
Kagami yang berkeliling bersama dengan liyana di dalam pasar tengah kota sangat luas sehingga sudah sekali untuk mencari sesuatu yang harus di beli.
"Kagami apakah kau tidak jadi ingin memperbaiki pedangmu yang dulu?" Liyana yang bertanya kepada kagami.
"Tidak jadi karena sudah punya dan ini juga sudah nyaman di pakai" kagami yang menepuk pedang baru pemberian Uriel.
"Ibu yang sedang sakit sebelumnya kenapa bukannya takut olehmu begitu malah mengatakannya 'saya berterimakasih kepada orang yang sudah bersimpati padaku atau berkah dari dewa yang melalui dia untukku' menurutmu aneh tidak?" Liyana yang sedikit pusing tidak mengerti.
"Syukurlah kalau ibu itu mengerti dan kau pahami sendiri saja" kagami langsung membawa liyana berjalan jalan.
"Ahh iya aku mengerti dan sekarang ingin kemana?" Liyana yang bertanya kepada kagami.
"Mencari penginapan" kagami yang berbicara langsung.
Baiklah ayo cari bersama" liyana yang mengikuti kagami saja.
Setelah beberapa lama mencari penginapan akhirnya ketemu juga lalu kagami dan liyana langsung masuk ke dalam ruangan.
"2 kamar kosong apakah ada?" Kagami yang langsung memesan tempat.
"Habis yang tersisa hanya 1 kamar 2 tempat tidur bagaimana?" Pelayan di sana mengatakannya kepada kagami.
"Bagaimana liyana kalau tidak mau yasudah cari lagi?" Kagami yang memberikan pilihan kepada liyana.
"Tidak apa apa asalkan jangan macam macam" liyana yang mengancam kagami.
"Iya siapa juga yang ingin melakukannya" kagami yang malas berdebat dengan liyana.
"Jadi bagaimana apakah jadi?" Pelayan penginapan itu berbicara.
"Baiklah jadi kok dan menginap untuk 3 hari" kagami langsung memutuskan.
"Baiklah terimakasih telah ingin menginap semoga nyaman" pelayan itu langsung memberikan kunci kamarnya kepada kagami.
Lalu kagami dan liyana mencari kamar nomor 37 lalu tidak sengaja ketemu dengan kamar 37 lalu kagami dan liyana masuk ke dalam kamarnya.
"Ahh akhirnya bisa bertemu lagi tempat tidur" kagami yang langsung tiduran di atas tempat tidur.
"Apa kau tidak ada kegiatan sekarang?" Liyana yang bertanya kepada kagami.
"Memangnya mau apa disini?" Kagami bertanya lagi kepada liyana.
"Tidak tau" liyana yang menjawab dengan muka polosnya.
"Yasudahlah aku pergi dahulu" kagami langsung membuka portal menuju dimensi kegelapan.
Lalu kagami pun langsung masuk ke dalam dimensi kegelapan untuk berlatih meninggalkan liyana di dalam kamarnya.
"Huh meninggalkanku lagi" liyana yang kesal.
"Nona apakah perlu aku temani?" Vortex yang bertanya kepada liyana.
"Boleh saja" liyana yang menjawabnya lalu vortex muncul di hadapannya.
*******Kagami POV*******
Setelah beberapa lama lalu kagami selesai menembus batasan dan tubuhnya pun merasa ringan.
"Hahhhh akhirnya selesai tapi belum sampai batas akhir dari Darkness Risestion aku harus mencapainya dengan cepat lalu pedang Lexalicus dan Guardians apakah aku bisa menggunakan 2 pedang langsung?" Kagami yang pusing.
Lalu kagami langsung membuka penutup pedang Guardians lalu membuat bayangan dirinya dari kegelapan yaitu kepribadiannya sendiri yang jahat.
"Hah kau ingin berlatih lagi denganku?" Bayangannya bertanya kepada kagami.
"Ya untuk mengetes kemampuanku" kagami yang bersiap bertarung dengan 1 pedang untuk pemanasan.
Kagami langsung menyerang dengan kecepatan tinggi sambil menyerang kepada kepada bayangannya sendiri dan menghasilkan kepalanya putus lalu berubah menjadi kepingan energi kegelapan kembali.
"Lumayan kuat ternyata pedang Guardians ini" kagami mengayunkan pedangnya lalu menyimpan kembali.
Lalu kagami membuka portal menuju kamarnya kembali dan melihat liyana bersama vortex.
"Hahhh waktunya tidur" kagami yang berbicara sendiri.
"Kau baru kembali bagaimana latihannya lancar?" Liyana yang langsung bertanya.
"Ya lancar dan berhasil meningkatkan kemampuanku juga" kagami berbicara kepada liyana.
"Cepat mandi bau badanmh belum mandi" liyana melemparkan handuknya kepada kagami.
"Baiklah dan kau sudah mandi?" Kagami yang bertanya.
"Sudah dan kau cepat mandi" liyana yang menyuruh kagami langsung mandi.
Lalu kagami masuk ke dalam kamar mandi untuk bersih bersih badan lalu setelah selesai lalu mengganti bajunya di kamar mandi setelah selesai membuka pintu kamar mandinya sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.
"Sudah mandi apa lagi?" Kagami yang kesal melihat liyana yang sedang tidak mendengarkannya.
"Ahh kagami sudah selesai dan tadi kau bicara apa?" liyana yang menyadari kagami baru saja selesai mandi.
"Lupakan saja!" Kagami yang langsung tiduran di atas tempat tidur bagiannya.
"Apa kau masih kesal kagami?" Liyana yang mendekati kagami sedangkan vortex menghilang.
"Tidak sudah aku baik baik saja lalu aku mau tidur" kagami yang langsung mengatur posisi tubuhnya agar nyaman untuk tidur.
"Baiklah selamat malam kagami" liyana juga ikut tertidur di sebelah tempat tidurnya.
"Maaf liyana pikiranku sedang kacau dan suasana hatiku sedang tidak bagus" kagami yang berbicara di dalam hatinya.
Lalu kagami terbangun di tempat tidurnya dan melihat liyana yang sudah tertidur lalu kagami mengusap kepala liyana agar tidak terlalu khawatir kepada kagami.
"Kenapa sih aku hari ini terasa khawatir sekali seperti akan ada terjadi sesuatu yang besar lalu lebih baik aku berlatih saja dahulu" kagami yang berbicara kepada diri sendiri lalu membuka portal menuju Reams Of Dark.
Dan berjalan memasuki portal menuju Reams Of Dark dan liyana tidak terlalu sadar karena dirinya sudah tidur pulas sebelumnya.
Kagami pun berlatih di Reams Of Dark dengan melatih kemampuan kegelapannya yang sangat jarang di latihnya lalu kagami langsung melakukan pengendalian bayangan yang di coba membuatnya dari bentuk bayangan hewan, dirinya sendiri, dan lain-lain.
Setelah beberapa lama berlatih sangat melelahkan meskipun lumayan lama akhirnya mengakhiri latihannya dan membuka portal menuju kembali ke kamarnya untuk beristirahat dan pada saat mrlihat jam di dalam kamar ternyata sudah tengah malam lalu kagami langsung tidur untuk memulihkan stamina dan energinya sendiri.