
Kagami yang terbangun di pagi hari dan baru sadar Liyana tertidur di tempat tidur yang sama dengannya dengan tidur terbentang lalu Kagami langsung berdiri dan membenarkan posisi Liyana sambil menyelimuti dengan selimut.
"Hahh apa kemarin aku pingsan karena memaksakan diri untuk memberikan kejutan kepada Lucia? Untungnya aku tidak terangsang saat melihat Liyana yang masih tertidur dengan baju sedikit terbuka karena aku masih bisa menahan hawa nafsuku sendiri” Kagami sambil merapikan rambut sekaligus pakaiannya.
Setelah Kagami merapikan pakaian sekaligus rambut lalu membuka pintu kamar dan pergi memeriksa kerjaannya.
Setelah mengecek tempat kerja yang hanya sedikit kerjaan kemudian Kagami langsung menyelesaikan dengan cepat.
"Ah Kak Gami selamat pagi!” Lucia yang sengaja mencari Kagami.
"Selamat pagi Lucia sedang apa dirimu disini?” Kagami sambil mengerjakan kerjaannya.
"Bagaimana keadaan Kak Gami sekarang?” Lucia yang masih khawatir.
"Sudah membaik dan ada apa kemari?” Kagami yang masih fokus mengerjakan kerjaannya.
"Em bolehkah aku membawa Igris keluar untuk memperkenalkan kepada teman temanku?” Lucia sambil menundukan kepala karena takut di marahi.
"Hm boleh saja tapi berjanji padaku jangan ungkapkan identitas asli Igris sebagai seorang Iblis mengerti” Kagami sambil berhenti mengerjakan kerjaannya kemudian mengusap kepala Lucia.
"Baik aku janji dan Terima kasih Kak Gami kalau begitu aku akan memberitahukannya kepada Igris” Lucia dengan senang langsung pergi.
"Tunggu Lucia jangan lupa sampaikan untuk makan bersama juga disini” Kagami yang langsung memberitahukan kepada Lucia karena hari ini akan pergi juga.
"Ya kak” Lucia langsung kembali pergi.
"Baiklah semangat” Kagami langsung kembali bekerja sambil mengeluarkan beberapa Orcs bayangan untuk membantu sebagian kerjaan.
Liyana yang baru saja terbangun lagi lagi Kagami selalu menghilang saat Liyana yang baru saja terbangun dari tidurnya kemudian segera mencuci muka dan merapikan pakaiannya lalu segera mencari Kagami yang menghilang.
Gwa! Gwara!
"Phew selesai dan terima kasih sudah membantuku untuk kerjaan hari ini” Kagami yang langsung melihat beberapa bayangan sudah selesai menyelesaikan tugas dari Kagami.
Gwa! Gwaa!
Semua bayangan Orcs langsung kembali bersembunyi di balik bayangan Kagami bersama dengan sayangnya Liyana.
"Aku cari ternyata kau disini Kagami dan ini masih pagi sudah mengerjakan kerjaanmu sendiri!” Liyana yang langsung kesal dengan sikap Kagami.
"Santailah sedikit semua sudah selesai kok” Kagami langsung memberitahukan kepada Liyana.
"Benarkah?” Liyana yang masih tidak percaya.
"Iya kok sudah lagi pula hanya sedikit” Kagami yang kemudian bersantai.
"Hmph baiklah” Liyana yang kemudian melihat semua kerjaan yang di katakan Kagami sudah selesai.
Tidak lama kemudian seorang pelayan kerajaan langsung mendekati Kagami bersama Liyana yang masih mengobrol di pagi hari yang ramai.
"Tuan muda makanan yang anda minta sudah di sediakan bersama dengan teman-teman tuan dan dua orang kemarin datang lagi apa biarkan masuk?” Pelayan itu bicara kepada Kagami.
"Ya biarkan masuk sekaligus ajak makan bersama dan siapkan makanan tambahan juga” Kagami yang langsung memberikan perintah kepada pelayan kerajaan.
