
Di pagi hari yang benar benar dingin Salju menutupi setiap pintu depan penginapan sekaligus rumah yang lainnya.
Liyana yang sudah bangun dengan energi dingin yang membuatnya baik baik saja kemudian mencuci muka dan merapikan rambutnya berantakan setelah selesai langsung membangunkan Kagami yang tidur terlalu malam.
"Kagami apa sudah bangun?” Liyana langsung mengetuk pintu.
Tiga menit tidak ada Jawaban dari kagami sendiri kemudian Liyana langsung membuka pintu kamar Kagami yang langsung terlihat Kagami masih tidur.
Setelah selesai membangunkan Kagami dan sudah siap dengan pakaian sedikit tebal dari biasanya.
"Eh ada apa ini?” Liyana yang melihat Pria hampir tua membawa skop untuk membuka jalan yang tertutup salju.
"Hanya masalah kecil bukan masalah bes---”
Trek!
"Aduh pinggangku” Pria yang langsung kesakitan karena penyakit asam uratnya.
"Biarkan aku bantu saja” Liyana yang langsung mendekati pintu yang tertutup salju.
"Hati hati agar tidak membakarnya Liyana” Kagami yang hanya memperhatikan dari kejauhan.
"Aku tau!” Liyana yang langsung memunculkan api darah dari telapak tangannya.
"Tumben masih pagi sepi kemarin ramai sekali” Kagami yang langsung bertanya kepada Gadis kasir.
"Mungkin masih pagi jadi masih tidur dan terima kasih sudah menolong pekerjaan ayahku” Gadis penjaga kasir langsung berterimakasih kepada Kagami.
"Seharusnya bukan kepadaku tapi kepada dia karena aku tidak melakukan apapun” Kagami yang tidak membantu karena Liyana yang ingin menolong dahulu.
Setelah Liyana selesai membersihkan salju yang menutupi pintu dan melihat Kagami yang berbicara dengan seorang Gadis dengan cepat Liyana mendekati Kagami karena cemburu melihatnya saja.
"Huh sudah selesai” Liyana sambil mendekati Kagami.
"Kerja bagus” Kagami sambil memuji Liyana yang mendekatinya.
"Apa kota ini selalu badai salju?” Liyana yang langsung bertanya kepada Gadis Penjaga Kasir agar tidak bicara dengan Kagami.
"Iya terkadang binatang serigala juga menyerang kota di tambah badai salju dan nona sangat hebat mempunyai Kemampuan api darah, apakah saya boleh berkenalan denganmu?” Tanya Gadis penjaga Kasir tersebut kepada Liyana.
"Namaku Liyana Nero dan dia kekasihku Kagami Yora hanya seorang petualang hunter biasa” Liyana yang langsung mengenalkan diri.
"Ehh marga Nero mungkinkah rambut merah dan anda cucuknya? Aku penggemar kakekmu lho” Gadis penjaga Kasir yang sangat senang bisa bertemu.
"Iya benar lalu kenapa dirimu menjadi pengemar kakekku? Lalu siapa namamu?” Liyana yang juga ingin mengenal Gadis di hadapannya.
"Namaku Elaina senang bertemu denganmu” Elaina yang sangat senang bisa bertemu dengan seseorang yang di kagumi meskipun Liyana hanyalah Cucunya saja.
Kemudian Kagami yang tidak bisa berbicara apapun lagi langsung mendekati Pria Tua untuk mengajak bicaranya karena identitas asli Liyana sudah ketahuan.
"Ternyata kalian berdua orang hebat bisa sampai datang kemari?” Tanya Pria tua kepada Kagami.
"Tidak juga dan apa bekerja membersihkan salju ini setiap hari?” Kagami yang ingin memastikan.
"Haha iya tapi sepertinya hari ini harus istirahat dahulu asam uratku kambuh lagi” Pria tua bicara sambil sesekali tertawa.
"Kalau begitu biar aku bantu pasti berat selalu mengerjakan pekerjaan begini setiap hari” Kagami yang langsung berdiri dari kursi.
