
Liyana dan Kagami yang hanya mendengarkan penjelasan dari Alexi dengan wajah yang suram, tidak ada harapan untuk hidup lagi karena akan bertemu dengan Monster yang sudah hidup ribuan tahun untuk kedua kalinya.
"Jadi Monster Leviathan yang sudah melindungi Pulau kematian sudah hampir ribuan tahun dan untuk sampai di kotaku sendiri harus melewati pulau tersebut jadi bisakah anda membantu untuk melewatinya?” Alexi yang hanya ingin bertahan hidup.
"Huh jadi ini alasan kenapa kau meminta bantuan kepada semua bangsawan menolaknya tapi kenapa baru kali ini kau mengatakannya?” Kagami langsung mengeluarkan Hawa membunuh cukup banyak.
"Maafkan saya, saya salah tidak mengatakannya karena Raja Zhiyu adalah salah satu bangsawan yang sangat peduli dan baik kepada rakyat jelata ataupun bangsawan jika dia bisa membantu maka akan membantunya dan mohon biarkan saya hidup” Alexi yang sangat takut mengatakannya sehingga membuat marah lagi Kagami yang satu satunya harapan.
"Kagami sebaiknya bantu saja lagi pula kita berdua sudah terlibat jadi kita juga harus bertahan hidup jika itu juga jika kau ingin bertemu sekaligus membunuh Zhigen agar kau bisa mendapatkan hidup yang di inginkan” Liyana sambil tersenyum tipis ingin Kagami membantu Alexi hidup.
"Hahhh tidak ada pilihan lain jadi akan aku usahakan untuk mencari cara agar bisa hidup untuk melawan Monster Leviathan dan bisa mendekati pulau kematian yang membuatku semakin Tertarik” Kagami sambil tersenyum ingin tau di tambah dengan hawa membunuh dari para monster bayangan yang bersemangat.
"Te-terima kasih banyak sudah mau mempertimbangkannya” Alexi yang langsung cukup senang mendengar perkataan Kagami.
"Ya terserah saja dan kapan akan sampai mendekati Pulau yang di Jaga oleh Monster Leviathan tersebut?” Kagami sambil menghilangkan hawa membunuh yang sudah di keluarkannya.
"Sekitar 2 hari saja dan tempat untuk anda istirahat” Alexi yang langsung mengatakan kepada Kagami.
"Kalau begitu selama 2 hari jangan ganggu diriku karena aku akan mengumpulkan kekuatanku kembali” Kagami yang langsung memberitahukannnya kepada Alexi.
"Akan saya ingat” Alexi yang bersikap lebih sopan di bandingkan sebelumnya.
Setelah mengikuti Alexi yang langsung menunjukan menunjukkan kamar yang ada di dalam kapal layar besar milik Alexi.
"Ehh aku satu kamar lagi dengan Kagami” Liyana yang terpikir ada beberapa kamar dan bisa tidur sendiri tapi tidak kenyataannya.
"Apa anda keberatan?” Alexi yang langsung bertanya kepada Liyana.
"Ti-tidak sama sekali” Liyana yang ingin berkata jujur namun perahu layar ini bukanlah miliknya jadi menerima tempat yang sudah di sediakannya.
Kemudian tuan Alexi pun langsung keluar dari tempat kamar untuk Kagami dan Liyana lalu Liyana yang tiduran di atas tempat tidur.
"Hahh Kagami apa kau yakin bisa mengatasi Monster Leviathan?” Liyana yang langsung tiduran di atas tempat tidur milik Kagami.
"Entahlah tapi yang pasti monster Leviathan itu lebih kuat dari Ilusi di Pagoda waktu itu apa kau ingat yang aku ceritakan saat itu?” Kagami yang harus bersiap untuk mengumpulkan energinya untuk bersiap bertarung 2 hari lagi.
"Iya aku masih ingat dan aku tidak menyangka bahwa dirimu juga bertemu dengan seekor Leviathan” Liyana yang masih tiduran di atas tempat tidur milik Kagami sambil mengobrol.
"Ya semua orang pasti di Pagoda menara itu kesulitan di bagian tempat kita yang lewati jadi maukan membantuku bertarung karena akan sulit dan ulur waktu karena diriku ingin memaksa tubuhku untuk melampaui batasanku untuk mengembalikan kondisi tubuhku” Kagami yang langsung bersandar di sisi tempat tidur bersama Liyana.
"Ehh itu bahaya Kagami dan aku tidak mengizinkannya” Liyana langsung bangun dan melarang Kagami untuk melakukan hal tersebut.
"Karena itu satu satunya untuk bertahan hidup jadi biarkan diriku melakukannya” Kagami yang harus melakukannya karena mendapat informasi dari salah satu bayangan yang sangat penting tentang kekuatan Monster Leviathan yang masih sebagian belum di ketahui.
