
Setelah itu pun mereka pun berbincang bincang dan tidak terasa sudah melewati 1 bulan selama awal pelatihan sampai akhir.
"Bagus kekuatan fisik dan juga staminaku bertambah sekarang sudah waktunya keluar dari sini" kagami yang sudah berhasil meningkatkan fisik dan staminanya lalu pedang Lexalicus di simpan di belakang punggungnya.
Kagami pun keluar dari dimensi kegelapan untuk melihat yang lainnya yang sudah selesai dan merasakan kekuatan yang sangat kuat terpancar dari tubuh Mikhaile dan liyana.
"Ternyata mereka masih belum selesai yah?" kagami yang sudah mulai bosan.
"Ohh kagami lama tidak bertemu dan ternyata sudah selesai latihanmu" vortex yang menyapa kagami.
"Ya begitulah sekarang bosan melanda pikiranku dan kapan liyana dan Mikhaile selesai?" tanya kagami kepada vortex.
"Sebentar lagi mereka selesai dan sepertinya sudah mendapatkan senjata peninggalan tuan kami yah?" tanya vortex kepada kagami tentang senjata peninggalan tuannya dulu yang sudah meninggal.
"Ya tapi baru bisa merubahnya sampai ke bentuk pertama belum bisa bertambah karena terlalu banyak mengambil kekuatanku kalau di paksakan untuk berubah ke bentuk selanjutnya" ucap kagami yang sedikit kecewa dengan perjuangannya sendiri.
"Santai saja dulu juga tuanku hanya hanya bisa merubahnya ke bentuk ke 2 dan selalu gagal melakukan perubahan ke 3 makannya di simpan tidak ada yang mengetahuinya termasuk kami terus semangat saja" ucap vortex memberi semangat kepada kagami.
"Baiklah terimakasih" ucap kagami lalu duduk memperhatikan kondisi liyana dan juga Mikhaile yang masih baik baik saja.
Liyana dan Mikhaile pun selesai menembus batasan tubuh mereka dan setelah itu kagami penuh semangat untuk berpetualang kembali karena rekannya sudah menyelesaikan pelatihan terakhir.
"Kagami apakah baik baik saja" liyana yang menanyakan keadaan kagami yang terlihat sedang mengobrol dengan vortex.
"Ya aku baik baik saja dan bagaimana dengan dirimu?" tanya Kagami kepada liyana.
"Ya baik sekarang bisa mengendalikan kekuatanku tanpa harus takut karena sudah diajarkan banyak hal oleh vortex" ucap liyana kepada kagami.
"Begitu yah ikut senang juga kalau begitu" ucap kagami yang sedikit tersenyum.
"Baiklah waktunya berangkat sekarang" Mikhaile yang langsung angkat bicara
"Tu-tunggu bagaimana dengan kami?" Hoaxen, Tenebris dan vortex masih bertanya.
"Hoaxen dan Tenebris ikut denganku dan vortex bersama liyana [World of darkness!] Hoaxen dan Tenebris masuk" kagami yang membuat sihir dunia sendiri dan hoaxen, tenebris pun masuk ke dalam dunia buatan Riziel.
"Vortex biar aku bantu sama seperti kagami [world of blood]" liyana langsung membuat dunia darah untuk vortex.
"Apa kalian suka dan nyaman?" Tanya liyana dan kagami bersama kepada vortex, hoaxen dan tenebris.
"Sudah nyaman dan sekarang mulai berangkat saja kalian jika ada apa apa bilang saja pada kami" hoaxen berbicara pertama kepada kagami dan liyana.
"Baiklah kami berangkat" kagami bersiap pergi melanjutkan perjalanannya menuju hutan terlarang di mana tempat para monster aneh berada.
Mereka pun pergi menuju hutan hutan terlarang berada karena di belakang hutan terlarang adalah markas besar black Scorpions berada di dalam perjalanan menuju kesana dengan terbang agar lebih cepat meskipun jaraknya yang sangat jauh.
"Tuan sepertinya ada yang mengikuti dari belakang kita 5 orang harus kah kita berhenti?" Tenebris yang bertanya kepada kagami.
"Liyana, Mikhaile lanjutkan saja biar aku yang urus kalian semua maju saja" kagami langsung berubah arah menuju para pengintai.
"Hati hati kagami" liyana yang mengingatkan kepada kagami.
"Ya" kagami mendengar perkataan liyana.
****
"Gawat sepertinya kita telah di ketahui mengintai" pengintai itu langsung melihat kagami berubah arah untuk menyerang mereka
"Serang saja kalau sudah di ketahui" pengintai yang lain langsung sebagian menyerang ke arah kagami.
