Fight In The Trash Game

Fight In The Trash Game
75. Kota Yang Damai Namun Aneh



Kagami dan yang lainnya berjalan menuju kota yang terlihat aman tapi sedikit merasakan energi jahat yang begitu samar samar berasal dari kota.


Igris yang badannya bergetar ketakutan mungkin sangat merasakan energi dari monster entah jenis apa yang memiliki kekuatan begitu kuat hingga menakuti igris yang seorang iblis.


"Kau tidak apa-apa Igris?" Liyana yang begitu terkejut melihat kondisi Igris.


"Tidak tapi aku merasa takut sekali" Igris yang bicara dengan memasang muka takut dan khawatir.


"Yasudah istirahat saja bersama dengan Hoaxen saja" Kagami langsung membuka portal untuk istirahat agar berjalan lancar.


"Maaf tuan entah kenapa diriku merasa takut dan khawatir dan aku masuk dulu" Igris yang langsung masuk ke dalam portal kegelapan yang menghubungkan menuju tempat hoaxen istirahat.


"Kagami kau juga merasakannya bukan meskipun samar samar?" Liyana yang merasakan hal yang sama.


"Ya tau dan pura pura saja tidak tau lalu nanti kita akan bertarung dengan puas" kagami yang sudah tidak sabar untuk melihat kemampuan barunya.


"Kebiasaanmu kagami tapi terserah saja deh, aku ikut saja" liyana yang langsung mengikuti kagami sambil memegang tangan kagami.


"Ya mulai manja" kagami yang sedikit terganggu.


"Semenjak ada Igris jadi kita jarang kita berjalan berdua" liyana memegang erat tangan kagami.


"Oh ya apakah kau rindu dengan keluargamu entah sudah berapa lama pergi berpetualang menjadi Hunters?" Kagami yang ingin mendengar kabar keluarganya.


"Iya ya sebenarnya aku merindukan kepada keluargaku sekaligus ingin memberitahukan bahwa aku sudah mendapatkan Pedang Bloody Sfraksor juga" liyana yang mempunyai rasa rindu juga kepada keluarganya.


"Mungkin nanti akan aku usahakan untuk pulang bagaimana menurutmu liyana?" Kagami yang berjanji kepada liyana.


"Janji jangan di ingkari ok?" Liyana yang senang mendengar keputusan dari kagami.


"Ya janji dan tidak terasa sudah dekat gerbang kota" kagami sambil melanjutkan langkahnya.


"Dari mana asal kalian? Dan tunjukkan kartu pengenal kalian?" Penjaga gerbang kota bicara dengan tegas.


"Ahh berisik banget sih dan kami Hunters berpetualang berkeliling du---" mulut liyana yang langsung di tutup oleh telapak tangan kagami.


"Kami hanya petualang yang lelah dan ingin istirahat di kota ini sementara dan ini tanda pengenal kami berdua" kagami langsung menunjukan 2 tanda pengenal bersama dengan milik liyana.


"Baiklah silahkan istirahat dengan nyaman" penjaga gerbang kota mempersilahkan masuk.


"Kau merasakannya bukan liyana penjaga kota itu bukan manusia terasa sangat jelas?" Kagami sambil melepaskan tangannya dari mulut liyana yang tidak mau diam karena marah.


"Iya tau tapi aku samar samar hmph" liyana yang kesal sebelumnnya tidak bisa bernafas karena di bungkam oleh kagami.


Lalu kagami dan liyana langsung mencari penginapan yang berada di dalam kota dan juga suasana di sana sedikit seram karena banyak sekali orang yang memperhatikan kagami dan liyana.


"Kagami disana apakah itu penginapan?" Liyana yang melihat sebuah bangunan seperti penginapan.


"Ya benar itu dan ayo kesana?" Kagami yang langsung mengajak liyana pergi menuju penginapan.


