
Kagami dan liyana sedang menaiki tubuh Tenebris untuk pergi menuju kastil malaikat untuk bicara.
"Kagami apakah kau tidak merasakan sesuatu yang kuat datang mendekati kita?" Liyana yang merasakan sesuatu yang besar.
"Ya tau aku sedikit khawatir tentang itu" kagami juga merasakan energi jahat yang terkumpul.
"Benar sekali tuan apakah harus bersembunyi?" Tenebris juga merasakan sedikit energi kuat.
"Hm boleh saja" liyana yang menjawabnya.
'Dimension : Dark Room!" Kagami langsung membawa liyana dan Tenebris menuju langit lalu membuat ruang yang tidak bisa di lihat.
"Wah apa ini kemampuan barumu kagami?" Liyana yang terkejut dengan yang baru di tunjukkan oleh kagami.
"Ya benar dan kau diam karena ini kedap suara jika sangat berisik ini akan terdengar keluar dan kau Tenebris bisa menjadi wujud humanoid lagi untuk berjaga jaga" kagami yang memberikan perintah kepada tenebris untuk berubah menjadi semula.
"Baiklah tuan dan anda melihat itu semua" Tenebris melihat sesuatu yang datang.
"Ya kagami itu sekelompok bandit yang begitu banyak" liyana yang terkejut.
"Ya benar banyak sekali" kagami yang bicara dengan pelan.
******
Kagami dan lainnya yang bersembunyi fi atas langit dengan kendali ruang dan waktu yang bisa menyesuaikan dengan sekitar.
Sekelompok bandit dengan tanda di jubahnya yaitu Scorpions yang belarti sedang mengincar kagami dan yang lainnya.
"Dimana mereka?" Bandit itu sangat kesal.
"Tidak tau pak tadi tiba tiba menghilang" kelompoknya berbicara dengan sedikit pusing.
"Cari mereka jangan sampai mereka bisa pergi dari kawasan ini!" Ketua bandit itu sangat kesal.
Lalu semua pasukan kelompok Bandit Scorpions itu langsung berpencar mencari kagami dan yang lainnya.
Lalu kagami, liyana dan Tenebris yang langsung masuk ke dalam dunia buatan kagami untuk berjaga jaga dan Ketua bandit itu menyadari sesuatu yang mengawasinya.
Lalu Ketua bandit itu langsung melemparkan jarum kecil ke arah langit dengan energi yang sangat kuat.
Kagami yang tidak menyadarinya lalu jarum itu langsung menabrak dimensinya hingga hancur.
****Normal POV*****
Kagami dan liyana yang terjatuh dari ketinggian lalu semua bandit langsung bersiap menyerang.
"Ahh liyana tangkap tanganku" kagami yang mengulurkan tangannya kepada liyana.
"Iya sedang aku coba" liyana yang tidak mempersiapkan diri sehingga kekuatannya sulit di keluarkan.
Kagami yang langsung menangkap tangan liyana lalu langsung terbang dengan cepat tapi ketua Bandit itu langsung melemparkan jarum ke arah punggungnya.
"Argh maaf liyana" kagami yang langsung sulit mengendalikan energinya karena jarum menusuk punggungnya.
Kagami dan liyana langsung terjatuh bersama menabrak pohon hingga tumbang dan liyana yang terbangun dengan tubuh yang kesakitan langsung mencoba bangun.
"Kalian sudah di kepung tidak bisa pergi kemana pun dan serahkan diri kalian!" Suara ketua bandit itu bicara.
"TIDAK AKAN ARGH HRG!" Kagami yang melepaskan jarum yang menusuk badannya setelah itu memaksa bangun.
Lalu kagami langsung mengeluarkan agares dan bayangan jahatnya sekaligus mengeluarkan Tenebris, Hoaxen dan juga Vortex langsung muncul di hadapannya.
Liyana langsung menyerang mereka semua demgan kecepatan yang tidak masuk akal sedangkan Tenebris dan Hoaxen berubah wujud menjadi Naga dan Serigala besar.
"SERANG MEREKA DAN BAWA KE HADAPAN KETUA SESUNGGUHNYA!" Ketua bandit itu bicara lalu semua bandit disana menyerang kagami, liyana dan yang lainnya.
"Uhuk Keugh" kagami langsung muntah darah segar akibat tusukan jarum entah mengandung apa di dalamnya.