"World Of Darkness : Black hole!" Kagami yang melemparkan serangan lingkaran hitam menyedot apapun dan terbawa masuk ke dalam black hole sekitar 4 dan tersisa 2 orang lagi.
"Tenebris dan hoaxen mereka musuh kalian kalian bisa apakan saja bebas 4 orang itu" kagami yang memberitahukan kepada tenebris dan hoaxen melalui telepati.
"Lexalicus change 1 : Death scyte!" Kagami Yang telah berhasil melakukan perubahan pertama tanpa wujud Darkness Risestion.
"Tekanan apa ini sangat kuat sekali" ucap salah satu dari mereka berdua.
"Benar lebih baik pergi secepat mungkin agar nyawa kita tidak terancam" kedua pengintai kabur tapi kagami mengejarnya.
"Teknik terlarang ke-9 : Phoenix tower triangle" kagami menyerang langsung untuk menangkapnya membuat menara Phoenix untuk tidak kabur jadi bisa menghajar habis habisan.
"Dark Lighting : Death Shot" kagami yang melancarkan 1 tombak listrik hitam kepada 2 pengintai tersebut.
"Ohok ohok" 2 pegintai itu terlempar lumayan jauh sampai menabrak gunung dan muntah darah lumayan banyak.
"Katakan siapa yang mengirim kalian dan dari mana kalian berasal?" Kagami yang mulai eksekusi 1 orang di antara mereka.
"Aku tidak akan mengatakannya meskipun aku mati!" Pengintai itu keras kepala masih.
Setelah itu liyana pun kembali melihat darah 2 orang lalu menyentuhnya darah 2 orang itu.
"Mau apa liyana jangan bunuh 2 orang ini kita butuh informasi" kagami yang berbicara kepada liyana.
"Jadi mau bicara atau tidak?" Liyana yang mulai menyentuh darah di keningnya salah satu dari pengintai itu.
"Tidak akan dan tidak akan penah" pengitai itu masih keras kepala.
"Bagaimana dengan ini masih mau bicara" liyana yang langsung [Crushed blood!] Menghancurkan semua anggota tubuh temannya.
"Ternyata liyana yang sekarang sangat brutal sekali" kagami yang kaget dengan sikap aslinya liyana.
"Aku kan hanya membantu dan mereka juga penjahat" liyana yang kembali lagi seperti semula.
"Yasudah jangan sampai berlebihan memakai kekuatannya" kagami yang mengingatkan kepada liyana sambil mengusap kepala liyana
"Baiklah terimakasih sudah mengkhawatirkanku dan apakah ingin bicara?" Liyana yang bertanya kepada pengintai tadi.
"Ba-baiklah aku akan bicara dan aku di perintah oleh atasanku bernama calis yang paling kuat dari di markas besar black Scorpions dan aku boleh pergi kan?" Pengintai bertanya kepada kagami.
"Boleh kok silahkan pergi" kagami yang mempersilahkan pergi.
Setelah pengintai itu pergi menjauh kagami pun menyuruh liyana meledakkan tubuhnya seperti sebelumnya.
"[Crushed Blood!]" Dan darah yang tersisa di serap oleh liyana sendiri agar berguna untuk di gunakan nanti.
"Kagami dirimu sendiri yang menyuruhku begitu dan kau yang sangat brutal dariku tau hmph" liyana yang mulai kesal kepada kagami.
"Hehe maaf aku dari dulu sudah terbiasa begitu" kagami yang jujur lalu liyana pun tambah kesal dengan jawabannya yang langsung menjitaknya.
"Pikirkan perasaanku dahulu dong" liyana lalu mengajak kagami menyusul Mikhaile.
"Iya maaf dan kenapa kau meninggalkan Mikhaile sendiri?" Kagami bertanya kepada liyana.
"Ingin saja mencoba peningkatan sihirku sendiri masa tidak boleh" liyana yang berbicara sebenarnya kepada kagami.
"Ternyata bukan khawatir denganku dan aku kangen liyana yang dulu yang ceria dan manja" kagami yang merindukan sikap dulu liyana.
"Ya sudah yasudah ayo berangkat dan semangat dariku" liyana yang memberikan ciuman di pipi kagami yang mulai semangat.
"Itu baru liyanaku jangan selalu marah mulu" kagami yang berbicara kepada liyana.
Liyana dan kagami pun melanjutkan perjalanan sambil mencari Mikhaile berada sampai mana.