
Kagami yang berjalan sendiri meninggalkan Raphael berfikir sendiri lalu melihat Mikhaile yang sedang berlatih di suatu ruangan yang tertutup.
"Yo Mikhaile maaf menganggu latihanmu" kagami berjalan mendekati Mikhaile yang sedang berlatih sendirian.
"Ahh tuan kagami ternyata ada apa mendatangiku?" Mikhaile yang terkejut melihat kagami datang menganggu latihannya.
"Tidak hanya kebetulan lewat melihatmu berlatih" kagami yang jujur kepada Mikhaile.
"Tuan bolehkah aku mencoba bertarung dengan anda?" Mikhaile yang mengajak bertarung berdua dengan Riziel.
"Baiklah kalau kau mau Mikhaile" kagami yang langsung menyetujuinya.
"Pakai senjata atau tidak?" Mikhaile yang ingin bertarumg dengan adil.
"Terserah kau ingin apa dan jangan khawatir" kagami langsung menyiapkan kuda kuda bertarung.
"Baiklah" Mikhaile langsung mengambil pedangnya dan bersiap bertarung.
"Army Breaker : Devil's Sentence!" Kagami mulai menggunakan kemampuan barunya.
"Mulai!" Kagami langsung melesat ke arah Mikhaile.
'Fire Ignite Five : Fist Destroy!" Mikhaile yang langsung mengeluarkan api besar berasal dari pedangnya.
"Huh untung saja" kagami yang menghindari api itu.
Lalu Mikhaile yang melihat kagami menghindari serangannya melupakan bahwa ada serangan selanjutnya yang api sebelumnya langsung api berubah menjadi hitam dan mulai mendekati kagami
'Heavens Lightning!' kagami langsung mengeluarkan aura petir hitam dari tubuhnya hingga menyambar Mikhaile.
'Absolute Luna Blades!' Mikhaile langsung memberikan beberapa tebasan kepada kagami.
'Flames Vulcano : Bomber!' kagami langsung memberikan ledakan lahar untuk menahan serangan Mikhaile.
'Phantom Blades!' Mikhaile yang mendekati kagami sedekat mungkin dan berhasil memecahkan armornya di bagian tangan.
'Nightmare Grid!' kagami yang berhasil mengoceh konsentrasi Mikhaile lalu kagami langsung menyetrum Mikhaile dengan tegangan setrum cukup tinggi.
"Hah hah tuan aku kalah telak" Mikhaile yang langsung mengaku kalah.
"Pertarungan yang cukup menyenangkan dan lumayan untuk pemanasan" kagami langsung merasa tubuhnya nyaman.
"Ya tuan juga sudah melampauiku dari tuan masih kecil selalu membuat saya terkejut" Mikhaile yang sedikit memuji kagami.
"Hei hei ini keinginanku dari kecil menjadi paling kuat dan melampaui semua orang tapi aku tidak ingin menjadi seorang yang paling tinggi tapi aku ingin semua yang kuat dan lemah sama rata" kagami yang menjelaskannya tujuannya.
"Ohh ya tuan selanjutnya melanjutkan perjalanan kemana?" Mikhaile yang sangat ingin tau.
"Tidak tau" kagami tidak ada tujuan lagi.
"Ternyata kalian berdua disini dari tadi aku mencari kalian berdua" liyana yang mendatangi Mikhaile dan Kagami.
"Ahh liyana baru saja aku ingin mencarimu" kagami yang baru selesai meregangkan otot tubuhnya.
"Apanya mencariku dan kau malah latihan bertarung dengan Mikhaile aku lihat" liyana yang memperhatikan pertarungan sebelumnya.
"Ehh itu aku sebelumnnya melihat Mikhaile berlatih jadi ingin bertarung dengan Mikhaile terakhir kali" kagami yang memberitahukannnya kepada liyana.
"Ohh ya bolehkah aku berlatih dengan kalian bertiga?" Uriel yang masuk ke dalam ruangan.
"Ahh Uriel ternyata boleh saja jika kau mau" kagami yang memperbolehkan Uriel bergabung.
"Aku ikut?" Liyana yang terkejut dengan perkataan Uriel.
"Ya terserah kau saja" kagami bersikap bebas tidak memaksa.
"Baiklah aku ikut" liyana yang langsung menyetujuinya.
"Baiklah permainannya mau bagaimana 1 vs 1 atau bagaimana?" Kagami yang meminta saran.
"Baiklah boleh saja begitu" Uriel dan Mikhaile bicara bersama setuju dengan saran kagami.