"Baik saya akan laksanakan tuan muda” Pelayan kerajaan langsung pergi menjauh untuk menyiapkannya.
"Huh kau ini sudah benar berniat membantu mereka berdua?” Liyana sambil mengeluh karena kondisi Kagami.
"Membantu mereka tidak ada salahnya karena mereka juga ingin hidup mungkin suatu hari mereka bisa membantu kita juga” Kagami yang mempercayai dua orang yang meminta bantuan.
"Terserahlah” Liyana langsung pergi meninggalkan Kagami.
Setelah selesai membereskan tempat kerjanya lalu Kagami juga pergi menuju tempat untuk makan yang letaknya lumayan jauh namun kagami langsung teleportasi menggunakan bayangannya.
Kagami yang melakukan teleportasi melihat 3 meja makan yang sudah di sediakan 1 untuk Lucia dan Igris, 1 untuk Tenebris, Vortex dan Hoaxen dan sisanya untuk Kagami Liyana bersama 2 tamu.
"Apa diriku membuat kalian menunggu lama?” Kagami yang langsung muncul di belakang Igris.
"Ahh anda membuatku terkejut saja” Igris yang terkejut dengan adanya Kagami di belakangnya secara tiba-tiba.
"Haha maaf dan aku tidak menyangka bahwa kalian bertiga akan ikut datang untuk makan bersama” Kagami yang melihat ada Hoaxen, Vortex dan Tenebris.
"Saya tidak akan pernah menolak jika itu ajakan dari anda ataupun nona Liyana” Tenebris yang mewakili bicara dari kedua Saudaranya.
"Huh iya apa kalian sudah mendapatkan buku yang kalian bertiga inginkan?” Kagami yang sangat senang bisa melihat 3 monster bersaudara berani menunjukkan dirinya tidak selalu bersembunyi dibalik bayangan Kagami.
"Ya tuan itu sangat beruntung saya bisa menemukan yang cocok namun kami bertiga tidak bisa membacanya” Hoaxen yang langsung berkata jujur.
Vortex dan Tenebris yang hanya memalingkan wajahnya karena ketahuan karena Hoaxen yang berkata jujur kepada Kagami.
"Uh eh itu” Hoaxen yang baru sadar harusnya tidak mengatakannya membuat kedua Saudaranya Murung.
"Hahaha aku kira apa dari awal membuat suasana disini begitu kacau ternyata tidak bisa membaca baiklah nanti aku akan urus untuk kalian bisa membaca” Kagami yang tertawa karena tidak menyangka ketiga Saudara bisa mengatakan sesuatu yang biasa saja.
"Terima kasih tuan” Jawab ketiganya bersamaan.
Kemudian dua orang tamu yang di tunggu datang dengan tidak berani untuk duduk dan makan bersama-sama.
"Duduklah mari makan bersama” Kagami yang langsung berdiri dan mempersilahkan duduk untuk makan bersama.
"Sebuah kehormatan untuk makan bersama tuan muda namun mereka” Pria dewasa itu tidak berani mengatakannya kepada Kagami sendiri.
"Tidak perlu sungkan makanlah bersama sambil membicarakan keputusanku dan biarkan mereka bertiga makan karena mereka bawahanku” Kagami langsung mengatakan agar tidak ada perkataan menyinggung perasaan mereka bertiga.
"Perkenalkan nama saya Alexi dari kerajaan Gradeuz yang sangat jauh dan ini adalah Istriku namanya Meisya sebuah kehormatan bisa bertemu dengan anak dari Raja Zhiyu sendiri” Alexi yang langsung duduk satu meja dengan Kagami dan Liyana.
"Ternyata anak Raja Zhiyu memang sangat unik mempunyai bawahan yang akan sangat kuat untuk pondasi kerajaan dan apa di sebelah anda itu kekasih?” Meisya yang langsung memuji Kagami.
"Terima kasih atas pujiannya dan jika iya kenapa?” Kagami menjawab tanpa keraguan dari hatinya.
"Tidak ada anda beruntung bisa mendapatkan hati seorang wanita namun kelihat----” Meisya sambil tertawa kecil.
