Fight In The Trash Game

Fight In The Trash Game
74. Awal Perjalanan Baru Untuk Iblis Kecil



Kagami bersama yang lainnya melanjutkan perjalanan menuju arah barat untuk menuju kota yang lumayan jauh.


"Ohh ya kagami bagaimana cara menyembunyikan anak iblis ini jika kita akan pergi menuju kota?" Liyana tidak terpikirkan untuk menyembunyikan anak iblis.


"Aku bisa mengurus itu sendiri karena suah di ajarkan oleh iblis milik tuan di dalam diriku sebelumnya" anak iblis yang langsung memberitahukan kekuatan yang sudah di pelajarinya.


"Tunjukan aku ingin lihat" kagami yang ingin tau sedikit perkembangannya.


Lalu anak iblis itu langsung merubah penampilannya menjadi seperti manusia dan juga tanduk iblisnya menghilang di sembunyikan sekaligus dengan hawa iblis di dalam tubuhnya.


"Bagus dan sekarang tidak perlu ada yang tidak perlu di khawatirk--" kagami yang berjalan langsung terhenti oleh anak iblis menarik bajunya.


"Apakah tuan bisa berikan saya nama?" Anak iblis yang sedikit ketakutan bertanya.


"Apa alasanmu memintaku memberikan nama untukmu?" Kagami yang sangat ingin tau alasannya.


"Karena dulu saat di neraka selalu di siksa oleh iblis yang tingkatannya lebih tinggi dan mereka mempunyai nama yang sekaligus tujuan hidupnya" anak iblis bicara dengan sedikit sedih mengingatnya kembali.


"Lalu jika kau di berikan nama apa yang akan kau lakukan?" Kagami yang belum cukup untuk membuat alasan yang tepat.


"Kalau itu terjadi mungkin saya berterimakasih dan juga akan membalasnya yang mereka lakukan dulu" anak iblis yang mulai mempunyai tujuan hidupnya sendiri.


Di sisi lain kagami yang tersenyum melihat alasan anak iblis yang sudah lebih dari cukup untuk berhak mendapatkannya untuk berjalan menuju masa depan yang di inginkannya.


Liyana yang tidak terlalu mengerti tujuan kagami hanya diam sambil menyimak pembicaraan mereka berdua.


"Baiklah itu sudah lebih dari cukup dan sekarang namamu adalah Igris" kagami yang memberikan nama yang terlintas di sebuah buku komik dulu.


Lalu tubuh anak iblis itu langsung mengeluarkan cahaya merah gelap begitu pekat setelah itu cahaya itu lenyap.


"Apa yang terjadi sebelumnya?" Liyana yang sedikit terkejut sekarang mulai merasakan energi yang kuat.


Lalu keluar agares di hadapan semuanya sedangkan kagami tubuhnya sedikit lemas seperti energinya hilang sebagian.


"Iblis ini mengalami evolusi dari demon menjadi high demon dan tuan istirahatlah dahulu sebagian energi anda menghilang karena evolusi iblis membutuhkan energi" agares langsung memberitahukan informasi yang baru untuk kagami.


"Kagami apakah baik baik saja?" Liyana yang langsung membantu kagami berdiri


"Tidak apa-apa, aku baik baik saja hanya sedikit lemas" kagami yang memutuskan untuk istirahat.


Satu jam mengumpulkan energi kembali akhirnya selesai dan segera melanjutkan perjalanan karena Tenebris masih belum respon sepertinya masih istirahat belum bisa mengganggunya.


"Apa tuan sudah membaik?" Igris yang sudah mengalami perubahan tubuhnya sedikit membesar.


"Ya sudah dan cepatlah sedikit agar sampai di kota" kagami yang ingin cepat istirahat di sana.


"Apa hoaxen dan Tenebris sudah sadar?" Liyana yang masih khawatir tentang apa yang telah terjadi sesuai dengan perkataan kagami.


"Belum aku masih belum merasakan sedikit energi mereka dan biarkan saja mereka istirahat lalu bagaimana dengan vortex?" Kagami yang ingin tau kondisi vortex yang terkena di tusuk oleh pedang.


"Sama belum ada respon dari energinya" liyana yang sedikit mengeluh karena salahnya.


"Jangan salahkan dirimu sendiri" kagami yang sudah tau pasti dalam pikiran liyana mengira salahnya.


"Maaf membuatmu khawatir kagami" liyana yang mengerti dirinya salah tapi tidak ada gunanya untuk menyalahkan diri sendiri.


Kagami bersama yang lain pergi menuju kota di arah barat mungkin saja ada dan akhirnya keluar dari hutan yang begitu luas dan juga melihat ada beberapa monster yang menghalangi.


"Biarkan aku yang urus masalah ini" kagami yang langsung melesat menyerang Monster yang menghalagi jalan.


"Grraa hhrrgg" beberapa monster batu atau sering di sebut giganus yang menghalangi jalan keluar menuju kota.


"Monster batu akan sedikit sulit dan igris bantu jangan bengong saja" kagami yang sedikit kesulitan menghancurkan monster batu.