"Baiklah mulai dari siapa yang mau maju pertama?" Kagami yang menawarkan kepada liyana, Mikhaile dan Uriel.
"Boleh aku mengusulkan saran untuk mengganti tempat sepertinya kurang luas?" Mikhaile yang sangat merasa kurang puas.
"Baiklah kita lakukan di belakang gunung saja" Riziel yang memberitahukan kepada semuanya.
"Baiklah setuju" 3 orang langsung bicara dengan kompak.
Lalu kagami melakukan teleportasi ke belakang gunung untuk melakukan pertarungan di belakang gunung yang lumayan luas.
"Siapa yang ingin memulainya dahulu" kagami yang langsung mempersilahkan dahulu.
"Aku saja ingin menantang Uriel" liyana yang langsung angkat bicara.
"Baiklah saya menerimanya dan sudah siap" Uriel yang sudah siap untuk bertarung.
Setelah menentukannya untuk pertarungan pertama lalu kagami dan Mikhaile menjauh untuk istirahat sekaligus memulihkan kembali energinya.
Lalu setelah kagami dan Mikhaile menjauh setelah itu Liyana bersama dengan Uriel sudah bersiap untuk memulai pertarungannya.
Liyana langsung mengeluarkan pedang Bloody Sfraksor sedangkan Uriel langsung menyerang liyana dengan tangan kosong untuk melawan liyana.
Liyana yang langsung menahan serangan kejut dari Uriel yang langsung mendekatinya liyana dan menahan dengan pedang Bloody Sfraksor.
'Fire Ignite three : Firebolt Punch!' Uriel yang langsung memberikan pukulan sambil di lapisi energi api tingkat 3.
"Urgh hrg" liyana yang terkena pukul di bagian perutnya.
'Teknik terlarang ke-9 : Storm Swords Blade!' Liyana langsung menyerang balik sekaligus memberikan beberapa tebasan kepada Uriel.
Uriel yang terkena begitu banyak tebasan pedang hingga pakaiannya robek dan luka di sikut tangan kirinya.
Lalu Uriel yang tidak mau kalah langsung menyerang balik untuk memberikan balasan kepada liyana.
'Solar Blast!' Uriel langsung membuat ledakan dekat liyana secara langsung.
'Frost Barier!' liyana langsung membuat Barier untuk menahan ledakannya yang di sebabkan oleh Uriel.
'Ice Strike Blade!' liyana yang langsung menebas tubuh Uriel dengan melapisi pedang Bloody Sfraksor dengan energi es.
Liyana yang menebas tubuh Uriel lalu tubuh Uriel langsung membeku setengah badannya.
"Aku mengaku kalah" Uriel yang sudah terpojok dengan es milik liyana yang membuat tubuhnya tidak bisa bergerak lagi.
"Kerja bagus liyana, selanjutnya siapa yang ingin kau tantang lagi?" Kagami yang senang melihat liyana menang dengan usahanya sendiri.
"Selanjutnya aku ingin menantangmu kagami" liyana langsung menunjuk ke arah kagami.
"Heh baiklah" kagami langsung mendekati liyana di bawah gunung.
Lalu kagami langsung menghancurkan es yang membuat Uriel tidak bisa gerak setelah kagami menghancurkan eslalu menyembuhkan luka di tubuh liyana dan Uriel untuk bertanding secara adil.
Uriel yang sudah terlepas dari es yang membeku di tubuhnya sekaligus luka luka sembuh lalu pergi menjauh menuju atas gunung bersama Mikhaile.
Lalu kagami langsung melakukan persiapan sedangkan liyana yang luka lukanya sudah sembuh lalu bersiap untuk bertarung kembali.
"Benarkah kau ingin menantangku liyana?" Kagami yang masih ragu.
"Benar kok dan sekarang luka lukanya sudah sembuh lalu ayo mulai lagi karena aku sedang bersemangat" liyana yang langsung bersiap untuk bertarung.
Kagami yang langsung mengambil pedang Guardians lalu melesat menyerang liyana yang sudah siap juga untuk mulai bertarung lagi.
Liyana yang langsung menahan pedang kagami yang hampirinya dengan pedangnya sendiri lalu liyana langsung mendorong kembali kagami ke belakang hingga terdorong sedikit.
"Lumayan liyana kau sudah lebih berkembang dari sebelumnya" kagami yang senang melihat perkembangan liyana yang sangat pesat.
"Hehe" liyana yang sangat senang lalu mencoba menyerang balik lagi kepada kagami menggunakan pedangnya.