"Hentikan pembicaraan ini dan aku akan mengatakan keputusanku untuk membantu namun saya ingin meminta balasannya karena kerajaan ini membutuhkan biaya sedangkan ayah dan ibuku mungkin anda mengerti” Kagami yang malas mengatakan lebih detailnya.
"Baiklah saya mengerti jadi kapan anda akan pergi?” Alexi yang langsung mengeluarkan sekantung uang.
"Ah anda cukup mengerti perkataanku dan pergi sore ini saja agar cepat” Kagami yang cukup senang bisa membantu kehidupan sekarang.
"Ini setengah dahulu sedangkan sebagian lagi jika sudah selesai dan terima kasih sudah ingin menolong kerajaan kami” Alexi yang langsung berdiri dan berterimakasih kepada Kagami.
"Sama sama silahkan makan” Kagami langsung makan bersama.
Beberapa saat kemudian setelah semua selesai makan dan dua orang itu pergi menuju penginapan untuk membereskan barang barang sekaligus kagami dan Liyana yang mengurus beberapa hal.
"Kagami apa kau benar benar ingin pergi?” Liyana yang hanya ingin memastikan.
"Iya apa kau masih merasa marah?” Kagami yang tau karena perkataan Meisya yang menghina Liyana melalui sikapnya.
"Ya tapi jika kau ingin pergi aku akan ikut” Liyana yang tidak boleh membuat Kagami kecewa.
Kagami yang cukup senang mendengar perkataan Liyana yang tidak terlalu memikirkan perkataan sebelum karena itu adalah Kebiasaan atau sikap seorang bangsawan yang cukup sombong.
"Kak Gami apa akan pergi lagi?” Lucia yang sangat ingin main bersama.
"Tidak akan lama kok dan Igris ingat jangan tunjukkan wujud aslimu agar tidak ada kekacauan” Kagami yang langsung mengingatkan kepada Igris yang sering lupa mengontrol wujudnya.
"Baik akan aku coba” Igris dengan semangat.
"Terakhir untuk kalian bertiga dan agares aku serahkan kerajaan ini kepada kalian untuk menjaganya untuk beberapa hari lalu tidak lupa jika ayahku sudah bangun katakan saja yang sebenarnya” Kagami yang tidak bisa melindungi dari jarak jauh jadi menyerahkan kepada Bawahannya.
"Baik tuan” Agares yang langsung menjawab dengan sigap.
"Tuan bawalah kami pergi bersama anda” ketiga bawahannya tidak mau hanya diam tidak berguna.
"Kalian diamlah disini karena aku butuh seseorang menjaga disini dan kalianlah yang diriku butuhkan mengerti tidak!?” Kagami sambil membentak dengan keras.
"Baik” Ketiga Saudara yang langsung mematuhi perkataan Kagami.
"Untuk Lucia sudah bisa membaca dan menulis bukan?” Kagami yang juga ingin meminta bantuan kepada Lucia adik Liyana.
"Bisa kak” Lucia yang entah apa yang akan di minta tolong oleh Kagami dalam hatinya bicara sendiri.
"Jika sedang tidak ada kerjaan mau mengajarkan membaca dan menulis untuk mereka bertiga selama aku tidak ada mau tidak mengajar mereka?” Kagami yang meminta tolong kepada Lucia.
"Aku mau kak dan aku akan jadi seorang Guru lalu Igris juga harus ikut” Lucia yang langsung memaksa Igris.
"Ehh aku?” Igris yang tidak mendengar perkataan Lucia.
"Iya kau harus ikut karena membacamu masih belum lancar” Lucia yang tetap ingin mengajak Igris.
"Ba-baik aku ikut” Igris yang tidak punya pilihan lain.
Setelah Liyana selesai kagami dan Liyana langsung pergi dan tidak lupa memberitahukan kepada informasi kepergiannya kepada beberapa pelayan sekaligus mengingat untuk semuanya yang ada di kerajaan agar tidak memaksakan diri dan memberikan makan para bawahan termasuk Igris dan Lucia.