"Itu sulit sudah biarkan saja nanti saya selesaikan sendiri” Pria tua itu merasa merepotkan seorang tamu.
"Jangan paksakan diri lagi pula ini hal mudah untukku” Kagami sambil berjalan keluar dari penginapan.
Saat sudah di luar kemudian Kagami langsung mengalirkan mana untuk membentuk sayap untuk terbang kemudian membentuk Bola Api hitam di atas langit sangat besar hingga menutupi kota tanpa tersisa.
"Kenapa tiba-tiba panas sekali ya?” Elaina yang langsung bicara sendiri.
"Entahlah mungkin Kagami pelakunya” Liyana yang sudah sadar sejak awal.
Tidak terlalu memakan banyak waktu Es yang menutupi kota sudah penuh mencair karena Api hitam dengan membagi aura panas sekitarnya sambil memperhatikan suhunya dan Kagami langsung menyerap kembali energi api hitam ke dalam tubuhnya kembali.
Kemudian Kagami kembali lalu masuk ke dalam penginapan dan melihat Liyana memasang wajah kesal sekaligus khawatir kepada Kagami.
"Selesai dan Liyana jangan tatap diriku begitu, aku baik baik saja” Kagami yang langsung bicara kepada Liyana.
"Kau ini selalu bertindak sendirian!” Liyana yang langsung memarahi Kagami.
"Kalian ini benar benar cocok sekali jadi sedikit iri haha” Elaina yang langsung bicara sendiri.
"Ayah sudah beberapa kali mengenalkan beberapa pria tapi tidak selalu menolak” Ayah Elaina yang sedang duduk atas kursi.
"Aku akan cari sendiri ayah lagi pula ayah bisa mengurus diri ayah sendiri setelah kematian ibu hanya aku saja mengurus ayah jadi mengerti saja” Elaina sambil kesal karena ayahnya yang tidak mengerti keadaannya sendiri sekarang.
"Yang sabar ya Elaina aku mendukungmu dan semoga cepat bisa menemukan yang cocok denganmu” Liyana yang langsung menepuk pundak Elaina untuk memberikan semangat.
"Ya maafkan aku” Elaina yang tiba tiba menyesal berkata buruk tentang ayahnya.
"Tidak perlu minta maaf ayahmu ini sudah tua dan terlalu memaksamu untuk mencari pasangan karena putus asa ketika melihatmu berjuang sendiri sambil merawat ayahmu ini” Pria tua langsung mendekati Elaina.
Bersama dengan waktu sekarang Tuan Alexi bersama anaknya baru bertemu dengan Liyana bersama Kagami.
"Oy Brengs*k bertanding denganku sekarang juga!” Ucap anak tuan Alexi kepada Kagami dari Luar penginapan.
"Jaga sikap ini bukan waktunya untuk bertarung!” Tuan Alexi yang langsung memukul kepala anaknya dengan keras.
"Eh Tuan Alexi ternyata datang kemari?” Kagami yang langsung bicara sambil menahan rasa kesalnya.
"Yang mulia Alexi datang kemari?” Pak tua juga langsung memberikan hormat.
"Tidak perlu bersikap sopan dan hanya datang untuk mengurus kesepakatan kita masih ingat?” Tuan Alexi langsung memberitahukan kepada Kagami.
"Ya aku ingat” Kagami yang bersikap sopan juga.
Dengan cepat Elaina juga langsung datang dan memberikan hormat juga karena baru saja menyadarinya.
"Putrimu sudah tumbuh besar menjadi gadis cantik” Tuan Alexi langsung memuji Elaina.
"Rakyat jelata beri hormat juga” anak tuan Alexi langsung menunjuk kepada Liyana.
Kemudian dengan cepat menghilang dan muncul di belakang anak tuan Alexi sambil menciptakan energi membentuk pedang di tangan kirinya.
"Sekarang lebih baik tarik kata-katamu atau aku bunuh karena kau sudah keterlaluan!?” Kagami yang langsung bicara sambil menunjuk sisi kejamnya.
"Tuan Kagami hentikan s---”
"Jika diriku buruk bunuh saja karena aku sudah bosan hidup di dunia ini!” anak tuan Alexi langsung bicara terdengar.
