Fight In The Trash Game

Fight In The Trash Game
92. Tugas Seorang Anak



Kagami bersama Liyana yang sudah terbangun saat pagi lalu mereka bergantian untuk mandi karena sudah waktunya untuk membantu ayah Kagami.


Ketika orangtua Liyana sudah bangun Kagami bersama Liyana yang langsung izin berangkat kembali.


"Kakak jangan tinggalkan aku!” Lucia sambil berlari menuju Liyana.


"Maaf kelupaan haha” Kagami yang benar benar lupa janjinya.


"Huh kak gami jahat” Lucia sambil memeluk Liyana.


"Kalau begitu kami berangkat” Liyana dan Kagami berbicara bersama.


"Iya hati-hati jangan sampai merepotkan nak kagami juga” Ibu Liyana yang langsung mengingatkan kepada kedua putrinya.


"Iya bu” Lucia yang langsung mengerti.


Kemudian mereka bertiga pun langsung pergi menuju kerajaan Azteria yang letaknya lumayan jauh namun kagami juga tidak lupa menyimpan 2 bayangan Orcs di orangtua Liyana untuk berjaga.


"Kak gami apa masih jauh?” Lucia yang sudah kelelahan berjalan.


"Sini biar cepat” Kagami langsung menggendong Lucia di punggung Kagami.


Liyana yang langsung menggenggam tangan Kagami karena mengetahui Kagami ingin melakukan teleportasi kepada bayangannya yang ada di kerajaan.


Wuss!


Mereka pun langsung melakukan teleportasi menuju kerajaan Azteria dengan cepat dan sampai di depan pintu masuk kerajaan.


"Ehh cepat sekali sampainya” Lucia terkejut bisa sampai dengan cepat.


"Tuan muda sudah kembali cepat buka pintu” Penjaga yang langsung membuka pintu kerajaan.


Lucia yang melihat kerajaan yang sangat luas sambil tidak bisa mengatakan apapun kepada Kagami bersama Liyana yang langsung berjalan masuk.


Kemudian di dalam kerajaan di sambut oleh beberapa pekerja dan pelayan karena pekerjaan milik Raja Zhiyu sudah di sediakan seperti yang Kagami minta.


"Yang tuan muda minta di siapkan sudah di sediakan sekaligus beberapa orang ingin bicara bersama anda” Pelayan Demi-human bicara kepada Kagami.


"Baiklah dan Liyana aku akan menyerahkan Lucia padamu dahulu” Kagami sambil menurunkan Lucia.


"Ehh aku ingin bersama Kak gami dan kemarin janji hmph” Lucia yang marah kepada Kagami.


"Bersama kakakmu saja dahulu karena ada beberapa hal yang harus di uruskan dahulu ya?” Kagami sambil mengusap kepala Lucia untuk minta maaf.


Lucia yang memasang wajah kecewa kepada Kagami yang harus mengganti ayahnya jika tidak kerajaannya akan mengalami penurunan besar.


"Kagami jangan khawatir akan aku pastikan semua baik baik saja dan ayo akan perlihatkan sesuatu yang menarik mau?”


"Ya kak dan kak gami jangan lupa datang jika sudah selesai atau aku marah lho” Lucia yang langsung memasang wajah mengancam kepada Kagami.


"Ya akan kesana” Kagami dengan tersenyum untuk menyakinkan Lucia.


Kemudian Liyana dan Lucia langsung pergi menuju Perpustakaan tempat dan Kagami pergi menuju tempat yang sudah ada beberapa orang menunggu untuk melakukan kerja sama demi Ibu kota Azteria dengan kota lain untuk saling membantu.


****


Liyana bersama Lucia sampai di perpustakaan yang sangat besar dan luas melihat Igris dalam wujud aslinya sebagai Iblis karena sangat bersemangat mempelajarinya kendali sihir bersama yang lainnya.


"Kak itu I-iblis” Lucia yang ketakutan melihat sosok Iblis pertama kalinya membuat takut.


"Tenang saja Dia baik dan namanya Igris” Liyana yang langsung mencoba mengenalkan adiknya kepada Iblis yang Kagami tolong.