"Ya kebetulan aku ingin istirahat sekali" liyana sambil menggandeng tangan kagami dari sampingnya.


Kagami dan liyana yang langsung pergi menuju penginapan yang jaraknya tidak terlalu jauh dari tempat kagami dan liyana berada.


Di sisi lain kagami sangat kesal melihat banyak orang yang memperhatikannya begitu sama seperti masa lalunya yang sangat suram.


Karena dulu saat berada di dunia sebelumnya seperti Fanzi tidak punya tempat untuk tinggal di mana pun.


Karena semenjak lulus dari sekolah SMK Kertajasa teman Fanzi dulu sudah mendapatkan kerja dan terkadang Fanzi ingin kerja tapi tidak mempunyai kemampuan kuat dalam dirinya selain bela diri yang selalu di latihnya.


Dan terkadang suka berkumpul dengan teman yang sudah bekerja tapi temannya suka menghinanya hingga pernah kesal hingga meluapkan amarahnya dengan memukulnya habis habisan hingga mendapatkan amarah dari ibunya.


Setelah itu kematian ayahnya yang sangat peduli dengan Fanzi saja dan setelah 1 bulan kematian ayahnya kehidupannya menjadi hancur melihat ibunya yang terkadang mabuk atau pergi bersama laki laki tidak di kenalnya.


Dan Fanzi yang malas terkena masalah selalu pergi dari rumah dan mendapatkan masalah hingga suatu hari memutuskan untuk bersembunyi di kamarnya bermain game menghibur diri.


Terkadang ibu Fanzi di dunia dulu terkadang sadar perbuatan salah tapi ibunya stress Fanzi tidak bisa melakukan apapun jika tidak ingin terkena masalah karena dirinya.


Hingga mencoba melamar pekerjaan gagal dan akhir hidupnya tertabrak truk di jalan karena kehancuran dalam hidupnya.


Di sisi lain kagami yang melamun tidak bisa berhenti memikirkan masa lalu yang suramnya liyana mencoba menyadarkan kagami yang sedang melamun.


"Kagami kau tidak apa-apa?" Liyana sambil menepuk pipi kagami.


"Ahh maaf aku teringat masa laluku yang buruk entah kenapa?" Kagami sambil memegang kepalanya tidak bisa berhenti memikirkan itu.


"Ya dan jangan khawatir aku baik baik saja" kagami yang senang kehidupan sekarang.


"Yasudah ayo masuk dan jangan buat aku khawatir lagi hmph" liyana yang langsung menarik lengan kagami.


Kagami yang tersenyum sambil mengikuti liyana dengan penampilan baru dengan rambut berwarna putih dengan sedikit warna merah yang terlihat cantik dan menghiraukan tatapan dari beberapa orang kepadanya.


Dan liyana yang masih khawatir kepada kagami memutuskan untuk kagami agar menunggu dan liyana yang memesan kamar.


"Pesan 2 kamar ada?" Liyana yang langsung mencoba bertanya kepada kasir penginapan.


"Tinggal tersisa 1 kamar untuk 2 orang saja" kasir bicara kepada liyana.


"Huh baiklah tidak apa" liyana sambil memperhatikan kagami harus 1 kamar lagi.


"Baiklah ini kunci kamarnya nomor 09 dan untuk berapa hari ya?" Kasir sambil memberikan kunci kamarnya.


"Tidak akan lama sih sepertinya 3 hari 2 malam sepertinya" liyana yang mencoba berfikir.


"Harganya 15 gold saja" kasir itu langsung memberikan harga.


Lalu liyana langsung membayarnya langsung setelah itu memberitahukan kepada kagami untuk satu kamar berdua lagi bersama liyana.


"Kagami kamar yang kosong hanya untuk 2 kamar jadi jangan berbuat macam macam denganku" liyana yang mengancam kagami.


"Baiklah terserah kau saja" kagami yang malas berdebat lagi dan dalam dirinya tudak masalah 1 kamar dengan liyana juga.


