
Kagami yang masih berusaha menyadarkan liyana yang masih kehilangan kesadaran sekaligus kendali tubuhnya.
Liyana yang tenggelam di dalam pikirannya yaitu alam bawah sadarnya melihat banyak sekali ingatan yang indah sekaligus buruk.
"Maafkan aku semuanya sepertinya sudah berakhir sampai di sini kehidupanku" liyana yang mulai larut dalam pikirannya terus menerus karena putus asa.
Lalu perasaan liyana yang mulai putus asa akan kehilangan semuanya yang di miliki tanpa sadar air mata keluar dari matanya.
"Liyana sadarlah jangan selalu putus asa oleh pencapaianmu sekarang karena aku selalu mendukungmu" suara kagami yang berasal dari mana langsung bersuara di dalam pikirannya.
"Kagami, ya aku harus kembali menunjukkan pencapaianku kepada orangtuaku dan sekarang bukan waktunya untuk putus asa" liyana yang mulai ingat tujuannya.
Lalu sebuah tangan ada yang membantu liyana untuk kembali menuju tempat yang harus liyana berada dan tangan itu hangat seperti seseorang yang selalu melindunginya.
"Aku harus kembali dan juga menjadi kuat hingga aku pantas" liyana yang mulai bangkit sambil menggapai tangan seseorang yang sangat di kenalnya.
Kagami yang penuh dengan luka di tubuhnya karena liyana yang sangat sukit untuk sadar hingga darah dari tubuh kagami keluar sangat banyak.
Kagami yang memeluk badan liyana sambil berharap liyana bisa sadar dengan keadaan yang begitu buruk.
Lalu liyana yang sudah sadar melihat tubuhnya sedang di peluk oleh kagami yang sudah berusaha susah payah menyadarkan liyana sekuat tenaganya.
"Ka-kagami apa yang lakukan?" Liyana yang begitu khawatir dengan keadaan tubuh kagami.
"Akhirnya kau sadar juga liyana dasar bodoh bertindak seenakmu saja" kagami yang mulai merasa sedikit senang.
Lalu kagami langsung jatuh bersama ke tanah karena tubuhnya sudah sampai batas sekaligus energinya sudah habis.
"Kagami maafkan aku sampai berbuat begini hiks" liyana yang mulai menangis.
"Tidak apa jangan salahkan dirimu sendiri uhuk uhuk" kagami yang masih sadar sambil batuk mengeluarkan darah cukup banyak.
"Jangan banyak gerak tubuhmu banyak luka" liyana yang mulai menyembuhkan luka di tubuh kagami.
"Baiklah dan jangan coba coba pakai itu lagi mengerti" kagami yang mulai membaringkan badannya di atas tanah.
"Maaf aku tidak bisa membunuh semua ib---" liyana yang baru saja mau bicara langsung 2 iblis ada di belakangnya.
"Kami berdua yang tersisa jadi sekarang giliran kalian berdua mati saja dengan tenang" iblis yang masih hidup oleh serangan terakhir liyana.
"Keluar juga aku tau kau akan kemari" kagami yang sudah tau.
"Apa maksu---" 2 Iblis itu langsung di bunuh oleh agares secara langsung.
"Kalian tidak pantas membunuh tuan" agares yang bicara dengan santai sambil membersihkan pedangnya dari bekas darah kotor.
"Ohh ya Vortex terluka parah" liyana yang langsung pergi mendekati Vortex.
"Ya terserah saja dan agares kembali" kagami yang mulai memulihkan energinya sendiri.
"Baiklah tuan" agares langsung menghilang sekaligus membantu sedikit pemulihan energinya.
Lalu setelah 2 jam berlalu kagami yang energi setengahnya pulih dengan kondisi tubuh yang sudah pulih semula mulai mendekati liyana dan yang lainnya.
"Bocah iblis kenapa ada disini?" Kagami yang kesal dengan iblis.
"Hentikan iblis kecil ini baik dan juga di siksa oleh iblis sebelumnya lalu jangan menakutinya" liyana yang mulai memarahi kagami.
"Ada apa tuan?" Agares yang mulai menunjukan diri.
