Fight In The Trash Game

Fight In The Trash Game
22. Layar Status



Kagami dan liyana pergi menjauh dan kembali ke tempat istirahat yaitu kamarnya masing masing untuk istirahat.


"Aneh liyana punya sihir yang bisa membahayakan dirinya sendiri tapi dulu pernah membaca legenda dahulu seseorang pengendali darah terkuat adalah Zauji Nero dan agar bisa hidup lama akibat pedangnya yang bisa mengumpulkan kekuatan darah secara singkat kalau tidak salah namanya apa yah? Arrggghh lupa ohh iya kalau tidak salah nama pedangnya yaitu Founder Sfraksor atau liyana masih keluarganya apa kebetulan? mungkin nanti tanyakan saja" ucap kagami masih memikirkannya karena tidak ingin kehilangan liyana dan masih banyak yang ingin di tanyakan.


Hari berlalu dengan cepat berganti kagami yang sedang tidur langsug terbangun karena mimpi buruknya di masa lalu.


"Hah..hah..hah mimpi buruk kenapa tentang masa laluku sih lebih baik mandi d


saja dahulu" ucap kagami langsung pergi ke kamar mandi dan sesudah mandi mengambil baju yang ada dan di pakai dan berangkat.


"Liyana apa sudah bangun?" tanya kagami sambil mengetuk pintu dan tidak ada jawaban.


"Liyana jawab aku ada di dalam tidak!!!!!" ucap kagami kesal tidak ada jawaban dan terbukalah pintu.


"Ada apa sih pake teriak segala aku lagi di baju tau" ucap liyana kesal.


"Ya maafkan aku sekarang jadi tidak ingin bertemu dengan keluargamu itu kalau tidak yaudah tidak usah!" ucap kagami kesal sekali atas perbuatannya membuat khawatir.


"Ya jadi kok marah segala jadi tambah lucukan" ucap liyana yang menghibur kagami agar tidak marah.


"Ya cepat aku tunggu di depan kamar" ucap kagami yang masih marah.


"Ya sabar" ucap liyana.


Dan setelah siap mereka pun pamit dan pergi dari kerajaan menuju tempat tinggal liyana.


"Jadi sekarang liyana yang menunjukkan jalan nya karena aku tidak tau tempatnya di mana atau mau mampir dahulu ke tempat makan?" tanya kagami membuat pilihan untuk liyana.


"Lebih baik makan saja dulu badanku udah lemas" ucap liyana memberi keputusan.


"Yasudah kalau itu aku tau tempatnya" ucap kagami langsung menggandeng tangannya liyana dan membawa pergi ke tempat makan kota Azteria.


"I-Ini bukannya tempat makan yang mahal dan mewah yah? aku waktu kecil sangat ingin ke sini apa kita akan benar benar makan di sini?" tanya liyana yang mencerocos banyak tanya.


"Ya kita akan makan di sini dan sudah jangan banyak tanya aku pusing mau jawab yang mana dulu dan mari kita masuk untuk segera makan" ucap kagami marah kepada liyana.


"Ya maaf deh" ucap liyana dengan nada bicara santainya.


"Ya dan ada yang ingin di tanyakan tapi nanti saja deh dan di sana ada tempat duduk kosong tuh mau di sana liyana" ucap kagami.


"Ya terserah saja asalkan bisa duduk dan makan saja deh dan ya apa yang ingin di tanyakan kagami?" tanya liyana sambil duduk di kursi kosong berdua di sebelah bagian tengah kerumunan orang yang makan.


"Ya sebenarnya kemampuanmu manipulasi darah bisa apa kamu bisa di katakan masih kelaurga Zauji Nero?" ucap kagami langsung membuat liyana terkejut kagami bisa berfikir sampai ke sana.


"Ya bisa di sebut begitu Zauji Nero itu adalah kakek buyutku dan pedang Founder Sfraksor hilang misterius entah kemana tidak ada yang mengetahuinya" ucap liyana menjelaskannya kepada kagami.


"Jadi itu alasanmu jarang pakai kekuatan darah karena bisa mengurangi usia hidupmu?" tanya kagami.


"Yap betul makannya aku jarang pakai sihir darah karena itu juga" ucap liyana.


"Kalau begitu aku sekarang punya 2 tujuan sebelum mati!!" ucap kagami dan membuat liyana bertanya tanya.


"Apa saja itu??" tanya liyana penasaran.


"Yaitu menjadi kuat dari siapapun termasuk dewa dewi dan mencari Pedang Founder Sfraksor untukmu liyana" ucap kagami dan membuat liyana terkejut lagi.