"Sepertinya Lucia sudah akrab denganmu ya?” Liyana yang cukup lega adiknya bisa akrab dengan Kagami.
"Sepertinya iya sih” Kagami langsung berjalan keluar kerajaan.
"Kagami aku ingin pamit kepada orangtuaku sebentar boleh?” Liyana sambil memasang wajah memohon kepada kagami sendiri.
"Hahh boleh deh dan pegang tanganku untuk melakukan teleportasi” Kagami yang menuruti kemauan Liyana.
Setelah menuruti semua kemauan Liyana kemudian pergi bersama dengan Alexi dan Meisya dari kerajaan Gradeuz dan saat sudah keluar dari Ibu kota Azteria Liyana kemudian melihat salah satu Pilar.
Bersama dengan beberapa Prajurit yang Kagami bawa tidak terlalu banyak karena sebagian lagi di tambah oleh beberapa Bayangan Monster yang sudah di sediakan juga.
"Kagami jadi ini yang kau buat waktu itu?” Liyana yang langsung berjalan mendekati Salah satu Pilar yang dekat.
"Ya bagaimana menurutmu?” Kagami yang ingin tau pendapat dari Liyana.
"Ini sangat kuat dan kokoh sekali dan sekali aku menyentuh energiku tidak bisa di gunakan” Liyana yang langsung melepaskan telapak tangannya dari salah satu Pilar di hadapannya.
"Hebat bukan yang baru aku buat ini?” Kagami yang juga baru menyadarinya baru baru ini.
Prok! Prok! Prok!
"Ini penemuan yang sangat menakjubkan saya baru pertama kalinya dan bisakah anda menunjukan kegunaannya?” Alexi yang sangat ingin melihat kegunaan dari Pilar yang Kagami Buat.
"Baiklah akan aku tunjukan” Kagami yang langsung menyentuh tanah.
‘Pilar Penetrasion Magic : Aktifkan!’ Kagami langsung mengaktifkan Semua Pilar hingga menguras energi milik kagami cukup banyak.
Wuungg! Swooss!
Kemudian langsung muncul sebuah Barier sama seperti seukuran Pilar yang menutupi Ibukota Azteria secara keseluruhan tanpa ada celah sedikitpun.
"Hah..hah selesai secara menyeluruh” Kagami seketika tubuhnya lemas.
"Kagami!” Liyana yang langsung melesat menangkap badan Kagami agar tidak terbentur ke tanah.
"Aku hanya lemas jangan khawatir” Kagami yang memaksa berdiri.
"Hmph aku akan membantu berdiri jadi jangan larang aku” Liyana yang langsung membantu Kagami berdiri.
"Em ini baru sangat hebat” Alexi yang cukup kagum dengan hal yang sudah Kagami buat.
"Selamat bagi anda Tuan muda Kagami” Meisya yang langsung mengucapkan selamat kepada Kagami.
Kemudian beberapa Bayangan Monster Orcs langsung muncul di hadapan Liyana dan kagami yang sepertinya ingin mengatakan sesuatu.
Gwa! Grraa! (Biarkan kami berdua membantu anda berdiri)
"Tidak mau itu memalukan!” Kagami yang tidak mau menuruti kemauan dari bayangan Orcs.
Gwa! (Baiklah)
Kemudian bayangan Orcs langsung bersembunyi di balik bayangan sambil membantu kagami memulihkan kondisi Kagami.
Setelah selesai menunjukan kegunaannya kemudian pergi menuju dermaga untuk melewati lautan untuk pergi menuju Kerajaan Gradeuz.
"Wah indah sekali” Liyana yang melihat laut luas dengan burung yang banyak berterbagan di atas langit.
"Apa harus menyewa perahu besar?” Kagami yang bertanya kepada Alexi.
"Tidak perlu karena saya sudah mengurusnya jadi anda tidak perlu membantu apapun sebelum sampai disana” Alexi yang langsung menunjukkan kapal besar miliknya sendiri.
