke wujud Humanoid.


Hoaxen dan yang lainnya langsung pergi di bawa pergi 2 penjaga untuk melakukan pemeriksaan.


"Baiklah dan untuk kalian berdua ikuti kami ke dalam untuk memeriksa sesuatu" Penjaga langsung mengajak kagami dan liyana pergi.


Lalu kagami dan liyana yang langsung masuk ke dalam menara melihat suatu alat yang terlihat aneh entah untuk apa gunanya di dalam menara.


"Baiklah sudah sampai dan salah satu dari kalian maju lalu letakkan tangan pada Bola pendeteksi itu" Penjaga yang memberikan arahan kepada kagami dan liyana.


"Kau saja liyana duluan" kagami yang merasa sedikit khawatir jika dirinya sendiri dahulu.


"Em baiklah aku maju duluan" liyana yang langsung melakukan pemeriksaan.


Nama : Liyana Nero


Hunters Rank : B


Umur : 18 tahun


Jumlah Poin Karma : 200 Point


Kecurigaan : tidak ada


Liyana yang tidak mengerti apa gunanya point karma yang tertera di layar sedangkan kagami mulai sedikit khawatir dengan adanya tampilan Point karma.


"Bolehkah saya bertanya apa gunanya point karma itu?" Liyana yang langsung bertanya kepada penjaga Menara di dekatnya.


"Point karma adalah sesuatu yang sudah kalian perbuat seperti membunuh manusia meskipun mereka salah dan kau membunuhnya itu adalah dosa kalian yang harus di bayar di sini di dalam menara ini" Penjaga menara menjelaskan.


"Jadi bagaimana cara menghilangkan Point karma ini yang sudah tertera?" Liyana yang ingin tau lebih dalam.


"Disini sudah tersedia tempat untuk semua makhluk hidup untuk menghapus karma kalian sekaligus meningkatkan kekuatan yang kalian inginkan di dalam suatu ruangan yang akan kau belum rasakan sebelumnya" penjaga yang memberikan penjelasan lebih dalam.


"Baiklah aku mengerti semua yang aku perbuat dosa atas membunuh dan yang lainnya di sini tempat untuk menghapus karma atau ke sialan yang akan datang mengganggu bukan?" Liyana yang sudah mengerti.


"Ya betul dan manusia bisa mengerti rupanya maksudku itu haha" penjaga menara itu yang sangat senang.


"Baiklah kagami sekarang giliranmu" liyana yang langsung mengingatkan kagami yang sedang melamun.


"A-ah iya baiklah" kagami yang mulai teringat dosa dulu apakah masih ikut atau tidak.


"Santai saja manusia tidak perlu takut bukannya ingin meningkatkan kekuatanmu itu?" Penjaga Menara yang menenangkan kagami yang gugup.


"Maaf akan aku lakukan" kagami yang mencoba tidak takut.


Nama : Kagami Yora


Hunters Rank : A


Umur : 19 tahun


Jumlah Poin Karma : 2 juta Point


[ Sistem Eror Tidak Bisa mendeteksi ]


"Apa manusia mempunyai karma sangat banyak bagaimana mungkin? Dan tidak dapat di deteksi tujuan aslimu?" 3 pemjaga datang dan langsung menodongkan tombak kepada kagami.


"Yang aku khawatir akhirnya benar juga gak tuh, aku dalam masalah sekarang" kagami yang mengeluh di dalam hatinya.


"Pakai ini jika kau tidak ingin mati di sini" Penjaga menara langsung memberikan gelang kepada kagami.


"Baiklah dan apa gunanya gelang ini" kagami langsung memasangkan grlang pada tangannya dan seketika langsung menjadi transparan ketika di pasang.


"Itu agar kau tidak bisa membunuh para penghuni menara ini dan menghancurkan menara itu mustahil karena Gelang pengkat itu sudah di pasang mantra yang kuat sehingga jika melawan tubuhmu akan lenyap" Penjaga yang mencoba mengancam kagami tapi kagami hanya bersikap tidak peduli.


"Coba saja lenyapkan aku jika kau bisa karena tujuanku hanya ingin meningkatkan kekuatanku" kagami yang bicara jujur tapi di dalam hatinya sangat ingin membunuh jika mereka macam macam.