"Hidup bukanlah permainan yang bisa kau ulangi sesukamu namun hidup adalah pilihan untuk memilih kehidupan yang lebih baik dan jika kuberikan pilihan lebih baik hidup untuk memperbaiki diri atau akan aku kirim ke neraka!” Kagami yang langsung memberikan pilihan.
"Hahaha neraka tunjukanlah aku tidak takut!” ucapan Anak tuan Alexi tanpa menyesalinya.
"Huh akan aku tunjukkan neraka sesungguhnya” Tangan Kagami langsung menutupi matanya anak Tuan Alexi.
Kemudian anak tuan Alexi langsung terjatuh ke tanah dengan tatapan kosong karena kagami membuat ilusi yang membuat seseorang terjebak di dalam ilusi selama Kagami inginkan lalu bisa di manfaatkan kagami untuk menyiksa seseorang.
"Tuan muda Kagami! Apa yang anda lakukan pada anakku?!” Tuan Alexi yang langsung marah besar kepada Kagami.
"Bukankah ingin memperbaiki sikap anakmu itulah caranya biarkan diam beberapa lama maka akan aku bebaskan!” Kagami yang sebenarnya ingin membunuhnya tapi masih bisa menahan amarahnya.
"Tuan benarkah anakku akan baik baik saja” Tuan Alexi yang amarahnya seketika mereda karena perkataan Kagami.
Elaina bersama ayahnya dengan wajah tidak percaya bisa melihat seseorang yang bertindak lebih kejam di hadapan seorang penguasa kota Gradeuz.
"Siapa nama anakmu tuan Alexi?” Kagami yang sambil mengulurkan tangan kepada tuan Alexi.
"Namanya Vernon itulah nama anakku dan maafkan saya hampir menyerang anda” Tuan Alexi yang langsung meminta maaf kepada Kagami.
"Tidak apa santai karena aku juga mengetahui apa sebagai ayah membenci anakmu atau tidak dan itu adalah wajar dari sikap yang tuan Alexi perlihatkan” Kagami yang bicara dengan sopan dengan sikap seperti orang dewasa.
"Baiklah Tuan Alexi saya akan sediakan minuman di dalam” Elaina yang langsung menawarkan kepada Tuan Alexi.
"Terima kasih tapi bagaimana dengan anakku?” Tuan Alexi sambil menunjuk anaknya yang masih terbaring di tanah.
"Akan aku urus” Kagami langsung memunculkan beberapa Orcs untuk membawanya ke dalam tempat latihan Pribadinya.
"Ehh itu keren sekali apa anda seorang penyihir?” Elaina yang sangat kagum melihat 3 Orcs langsung muncul kemudian menghilang.
"Bukan tapi aku assasin” Kagami yang hanya mengatakan sebenarnya.
"Ehh kok bisa seorang assasin bisa mensummon monster sih?” Elaina yang masih tidak percaya.
"Karena diriku spesial” Kagami yang langsung mengatakan kepada Elaina.
"Sudahlah hentikan dan cepat masuk” Liyana yang kesal mendengar pembicaraan kagami bersama Elaina.
Kemudian Elaine Langsung menyiapkan beberapa minuman bukan alkohol sambil di bantu oleh Liyana menyiapkannya.
Vernon anak Tuan Alexi yang sangat nakal dan membenci ayahnya karena tidak peduli padanya sendiri.
Hingga tempatnya sekarang berubah menunjukkan dimana sekeliling penuh dengan api dan banyak orang yang di siksa dengan cara sadis.
Vernon juga ikut di siksa dari berawal dari lidah yang di potong karena sering berkata buruk dan menghina yang lebih rendah darinya sendiri.
Kemudian siksaan demi siksaan yang sangat sadis berjalan terus menerus hingga kagami menghentikan ilusi yang akan membuat seseorang merasa ingin memperbaiki dirinya sendiri.
"Hentikan sekarang juga!! Brengs*k keluarkanku dari sini!” Vernon yang sudah tidak tahan lagi.