Lalu Igris secara tidak langsung sedang berlatih cara mengendalikan energi anginnya terdengar suara Liyana bersama seseorang yang tidak di kenal dan Igris langsung berhenti berlatih kemudian mendatangi Liyana.


"Ahh ternyata anda datang kemari dan siapa di sebelah?” Igris yang langsung melesat mendekati Liyana.


"Hanya ingin melihat perkembanganmu dan ini adikku Lucia sangat takut melihat penampilanmu” Liyana sambil bicara kepada Igris dengan Lucia yang melihat Iblis kecil mendekatinya langsung bersembunyi di belakang Liyana.


"Ehh maaf saya membuat takut” Igris langsung mengubah penampilan menjadi seorang manusia.


"Hebat bagaimana melakukan itu?” Lucia yang terkesan namun masih takut.


"Itu mudah kok tidak sulit” Igris sambil memberitahukan kepada adik Liyana.


Kemudian Liyana langsung mendorong adiknya berkenalan bersama Igris sambil membuat seekor singa dari darah sehingga membawa Igris dan Lucia.


"Kakak menyebalkan!” Lucia yang langsung terkejut tiba tiba ada seekor singa darah membawanya ke suatu tempat.


Liyana yang hanya tersenyum tipis melihat adiknya yang masih takut bicara untuk berkenalan dan juga Igris masih belum bisa memastikan untuk berteman dengan adiknya.


"Em kenapa dirimu takut kepada Iblis?” Igris yang langsung memberanikan berbicara dahulu.


"I-itu karena temanku pernah bercerita Ras iblis itu jahat dan Iblis sering menculik Ras manusia jadi aku sering takut” Lucia yang bicara dengan gugup.


"Begitu ya namun aku sendiri tidak punya niat buruk kepada manusia karena telah di tolong oleh kakakmu dan Kagami yang sudah membebaskan diriku dari kurungan siksaan dari anak anak iblis lainnya kepadaku” Igris yang sambil kecewa kemudian langsung sedih.


"Kalau begitu maafkan aku sudah membuat sedih ya?” Lucia yang mengerti dirinya sudah menyakiti perasaan seorang anak sepertinya.


"Ehh tidak perlu seharusnya aku yang minta maaf karena aku tidak menyadari membuatmu takut” Igris yang tidak mengerti perasaan manusia sama sekali.


Kemudian sampai tempat untuk memilih buku sambil di tunggu disana oleh Igris yang sudah sedikit berani mengajak mengobrol adiknya lalu Liyana menunggu sambil mempraktekkan apa yang baru di pelajarinya kemarin malam.


*****


Disisi lain Kagami yang sudah terlalu pusing dan lelah karena terlalu banyak berfikir di tambah lagi seorang dari kota di selatan yang terkena badai salju di tambah banyak Monster yang menerobos kota lalu meminta bantuan kepada Kerajaan Azteria di tambah keuangan semakin menipis.


Selagi mengerjakan tugasnya kemudian Kagami membaca 2 buku hingga setengah beberapa jam Kagami lelah hingga tertidur dan seseorang mendatangi Kagami yaitu Liyana yang sengaja meninggalkan adiknya bersama Igris.


Liyana yang kemudian pergi untuk mengambil gelas untuk menyeduh Teh hijau untuk Kagami yang sudah ketiduran karena kelelahan.


"Uh Liyana ada apa membangunkanku?” Kagami yang terbangun oleh suara Liyana.


"Bagaimana apa sulit menggantikan pekerjaan ayahmu?” Liyana yang ingin dengar kesan dari kagami sendiri.


"Ya lumayan sulit apa lagi ada beberapa kondisi yang sedikit susah di selesaikan” Kagami sambil mengeluh.


"Minumlah dahulu teh hijau yang aku buat lalu katakan apa yang sulit di jelaskan?” Liyana yang ingin tau masalah yang harus di selesaikan oleh kagami.