Lalu setelah mendengar perkataan kagami yang cukup untuk membuktikan tujuannya lalu 4 penjaga yang mendongkan senjata seketika senjatanya di jauhkan lagi.


"Kagami kau tidak apa-apa?' liyana yang menghawatirkannya setelah melihat kejadian sebelumnya terjadi.


"Santai saja aku baik-baik saja" kagami yang tidak ingin mengungkit kejadian sebelumnya.


"Baiklah sebaiknya jangan melakukan hal buruk dan ikuti saya akan mengajak kalian meningkatkan kekuatan di tempat yang sudah di sediakan" Penjaga yang masih berhati hati kepada kagami.


"Ayo kesana kagami mungkin yang lain sudah ada di sana" liyana yang mengajak kagami yang sedang kesal.


"Ya ya" kagami mengikuti penjaga.


Kagami dan liyana langsung mengikuti penjaga menara yang berjaga dan mengajaknya ke suatu tempat.


"Sekarang tunggulah bagian kalian masuk ke dalam untuk menghapus point karma kalian berdua" Penjaga menara itu langsung meninggalkan kagami dan liyana.


"Apa maksudnya ini?" Kagami yang tidak mengerti dengan peringkat.


"Tuan ternyata kalian di sini?" Igris yang begitu senang bisa menemukan kagami dan liyana.


"Ohh kalian ternyata apa semua berjalan baik baik saja sebelumnnya?" Kagami yang ingin tau.


"Semua berjalan lancar" Tenebris yang langsung memberitahukan kepada kagami.


Sedangkan liyana yang ingin tau apa maksudnya dari peringkat itu apa fungsinya sehingga banyak orang yang mengantri di sini.


"Em maaf bolehkah aku bertanya tentang peringkat di layar itu?" Liyana yang langsung menepuk pundak seorang perempuan atau ras Elf.


"Boleh tentang apa?" Wanita Elf itu membiarkan liyana bertanya.


"Aku baru di sini dan gunanya peringkat itu apa ya?" Liyana yang mencoba bertanya kepada seorang Elf.


"Sebenarnya saya juga baru di sini tapi karena sudah mengetahuinya jadi saya beritahukan sebelum itu bolehkah aku tau namamu?" Wanita Elf meminta liyana berkenalan.


"Terimakasih sudah mau memberitahukannnya padaku dan salam kenal namaku liyana Nero ras Human" liyana yang langsung senang bisa berteman.


"Tidak perlu sungkan dan namamu bagus lalu perkenalkan juga namaku Haxuko Alisha ras Elf dan aku seorang Archer" Alisha yang begitu senang.


"Namamu juga bagus dan Ras Elf aku baru pertama kali aku bisa bertemu dengan Ras Elf dan jadi bisakah aku tau apa fungsi peringkat itu?" liyana yang langsung bicara pada inti pembicaraan.


"Itu adalah hasil keberhasilan menghapus karma yang sudah kau perbuat berapa banyak dan semua ras hanya bisa menghapus karmanya sendiri dengan keberhasilan 75% saja" Alisha yang menjelaskannya.


"Ahh begitu terimakasih Informasinya dan kau kesini dengan siapa?" Liyana yang ingin dekat.


"Dengan temanku sedang berada di dalam sana berusaha ingin mendapatkan gelar penguasa menara" Alisha yang juga ingin mencapainya juga tapi tidak mungkin.


"Apa lagi itu?" Liyana yang tambah penasaran.


"Sebenarnya semua ras di sini ingin mengambil alih Gelar penguasa menara dengan keberhasilan menghapus karma dan kesialan dalam dirinya sebanyak 100% dan bisa mengubah sistem di dalam menara" Alisha yang memberitahukan lagi kepada Liyana.


"Wanita disini begitu muda dan cantik dan kalian berdua maukah pergi bersamaku?" Iblis yang mengajak liyana dan Alisha.


"Tidak kami tidak ingin ikut denganmu" Alisha yang bicara.


"Ikut denganku karena aku akan mengubah aturan di sini dan mengajak wanita di sini bermain denganku" Iblis itu mulai menarik tangan Alisha.


"Hentikan dan Lepaskan Alisha temanku" Liyana yang sudah kesal dengan pria maupun iblis dan manusia sama saja.


"Ohh kau juga cantik juga ikut bersamaku saja" Iblis yang mulai ingin memegang tangan liyana lalu tubuhnya.