"Ahh iya tuan" igris yang sedikit takut untuk bertarung.


"Jangan gugup dan santai saja" liyana yang memberi semangat kepada igris.


"Ya akan aku usahakan untuk diriku agar bisa berubah" igris yang menyemangati dirinya sendiri.


"Terimakasih akan aku pakai" Igris langsung mengambil pedang pemberian liyana lalu melesat mendekati kagami yang terpojok oleh banyak monster.


"Baiklah kalian yang memaksaku akan aku lakukan" kagami yang langsung mengganti pedangnya menjadi pedang Lexalicus.


"Bentuk ketiga Lexalicus : Pandarus Spengler!" Kagami yang langsung mengubah pedangnya ke bentuk terakhir.


'Fire Lotus : Destroyer Slash!' kagami langsung menebas semua monster dengan kekuatan yang begitu kuat.


"Hahhh dasar pengganggu masih tersisa sedikit lagi" kagami yang sudah kesal sekali.


"Sisanya akan aku urus tuan" Igris yang ingin mulai membantu.


"Baiklah hati hati" kagami yang mulai menjauh mendekati liyana.


Igris yang melihat pertarungan tuan kagami sangat belajar banyak di tambah lagi dengan ajaran agares.


Igris yang langsung menyerang menggunakan kekuatannya sendiri di dalam tubuh menyerang habis habisan para monster.


Semua monster giganus beserta serigala beracun berhasil di kalahkan semuanya dengan waktu yang tidak terlalu lama untuk pertama kalinya.


Kagami dan liyana yang melihat sedikit perkembangan igris sangat senang sudah bisa mempelajari yang di lihat secara singkat.


Di sisi lain kagami yang masih belum bisa mengendalikan kekuatan dari senjata Lexalicus dengan kekuatan sekarang sehingga energinya terus menerus terkuras.


Dan juga belum puasnya dengan kekuatan pedang Guardians yang masih belum sempurna karena harus bisa menemuka 1 pecahan pedang Guardians entah ada di mana.


"Kagami kau tidak apa-apa?" Liyana yang memperhatikan kagami yang seperti ada sesuatu.


"Aku baik baik saja dan lanjutkan perjalanan saja" kagami yang mengubah senjata Lexalicus ke bentuk awal lalu menyimpan kembali.


"Ya dan igris kerja bagus" liyana yang membiarkan kagami berfikir sendiri.


"Terimakasih ini hanya sedikit ajaran dari teman tuan" Igris yang sangat senang bisa belajar sesuatu untuk dirinya menjadi kuat.


"Bagus tingkatkan lagi dan juga tetap semangat demi mengubah dunia yang begitu busuk menjadi indah tidak ada yang melakukan kejahatan" kagami yang memberikan semangat barunya agar lebih tinggi kemampuannya.


"Baik tuan" Igris yang mengerti perkataan kagami tubuhnya langsung merasakan sedikit bahagia.


Kagami yang mendekati semua mayat para monster yang masih utuh kesempatan untuk mencoba kekuatan baru yang baru saja di latihnya.


"Apa yang ingin kau lakukan kagami?" Liyana yang melihat kagami ingin melakukan sesuatu yang tidak di ketahuinya.


"Lihat saja" kagami yang langsung mengeluarkan energi kegelapan dari dalam tubuhnya.


'Dark Shadow : Arise!' mayat semua monster lalu keluar sesuatu berwarna hitam dari dalam mayat monster.


Lalu semua bayangan monster langsung memberikan hormat kepada kagami di hadapan liyana, Igris dan agares.


"Itu bukankah sihir kegelapan yang terlarang tuan?" Agares yang langsung menunjukan dirinya.


"Ehh iyakah? Aku tidak tau tapi yang pasti menguras banyak mana di dalam tubuh" kagami yang langsung mengeluarkan high mana potion.


"Ya yang bisa melakukannya selain tuan adalah dewa iblis Tartarus dan bagaimana tuan bisa melakukannya?" Agares yang bertanya ingin tau.


"Entahlah awalnya hanya terpikir waktu membangkitkanmu masa itu lalu sekarang baru terpikir ingin mencobanya saja" kagami sambil memasang muka yang tidak mengerti.


Lalu semua monster yang sudah menjadi bayangan milik kagami menghilang menjadi bayangannya yang bisa membantu.


"Jangan terlalu di pikirkan agares karena kagami selalu berusaha menjadi hebat dari siapapun" liyana yang langsung mendekati kagami dengan bangga sebagai kekasihnya.


"Hehe jangan di pikirkan dan ajarkan terus igris menjadi hebat agares" kagami yang begitu bangga.


"Itu bukan apa-apa tuan dan juga sudah jadi tugas saya membimbing Igris" agares yang senang dirinya masih bisa berguna.


Lalu kagami, liyana dan Igris langsung melanjutkan perjalanan menuju kota yang sudah semakin terlihat kota dari kejauhan sedangkan agares langsung menghilang kembali.