Kagami yang sengaja tidak mendengarkannya agar bisa marasakan siksaan yang lebih lebih buruk hingga anggota tubuhnya mati rasa kemudian munculnya keinginan untuk memperbaiki hidupnya lebih baik dari pada sebelumnya.
**** [ Normal POV ] ****
Tuan Alexi bersama yang lainnya bicara dengan penuh kesenangan yang sudah lama tidak pernah di rasakan kembali kebahagiaan dari bersama orang-orang.
"Tuan Kagami sebelumnya diriku takjub melihat sihirmu api hitam hingga melelehkan es bekas badai salju tadi malam dan sangat terasa sangat panas dalam waktu sekejap haha” Tuan Alexi yang sungguh senang.
"Itu bukanlah apa apa” Kagami sambil menjawab pelan.
"Saya kira itu adalah ada yang menyerang ternyata adalah Tuan Kagami sudah 3x membuat diriku takjub olehmu andai saja anda anakku saya pasti sangat senang” Tuan Alexi sambil bercanda dan tawa.
"Nona Liyana anda sangat beruntung bisa bertemu dengannya pasti anda sangat senang bukan?” Elaina yang melihat Kagami sangat baik meskipun ada sisi kejamnya.
"Jangan panggil diriku nona karena umur kita sama jadi panggil saja Liyana dan Kagami itu baik, pemberani, ceroboh, pemarah, pokoknya banyak deh tapi aku senang bisa bersamanya jika tidak diriku tidak akan penah berani pergi kemanapun sama sepertimu Elaina” Liyana yang langsung bicara kepada Elaina.
"Ehh aku memangnya Liyana dulu bagaimana?” Elaina yang ingin mengenal lebih jauh Liyana.
"Setelah kematian kakekku semua keluargaku tidak pernah berani menggunakan kemampuannya masing masing karena itu bisa mengurangi masa hidup diriku sendiri di tambah lagi ayahku punya dendam kepada ayah Kagami karena kematian kakekku” Liyana yang memberitahukan kepada Elaina.
"Ehh jangan-jangan dia anak Zhiyu Hizage?” Elaina dengan terkejut.
"Ya tapi sebaiknya jangan bicara pada siapapun karena Kagami tidak menyukai keributan” Liyana yang langsung memberitahukan kepada Elaina.
"Begitu ya, ternyata dirimu sudah mengenal Kagami lebih jauh ya? Lalu Liyana bisakah aku minta tolong ajarkan aku bertarung sekaligus mengendalikan kemampuanku sendiri?” Elaina yang langsung memohon kepada Liyana.
"Aku juga sepertinya akan lama di sini jadi akan aku bantu” Liyana sambil tersenyum setuju ingin membantu Elaina belajar cara bertarung sekaligus mengendalikan kemampuannya.
Setelah 30 menit berlalu kagami merasakan reaksi seseorang sudah putus asa dan mempunyai keinginan untuk hidup kembali kagami langsung mengeluarkan tubuh Vernon dari dalam tempat latihan Pribadi sambil melepaskan Ilusi.
"Hah hah hah anggota tubuhku masih lengkap” Vernon yang langsung dengan cepat menyentuh semua anggota tubuhnya sendiri.
"Bagaimana mau mati?” Kagami sambil menunjuk tersenyum membunuh.
"Ti-tidak aku ingin hidup dan ayah maafkan aku sudah berkata buruk tentang ayah selama ini hingga membenci ayah apakah ayah ingin mamaafkan aku ayah?” Vernon yang langsung meminta maaf kepada Tuan Alexi.
Kemudian Tuan Alexi langsung duduk di bawah kursi sambil memeluk erat anaknya Vernon mendengar perkataan minta maaf.
"Ayah tidak pernah membenci dan maafkan ayahmu ini selalu sibuk sendiri” Tuan Alexi langsung hampir menangis.
"Benar benar terjadi dan kekasihmu sungguh hebat bisa membuat seseorang ingin merubah sikap buruknya” Elaina yang benar benar tidak percaya setelah melihatnya langsung.