"Ya benar ini adalah perahu yang sangat mahal yang pernah di buat dan tidak pantas di naiki oleh seorang Rakyat Jelata sekalipun” Meisya yang sombong di hadapan suaminya, Kagami dan Liyana.
"CUKUP SUDAH!” Kagami yang sudah tidak kuat menahan hinaan sehingga hampir mengeluarkan pedang miliknya sendiri.
"Kagami aku baik baik saja jadi tidak perlu marah” Liyana langsung mencoba menghentikan Kagami yang ingin mengeluarkan pedangnya sendiri.
"Mohon maaf sikap istriku dan tolong pikiran kembali kesepakatan kita" Alexi yang langsung meminta maaf kepada Kagami untuk meredam amarahnya.
"Hahh terserah saja!” Kagami yang langsung menghilang dari sana.
"Ehh Kagami jangan tiba tiba menghilang dong!” Liyana yang hanya bicara sendiri.
Kemudian sebuah Bayangan King Orcs langsung membuka portal dimensi dan membawa Liyana masuk ke dalam Portal dimensi sedangkan Bayangan Monster King Orcs hanya diam sambil memperhatikan 2 orang yang sudah menyinggung tuannya.
Gwaa! Grrooaarr!
"Ma-maaf diriku sudah menyinggungnya saya salah” Meisya yang takut dengan Bayangan King Orcs yang ssngat menakutkan di hadapannya.
Kemudian King Orcs langsung bersembunyi di balik Bayangan Alexi untuk memperhatikan hal-hal yang di bicarakan karena King Orcs yang terhubung dengan Kagami.
"Untuk para Prajurit kejadian yang sebelumnya anggap saja tidak pernah terjadi dan silahkan naik ke Perahu layar yang sudah di sediakan” Alexi yang langsung mempersilahkan Kepada Prajurit yang Kagami bawa.
Semua Prajurit yang entah harus menurutinya dalam kebingungan tidak bisa melawan kehendak tuannya sendiri kemudian muncul bayangan 4 Penjaga Orcs langsung menyuruhnya masuk ke dalam perahu.
"Karenamu semuanya hampir kacau dan ini hanyalah satu satunya harapan untuk ada yang bisa mengembalikan keadaan Kerajaan Gradeuz!” Alexi yang sudah hampir putus asa.
Meisya yang hanya murung merasa bersalah sudah menyinggung karena sudah selalu membuat keributan dan saat meminta bantuan kepada bangsawan kota lain tidak mau membantu karena masalah imbalan yang tidak setimpal.
*****
Kagami bersama Liyana yang hanya saling diam tidak bicara dan Kagami memutuskan untuk berlatih sendiri untuk meluapkan amarahnya yang selalu ada orang yang merendahkan seseorang.
"Kagami bisakan berhenti dahulu” Liyana yang ingin mengakuinya bahwa Liyana marah namun mencoba Menyembunyikan perasaan kesal.
"Bicara saja!” Kagami sambil terus menerus menebas semua bayangan disana tanpa memberikan ampun.
"Waktu itu dirimu bicara ingin menjalani hidup meskipun sulit padahal aku sudah menahan amarahku tapi kenapa kau masih marah?” Liyana yang hanya duduk sambil memperhatikan Kagami.
"Karena aku sudah tidak kuat menahan amarahku saat merasakan perasaanmu yang juga marah” Kagami sambil sedikit tenang namun terus menerus berlatih sendiri.
"Kalau begitu aku baik baik saja dan jika itu terjadi aku akan berusaha sabar menjalaninya” Liyana langsung tiba tiba mendekati Kagami kemudian menjatuhkan Kagami untuk mendengarkannya.
Bruk!
"Sakit memangnya apa lagi sih?” Kagami yang langsung terjatuh dan kepalanya terbentur.
"Dengarkan aku dong! Bisakan dirimu sabar untukku sambil menikmati pemandangan di luar sana?” Liyana yang langsung mengangkat kepala Kagami dan menempatkannya di paha Liyana sambil mengusap kepala Kagami dengan lembut.