"Bisa buat dia belajar bertahan hidup sepertinya akan sulit jika aku yang akan mengajarkan sesuatu kepada bocah iblis ini" kagami yang sedikit peduli karena sama sekali tidak merasakan energi yang hebat.
"Emm kenapa anda bisa tau aku lemah?" Anak iblis itu bicara.
"Dari pancaran energi dalam tubuhmu dan siapa namamu bocah iblis? Sepertinya potensimu di masa depan akan sangat hebat" kagami yang merasakan sesuatu yang aneh tidak mengajarkan sesuatu untuk iblis itu.
"Aku tidak punya nama dan apa yang ingin kau lakukan padaku?" Anak iblis itu sedikit ketakutan.
"Hanya melatihmu saja agar bisa melawan jangan jadi pengecut karena aku membenci orang pengecut sepertimu sekarang!" Kagami yang langsung menjitak anak iblis secara langsung.
"Jangan terlalu kasar pada iblis ini masih kecil" liyana yang langsung mengingatkan kepada kagami.
"Hahhh baiklah" kagami yang mencoba meredam amarahnya sendiri.
Karena kagami yang di dalam hatinya semenjak masuk ke dalam dunia yang baru sangat kesal melihat seseorang terutama laki laki yang tidak bisa melindungi diri sendiri.
Jadi saat kagami yamg memperhatikan mata anak iblis itu terdapat banyak kebencian sekaligus balas dendam terhadap semua iblis yang sudah setiap saat menyiksanya.
Dan juga terlihat potensi yang besar jika kagami mengajarkan sesuatu yang berguna untuknya bisa sangat berguna di masa depan anak iblis ini untuk menjadi kuat.
Seperti yang agares katakan kelahiran iblis yang kuat untuk menghancurkan dunia jika tidak ada yang peduli pada anak iblis ini.
"Baiklah aku siap melakukannya dengan resiko apapun" anak iblis itu sudah mulai mengetahui takdir hidupnya.
"Dan ingat jika kau sudah kuat jangan menghina yang lemah darimu karena yang lemah bisa saja menjadi kuat dengan bantuan waktu dengan tekad seseorang tidak mau kalah" kagami yang mulai memberikan sedikit pengetahuan yang harus di ingat sampai kapan pun.
"Terimakasih tuan dan kebaikan semuanya akan aku ingat sampai kapanpun" anak iblis dengan penuh dengan semangat hidup barunya.
"Agares sekarang kau bukanlah menjadi bayanganku tapi menjadi bayangan anak iblis ini" kagami yang tidak bisa mengajarkan sesuatu yang tidak akan di mengerti oleh iblis.
"Tapi tuan saya sudah berjanji untuk mengikuti an--" agares yang merasa keberatan.
"Tidak ada tapi tapian dan juga aku hanya manusia dan kau sangat cocok karena sama sama iblis bisa mengajarkan yang pantas untuk anak iblis ini sedangkan aku hanya selalu menyiksa diri sendiri demi keinginanku sendiri" kagami yang menyadarinya bahwa dirinya tidak pantas untuk mengajarkan sesuatu pada anak iblis.
"Baiklah jika tuan inginkan begitu" yang masih diam di dalam tubuh kagami.
"Ini sebagai hadiah untukmu nak jadi berjuanglah dan jangan kecewakanku" kagami yang langsung memasukkan energi agares ke dalam tubuh anak iblis.
"Baik" anak iblis yang sangat senang.
Lalu liyana yang sudah mengurus semuanya setelah itu pergi menjauh karena merasa masih ada yang akan menganggu jadi memutuskan untuk pergi dari sana.
"Ohh ya kagami kenapa kau seperti mempercayai anak ini?" Liyana yang berjalan di sebelahnya anak iblis yang sengaja membawanya.
"Hanya merasakan sesuatu yang seharusnya bisa membantu kita di masa depan" kagami yang sedikit percaya.
"Begitu ya, apakah penampilanku berbeda sekarang atau lebih terlihat aneh?" Liyana yang sangat ingin tau penampilan barunya.
"Hm masih bagus untukmu dan jangan khawatir aku menyukainya penampilanmu sekarang" kagami yang memahami kondisi liyana yang pede.
Liyana yang senang penampilan barunya kagami masih menyukainya dan mereka istirahat untuk mengumpulkan staminanya pulih kembali.