Fight In The Trash Game

Fight In The Trash Game
80. Waktunya Pergi Kembali Untuk Mengurus Sisanya



Pagi yang begitu cerah sekaligus sangat menyengarkan untuk melakukan latihan setelah menikmati malam yang begitu meriah kemarin.


Kagami yang terbangun di pagi hari dengan liyana yang tidur tidak mau diam kemudian kagami memutuskan untuk melakukan sedikit latihan fisik dan menutup badan liyana menggunakan selimut agar tidak kedinginan.


Di sisi lain di dalam Realms Of Dark Igris sedang berlatih dengan keras untuk mengalahkan 1 dari 3 orang di sana seperti agares, Hoaxen dan Tenebris dan yang pertama harus di kalahkan adalah sang raja iblis agares Shizuoka.


Sedangkan Hoaxen dan Tenebris yang memperhatikan cara berlatih antara agares dan Igris terlihat lebih berkembang di bandingkan sebelumnya bersama kagami.


"Bagus terus tingkatkan lagi kemampuanmu lagi" agares yang memuji Igris karena sudah berkembang dengan cepat dari sebelumnya.


"Masih belum cukup karena aku tidak ingin menjadi tidak berguna seperti sebelumnya hanya memperhatikan saja hah hah"Igris yang tidak ingin menjadi beban untuk kagami.


"Sudah cukup tubuhmu sudah mencapai batasnya lebih baik istirahat saja jangan paksakan dirimu dan ada banyak cara untuk menjadi kuat" agares langsung memberitahukan kepada Igris.


"Sekali ini saja ajari aku menjadi lebih kuat sepertimu untuk menjadi raja iblis" Igris yang bertekad untuk menjadi kuat mulai sekarang.


"Lakukan sesukamu saja! dan sekarang istirahat!" Agares sambil memukul jidatnya igris tidak terlalu keras.


"Ba-baiklah" Igris yang tidak ingin di marahi lagi oleh agares lebih parah.


Liyana yang terbangun dari tidurnya dan langsung melihat kagami sedang berlatih lalu liyana hanya memperhatikan kagami yang sedang fokus melatih fisiknya.


"996,997,998,999,1000 Hufftt sudah cukup dan selamat pagi liyana" kagami yang melihat liyana sudah bangun dari tidurnya lalu kagami langsung menyapa.


"Ahh pagi juga kagami" liyana lalu membereskan tempat tidurnya langsung.


"Apa aku menganggumu tadi saat kau tidur?" Kagami yang langsung membersihkan keringat di wajahnya.


"Tidak kok dan aku sendiri yang sudah bangun sendiri" liyana yang melihat kagami begitu semangat.


"Kalau begitu aku yang mandi dahulu" kagami langsung masuk ke dalam kamar mandi.


"Baiklah" liyana yang mencoba menunggu kagami selesai membersihkan badannya.


Beberapa menit menunggu kagami yang selesai mandi lalu giliran dengan liyana karena hari ini waktunya untuk meninggalkan kota.


"Baiklah semuanya sudah siap" liyana yang sudah selesai membereskan semua barang.


"Yap waktunya kembali pergi lagi" kagami langsung keluar dari kamar.


"Hah tidak terasa sudah lebih dari 1 minggu di sini karenamu pingsan selama 1 minggu tapi tidak apa lah hihi" liyana langsung mengikuti keluar dari kamarnya.


"Kenapa begitu senang sih seperti berbeda dengan biasanya?" Kagami sambil mengerutkan keningnya.


"Tidak perlu tau hanya aku saja yang tau saja" liyana langsung mengunci kamarnya.


"Terserah saja dan aku akan ke bawah untuk membayar tambahan waktu yang belum di bayar" kagami langsung berjalan meninggalkan liyana yang sedang mengunci pintu kamar.


Liyana yang selesai mengunci pintu lalu langsung berlari mendekati kagami yang meninggalkannya.


"Apakah anda yang menginap di kamar no 09?" Tanya seseorang kepada kagami.


"Ya ada apa?" Kagami yang ingin tau apa yang ingin di katakan oleh seorang wanita kepadanya.


"Jadi begini karena tuan sudah menjadi penyelamat kota ini saya ingin menawarkan pada anda tinggal di sini sekaligus menjadi penduduk dis---" wanita kasir yang belum bicara secara langsung kagami menolak mentah mentah.


"Tidak butuh! Lebih baik jika kau butuh bantuan datanglah ke ibukota Azteria" kagami sambil memberikan 3 gold untuk bayaran sewa kamar.


"Ada apa kagami?" Liyana yang ingin tau.


"Ayo kita pergi" kagami sambil mengajak liyana pergi keluar penginapan.


"Huh baiklah" liyana yang sangat penasaran yang sebelumnya di bicarakan.


Lalu saat sudah keluar dari penginapan banyak orang yang menyambut di depan penginapan membuat kagami terkejut.


"Ada apa ini ramai?" Kagami yang sangat tidak menyukainya.


"Kami semua hanya ingin mengucapkan terimakasih sudah menolong kami dari para monster Orc yang menyerang kami 2 tahun yang lalu sampai menyeret kalian sebagai perjanjiannya dan sekali lagi terimakasih" semua orang langsung memberi hormat kepada kagami dan liyana.


"Tidak perlu sopan begitu dan aku hanya ingin menolong saja dan sampai jumpa nanti karena kami akan pergi" kagami langsung melakukan teleportasi langsung ke depan gerbang kota.