"Lakukan sesukamu saja tapi aku akan membantumu dan jangan harap aku akan menyelamatkanmu!!” Liyana yang langsung berdiri dan berpindah tempat tidur milik Liyana.
Liyana yang langsung tidur di tempat tidur miliknya sambil menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut yang sudah di sediakan oleh tuan Alexi.
Kagami yang hanya merenungi perkataannya yang salah atau tidak mengatakannya hingga membuat Liyana marah sambil melihat kaca sebelahnya yang tidak terasa sudah malam.
"Aku akan keluar dari mencari angin sekaligus maaf karena perkataanku membuatmu takut dan selamat malam” Kagami langsung keluar dari dalam kamar perahu layar dan pergi menuju keluar untuk mencari angin di malam hari yang membuat hati menjadi tenang.
Liyana yang di balik selimutnya hanya diak mendengarkan Perkataan Kagami namun tidak mau menjawabnya.
Gwa!
"Aku baik baik saja dan hanya ingin sendiri” Kagami yang mengusir Monster yang muncul semau mereka.
Gwa! Graa!
"Kembalilah sekarang!!” Kagami yang malas di ganggu oleh siapapun.
Kemudian Monster bayangannya langsung kembali bersembunyi di balik bayangan Kagami dan bersamaan dengan Tuan Alexi yang mendengar pembicaraan Kagami di dalam kamar karena bersebelahan.
"Keluarlah jangan bersembunyi” Kagami yang menyadari ada seseorang yanv mengikutinya.
"Ini saya yang hanya ingin melihat suasana malam hari ini saja dan tidak berniat apapun lagi” Tuan Alexi yang langsung menunjukkan dirinya dari kegelapan.
"....” Kagami yang hanya diam tidak bicara apapun lagi kepada Tuan Alexi.
"Maafkan saya karena tidak sengaja mendengar perkataan kalian berdua di dalam kamar anda” Alexi yang langsung meminta maaf.
"Tidak perlu minta maaf dan aku sendiri yang seharusnya menghormatimu karena meminta tolong kepadaku lalu aku hampir menolaknya sehingga membuatmu hampir putus asa karena sudah banyak orang yang mati karena sudah susah payah datang ke kotaku” Kagami yang malah kembali minta maaf.
"Baiklah saya mengerti perasaan anda dan apa anda sudah yakin bisa menghadapi Monster Leviathan karena saya saja tidak bisa menyaingi kekuatannya” Alexi langsung berjalan mendekati Kagami.
"Apa monster Leviathan itu sangat kuat? Dan memangnya kekuatan anda apa? Hingga anda tidak bisa menyaingi dalam hal kekuatan tidak bisa di bandingkan?” Kagami yang langsung merasa ingin mengetahuinya.
"Saya jarang melatih sihirku sendiri dan sihirku sendiri menciptakan tulang dengan Telekinesis namun saat saya melihat anda mempunyai banyak Potensi melebihi siapapun hingga saya sudah menyembunyikan keberadaanku sendiri masih anda mengetahuinya” Tuan Alexi yang sangat ingin tau kekuatan milik Kagami yang mempunyai potensi besar untuk menjadi kuat.
"Itu adalah sihir yang sangat bagus tapi sayang sekali jika di biarkan tanpa di latih” Kagami yang sangat ingin banyak mengetahui sihir yang menarik.
"Benar sekali yang anda katakan sekarang sihirku sudah saya turunkan kepada anakku seumuran anda namun Putraku sangat sombong seperti ibunya dan saya ingin mengubah sikap buruknya namun itu sangat sukit karena saya sudah mencobanya beberapa kali tetapi hasilnya gagal” Tuan Alexi yang ingin mempunyai anak sikapnya sama seperti seseorang di sebelahnya sekarang.
"Ya menurutku itu pasti sulit karena diriku tidak pernah mengganggap sebagai bangsawan melainkan rakyat jelata yang hidup dengan bebas dan tidak ada yang saling menghina mereka semua lalu saling menghargai satu sama lain” Kagami yang langsung membicarakan sesuatu hal dalam kehidupan.
"Hm sikapmu sama persis seperti ayahmu dan pasti ayahmu bangga jika mengetahuinya lalu jangan jangan kekasihmu di pilih dari latar belakangnya yang kuat sama seperti ibumu?” Tuan Alexi sambil tersenyum bangga jika kagami sebagai anaknya.
"Tidak sejak awal aku tidak ingin mencari seorang kekasih karena hanya pengganggu namun semua terjadi ya jalani saja dan sekarang Liyana sudah menjadi gadis yang kuat” Kagami yang mulai menyukai Liyana sejak dulu.
"Ternyata kau berbeda dengan ayahmu dan saya akan membantu sebisa mungkin nanti saat melawan Monster Leviathan” Tuan Alexi yang tidak ingin kalah dengan seorang anak berusia 16 tahun.
