Fight In The Trash Game

Fight In The Trash Game
47. Peregangan Otot



Mereka yang makan bersama dengan orang baru yang lumayan menyenangkan dan lagi mereka sangat banyak bertanya kepada kagami karena kemampuannya melebihi pimpinannya yaitu Uriel sendiri.


"Ohh ya dia yang di sebelahmu itu apakah benar kekasihmu?" Maitimo bertanya kepada kagami.


"Ah aku malas menjawabnya sekarang liyana jawab pertanyaan" kagami yang tersenyum.


"Ya aku kekasihnya memangnya kenapa?" Liyana yang memberanikan diri untuk berbicara.


"Tidak aku kira temanku i--" Maitimo yang belum selesai berbicara lalu di pukul oleh Mikhaile.


"Berisik kataku tidak ya tidak! dan maafkan dia tuan biar saya yang akan menghukumnya" Mikhaile berbicara lalu memukul Maitimo beberapa kali.


"Sudahlah sekarang panggil saja kagami jangan panggil tuan karena kau juga akan menjalani hidup yang baru tanpa kami" kagami berbicara kepada Mikhaile.


"Baiklah sebelum itu saya akan menghukum dia dulu" Mikhaile yang masih ingin menghukum.


"Terserah saja" kagami berbicara.


"Ohh ya tadi kau melakukan perpindahan apakah itu kemampuan kendali ruang dan waktu?" Raphael bertanya kepada kagami.


"Ya memang" kagami menjawabnya santai.


"Ohh ya yang apa yang di bicarakan oleh kekasihmu itu apakah ada orang selain kalian berdua yang bersembunyi?" Varane bertanya yang biasanya hanya diam.


"Ada biar aku tunjukan" kagami langsung menggunakan kemampuan kendali ruang dan waktu mengeluarkan 3 monster.


Kagami mengeluarkan Tenebris, hoaxen dan vortex yang membuat mereka semua terkejut memiliki hewan peliharaan yang kuat sekali lalu kagami mengembalikan lagi ke tempatnya.


"Sama kuatnya mungkin mereka?" Raphael berbicara bertanya kepada kagami.


"Bisa di sebut begitu lalu apakah ada ruangan untuk berlatih disini?" kagami yang bertanya karena ingin pemanasan otot tubuhnya.


"Ada dan apakah kau ingin bertarung denganku?" Uriel yang menantang kagami.


"Hehh apakah kau serius Uriel" semua malaikat disana kaget kecuali Mikhaile.


"Aku terima tantangannya" kagami langsung menerimanya membuat disana juga terkejut.


"Sudahlah jangan memaksakan diri" liyana yang udah menyerah mendengar keputusan kagami.


"Baiklah bagaimana kita bertarung di luar saja agar menyenangkan saja" Uriel yang mengajak kagami.


"Baiklah sisanya menonton dari jauh karena akan berbahaya dan memakai senjata atau tidak?" Kagami yang bertanya kepada Uriel.


"Simpan senjata lalu kita berdua akan bertarung dengan sihir dan tangan kosong" Uriel yang memberikan aturan.


"Baiklah liyana pegang ini sebentar saja yah?" Kagami melepaskan senjata Lexalicus di pinggangnya lalu memberikan kepada liyana.


"Ingat jangan memaksa diri kagami" liyana yang mengingatkan.


"Gabriel lakukan teleportasi kita semua ke belakang gunung dan kau pati tau lakukan secepatnya" Uriel yang berbicara kepada Gabriel.


"Baiklah" Gabriel langsung melakukan teleportasi tidak terlalu jauh.


***Belakang Gunung POV****


Semua malaikat yang lain berada di atas gunung yang melihat kagami vs Uriel dari kejauhan lalu kagami dan Uriel melakukan beberapa pemanasan dahulu.


"Aku melakukan pemanasan dahulu jangan di serang dahulu" kagami langsung melakukan push up dengan 1 tangan sebanyak 50x dengan scouth jump 50x juga.


"Aku tau itu dan juga tidak akan berbuat curang kecuali keadaan bukan berlatih melainkan penyerangan sebagai ketua harus mengerti itu" Uriel yang berbicara kepada kagami yang sedang melakukan pemanasan.


Setelah beberapa lama kagami selesai melakukan pemanasan otot tubuhnya dan kagami memperhatikan liyana dan malaikat lain sangat senang jadi kagami tidak khawatir.


"3 2 1 mulai menyerang" Gabriel yang berbicara dari atas gunung memulai pertarungannya.


Kagami langsung langsung mendekati Uriel lalu melancarkan serangan bela diri dengan cepat kepada uriel.


"Urgh lumayan cepat dan juga kuat" Uriel yang menganalisis kekuatan kagami.


"Coba saja terima ini kalau mampu" Uriel yang mencoba menyerang setelah sekian lama bertahan.


"Thousand Blow Strike" Uriel yang melancarkan serangan pukulan yang begitu banyak kepada kagami.


Kagami langsung melakukan pengendalian ruang dan menghentikan waktu dan melihat pukulan Uriel yang asli lalu menangkapnya dan menjalankan waktu lagi.


"Tidak gampang menangkapnya yang asli" kagami berhasil menangkap pukulan Uriel sehingga semua malaikat yang memperhatikan terkagum kagum.


"Memang benar kau melebihi ekspektasiku sendiri dan selanjutnya jangan menahan diri" Uriel berbicara kepada kagami.