"Lepaskan Alisha sekarang atau akan aku bakar kau di sini!" liyana mulai lepas kontrol tubuhnya.


Seketika tubuh iblis tidak bisa bergerak dan seketika muncul pedang di leher iblis untuk mengancamnya agar diam.


"Turuti perintahnya dan lupakan keinginanmu atau aku bunuh sekarang!!" Kagami muncul membelakangi iblis yang mencoba menganggu liyana.


"Ba-baiklah aku lepaskan dan biarkan aku pergi" Iblis yang mulai melepaskan Alisha setelah itu kabur menjauh.


"Huft dasar untung aku menemukanmu" kagami langsung menjentikkan jarinya untuk membangunkan liyana.


"Ahh apa yang terjadi?" Liyana yang tersadar kembali.


"Kau lepas kendali makanya jangan jauh jauh hah" kagami sambil menyimpan kembali pedangnya.


"Maaf kagami dan Alisha kau tidak apa-apa" liyana yang langsung mengecek kondisi Alisha.


"Aku baik baik saja terimakasih sudah membelaku dan siapa pria itu kekuatannya sangat kuat?" Alisha yang kagum dengan kekuatan kagami.


"Ehh dia kekasihku Kagami Yora kekuatannya adalah kegelapan" liyana yang muali memperkenalkan kagami pada Alisha.


"Menyusahkan saja lain kali jangan pergi tanpa bicara padaku" kagami sambil memberikan hukuman kecil kepada liyana dengan menyentil jidatnya tidak keras.


"Maaf aku lupa" liyana yang mengaku salah.


"Betapa beruntungnya bisa mendapatkan kekasih yang kuat" Alisha yang Sedikit Iri kepada liyana.


"Ahh tidak juga" liyana yang malu baru pertama kali ada yang bicara begitu.


"Akhirnya selesai juga temanku" Alisha yang senang temannya selesai dan berada di peringkat 18.


"Siapa namanya?" Liyana yang kemudian ingin tau.


"Yazuko Luzy di peringkat 18" Alisha yang memberitahukan nama temannya.


"Hebat bisa mencapai peringkat 20 besar" liyana yang merasa seseorang itu pasti sama kuatnya dengan kagami.


Lalu laki laki Elf keluar dari tempat itu dan pergi menuju Alisha temannya yang menunggu sejak sebelumnya.


"Aku di sini Luzy kemari" Alisha yang memanggil Luzy menuju tempat Alisha berada.


"Ternyata di sini untunglah kau baik baik saja Alisha" luzy yang sudah cukup lelah.


"Apa semua berjalan lancar? dan bagaimana keadaanmu sekarang?" Alisha yang yang membiarkan Luzy istirahat.


"Aku melewatkan 1 tempat di dalam sana dan ketika aku melanjutkan tubuhku sudah mencapai batasnya tidak bisa melanjutkannya lagi lalu aku hanya lelah dan siapa mereka berdua?" Luzy yang melihat kedua orang itu dekat dengan Alisha.


"Ahh mereka berdua teman baru dan lebih tepatnya sepasang kekasih dan mereka sudah menyelamatkanku dari iblis yang ingin membawaku dengan seorang Iblis" Alisha yang memberitahukan kepada Luzy.


"Ternyata begitu terimakasih sudah menolong temanku dan namaku Yazuko Luzy seorang Elf salam kenal" Luzy yang mengajak berkenalan.


"Nona waktunya anda masuk" Vortex yang datang ke hadapan liyana sambil memberitahukan kepada liyana bagiannya masuk ke dalam sana.


"Terimakasih sudah mengingatkannya dan aku duluan kagami" liyana yang pergi tapi kagami menahannya sebentar.


"Hati hati di dalam dan ini mungkin akan membantumu di dalam" kagami langsung langsung memberikan beberapa bayangan untuk berjaga.


"Terimakasih kembali sudah khawatir padaku dan sampai jumpa nanti" liyana langsung pergi menjauh.


"Ya terserah saja dan aku akan menunggu waktuku tiba" kagami yang langsung diam di tempat dan berfikir.


Lalu liyana yang pergi menjauh dan kagami yang malas menunggu lama dan bicara dengan seseorang lalu kagami langsung menghilang dari hadapan Alisha dan Luzy berada.