"Power Dance : Heavy Blade Sky!" Kagami langsung melesat langsung menebas 4 orang hingga mati.
"Hah hah hah ada apa denganku SI*L*N!" Kagami yang kesal dengan tubuhnya yang tiba tiba lemah.
"Ternyata masih bisa gerak dan aku memasukkan energi racun ke dalam jarum yang menusuk tubuhmu dan juga kau bisa mati dengan cepat haha" Ketua bandit itu bicara yang sesungguhnya.
"Beraninya kau menyakitinya!" Liyana yang kesal langsung mencoba menyerangnya langsung.
"Terlalu lambat dan lemah" Ketua bandit itu langsung menyerang liyana dan membuatnya pingsan.
"Ahh" liyana langsung pingsan di hadapan ketua bandit itu.
"Sekarang waktunya kembali dan kita bawa wanita ini sebagai sandera" Ketua bandit langsung memberitahukan semuanya.
"Ti-dak dan hen-tikan me-re-ka" kagami yang langsung ikut pingsan karena racunnya mulai bereaksi.
Semuanya langsung langsung pergi menjauh dan Hoaxen, agares dan bayangan jahatnya langsung mengejarnya semua kelompok Scorpions itu.
*******
Hoaxen, agares dan bayangan jahat kagami mengikutiku dari belakang kelompok Scorpions yang membawa liyana pergi.
"Kalian coba hadang mereka yang mengejar kita laksanakan!" Ketua bandit yang sedang membawa liyana sambil memberikan perintah.
"Baiklah laksanakan" beberapa anak buah langsung melesat pergi menghadapi Hoaxen dan agares.
"Biar kami berdua yang tangani semua anak buahnya dan kau bayangan tuan yang asli fokus saja" agares yang langsung menangani beberapa anak buah ketua bandit itu.
"Ya jangan hiraukan kami dan fokus saja untuk menyelamatkan dahulu" Hoaxen yang melesat menyerang anak buahnya juga.
"Baiklah dasar hama sialan yang mengganggu saja" bayangan kagami langsung melesat dengan kecepatan cahaya dengan jarak yang berbeda.
Lalu bayangan kagami langsung melesat meninggalkan hoaxen dan Agares yang bertarung bersama dengan para anak buah atau bawahannya.
***** Kagami POV ******
Kagami dalam kondisi yang sangat genting vortex yang sedang mencoba mengeluarkan racun yang menyebar di dalam tubuh kagami yang hampir mengalami sekarat karena racun.
Lalu seseorang pemuda biasa melewat dan tidak sengaja melihat seseorang yang tergeletak bersama 2 monster yang sedang menunggunya.
"Permisi apa yang terjadi dengannya?" Pemuda yang ingin datang membantu.
"Tuanku terkena jarum berisi racun yang sudah menyebar apa anda bisa membantu" vortex yang sudah lemas mencoba dengan susah.
"Ahh begitu ayo bawa ke tempatku untuk mengeluarkan secepat mungkin" laki laki itu langsung mengajak Tenebris dan vortex.
"Baiklah terimakasih bantuannya" Tenebris langsung membawa kagami yang dalam keadaan sekarat.
Lalu pemuda itu langsung berlari dengan sedikit cepat seperti manusia biasanya lalu Tenebris dan vortex mengikutinya dari belakang pemuda itu.
Lalu mereka sampailah di sebuah gubuk yang tidak terlalu besar setelah itu mereka masuk ke dalam gubuk itu lalu menempatkan kagami diatas tempat tidur.
Setelah itu pemuda pergi mengambil sesuatu untuk mengeluarkan racun secepatnya dari tubuh kagami.
Pemuda itu kembali membawa peralatan sebuah jarum dan sebuah kaca berbentuk bulat untuk mengeluarkan racun yang sudah menyebar di tubuhnya.
"Baiklah akan aku mulai jadi kalian berdua tolong diam" pemuda itu langsung melakukan cara untuk mengeluarkan racun.
"Baiklah dan terimakasih atas bantuannya" Tenebris yang sudah kembali ke wujud humanoid lagi.
"Ya aku hanya manusia biasa yang bersimpati kepada seorang petualang muda yang umurnya mungkin sama sepertiku" pemuda itu sambil mengeluarkan racun di dalam tubuhnya.
Setelah beberapa lama akhirnya selesai dan kagami dalam kondisi yang mempunyai sedikit kehidupan dan tinggal sisa racun di dalam tubuh kagami.