"Pertama tentang kota selatan yang terkena badai salju sehingga salju menutupi kota di tambah sekelompok serigala yang sedikit aneh yaitu bentuknya seperti manusia namun wajah dan suara serigala sehingga aku memilih seseorang dari kota itu menginap dahulu di kota ini hingga aku memutuskannya” Kagami sambil meneguk sedikit teh hijau yang manis dan sedikit pahit.


"Kalau begitu aku akan ikut disana sangat menguntungkan diriku bisa mengendalikan hawa dingin disana” Liyana yabg memutuskan untuk ikut.


"Aku juga berfikir begitu namun disini keuangan sudah hampir menipis bisa saja aku memberikan uangku yang hampir 300ruby itu juga hasil merampas yang waktu kau tertangkap oleh penjahat dari markas kelompok Black Scorpions”


"Di tambah oleh beberapa batu laut, batu Obsidian setelah itu aku akan menyisakan sebagian besar uangku dan menyisakan 10 ruby saja mungkin cukup lalu membawa sekitar 12 prajurit dan setengah dari bayanganku akan bawa” Kagami yang sudah memutuskan pilihannya.


"Baiklah kapan akan pergi? Dan bagaimana dengan disini?” Liyana yang masih ada yang di pertanyakan.


"Aku sudah membuat pelindung dari aku bilang batu laut dan aku sudah membuat 6 pilar utama yang sudah aku lelehkan di bentuk berkat api hitam yang sangat cepat membuat melelehkan sesuatu” Kagami yang sudah menyiapkan semuanya.


"Apa gunanya 6 pilar itu dan aku kira kau hanya tidur saja” Liyana yang benar tidak menyadarinya.


"Batu laut di manfaatkan oleh para Bandit sebagai mengunci energi dalam tubuh manusia dan diriku mengubahnya menjadi Pilar yang berfungsi untuk menahan benturan energi kepada semua Pilar namun itu belum di aktifkan dan jika 6 Pilar di aktifkan maka akan muncul sebuah Barier yang berguna untuk menahan sekaligus memantulkan serangan sendiri” Kagami yang sudah merancang rencana.


"Hebat aku tidak menyadarimu sampai berbuat seperti itu” Liyana yang menyadari betapa hebatnya Kagami.


"Padahal ide itu aku dapatkan dari cerita suatu komik yang sering baca dan terimakasih teh buatanmu enak” Kagami langsung merapikan meja kerjanya.


"Ehh komik apa itu? Dan Kagami kau tidak mengunjungi Lucia?” Liyana yang mencoba mengingat kembali kepada Kagami.


"Komik itu semacam buku penuh dengan gambar ada juga tulisan untuk obrolannya dan Mau kok tapi aku ingin memeriksa keadaan ayahku dan ibuku dahulu” Kagami langsung pergi menuju kamar ayahnya.


"Oke sepertinya seperti buku sejarah yang ada gambar seseorang dan aku juga ingin lihat keadaan ibumu semoga berhasil tubuhnya bisa bertahan” Liyana langsung mengikuti kagami.


"Semacam itulah kurang lebih” Kagami yang langsung berjalan pergi.


Kemudian Liyana langsung mengejar kagami dan berjalan di sampingnya lalu pergi menuju kamar ayah Kagami yang terlihat tidur pulas dengan keadaan yang mulai stabil dan membaik.


Lalu pergi lagi menuju tempat tersembunyi yang Kagami dan Liyana buat agar tidak ada seseorang yang mempunyai niat buruk kepada orangtuanya.


"Kondisi ibumu baik-baik saja dan ini berhasil membekukan jadi jangan khawatir jika besok kita akan pergi Kagami” Liyana yang langsung bicara kepada Kagami.


"Hahh iya aku juga bisa tenang dan ayo kembali mengecek kondisi yang lain?” Kagami yang langsung mengajak Liyana pergi lagi ke tempat yang lainnya.


"Baiklah dan Kagami bagaimana keadaanmu?” Liyana yang khawatir karena energi kehidupannya di bagi kepada ibunya agar bertahan hidup.