"Baiklah aku juga akan melakukan yang terbaik kalau begitu aku akan tidur” Kagami yang langsung berjalan kembali.
"Kalau begitu selamat malam” Tuan Alexi yang langsung bicara sambil menatap langit di malam hari.
Kagami yang sampai di dalam kamar dan melihat Liyana yang sudah tidur nyenyak lalu kagami langsung membenarkan posisi selimut Liyana yang tidak menutupi tubuhnya kemudian Kagami yang langsung tidur di malam hari dengan lautan yang tenang.
***** [ 2 Hari kemudian ] *****
Kagami yang selama 2 hari di dalam kamar untuk memulihkan kondisi tubuhnya selama 2 hari bersama Liyana juga yang tidak mau kalah dengan Kagami.
Kemudian Tuan Alexi yang melihat bangkai perahu layar yang hancur sama seperti sebelumnya lalu dengan cepat memanggil Kagami dan Liyana.
Ketika Liyana dan Kagami yang terganggu oleh tuan Alexi langsung pergi menuju keluar untuk melihat ada banyak bangkai perahu layar yang hancur.
"Biarkan aku memeriksa” Liyana yang langsung memanipulasi mana menjadi Sayap di punggungnya.
Liyana yang melihat beberapa robekan pakaian dengan bercak darah di tambah bangkai perahu layar yang sudah hancur di mana pun yang berantakan.
"Apa?” Liyana yang tidak terdengar karena jarak Liyana menjauh terbawa arus air.
Kagami merasakan semakin dekat dan Kagami juga langsung melesat pergi menyelamatkan Liyana yang sama sekali tidak mendengarkannya.
"Hei kenapa sih kau?” Liyana yang langsung di bawa oleh Kagami ke atas langit setinggi mungkin.
"Apa kau tidak merasakannya sesuatu mendekatimu?” Kagami yang langsung memarahi Liyana.
Kemudian air laut langsung naik semakin tinggi hingga menggerakkan Perahu layar menjauh.
"Manusia beraninya kau mendatangi wilayahku ini!” Monster Leviathan yang langsung menunjukkan diri.
"Kami bukan ingin mendatangi wilayahmu hanya ingin melewati saja!” Tuan Alexi yang langsung terbang mendekati Monster Leviathan dengan berani.
"Ternyata kau yang selamat waktu itu manusia dan apa kau siap mati sekarang?” Tanya Monster Leviathan kepada Tuan Alexi di hadapannya.
Monster Leviathan langsung mengeluarkan energi yang terbentuk dari air di bentuk menjadi anak panah yang sangat banyak.
"Oy Monster Bego dari pada membunuhnya lebih baik aku membunuhmu saja untuk menjadikanmu koleksi bayangan milikku” Kagami yang langsung bicara dari kejauhan.
"Hahaha sudah lama sekali tidak ada manusia yang menghinaku dan kau yang lebih ingin mati! Rasakan ini!” Monster Leviathan langsung melemparkan serangan berupa ribuan anak panah terbuat dari air.
‘Black Hole : Capture!’ Kagami yang Langsung membuat Lubang Hitam yang sangat besar hingga menyerap semua anak panah.
"Liyana Buat membeku sekarang juga!” Kagami yang langsung bekerja sama dengan Liyana untuk mengalahkan Monster Leviathan.
‘Ice Frezee!’ Liyana yang langsung membekukan agar Monster Leviathan tidak bisa masuk ke dalam air.
"Percuma saja trik murahanmu manusia!” Monster Leviathan langsung mengibaskan ekor besar miliknya hingga membuat laut yang sudah di ubah menjadi es hancur.
Bam! Bam!
Liyana yang berhasil menjauh dan Tuan Alexi yang juga berhasil menjauhkan perahu layar melewati pulau tersebut.
"Tidak akan kubiarkan Pergi sebelum kalian semua mati manusia!!” Leviathan yang langsung mengejar perahu Layar.
"Lawanmu adalah kami berdua” Liyana yang langsung langsung melesat menyerang sambil mengeluarkan pedang Bloody Sfraksor di bakar oleh api darah.
Kagami langsung mengalirkan mana ke langit sehingga terjadilah manipulasi keadaan langit yang mulai hitam hingga terjadi badai.
"Ha! Matilah!” Liyana yang langsung terus menebas untuk menghancurkan kulitnya yang sangat keras.
Monster Leviathan yang langsung menyerang balik Liyana yang mengikat tubuhnya dengan ekor yang besar.
‘Divine Blood : Typhoons Of Blood..!!’ Liyana yang langsung menciptakan badai darah yang membawa keluar Monster Leviathan keluar dari dalam air ke atas lautan.
Wuss! Wuss!