Uriel dan kagami saling bertukar serangan dengan kecepatan tinggi yang sulit di lihat dan malaikat lain juga tidak mengerti pikiran Uriel dan kagami.


"Crusher Lightning Destruction!" Kagami langsung menendang tubuh Uriel yang terlempar lumayan jauh hingga menghancurkan gunung.


"Light Death Punishment!" Uriel yang menyerang balik dengan pukulan yang sangat kuat langsung memukul kagami hingga terpental tidak terlalu jauh.


***Penonton POV***


"Wah hebat dia mengimbangi dalam segi kecepatan dan kekuatannya melebihi ekspektasiku sendiri" Varane yang berbicara yang biasanya jarang berbicara seperti Raphael.


"Kagami masih belum mengeluarkan kemampuan terbaiknya karena masih menganalisis kekuatan musuhnya kalau kuat baru akan mengeluarkan dan membuat dirinya senang" Mikhaile yang berbicara kepada semua yang menonton.


"Apakah itu artinya masih dia masih menahan diri?" Maitimo bertanya kepada Mikhaile.


"Ya bisa di sebut begitu itu adalah karakteristik kagami yang bertarung pasti begitu" Mikhaile yang memberitahukan kepada semuanya hingga terkejut.


"Heh belarti masih banyak cara untuk mengalahkan Uriel?" Maitimo bertanya kepada Mikhaile.


"Betul sekali sekali perhatiankan saja dan liyana tidak perlu khawatir" Mikhaile yang berbicara kepada Maitimo dan liyana.


"Ya aku sebisa mungkin menenangkan diriku yang selalu khawatir" liyana yang menenangkan diri sendiri sambil memperhatikan kagami.


***Arena pertarungan POV***


Kagami yang menyerang secara langsung mendekati Uriel lalu melancarkan serangan seperti pedang dengan tajam kepada tubuh Uriel.


Uriel yang tidak menebak hal kagami yang akan lakukan Uriel langsung terkena serangan dan menyebabkan luka fatal.


"Light Burst" Uriel langsung membuat ledakan cahaya di depan hadapan kagami langsung.


"Urgh" kagami yang masih bisa merasakan hawa Uriel meskipun tidak memperhatikannya.


Kagami langsung menyerang Uriel yang menghindari semua serangan kagami lalu kagami melompat lalu menghajarnya hingga tanah hancur.


"Argh aku menyerah uhuk uhuk" Uriel yang berhasil di jatuhkan oleh kagami lalu menyerah untuk melanjutkan kembali pertarungan.


"Kau hebat Uriel dan biar aku bantu kau bangun" kagami dengan mata tertutup langsung mengulurkan tangannya untuk membantu Uriel berdiri.


"Pemenangnya adalah kagami" Gabriel yang menyatakan pemenangnya kagami karena Uriel yang menyerah dan malaikat lainnya mengakui bahwa kagami hebat.


"Terimakasih lalu kau memang aku akui lebih hebat dariku dan aku tidak bisa melukaimu sedikitpun" Uriel yang berbicara kepada kagami.


"Haha tidak apa apa lalu kau juga hebat dan terimakasih untuk pertarungannya badanku sangat segar" kagami yang berbicara kepada Uriel.


"Kagami matamu tidak apa apa?" Liyana yang langsung terbang dan mendekati kagami.


"Tidak apa apa hanya terkejut saja" kagami yang berbicara sambil menutup matanya.


"Coba buka pelan pelan" liyana yang menyuruh kepada kagami.


"Baiklah" kagami langsung menurutinya lalu membuka matanya pelan pelan.


"Memang kalian cocok menjadi pasangan dia selalu khawatir denganmu" Uriel yang berbicara kepada kagami.


"Haha biasa saja kok" kagami yang telah membuka matanya pelan pelan sambil berbicara kepada Uriel dan liyana bersembunyi di belakang kagami karena malu.


"Dan bagaimana kau bisa mengetahui setelah terkena serangan kejut dariku?" Uriel bertanya kepada kagami.


"Karena meskipun aku terkena dampaknya tidak bisa melihat sementara aku bisa merasakannya dan itu alasanku menutup mata karena kegelapan bisa memberitahukan keberadaan seseorang" kagami berbicara kepada Uriel.


"Kalau itu karakteristik dari pemilik sihir kegelapan bisa merasakan keberadaan seseorang dalam kegelapan" Uriel yang masih berfikir.


"Ya benar sekali" kagami yang langsung menjawabnya.


Lalu kagami langsung kembali menuju kastil malaikat melakukan pengendalian ruang melakukan teleportasi langsung menuju sana.


"Nah kita sampai dan Uriel sebaiknya kau mengobati luka dahulu itu lumayan fatal" kagami berbicara lalu liyana masih saja diam di belakangnya.


"Kalian menunjukkan pertarungan yang sangat bagus tadi" Raphael memuji kagami.


"Terimakasih dan kami berdua ingin berjalan jalan sebentar sampai jumpa nanti" kagami lalu pergi berdua dengan liyana.


"Mereka memang cocok bersama dan jika mereka terpisah apa yang terjadi yah?" Maitimo bertanya kepada diri sendiri.


"Tidak ada yang tau" Mikhaile menjawab pertanyaan dari Maitimo lalu pergi bersama dengan malaikat lainnya.