"Hanya sedikit lemas karena terlalu banyak mengeluarkan energi untuk membuat Barier dari Batu laut yang sangat menguras banyak energi” Kagami yang merasakan badannya sangat lemas di bandingkan sejak lama.


Kemudian Liyana langsung berdiri di sebelah Kagami untuk membantu berjalan agar kagami tidak tiba tiba pingsan.


Setelah lama berjalan akhirnya sampai disana dengan aman tanpa pingsan dan melihat Igris bersama Lucia yang belajar bersama-sama dengan akrab.


"Sepertinya semua baik baik saja” Kagami yang melihat Lucia dan Igris dengan wujud aslinya tanpa takut.


"Ya ayo dekati dan lihat apa yang sudah mereka pelajari” Liyana yang langsung mengajak Kagami.


"Ah kakak, kak Gami” Lucia yang langsung berhenti membaca kemudian berlari mendekati Liyana dan Kagami.


"Kau ini tidak sabaran sekali” Kagami sambil berjalan mendekati Lucia juga.


"Kagami apa kau kuat menggunakan sedikit energimu?” Liyana yang berjalan di samping Kagami.


"Semoga saja” Kagami yang hanya berharap tubuhnya masih bisa menahan penggunaan energi.


"Mana yang Kak Gami janjikan?” Lucia yang sampai langsung ingin melihat kejutan dari Kagami.


‘Domain Of Darkness : Realms Darkness!’


Kagami yang langsung membawa Liyana dan Lucia ke Domain miliknya sekaligus Kagami mengubah seperti pemandangan di Luar angkasa yang Kagami hanya pernah melihat di dunia sebelumnnya melalui handphone untuk memperlihatkan kepada Lucia dan Liyana.


"Wah menakjubkan kak” Lucia yang tampaknya menyukainya.


"Kagami kau benar-benar memperlihatkan pemandangan yang belum pernah aku lihat sebelumnya” Liyana yang sangat senang bisa melihat Bintang dan pemandangan alam semesta.


Deg!


"Iya ini bukanlah asli tapi hanyalah ingatan sebelumnya yang aku ingin lihat” Kagami sambil memegang dadanya yang sangat sakit karena terlalu banyak menggunakan energi hingga dadanya terasa sakit.


"Kagami baik-baik saja?” Liyana yang melihat Kagami berkeringat sambil memegangi dadanya terasa sakit.


"Hah..hah..hah aku baik baik saja” Kagami yang masih kuat menahan rasa sakitnya.


Kemudian semakin lama dada Kagami terus lebih merasa menyakitkan dan pemandangan yang Kagami buat hancur kembali menjadi tempat semula di dalam perpustakaan.


Kagami pingsan benar benar sudah tidak kuat menahan rasa sakit yang menyakitkan tubuhnya seperti tertusuk dengan cepat Liyana langsung membawa Kagami ke kamar untuk istirahat.


Sedangkan Lucia melanjutkan mempelajari bersama dengan Igris namun merasa bersalah telah membuat Kagami kesakitan tapi semua adalah penyebab dari energi kehidupan yang telah di bagi menjadi tubuhnya melemah.


Setelah sampai di kamar Liyana langsung menempatkan Kagami di atas tempat tidur dan Liyana hanya memperhatikan Kagami yang sedang pingsan.


"Hahh waktu itu dirimu bercerita bahwa hidupmu sangat sulit untuk bertahan hidup sekarang disini berjuang sendiri demi keluargamu dan sekarang aku baru mengerti kenapa kenapa dirimu berjuang sekuat tenaga untuk memperbaiki hidup yang lebih baik sekarang”


"Diriku jadi ingin tau dunia yang kau katakan dan ceritakan padaku jadi aku ingin mengetahuinya apa kamu mau membawaku kesana jika suatu hari nanti bisa kesana kembali?” Liyana sambil mengusap kepala Kagami yang mulai tenang dan tertidur.


Liyana yang melihat jendela kamar yang sudah kemudian memutuskan untuk tidur untuk berpindah kamar namun khawatir dengan kondisi Kagami lalu tidur bersama Kagami di satu tempat tidur yang sama untuk pertama kalinya bagi Liyana.