Lalu kagami dan liyana langsung pergi menuju kamar nomor 09 untuk istirahat sambil memeriksa keadaan Hoaxen dan Igris bersama 2 orang lagi.


Liyana yang sudah membuka pintu kamarnya langsung masuk dan kagami juga mengikuti juga masuk ke dalam kamar untuk istirahat.


Lalu setelah di dalam kamarnya kagami langsung tiduran di atas tempat tidur setelah itu teringat untuk mengecek kondisi Igris dan hoaxen.


"Kagami kau mau kemana?" Liyana yang baru saja mau bersiap mandi.


"Ah itu ingin mengecek kondisi Igris dan hoaxen sebentar" kagami sambil membuka portal menuju Realms Of Dark.


"Baiklah aku mau mandi dahulu" liyana yang langsung masuk ke dalam kamar mandi.


"Ya duluan aja" kagami yang langsung masuk ke dalam portal menuju Realms Of Dark.


Kagami yang melihat Hoaxen yang langsung mendekati kagami dengan wujud serigalanya ketika masuk ke dalam portal Realms Of Dark.


"Syukurlah kau sudah pulih Hoaxen" kagami sedikit melihat bercak darah di bulu badan Hoaxen.


"Dimana anak iblis yang aku masukkan kesini?" Kagami yang tidak ingin terjadi salah paham.


"Ehh tu-an tadi ada iblis yang masuk saat saya bangun lalu saya refleks jadi terkena cakarku dan saya kira bukan kenalan anda?" Hoaxen yang langsung meminta maaf.


"Tidak apa dan dimana sekarang? Dan kenapa kau memakai wujud hewanmu?" Kagami langsung mencari Igris yang mungkin terluka dan pingsan.


"Itu pemulihan tubuh saat dalam wujud hewan sangat cepat di bandingkan dengan wujud asliku dan juga iblis itu ada di depan sana sedang pingsan" Hoaxen yang langsung menunjukan jalan Igris berada.


Lalu setelah berjalan tidak jauh melihat Igris yang sudah terbangun dan juga kondisinya sudah pulih karena butiran energi kegelapan yang sangat membantu dalam pemulihan.


"Yo Igris kau tidak apa-apa?" Kagami yang langsung menyapa Igris yang sedang melamun karena takut.


"Ehh tuan untunglah datang tadi ada seri---" Igris yang terkejut melihat serigala itu ada di sebelah kagami.


"Jangan takut di Hoaxen yang menyelamatkanmu sebelumnya" kagami yang memperkenalkannya kepada Igris.


"Maaf telah membuatmu terluka karena kau mengagetkanku jadi ini wujud asliku apa kau mengenaliku?" Hoaxen yang langsung mengubah wujudnya menjadi humanoid lagi.


"Ehh ternyata kau dan itu lukaku sudah sembuh lalu itu memang salahku karena mengangetkanmu karena aku sedang ketakutan" Igris mengakui kesalahannya juga kepada Hoaxen.


"Baiklah karena kalian berdua sudah pulih nadi sekarang menjauh karena aku ingin latihan sendiri tanpa gangguan" kagami yang memberitahukan kepada Igris dan Hoaxen.


"Baiklah tuan dan ayo pergi menjauh lalu apa namamu igris nama aslimu?" Hoaxen yang mendengar perkataan kagami sebelumnnya sambil membawanya menjauh.


"Itu aku tidak punya nama dan nama itu pemberian dari tuan sendiri" Igris yang memberitahukan kepada Hoaxen.


"Ah begitu pantas saja" Hoaxen yang sudah mengetahui sikap asli kagami meskipun baru sebagian.


Karena Igris yang ingin melihat kagami berlatih jadi memperhatikan dari kejauhan sedangkan kagami langsung mengeluarkan beberapa monster yang sudah di bangkitkan menjadi bayangannya.