
Zhigen yang menghilang dari hadapan kagami lalu mencari seseorang untuk di berikan sesuatu kekuatan besar yang memiliki dendam kepada Fanzi/kagami.
"Sial Dasar manusia pengganggu padahal sedikit lagi bisa bersenang senang dengan 2 wanita cantik!” Iblis berbadan besar yang sebelumnya hampir di baut ketakutan oleh kagami yang muncul di belakangnya.
Zhigen yang melihat ingatan Iblis itu dan melihat punya dendam kepada Fanzi/kagami dan pantas untuk di berikan kekuatan besar.
Lalu Zhigen langsung mendekati iblis berbadan besar itu untuk memberikan kekuatan besar yang di dalam batu.
"Kau memiliki kepada seseorang pria yang menganggu mendapatkan wanita cantik bukan? Gunakanlah Blood Stone balas dendamlah!” Zhigen yang langsung bicara kepada Iblis berbadan besar.
"Bagaimana aku bisa mempercayaimu hanya dengan menggunakan batu biasa?” Iblis berbadan besar itu sudah terjebak pada siasat Zhigen.
"Ini bukanlah sembarangan batu tapi ini adalah batu yang di di karuniai oleh darah sang dewa kematian untuk balas dendam dan cobalah pegang lalu rasakan kekuatannya” Zhigen langsung memberikan Blood Stone kepada Iblis.
"Sangat kuat sekali dan energinya sangat terasa sekali bagaimana cara pakainya?” Iblis yang mulai ingin menggunakannya Blood Stone.
"Caranya gampang tusukan pada perutmu dan kekuatan itu akan bereaksi tapi 1 syarat dariku kau harus membunuh pria yang menghentikan dan membuatmu takut jika kau bisa aku akan memberikannya padamu” Zhigen yang memberikan penawaran.
"Setuju aku akan membawakan kepalanya jika aku berhasil membunuhnya" Iblis yang tidak sabar ingin membunuh orang yang sudah menghentikannya.
"Aku tunggu kabar selanjutnya dari perkataanmu” Zhigen yang langsung menghilang lagi.
******
Alisha dan Luzy yang sempat ingin pergi dari menara merasakan hawa membunuh yang mengikutinya berasal dari iblis terasa jelas lalu Alisha dan Luzy sudah keluar dari menara itu mulai terlihat siapa yang mengikutinya 2 iblis dan 1 iblis yang di kenal Alisha.
"Kau lagi apa maumu mengikuti kami berdua!?” Alisha yang mengenal jelas wajah iblis yang mengincar Alisha sebelumnya.
"Untuk membawamu dan mengajak bermain denganku sebentar dan membunuh yang menganggu” Iblis yang belum mengeluarkan Blood Stone.
"Tidak akan kubiarkan kau membawa Alisha jika masih ada diriku!” Luzy yang tau seseorang yang di incarnya.
"Serang dan bawa wanita itu padaku!” Teman iblis berbadan besar itu langsung dengan cepat pergi melawan Luzy.
"Luzy hati hati, aku akan membantu dari belakang” Alisha yang hanya ahli dalam memanah sedangkan luzy bisa bela diri menggunakan pedang.
"Baiklah dan jangan sampai lengah” Luzy yang langsung mengeluarkan pedangnya sendiri.
Alisha yang mengangguk mengerti lalu Luzy langsung menyerang 1 iblis yang melesat menyerang.
Sedangkan Zhigen langsung muncul di bagian paling atas menara sambil memperhatikannya semuanya yang seharusnya berjalan lancar.
Beberapa penjaga menara yang berjaga di luar menara jika ada keributan di menara harus di hentikan tapi jika keributan akibat pertarungan di luar menara di perbolehkan saja di lakukan karena itulah peraturan sebelumnya yang sudah di buat.
******
Kagami yang berbicara bersama Higare yaitu komandan tertinggi bersama liyana lalu liyana yang merasa mendengar suara keributan di luar menara.
"Maaf menganggu pembicaraan kalian bisakah aku tau di luar ada keributan apa? seperti suara pertarungan” liyana yang merasa sedikit gelisah.
"Baiklah jika ingin melihat akan saya perlihatkan” Komandan Higare langsung menunjukan alat pengawas semua tempat bagian menara.
Lalu setelah memperlihatkan semua camera pengawasan semua tempat di bagian menara lalu liyana bersama kagami melihat Alisha dan Luzy penuh luka.
"Kagami! Itu luzy bersama Alisha sudah terluka dan bukankah itu iblis yang waktu itu menggangguku? Ayo selamatkan mereka berdua sudah terluka parah” liyana yang melihat Alisha dan Luzy penuh luka melawan Iblis sebelumnya.