"Kagami adalah orang yang spesial seperti yang dia katakan jadi hanya bisa percaya karena Kagami seseorang yang pantang menyerah” Liyana yang tersenyum cukup senang melihat kagami berhasil membuat anak Tuan Alexi meminta maaf atas semua kesalahannya.
Setelah semua selesai dengan cara yang semua berjalan dengan baik-baik saja dan Kagami memutuskan untuk ikut ke kerajaan Gradeuz untuk menyelesaikan masalah yang ada di kota Gradeuz.
"Liyana tidak ingin ikut?” Kagami yang mengajak Liyana.
"Tidak karena Elaina memintaku untuk mengajarinya cara mengontrol kemampuannya sekaligus cara bertarung boleh bukan Kagami?” Liyana yang meminta izin kepada Kagami.
"Boleh saja dan akan aku tinggalkan salah satu bayanganku jika ada sesuatu yang ingin bicarakan denganku” Kagami yang langsung berjalan menjauh sambil membiarkan salah satu bayangan untuk menjaga Liyana.
"Iya” Liyana yang cukup senang Kagami memperbolehkannya bersama Elaina.
"Dia memang terlihat baik dan sangat pantas di sebut sebagai bangsawan Karena tidak pernah melihat rendah seseorang yang hanya rakyat jelata sepertiku” Elaina yang merasa cukup menyukainya.
"Heh jangan coba coba merebutnya dariku dan begitulah Kagami cukup banyak rahasia sekaligus sejak awal dirinya selalu bersembunyi di kerajaan tapi saat menjadi Hunters tidak pernah takut menghadapi siapapun, karena itulah aku menyukainya dan diriku banyak belajar Kagami sendiri” Liyana yang langsung mengatakan alasan menyukainya.
"Ehh tidak akan kok dan kapan akan mengajariku?” Elaina yang sangat tidak sabar mencobanya.
"Sekarang saja jika mau?” Liyana yang langsung bicara sendiri.
"Ba-bagaimana dengan ini semua?” Elaina yang tidak bisa meninggalkan apapun.
"Serahkan pada ayah sekarang pergilah” Ayah Elaina langsung mengatakan kepada Elaina.
"Maaf menyusahkan ayah” Elaina yang langsung menyerahkan pada ayahnya.
Kemudian Liyana langsung membawa Elaina ke dalam 'Domain Of Blood' tempat latihan Pribadinya yang jarang di datanginya.
"Ehh ini dimana?” Elaina yang merasa sedikit takut karena sekeliling berwarna merah darah.
"Ah lupa selamat datang di tempat latihanku dan akan aku ubah dahulu” Liyana langsung mengubah pemandangan Domain miliknya menjadi taman yang sangat luas sama seperti sebelumnya awal bertemu dengan Dewa Thanatos.
"Wah indah” Elaina yang tidak pernah melihat pemandangan seperti yang ditunjukkan Liyana.
"Baiklah bagaimana jika mulai sekarang saja?” Liyana yang sudah siap untuk mengajari Elaina.
"Boleh aku sangat menunggu hal ini” Elaina yang sangat penuh semangat.
Kemudian Liyana langsung mengajarkan kepada Elaina tentang mengontrol energi dalam tubuhnya sambil menikmati pemandangan di Domain milik Liyana.
Disisi lain Kagami yang sedang mengikuti bersama Tuan Alexi bersama anaknya yaitu Vernon yang sudah sikapnya membaik di Bandingkan sebelumnya.
Setelah sampai di depan Kerajaan Gradeuz secara langsung Vernon langsung menghentikan Kagami bersama ayahnya sendiri.
"Ayah aku meminta izin untuk menantangnya apa dia layak atau tidak membantu ayah?” Vernon yang langsung memohon kepada ayahnya.
"Kau ini masih belum puas sudah di pukul berapa kali olehnya dan sekarang ingin menantangnya apa kau yakin?” Tuan Alexi yang mencoba menyakinkan anaknya.