"Iya akan aku coba usahakan” Kagami langsung melepaskan pedang dari tangannya.
"Nah gitu dan aku mau keluar dari sini cepat!” Liyana yang langsung berdiri dan membantu Kagami duduk.
"Iya iya” Kagami langsung membuka portal kembali yang terhubung dengan Para prajuritnya.
Liyana yang langsung menggandeng tangan Kagami dengan senang melihat Kagami yang sudah agak tenang kembali.
Seketika langsung keluar di hadapan para Prajurit yang telah di bawa sebelumnya dan perahu sudah mulai berlayar ke arah utara terbawa oleh tekanan angin yang stabil dan aman.
"Wah indah sekali bukan Kagami?” Liyana yang baru pertama kalinya menaiki perahu besar untuk melewati lautan.
"Iya benar indah” Kagami yang langsung berjalan mendekati Liyana.
"Tidak terasa umurku sekarang sudah 17 tahun apa kau ingat?” Liyana langsung memegang erat tangan Kagami.
"Ehh aku kira baru 14 tahun ternyata perhitunganku salah hehe” Kagami yang langsung melupakan hal penting bagi Liyana.
"Kagami menyebalkan!! Itu sih umurku sebelum aku berani menjadi seorang Hunter tau!” Liyana langsung mencubit tangannya dengan keras.
"Maaf aku ingat kok dan umurku saja sekarang kalau tidak salah ingat 18 tahun” Kagami yang hanya ingin mengajak Liyana bercanda.
"Aku tidak ingin tau Hmph” Liyana yang kesal kemudian hanya memperhatikan langit.
Setelah beberapa lama diam dan tidak saling bicara sambil memperhatikan laut Liyana yang langsung menggapai tangan Kagami.
"Kagami aku akan membantu mewujudkan hidup yang kau inginkan” Liyana langsung melihat kepada Kagami sambil menggenggam tangan Kagami.
"Iya terima kasih Liyana dan juga sudah menjadi orang pertama yang selalu membantuku selalu” Kagami yang hanya tersenyum lega melihat Liyana yang sudah tidak marah lagi.
"Tidak aku tidak banyak membantu saat dulu tapi dirimu yang selalu mengajarkanku untuk berani menghadapi sesuatu masalah" Liyana yang langsung betatapan dengan Kagami.
"Heh terserah padamu saja” Kagami yang hanya tersenyum tipis kepada Liyana.
Liyana yang melihat wajah Kagami semakin mendekat Liyana yang hanya menutup mata karena keinginan Liyana hanya ingin bersama Kagami.
"Memikirkan apa Liyana?” Kagami langsung memukul pelan kepala Liyana.
"Sakit tau!” Liyana yang tidak mengira bahwa Kagami akan menciumnya untuk kedua kalinya.
"Jangan melamun terus dan tadi memikirkan apa?” Kagami yang hanya menatap laut kembali.
"Ti-tidak memikirkan apapun kok” Liyana yang hanya malu mengatakan sebenarnya kepada Kagami.
Lalu sebuah bayangan hitam terlihat oleh sinar matahari langsung mendekati Kagami dan bersembunyi di balik bayangan Kagami kembali.
Tidak terlalu lama dari kembalinya salah satu bayangan miliknya seseorang datang mendekati yaitu Alexi yang mencari Kagami bersama Liyana.
"Ternyata kalian berdua ada disini saya mencari dari tadi” Alexi yang langsung bicara kepada Kagami.
"Hm katakan kenapa mendatangiku?” Kagami yang merasakan aura suram dari Alexi yang ingin mengatakan sesuatu.
"Sebelumnya saya minta maaf atas sikap Istriku dan saya ingin membicarakan hal yang sangat penting” Alexi yang membicarakan hal penting.
"Tidak perlu di pikirkan dan katakan saja aku dan Kagami akan mendengarkannya” Liyana yang ingin mendengar langsung.
Kemudian Liyana dan Kagami langsung mendengarkan apa yang ingin Alexi yang ingin katakan dengan tatapan suram dan penuh ketakutan akan kematian.