"Baiklah buat mereka hentikan pertarungan” kagami yang langsung bersiap menolong Luzy dan Alisha.
"Baik sang Penguasa” lalu komandan penjaga menara Higare langsung memberikan perintah kepada bawahannya juga untuk menghentikan pertarungan di luar menara.
Kagami, liyana dan Komandan penjaga Higare langsung melakukan teleportasi keluar menara.
"Luzy bertahanlah uhuk” Alisha yang sudah terluka parah lalu Iblis Berbadan besar langsung mendekati dan mengangkat Alisha.
"Sebelumnya aku bilang padamu yang mengganggu harus di bunuh dan lihatlah sekarang kematian temanmu karenamu yang telah menolakku ha!” Alisha yang langsung di cekik lehernya menggunakan tangan besarnya.
"Alisha!!” Luzy yang tubuhnya sudah sampai batasnya dan tubuhnya sudah penuh luka di tambah lagi lawannya masih hidup bukan lawannya.
Strasshh!
Kagami yang langsung melesat dan menebas tangan besar Iblis yang sedang mencekik leher Alisha.
"Akkhhh!!” Iblis yang berteriak kesakitan.
"Darah di balas dengan Darah, serangga harus di musnahkan!”
Kagami yang mulai kesal hingga kekuatan mulai meluap dan meledak keluar dari tubuhnya.
Kagami langsung memberikan Alisha kepada komandan Higare dan liyana lalu kagami langsung melesat lagi untuk membunuh 1 iblis lagi yang sedang diam di hadapan Luzy.
Jleebb! Trasshh!
Kagami berhasil membunuh dengan cepat dan kagami akhinya menunjukan jati dirinya sesungguhnya tanpa melihat pandang siapapun yang di bunuh.
‘Domain Evocation : Arise!’ kagami membangkitkan iblis yang baru saja di bunuhnya.
"Keluarlah semua bayanganku” kagami yang langsung membuka portal dimensi kegelapan.
"Bunuh dia sekarang juga!” kagami yang langsung memberikan perintah kepada semua bayangannya.
"Haha ini yang aku tunggu” Iblis yang langsung mengeluarkan Blood Stone dan menusukkan pada tubuhnya sendiri.
"Energi yang sangat kuat sekali apa kagami bisa menanganinya?” liyana yang langsung memperhatikan kagami.
Lalu 3 bayangan langsung membawa Luzy keadaan pingsan kehabisan darah lalu di simpan di hadapan liyana untuk penyembuhan lebih awal.
‘Blood lock!’ liyana langsung mengunci peredaran darah iblis.
Liyana ingin membantu kagami karena lawannya bukanlah main main lagi di tambah lagi dengan batu yang secara sengaja di tusukan pada perutnya.
"Aaggghhh tubuhku kenapa kaku!” Iblis yang merasa kesal tubuhnya tidak bisa di gerakan.
‘Teknik terlarang ke-6: Aerial Rave slight!’ kagami langsung melihat celah lalu kagami langsung menebas tubuhnya menjadi 2 bagian.
"Phew selesai” kagami yang berhasil menebas menjadi 2 bagian.
Lalu tubuh iblis itu langsung kembali meregenerasi setiap tubuh yang sudah terbelah mulai menyatu lagi.
"Kagami hati hati di belakangmu!” liyana yang masih melihat Iblis itu kembali hidup.
"Terlambat” Iblis itu langsung menghantam kagami dari belakang.
Bam!
Kagami yang berhasil tepat waktu bertukar dengan salah bayangannya kalau tidak nyawanya mungkin sudah melayang jika terlambat sedikit.
"Sial apa perlu aku mengeluarkan pedang satu lagi untuk mengakhirinya?” kagami yang masih berfikir tapi hal ini bukanlah hal mudah.
Bam! Bam! Bam!
Liyana yang langsung melemparkan 5 api darah menuju iblis untuk membantu kagami yang kesulitan.
‘Pedang Darah Pertama : Deadly Evil Slash!’ liyana yang langsung mendekati Iblis lalu menebasnya dengan sesuatu buatannya.
"Kagami percuma saja untuk di tebas dia akan terus meregenerasi terus menerus dan kulitnya semakin kuat jadi tolong berikan ulur waktu” liyana yang meminta tolong kepada kagami.
"Baiklah menjauh jika kau ingin aku mengulur waktu” kagami yang langsung melesat dan melakukan perpindahan kepada semua bayangan.
Kagami yang langsung menebas setiap tubuhnya dengan energi api hitam untuk membakar kulitnya.
"Hahhh kau harus mati untuk sekarang” kagami yang langsung menggunakan energi kematian.
