Fight In The Trash Game

Fight In The Trash Game
59. Tabrakan Energi Kegelapan



Kagami yang sekian lama mengumpulkan tenaganya akhirnya selesai lalu melihat perkembangan liyana lumayan hebat dan mampu mengalahkan hampir keseluruhan bayangannya yang telah di buat.


"Bagus Sekali liyana kau mampu mengalahkan semua bayangan hewanku hampir semuanya dan bagaimana perasaanmu?" Kagami yang bertanya kepada liyana.


"Lumayan senang sekali dan aku lebih baik istirahat saja" liyana yang memutuskan istirahat sambil memperhatikan langit.


Kagami langsung membuat semua energi kegelapan menjadi hewan lagi yang sangat banyak lebih banyak dari pada sebelumnya.


Liyana yang melihatnya sangat terkejut dan kagami langsung berlatih untuk mengendalikan pedang Guardians agar menjadi pedang yang sangat berguna.


Lalu kagami memfokuskan diri lalu matanya langsung berubah menjadi warna hitam dan merah lalu kagami langsung menyerang seluruh bayangan itu sampai hancur kembali menjadi butiran energi.


Lalu semua bayangan hewan hancur pedang Guardians lepas kendali karena kekuatannya sudah mencapai puncaknya yang kagami tunggu tunggu untuk menjadikan pedangnya yang permanen.


"Kagami!" Liyana yang terkejut melihat tekanan kegelapannya yang sangat kuat.


"Menjauh jangan mendekat atau kau akan terserap oleh pedang Guardians hingga mati" kagami yang memberikan peringatan kepada liyana.


Lalu liyana mulai menjauh karena Realms Of Dark sangat luas tidak terhingga lalu kagami langsung mengeluarkan juga energi simpanannya sendiri juga yang sama kuatnya dengan pedang Guardians.


Lalu di tempat kagami terjadi tabrakan energi yang sangat kuat sehingga menimbulkan getaran dan gelombang Shockwave selama beberapa menit.


"HHHRRGGHH AARRGGH!" Kagami yang juga mengamuk hingga badan dan mukanya di penuhi dengan urat-urat syarafnya.


Akhirnya pedang Guardians akhirnya kalah kuat dengan kagami lalu pedang Guardians pun menjadi lebih tajam dan ringan sekali untuk kagami.


"Hah hah hah gila saling beradu energi sama kuatnya denganku" kagami lalu terjatuh karena tenaganya habis.


"Kagami kau tidak apa apa?" Liyana yang langsung mendekati kagami yang sedang tergeletak.


"Tenagaku hanya habis saja kok biarkan aku istirahat sebentar saja" kagami langsung menutup matanya pelan.


"Buat aku khawatir saja sih kau dan tidur saja dngan tenang" liyana lalu diam di sebelah kagami tapi liyana hanya tiduran sambil melihat langit.


**** 5 jam kemudian ******


Kagami yang terbangun badannya yang sudah pulih dan melihat liyana yang tertidur menghadap langit yang penuh dengan langit yang indah.


Lalu kagami langsung mengambil pedang Guardians di sebelahnya lalu kagami bangun dan mencoba pedang Guardians yang sudah menjadi miliknya.


Kagami langsung membuat beberapa bayangan hewannya dan kagami langsung menebas dengan sekali serang langsung semua bayangan itu hancur.


"Hebat sekali aku menyukainya" kagami yang sangat senang hingga membangunkan liyana.


"Ugh kau sudah kagami!" Liyana yang terbangun oleh suara kagami.


"Ya baru saja selesai mencoba pedang Guardians" Riziel yang berbicara sambil mengayunkan pedangnya.


"Hati hati sepertinya tajam sekali" liyana yang melihatnya seperti jadi tajam.


Lalu kagami langsung melemparkannya ke atas dan mengeluarkan sarung pedangnya dan pada saat pedang Guardians itu membalik langsung pas masuk ke dalam sarung pedangnya.


"Kau hampir saja membuatku terkejut kalau pedang itu menebas tanganmu sendiri" liyana yang di buat kaget oleh kagami.


"Haha santai sekarang pedang ini bisa aku kendalikan sepenuhnya" kagami berbicara dengan santai.


"Ahh baiklah terserah kau dan mungkin di luar sana sudah malam dan kau tidak ingin tidur?" Liyana yang mengajak kagami.


Lalu kagami dan liyana langsung kembali lagi ke kamarnya dan benar saja yang di katakan oleh liyana sudah malam setelah itu kagami langsung bersiap untuk tidur.


"Ha kenapa aku tidak bisa tidur sih!?" Kagami tidak bisa tidur.


"Hm kagami kau belum tidur?" Liyana yang terbangun.


"Begitulah" kagami lalu melihat jendela di sebelah kirinya untuk melihat langit.


"Biar aku temani sampai kau tidur" liyana langsung bangun dan mendekati kagami yang melihat ke luar jendela.


"Indah yah seperti di Realms Of Dark" kagami yang berbicara.


"Ya tapi indah di tempat latihan tadi bisa melihat dari jarak dekat" liyana yang berbicara sambil menyandarkan kepalanya di leher kagami.


"Entah apa yang akan terjadi tapi hatiku gelisah sekali" kagami yang berbicara sambil memegang dadanya.


"Tenanglah jangan terlalu memikirkannya" liyana yang memeluk tubuh kagami dari samping.


Setelah beberapa lama lalu kagami mulai mengantuk dan liyana sudah tertidur sambil bersandar lalu kagami mulai menempatkan liyana di atas tempat tidurnya sendiri lalu menutupi tubuhnya dengan selimut.


Dan kagami pun tidur juga di atas tempatnya sendiri juga dengan kondisi kota yang damai tanpa gangguan apapun.


Hari malam yang menjelang pagi yang cerah semua orang beraktifitas dengan kegiatan masing masing yang harus di lakukan demi memenuhi kebutuhan hidupnya.


"Hahhhh sudah pagi ternyata" kagami yang membuang nafas panjang.


"Ahh iya benar tidak terasa sudah pagi" liyana juga yang sudah terbangun.


Lalu kagami langsung berolahraga sebentar untuk meregangkan otot tubuhnya yang baru saja terbangun dari tidur.


Setelah beberapa menit akhirnya kagami selesai melakukan olahraga untuk meregangkan otot tubuhnya.


"Kagami antar aku berjalan jalan ke luar yuk?" Liyana yang baru selesai mandi lalu mengajak kagami.


"Santai dong biar aku mandi dahulu" kagami yang berbicara.


"Jawab saja dulu mau atau tidak hmph" liyana yang marah.


"Iya iya dan aku mandi dahulu" kagami langsung mengambil handuk di lemarinya.


"Yasudah sana!" Liyana yang mendorong badan kagami mendekati kamar mandi.


Kagami pun masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan badannya dan setelah selesai mandi lalu mengganti bajunya di dalam kamar mandi.


Lalu kagami langsung keluar dan melihat liyana yang sedang menunggunya dengan terlihat di muka liyana yang sangat bosan menunggu lama.


"Ayo berangkat sekarang dan maaf membuat kau bosan liyana" kagami yang mengajak liyana yang diam dan bosan.


"Ya baiklah" liyana langsung berdiri lalu berjalan keluar sendiri.


"Hei tunggu sebentar dong" kagami yang langsung menangkap tangan liyana agar tidak meninggalkannya.


Lalu kagami keluar mengikuti liyana yang sedang kesal kepada dirinya lalu kagami hanya mengikuti yang liyana ingin berkeliling.