'Ice Blade' liyana yang langsung melancarkan tebasan pedang kepada kagami.
'Fire Lotus' kagami langsung melenyapkan es yang hampir membuatnya membeku.
Kagami yang langsung menghindari semua tebasan es liyana meskipun sedikit mengenainya di bagian badannya.
Lalu liyana yang melemparkan tiga bola api darah ke arah kagami lalu kagami menghindari semuanya dengan mudah.
Menggunakan kecepatan cahaya yang sangat mudah untuk menghindari serangan lalu kagami melesat ke arah liyana lalu melancarkan serangan kombinasi.
Lalu Kagami yang terus menerus memberikan tebasan pedang pada liyana yang sangat terpojok karena kecepatan kagami yang tidak bisa di lihat.
"Agh aku menyerah hah hah" liyana yang sudah sangat kelelahan menahan tebasan pedang kagami dengan pedangmya sendiri.
"Baiklah kau sudah hebat dari sebelumnya" kagami yang langsung membantu liyana berdiri.
"Tidak aku belum menjadi kuat" liyana yang sedikit kesal sekaligus kecewa.
"Aku tau kau hanya kalah melawanku tapi melawan Uriel pun kau bisa mengalahkannya jadi banggalah pada dirimu jangan selalu kecewa dengan pencapaianmu sekarang" kagami yang menyemangati liyana yang kesal sambil menepuk pundak liyana.
"Terimakasih sudah menyemangatiku kagami" liyana yang langsung menggapai tangan kagami lalu berdiri.
"Maaf Mikhaile seperti sudah cukup untuk latihannya" kagami yang meminta maaf kepada Mikhaile.
"Tidak apa apa" Mikhaile mendengar suara kagami untuk menyudahi latihannya lalu bersama Uriel langsung mendekati kagami dan liyana.
"Baiklah pertarungan yang sangat bagus dan bagaimana waktunya kembali?" Uriel yang langsung ada di daratan gunung
"Ya baiklah sekaligus aku juga ingin istirahat karena perasaan badanku sedikit lelah" kagami yang merasakan tubuhnya sedikit lemas.
"Kalau begitu nanti akan aku beritahukan kepada malaikat lainnya untuk menyiapkan tempat untuk tidur kalian berdua nanti" Mikhaile yang langsung mengerti.
Lalu kagami langsung melakukan teleportasi kembali ke dalam kastil malaikat untuk beristirahat disana.
Setelah sampai di dalam kastil lalu Uriel langsung mengajak bicara dengan kagami sebentar di hadapan liyana dan Mikhaile.
"Ohh ya sepertinya pedang Guardians itu sudah sering sekali di gunakan karena kelihatan lebih tajam dan kuat ya?" Uriel yang mulai bertanya tentang pedang Guardians.
"Ya begitulah sudah sangat sering sekali di gunakan di dalam pertempuran sih memangnya ada apa?" Kagami yang sangat ingin tau tujuan bertanya Uriel kepadanya.
"Tidak ada hanya melihatmu kembali kemari dengan memperlihatkan agares yang telah hidup tapi sebagai bayangan saja dan bolehkah memegang pedang Guardians sepertinya sudah sedikit mengalami perubahan?" Uriel yang ingin melihat pedang Guardians yang sedikit mengalami perbedaan.
"Ohh itu aku hanya mencoba saja dan ini jika ingin melihat pedangnya" kagami langsung memberikan pedang Guardians.
BRUK!
"Ahh kenapa mulai berat sekali?" Uriel yang langsung mengambil pedang Guardians lalu pedang itu tiba tiba menjadi sangat berat.
"Tidak tau tapi tidak berat kok" kagami sambil membantu mengambil pedang Guardians lalu menyimpannya lagi.
"Eh kok bisa" Uriel yang langsung memberikan kepada kagami lagi
"Ini sepertinya karena sudah mengalami perubahan dan juga pedang itu sepertinya sudah tau siapa pemilik aslinya jadi jika di pegang oleh orang berbeda akan menjadi berat" Mikhaile yang mengambil kesimpulan.
"Memangnya bisa begitu?" Kagami yang baru mengetahui hal baru.
"Bisa saja itu terjadi" liyana yang langsung angkat bicara.
"Baiklah baiklah aku percaya" kagami yang sudah tidak ingin berdebat.
"Kalau begitu ikuti aku untuk menyiapkan tempat untuk kalian istirahat" Uriel yang mulai mengajak kagami dan liyana.
"Baiklah" kagami dan liyana bicara bersama.