"Aku percaya jika aku menang dia harus kembali dan biarkan aku mengurus masalah ayahku namun jika aku kalah aku akan menerima hukuman dari ayah karena sikap burukku lalu ayah harus mengajariku belajar untuk menjadi kuat hingga bisa mengalahkannya” Vernon yang langsung mengarah kepada Kagami.
"Menarik ayo lakukan!” Kagami yang bersemangat karena jarang sekali ada orang yang menantangnya.
"Baiklah jika kau tidak akan menolaknya” Vernon yang langsung bersemangat.
"Jika kalian berdua memang menginginkannya saya akan mengizinkan” Tuan Alexi sambil menghela nafas panjang hanya bisa menurutinya.
Lalu tuan Alexi langsung memasang Teknik pemisah ruang dan waktu untuk menghindari kehancuran sambil memerintah satu pelayan untuk membawa 2 pedang Kayu untuk mengantisipasi luka parah sekali di Bandingkan pedang asli.
"Ini tuan yang anda minta” Pelayan langsung membawa 2 pedang Kayu.
"Ini lebih dari cukup terima kasih ayah” Vernon yang langsung mengambil pedang Kayunya.
"Tidak buruk ini pasti berasal dari kayu cukup kuat” Kagami sambil mencoba menebas biasa dengan kekuatan tubuhnya yang sering di latihnya.
"Benar sekali anda cukup tau tentang hal ini dan sekarang bagaimana mulai?” Tanya Tuan Alexi.
"Aku siap kapanpun” Kagami bersama Vernon bicara bersamaan dengan penuh semangat.
"Mulai!” Tuan Alexi yang langsung memulai pertarungannya.
Kagami langsung menyelimuti pedang Kayunya dengan energi petir sedangkan Vernon mempersiapkan kuda kuda sebelum bertarung sambil mengeluarkan tulang tajam dari punggungnya.
"Mereka ini apa tidak akan terluka lebih parah tapi terserah mereka saja” Tuan Alexi yang langsung memperhatikan dari kejauhan.
Kemudian Kagami langsung melesat menyerang kepada Vernon dengan menggunakan kecepatan dari ‘Lightning Step’ yang sering di pakainya.
Liyana yang berada di Domain miliknya bersama Elaina merasakan energi Kagami yang cukup bergejolak penuh semangat namun Liyana tidak terlalu khawatir karena semua baik baik saja.
Kagami yang langsung beradu pedang jarak dekat bersama Vernon namun Vernon langsung menyerang kagami dengan tulang panjang yang keluar dari punggungnya menyerang membabi buta.
Kagami yang masih bisa melihat serangan Vernon yang menyerang secara Abstrak dan pengendaliannya yang belum bisa sepenuhnya namun Kagami langsung menghancurkan semuanya dengan mudah hingga melesat fokus ke depan.
Vernon yang melihat Kagami bergerak maju membuat kesal hingga membentuk tulang tajam melindungi semua tubuhnya sekaligus pedang Kayu miliknya sendiri.
Vernon yang mulai terpojok oleh Kagami yang tidak kelelahan maju mencoba menyerangnya dengan memasang wajah tidak takut dan tenang menyerang Vernon dengan cepat.
Vernon yang langsung menyerang kagami dengan jarak dekat karena tidak mau kalah juga namun Kagami lebih unggul karena sudah sudah mempunyai banyak Potensi yang sangat banyak.
‘Teknik terlarang ke-5: Perfect Judgement Cut End!’ Kagami langsung menggunakan teknik Pedang miliknya.
Krak! Bam!
Tulang yang di buat melindungi tubuhnya kemudian hancur tanpa tersisa dan pedang kayu milik Vernon hancur lalu Vernon langsung terduduk lemas di atas tanah yang belarti sudah kalah dan pemenangnya adalah Kagami sendiri.
"Aku kalah dan aku akan menerima hukuman atas kekalahanku sendiri” Vernon yang merasa dirinya kurang pengalaman tentang pertarungan.
"Bangunlah tadi pertarungan yang bagus sekali” Kagami sambil mengulurkan tangan membantu Vernon berdiri.
"Tch selanjutnya aku tidak akan kalah” Vernon yang langsung menggapai tangan Kagami untuk berdiri.