‘Devil's Sentence : Army Breaker!’ kagami yang langsung mengambil aura milik iblis dan menjadikan milik kagami.
‘Teknik terlarang ke-5: Perfected Judgement Cut End!’ kagami yang menebas semua bagian tubuh hingga semua tanpa tersisa sedikit pun.
"Aarrgghh sial!” Blood Stone mulai merubah bentuk tubuh aslinya.
Lalu Blood Stone itu langsung meledak dan memunculkan aura kebencian yang sangat kuat dan berubah bentuk bukan menjadi iblis lagi.
"Kagami menghindar!” liyana yang sudah selesai untuk bersiap melemparkan pedangnya sendiri.
"Baiklah” kagami langsung menjauh dan semua bayangannya di lahap oleh monster itu semua sekaligus.
‘Pedang Darah Kedua : Blood Spear Storm!’ liyana yang melemparkan pedangnya dengan kekuatan tubuhnya.
Bam!
"Haha percuma saja mereka melakukan hal sia sia dan pedang itu akan menembusnya tubuhnya lalu yang mereka lakukan sia sia" Zhigen yang masih memperhatikan dari atas menara.
Lalu hasilnya adalah pedang itu menancap pada tubuh monster itu dekat dengan Blood Stone.
"Kagami maju sekarang bagianmu menyerang” liyana yang langsung memberitahukan kepada kagami.
"Baiklah terimakasih" kagami yang langsung mengumpulkan energi petir gelap dan api gelap dalam tubuhnya.
‘Black Fire Creation : Sword Excalibur!’ kagami tidak akan mengeluarkan senjata Lexalicus karena ada seseorang memperhatikannya dari kejauhan.
‘Dual Blade : Mutilation Blade!’ kagami yang langsung melesat dan menebas monster itu dengan habis tidak tersisa.
Bam! Duaarr!
Lalu kagami langsung melemparkan ‘Sword Excalibur’ menuju atas menara yaitu Zhigen yang bersembunyi dan memperhatikan dari awal kejadian.
"Kenapa kagami?" Liyana yang langsung mendekati kagami sambil mengambil kembali pedang dan Blood Stone yang merasakan kekuatan darah begitu besar.
"Ada seseorang yang memperhatikan kita dari atas menara tapi sekarang sudah menghilang” kagami yang tidak merasakan lagi hawa keberadaan Zhigen.
"Baiklah kalau begitu aku ambil batu ini sepertinya akan membantuku untuk meningkatkan kekuatanku” liyana yang bertanya kepada kagami.
"Tunggu jangan di bawa dahulu sepertinya ada yang tidak beres” kagami yang langsung mencoba menyentuh Blood Stone.
"Akkhh batu ini menolakk dan tubuhku seketika seperti di tusuk oleh ribuan jarum dalam sekejap” kagami yang mulai menjauhkan tangannya dari batu yang di pegang liyana.
"Memang saat kau memegangnya aku merasakan energi kebencian menyerangmu jadi apa boleh aku bawa?” Liyana yang masih ragu untuk membawanya.
"Ya jangan sampai ketahuan siapapun dan jika kau menemukan informasi tentang batu itu bertahukan padaku” kagami yang memperbolehkan liyana membawa Blood Stone karena sepertinya tidak ada yang salah jika liyana yang membawanya.
******
"Huh ternyata mereka bisa menanganinya jadi satu satunya cara membunuh Fanzi aku harus menjadi lebih kuat tanpa bantuan para dewa sial*n” Zhigen yang langsung pergi menghilang.
Setelah kejadian itu Luzy dan Alisha yang sudah di atasi dalam ruang perawatan di dalam menara.
Kagami dan liyana langsung di pimpin jalan menuju suatu tempat untuk meningkatkan kekuatan.
"Liyana yang lainnya berada di mana? Aku tidak melihatnya di manapun?” kagami yang ingin tau kondisi semuanya.
"Kalau tidak salah Vortex, Hoaxen dan Tenebris sedang meningkatkan kekuatannya di tempat sama seperti dan kau akan tau jika sampai di sana” liyana yang ingin membuat kejutan.
"Lalu Igris bagaimana?" Kagami yang tidak mendengar kabar tentang Igris.
"Sepertinya Igris baru saja masuk ke tempat tes kekuatan sekaligus peringkat karena aku juga tidak melihatnya juga” liyana yang tau tentang kekhawatiran kagami.
"Baiklah berapa lama lagi sampai di sana?" Kagami yang merasa sudah berjalan cukup jauh.
"Sedikit lagi sampai tuan penguasa” komandan Higare yang memimpin jalan.
Lalu sampai di suatu tempat yang begitu banyak ruangan dan di setiap tempat ada energi yang sangat kuat mengelilingi semua ruangan.