Laut yang ombaknya semakin bergerak ke segala arah dan saling bertabrakan namun Perahu Layar yang langsung di angkat menggunakan kemampuan Telekinesis milik Tuan Alexi untuk bertahan beberapa lama agar semua orang tetap hidup.
Kemudian Monster Bayangan milik kagami langsung muncul di belakang Liyana lalu melakukan teleportasi ke atas langit untuk menjauh.
‘Divine Thunder : Judgment Blade..!!’ Kagami yang langsung menghantam kepada Monster Leviathan.
Bam! JDuaarr!
"GRROOAARRHH! MANUSIA MATILAH!!” Monster Leviathan yang langsung mengeluarkan semua kekuatannya.
"Aku terpaksa harus menggunakan kemampuan ini untuk saat ini” Liyana yang langsung mengeluarkan aura dewa Kematian hingga mengubah rambut Liyana yang berwarna merah menjadi hitam secara keseluruhan.
Liyana langsung bisa mengendalikan darah hitam milik Monster Leviathan yang sudah terluka parah oleh Liyana dan Liyana langsung melesat menyentuh darahnya untuk mengendalikan darah di tubuhnya agar tidak bergerak untuk sementara waktu sekaligus memberikan waktu.
‘Blood Lock..!’ Liyana yang langsung mencoba mengulur waktu agar kagami bisa membantu dirinya sendiri menyerang.
"Aku mohon kuatlah tubuhku ini ugh” Kagami yang langsung tubuhnya terasa sangat sakit tetapi masih belum selesai.
‘Domain Of Darkness : Hunting Ground Of Darkness...!!’ Seketika lautan di bawah muncul Portal besar kegelapan sambil banyak tangan dari dalam Portal.
"Sekarang lakukan Liyana!” Kagami yang langsung memberitahukan kepada Liyana.
‘Teknik Kematian : Absolute Domain Eternity...!’ Liyana yang langsung melesat cepat dan menebas hingga menyebabkan Luka yang sangat Fatal.
Bam! Bam! Bam!
"Hah hah berhas--” Kagami yang langsung terjatuh dari atas langit.
"Kagami” Liyana yang langsung menyimpan pedang lalu melesat menangkap Kagami.
Liyana yang setelah menangkap Kagami langsung mendekati Monster Leviathan yang sudah mati oleh serangan mematikan milik Liyana.
"Lepaskan aku bisa sendiri” Kagami meminta Liyana melepaskannya.
"Apa kau baik baik saja?” Liyana yang ingin tau keadaan Kagami.
"Ya sebaiknya cepat pulihkan kembali keadaanmu” Kagami yang ingin mengubah mayatnya menjadi koleksinya.
"Iya akan aku lakukan” Liyana langsung mengeluarkan pedang Bloody Sfraksor kemudian langsung menusuknya untuk diserap oleh pedang Bloody Sfraksor.
Setelah beberapa lama pedang Bloody Sfraksor selesai menyerap darah milik Monster Leviathan yang sudah mati kemudian Kondisi Liyana pulih kembali semula hingga rambutnya berubah kembali menjadi merah.
‘Darkness : Resurgent!!’ Kagami yang langsung membangkitkan untuk menjadi tambahan koleksi bayangannya.
"Ugh uhuk” Setelah Proses membangkitkan kembali kemudian tubuh Kagami sangat sakit hingga batuk darah.
"Kagami jangan paksakan dirimu” Liyana yang khawatir pada kondisi Kagami yang butuh waktu lama untuk pulih.
"Groarh! saya memberi hormat pada tuan” Monster Leviathan dalam bentuk bayangan gelap langsung menundukkan kepala kepada Kagami.
Kagami langsung menyentuh kepala Monster Leviathan dengan pelan kemudian setelah selesai Monster Leviathan langsung bersembunyi di balik bayangan Kagami.
Kagami terbang sambil di bantu oleh Liyana yang kondisinya sudah membaik berbeda dengan Kagami yang butuh istirahat total untuk memulihkan energi dan staminanya kembali karena efek samping dari memaksa tubuhnya melampaui batasan dirinya namun gagal.
Kondisi lautan beserta langit kembali semula dan Tuan Alexi bersama dengan semua orang yang ada di Perahu Layar tidak bisa berbicara apapun karena melihat pertarungan yang sangat dasyat.
Selama 2 hari 3 malam istirahat penuh di dalam kamar sambil di jaga oleh Liyana dan kondisi Kagami yang masih sama seperti di awal karena gagal melampaui batasan karena kesakitan tubuhnya yang membuat Kagami gagal menyerap energi lebih banyak.
Setelah sekitar 6 hari dengan hambatan saat pertarungan melawan Monster Leviathan dan banyaknya bangkai perahu layar lalu akhirnya sampai di pelabuhan kota Gradeuz yang terlihat banyak turun salju dengan cuaca yang sangat dingin.