Lalu kagami dan liyana yang mengikuti Mikhaile dan Uriel untuk menyiapkan tempat untuk mereka berdua istirahat.
Setelah sekian lama menunggu para bawahan Uriel bergerak menyiapkan tempat istirahat akhirnya selesai dan liyana serta kagami lalu pergi menuju kamarnya masing masing untuk istirahat.
"Hah kenapa tidak mau tidur sih!" Kagami yang mengeluh tidak bisa tidur.
Lalu kagami yang tidak bisa tidur langsung memutuskan untuk berjalan jalan keluar dari kamarnya.
****** Di tempat lain POV ********
Agares bersama dengan malaikat lainnya sedang berbicara di suatu ruangan yang tertutup karena sedang membicarakan tentang keputusannya agares.
"Agares jadi kau mau aku hidupkan lagi tidak?" Raphael yang mengajak bicara agares.
"Tidak aku sudah berjanji dari dulu untuk menghidupkanku waktu itu saja sekaligus akhir dari kehidupanku dan juga meskipun tubuhku menjadi bayangan bisa saja lenyap kapan saja jadi aku tidak akan mengingkari janjiku dulu meskipun aku akan lenyap kapanpun" agares yang langsung memantapkan tekadnya.
"Kenapa kau bersikap keras kepala sih dan memangnya kau tidak ingin bersama kami semua disini?" Hariel yang kesal dengan sikap agares.
"Bukan itu maksudku" agares yang mendengar perkataan hariel menjadi salah pengertian.
"Terus bagaimana hmph" Hariel yang mulai kesal.
"Aku sangat ingin bersama kalian semua tapi semua ini sudah berakhir sampai sekarang dan keputusanku akan hidup sebagai bayangan terus menerus sampai semuanya berakhir jadi di hari besok akan memutuskan pergi bersama kagami" agares yang langsung memberikan keputusan yang benar.
"Huh baiklah pergi saja sana sesukamu!" Hariel yang langsung pergi meninggalkan ruangan.
"Baiklah lakukan keinginanmu dan juga jangan pikirkan tentang Hariel nanti juga tenang jadi biarkan saja" Uriel yang langsung menenangkan diri agares.
"Ya baiklah dan juga sekarang lebih baik aku pergi kembali sekaligus mengabari kagami saja" agares yang langsung menghilang menjadi butiran energi.
"Hahh baiklah jika begitu keputusanmu tidak bisa melarang dan kagami tolong jaga agares" Uriel yang membiarkan keinginan agares yang sudah di putuskan.
***** Kagami POV ******
Kagami yang sedang berjalan jalan di malam hari di dalam kastil yang sangat luas sambil berjalan menuju tempat yang terbuka untuk melihat bintang dan bulan di malam hari yng indah.
"Siapa disitu? Dan tunjukan dirimu!" Kagami yang merasakan kehadiran sesuatu mendekatinya.
"Hmph kenapa kau disini?" Hariel yang langsung menunjukan diri.
"Ehh kau dan aku sedang berjalan jalan saja melihat bintang" kagami yang langsung sampai di tempat yang terbuka bisa melihat bintang.
"Huh ada yang ingin kutanyakan jadi jawab!" Hariel yang kesal melihat kagami adalah orang yang di katakan oleh agares.
"Hahhh baiklah apa itu? Dan bisakah bicara pelan, telingaku sakit mendegar suara yang keras jadi pelankan" kagami yang kesal lalu langsung memperhatikan langit.
"Ya ya dan agares di bujuk apa olehmu tidak mau tinggal lagi disini bersama yang lain?" Hariel yang mencoba berbicara pelan meskipun dirinya masih kesal.
"Mana aku tau dan juga itu keputusan agares lalu aku tidak berhak melarang" kagami yang berbicara dengan santainya.
"Hmph tidak mau memberitahukanku yasudah aku pergi!" Hariel yang langsung berjalan menjauh.
"Terserah saja kau mau percaya atau tidak aku tidak peduli tapi aku berkata sejujurnya!" Kagami yang bicara dengan sedikit keras agar terdengar oleh Hariel.
"Hmph" Hariel langsung pergi menuju suatu tempat.
Lalu kagami yang melihat bintang dan bulan sangat indah di malam hari selama setengah jam setelah itu merasa ngantuk lalu kagami pergi menuju kamarnya untuk tidur dan tanpa sadar agares sudah berada di dalam dunia buatan kagami yaitu 'World Of Darkness' yang sudah ada Tenebris dan hoaxen sedang berlatih satu sama lain.