Lalu kagami yang berjalan menjauh lagi dari kota untuk menghindari keramaian yang paling di bencinya sambil mencoba mengeluarkan Igris mungkin bosan.


"Ada apa?" Liyana yang melihat kagami seperti melakukan sesuatu.


"Tidak hanya mencoba mengeluarkan igris tapi kok tidak muncul?" Kagami yang memberitahukan kepada liyana.


"Mungkin sedang berlatih sebaiknya jangan di ganggu" liyana yang memberikan sedikit pendapat.


"Ya mungkin karena ingin menjadi kuat setelah kemarin belajar cara menggunakan senjata denganku sepertinya" kagami yang sedikit senang saat melihat Igris mulai ingin mengalahkannya.


Kagami dan liyana pun langsung melanjutkan perjalanan menuju suatu tempat yang mungkin untuk menjelajahinya membutuhkan waktu.


\*\*\*\*\*\* \[ Realms Of Dark POV \] \*\*\*\*\*


Di sisi lain Igris yang di keluarkan oleh kagami tidak muncul karena tetap bersikeras ingin melatih dirinya sendiri bersama agares, Hoaxen dan Tenebris berusaha agar bisa mengalahkannya.


Igris yang sudah mulai membulatkan tekadnya untuk berada di sisi kagami dan tidak ingin menjadi bebannya saat bertarung dan harus mengandalkan kepada agares yang mengendalikan tubuhnya sebelumnya.


"Hah hah aku masih belum selesai!" Igris yang masih belum kalah dengan agares.


"Baiklah sekarang akan sedikit serius" agares sambil tersenyum melihat perkembangan Igris meningkatkan terus menerus.


Igris yang langsung mengalirkan energi kegelapan ke dalam pedang untuk memberikan serangan balasan yang lebih fatal kepada agares setelah itu langsung melesat ke arah agares.


‘Killer Slash!’ Igris langsung mencoba menebas dengan cepat ke arah agares.


"Masih lambat dan mudah terbaca" agares yang menghindari semua serangan Igris dengan mudahnya.


‘Punch Destroyer!’ Agares yang langsung menghilang dan muncul di hadapan Igris lalu memukul perut Igris dengan keras.


BUGG! BAMM!


Igris yang terhempas sampai ke perbatasan dimensi kegelapan setelah itu Igris mulai batuk darah dengan kalah sebanyak 10 kali berturut turut.


“uhuk uhuk ternyata masih belum cukup” Igris sambil berdiri dan tersenyum masih ingin berlatih.


“Waktunya istirahat kalau tidak tau rasa!" Agares yang sedikit memberikan ancaman kepada Igris yang selalu keras kepala.


"Ba-baik" Igris langsung menyimpan pedangnya kembali.


Agares yang langsung menghilang dari pandangan Igris dan mencoba untuk mengumpulkan energi kegelapan.


"Perkembanganmu semakin hebat nak" Hoaxen yang mendekati Igris.


"Ahh masih bukan apa-apa dan aku masih lemah" Igris yang sedikit kecewa kepada dirinya sendiri.


"Jangan bicara pada dirimu lemah tapi sebenarnya kau kuat hanya kau masih mempunyai ketakutan di dalam hatimu dan kau harus mengatasi itu dahulu" Hoaxen yang memberikan saran kepada Igris.


"Memangnya kenapa?" Igris yang masih tidak mengerti.


"Karena aku dulu sama sepertimu dan saat melihatmu berlatih bersama tuan dan agares seperti melihat diriku yang dulu sangat mirip denganmu" Hoaxen sambil bercerita tentang masa lalunya.


"Memangnya anda lemah dulu dan kenapa anda bisa bertemu dengan seekor naga dan bisa bertemu dengan tuan kagami?" Igris yang ingin tau masa lalu Hoaxen.


"Dulu sebelum bertemu dengan kak Tenebris aku hanyalah seekor monster serigala yang berkeliar entah kemana tidak ada tujuan dan saat hari yang mulai malam banyak Harimau yang menyergapku dari segala arah" Hoaxen yang mulai bercerita masa lalunya.


"Lalu apa yang terjadi?" Igris yang ingin tau.


"Aku berusaha melawan tapi hasilnya nol besar hingga aku hampir mati dan saat itu juga datang seorang pria petualang yang menyelamatkanku dan menjadikanku sebagai rekan untuk berpetualang hingga bertemu dengan yang lainnya dan bersenang senang berkeliling dunia" Hoaxen yang merasa sedih mengingatnya.


"Apa pria itu tuan kagami?" Igris yang penasaran dengan identitas pria yang di katakan oleh Hoaxen.


"Bukan pria itu tuan pertamaku yang sudah mati dan namanya adalah Hazigero Eden dan tempat mayatnya sekarang sudah lenyap karena kami bertiga berjanji untuk menemukan orang yang pantas menggantikan tuan yang dulu dan akhirnya menemukan tuan kagami" Hoaxen yang senang bisa menemukan tuan yang layak dan mempunyai kemampuan hebat.


"Pasti tuan anda dulu sangat kuat" Igris yang begitu senang mendengarnya.


"Ya sangat kuat dan sangat mirip seperti tuan kagami dan juga melampaui ekspetasi melebihi tuanku yang dulu" Hoaxen yang sangat ingin bertemu lagi dengan tuannya yang dulu jika masih hidup di dunia ini.


Tenebris yang mendengarkan cerita Hoaxen hanya tersenyum senang masih belum bisa melupakan hal tersebut dalam ingatannya yang tidak akan hilang.