"Untukku kenapa??" tanya liyana.


"Rahasia nanti aku beri tau hehe" ucap kagami terkekeh bercanda dengan liyana.


"Kagami menyebalkan dan aku tidak akan mengikutimu lagi mulai sekarang!!" ucap liyana kesal.


"E-eeh ya ya naanti sesudah makan akan aku beri tau jangan marah dong dan aku pesan makanan saja dulu tapi jangan pergi awas kau berani pergi" ucap kagami mengancam liyana agar tidak pergi dan kagami segera memanggil pelayan untuk memesan makanan dan sesudah selesai memesan duduk kembali di tempatnya.


"Liyana apa ada gunanya kartu pengenalan hunters ini?" tanya kagami dengan tidak ada rasa bersalah.


"Hhmm" liyana yang masih membungkam mulutnya yang masih marah.


"Baiklah terserah saja" ucap kagami mengeluh merasa bersalah dan hanya ada suasana canggung tanpa pembicaraan dan makanan pun datang.


"Ayo makan nanti dingin makanannya dsn nanti kalau sudah makan akan aku beri tau sekarang makan" ucap kagami dengan tegas dan liyana pun menurutinya dan memakan makan bersama meskipun suasananya canggung begini dan sesudah makan langsung membayar biaya makanan dan pergi melanjutkan perjalanan.


"Maaf yah buat kamu marah dan kesal sekarang mau kemana" ucap kagami dengan nada bicara lembut dan tenang sambil mengusap kepala liyana agar tenang dan tidak marah lagi.


"Ya aku juga minta maaf aku keras kepala selalu kepo hehe" ucap liyana yang kembali tersenyum dan ceria.


"Ya jadi kasih tau gak yah?" tanya kagami memberi pilihan agar bisa bercanda lagi.


"Beri tau dong" ucap liyana memohon kepada kagami.


"Syaratnya 1 kecupan di pipi saja hehe" ucap kagami masih bercanda tawa dengan liyana.


"Ti-tidak tidak mau malu tau di lihat banyak orang" ucap liyana yang sangat malu mendengar ucapan kagami.


"Bercanda jangan anggap serius gitu dong tambah lucu kelihatannya ahaha" ucap kagami tertawa.


"Ya jadi kenapa kamu ingin mencari pedang Founder Sfraksor itu demiku??" ucap liyana bertanya tentang itu lagi.


"Karena aku tidak ingin kehilanganmu dan alasan aku menolak mentah-mentah mengganti ayah menjadi raja di kerajaan Azteria" ucap kagami membuat liyana malu banget.


"Gombal teerruuss" ucap liyana sambil mencubit pinggangnya kagami.


"Ya-ya maaf deh itu emang kenyataan kok" ucap kagami.


"Ya aku maafkan dan tadi sebelum makan kamu mau tanya itu apa?" tanya liyana.


"Itu tentang kegunaan kartu pengenal hunters ini untuk apa mungkin tau liyana?" tanya lagi kagami.


"Itu bisa melihatkan status diri kita sehat dan nama barang, dll" ucap liyana menjelaskannya.


"Ya sekarang aku mengerti dan bolehkah lihat statusmu liyana.


LIYANA NERO


RAS : HUMAN


KEAHLIAN : MAGE


SIHIR :


-BLOOD


-FROZEN


KONTRIBUSI : 7487


KEADAAN : SEHAT


"Coba lihat yang kamu sekarang" ucap liyana penasaran.


"Baiklah jika kamu memaksa" ucap kagami yang tidak bisa bicara depan liyana lagi.


KAGAMI YOURA


RAS : HUMAN


RANK : A


KEAHLIAN : ASSASIN


SIHIR :


-DARK


-FIRE


-LIGHTNING


KONTRIBUSI : 12577


KEADAAN : SEHAT


"Wuaahh rank A hebat sekali dan aku masih rank B yang aku tau itu rank bisa naik akibat kontribusi yang sangat banyak dan bila ingin naik ke rank S harus mengikuti Test kenaikan pangkat" ucap liyana.


"Terima kasih sudah menjelaskan dan memujiku hehe" ucap kagami senang di puji pertama kali oleh orang yang baru dia kenal.


"Ya tidak masalah dan rumahku sudah dekat sini ayo cepat kagami" ucap liyana sangat senag tidak sabar dan sambil menggandeng tangan kagami agar cepat sampai.


"Ya ayo kasian yang tukang penasaran dan super kangen dengan keluarga nih ahaha" ucap kagami membuat liyana tersipu malu.


"Dasar menyebalkan dan itu rumah keluargaku mari masuk" ucap liyana.


"Permisi boleh kita masuk" ucap kagami sambil mengetuk pintu dan pintu pun terbuka.


"Selamat datang kembali Liyana" ucap satu keluarga besar liyana yang menyambut di dalam rumah.


"Ternyata kalian masih sehat aku juga ikut senang hiks..hiks" ucap liyana sangat terdengar senang sekali sampai keluar air mata.


"Sudah jangan menangis seperti anak kecil begitu liyana harusnya kamu senang dan aku keluar sebentar" ucap kagami sambil menenangkan pikiran liyana kemudian mengusap kepalanya dan Pergi ke tempat bazar mrlihat barang bagus.


"Nak yang tadi laki laki itu siapa yang mengantarmu ke sini?" tanya Rizel yaitu ayahnya liyana.


"Itu pasti pacar kakak ayah benar tidak kak? tanga lagi oleh Lucia adik perempuan liyana anak ke 3.


"Dia temanku kok cuman teman" ucap liyana yang sangat malu di tanya kagami sebagai pacarnya sampai mukanya berubah menjadi semerah tomat karena malu sekali oleh keluarganya.


***Kagami POV***


"Untung saja aku cepat pergi atau banyak di tanya terus oleh keluarganya dan sekarang lebih baik cari apa yah yang cocok untuk di berikan untuk liyana?" ucap kagami yang sedang memikirkan sesuatu yang cocok untuk liyana.


"Hahhhh yasudahlah lihat lihat saja apa yang bagus saja" ucap kagami yang menarik napas panjang dan melihat kalung yang lumayan bagus dan menarik perhatiannya.


Dan kagami pun langsung melihatnya mendatangi tokonya dan bertanya "Kalau ini berapa harganya tuan?" tanya kagami dengan sopan.


"Harganya lumayan mahal karena dari bahan sudah bagus dan kalung ini tingkat tinggi bisa melindungi penggunanya sendiri" ucap tukang penjualnya membuat kagami tercengang.


"Kalau boleh tau berapa harganya saja langsung?" ucap kagami langsung menuju intinya agar tidak ada omong kosong atau basa basi.


"Baiklah harganya saya beri bagaimana 25 ruby, 40 gold tuan?" tanya pedagang nya kepada kagami.


"Deal saya beli dan ini uangnya" ucap kagami langsung membeli dan pergi kembali ke rumah keluarga liyana.


"Bagaimana cara memberinya kepada liyana atau nanti saja kalau sudah jauh dari rumah keluarga liyana saja deh" ucap kagami langsung menyimpannya di saku celana panjang nya dan kembali ke rumah liyana.


"Halo maaf lama aku pergi sebentar haha" ucap kagami sambil mengusap kepala nya sendiri yang kebingungan.


"Dari mana saja yang lain mau mulai makan kamu pergi sih?" ucap liyana kesal sambil mencubit di bagian telinga kagami dan membawanya ke tempat makan agar makan bersama.


"Ya maafkan aku lam--" ucapan kagami belum selesai sudah di menyela pembicaraan yaitu lucia.


"Kak kagami itu punyamu tadi terjatuh" ucap lucia dengan muka polosnya.


"haduh mati aku ketahuan itu harusnya nanti aku kasih eh malah keluar sendiri dan kenapa aku lupa menyimpannya di cincin penyimpanan saja bodoh" batin kagami yang berbicara takut ketahuan.


"halooo" ucap liyana dan kagami terbangun dari pikirannya.


"Ti- tidak jadi terima kasih yah sudah mengembalikannya ahaha" ucap kagami dengan canggung mau bicara apa.


"Yasudah mati kita makan setelah kakak liyana kembali pulang dengan selamat" ucap lucia yang lucu.


"Yaa" ucap semua orang yang ada di dalam rumah itu.


Malam pun tiba sekarang mari kita tidur dan "nak kagami saya sudah siapkan tempat tapi satu kamar dengan anakku liyana tidak apa apa kan?" ucap rizel dan membuat kagami kaget.


"Ba-baiklah tapi saya keluar dahulu" ucap kagami.


"Ya silahkan dan saya beri tau jangan macam macam dengan anakku liyana?" ucap rizel mengancam.


"Baiklah" ucap kagami langsung keluar dan melihat tangga segera menaiki tangga dan ketika sudah sampai di atas atau rooftoft diam sambilan tiduran.