
Di dalam markas besar para Orc sedang ada pertarungan sekaligus pembataian Orc demi menyelamatkan para orang di kota harus memusnahkannya.
Semua rekan kagami bertarung melawan bekerja sama melawan Orc dan High Orcs yang sangat banyak.
Di sisi lain monster bayangan kagami yang hancur terus menerus meregenerasi sehingga terus mengurangi mana kagami menurun drastis.
'Fire Eksplosion!' King Orcs langsung membuat api ledakan menuju arah rekan kagami berada beserta Monster bayangan kagami.
"Sialan pasukan monster bayanganku dan semuanya dasar kau Hama!!" Kagami yang sudah tidak tahan ingin mengakhirinya.
'Cold Thorns + Ice Blows!' liyana yang berhasil bertahan dari serangan ledakan api hingga melakukan kombinasi sihir es miliknya.
"Tenang saja jangan khawatir semuanya masih baik baik saja kecuali pasukan monster bayanganmu saja" liyana yang menenangkan kagami.
Kagami yang melihat rekan rekannya baik baik saja lalu kagami langsung menggunakan kekuatan terakhirnya untuk mengakhiri semuanya.
"Kenapa manamu habis karena sudah semua pasukanmu habis?" King Orcs yang melihat kagami berhenti.
Kagami langsung membuka matanya lagi dengan mata menyatu dengan kegelapan yang begitu kuat di tambah dengan kekuatan Darkness Risestion.
"Akan aku akhiri dengan kekuatan akhir ini" kagami sambil menyimpan pedang Guardians lalu mengeluarkan senjata Lexalicus.
Lalu pasukan monster bayangan langsung mulai bangkit kembali karena kagami langsung mengambil 1 botol High mana Potion membuat semua bayangannya meregenerasi lagi.
Setelah itu kagami langsung mengubah bentuk senjata Lexalicus ke bentuk kedua yaitu Thusilent / Spear bermata 2.
"Bagus akhiri saja jika kau bisa!" king Orcs yang langsung mencoba memprovokasi kagami.
"Masa bodoh kau memang pantas di bunuh untuk menebus dosamu sendiri dan menjadi milikku" kagami yang langsung melesat menyerang King Orcs yang begitu besar.
King Orcs yang kesulitan menghindari semua tebasan dari senjata milik kagami dengan begitu cepat tidak bisa mengimbangi kecepatan kagami.
"SIALAN MANUSIA!!" King Orcs yang mengamuk sambil memukul ke segala arah mana pun.
BAM! DUAR!
Kagami yang tidak sadar karena terlalu serius menyerang sehingga tidak menyadari senjata milik king Orcs mengarah kepada kagami hingga menyebabkan kagami terlempar.
"Uhuk ugh kalau aku tidak menyadarinya mungkin akan mati" kagami sambil mengeluh dan badannya sakit menabrak dinding.
"Tuan anda tidak apa-apa?" Hoaxen dan igris yang mendekati kagami sambil menyerang semua Orc yang mencoba menyerang kagami.
"Aku baik baik saja argh, tunggu saja pembalasanku" kagami langsung melesat lagi sambil menyerang semua Orc yang menghalangi jalan.
'Darkness Critical : Mutilasion!' kagami langsung menebas semua High Orcs yang menghalangi.
Lalu kagami melesat lagi menuju king Orcs yang di halangi oleh banyak High Orcs yang tidak ada habisnya.
"Berjuanglah terus dan hasilnya sia sia manusia rendahan Haha!" King Orcs yang tertawa sambil di lindungi oleh 4 penjaga terkuatnya.
"Sialan!" Kagami yang kesal harus memaksa membuka jalan sebelum kekuatannya habis.
'Dark Magic : Dimension Defenders!' kagami langsung memberikan 1 tebasan pedang yang cukup kuat tidak bisa di hindari.
BAM! BAM! DUAR!
'Hymn Of Protection!' King Orcs langsung membuat Barier untuk melindungi sehingga serangan kagami tapi pelindung itu hancur seketika.
Lalu kagami yang setelah melihat jalan terbuka langsung melesat mendekati king Orcs namun saat sampai dekat king Orcs langsung ada 4 penjaga menghadapang kagami.
Kagami saat kesal karena di ganggu lagi oleh para 4 bawahan terkuat King Orcs lalu datanglah liyana, Vortex, Igris, Hoaxen dan Tenebris yang datang untuk membantu.
"Serahkan mereka berempat kepada kami akan mengurusnya dan kau urus saja King Orcs saja" liyana yang bicara ingin membantu bersama yang lain.
"Ya tuan serahkan padaku" Igris yang bicara dengan tubuh yang berubah menjadi seumuran kagami.
"Sejak kapan kau jadi seumuranku?" Kagami yang terkejut dengan pertumbuhan Igris.
"Ini saya tuan agares dan saya meminjam tubuh Igris karena saya tau bahwa igris tidak akan bisa melakukan pertarungan melawan salah satu dari 4 penjaga king Orcs" agares yang menjelaskannya kepada kagami.
"Hahh baiklah jaga diri kalian semua dan waktunya membantai bersama" kagami yang bersemangat sudah ada rekannya membantu.
Lalu kagami langsung melesat menuju King Orcs berada sedangkan rekan rekannya bertarung melawan 4 penjaga terkuat Orcs.
"Itu tidak berguna untukku lebih baik kau diam dan temui ajalmu dan menjadi milikku saja Hama Sialan!" Kagami yang mulai mengeluarkan aura membunuh yang melebihi energi intimidasi King Orcs.
"Apa kenapa manusia bisa melebihi kekuatanku ini tidak Mungkin!!" King Orcs yang mulai tubuhnya ketakutan.
"Akan aku selesaikan sekarang juga!" Kagami sambil bersiap mengakhiri kekacauan ini.
Lalu King Orcs yang tubuhnya bergetar ketakutan kepada kagami langsung menyerang kagami dengan senjata besarnya kepada kagami.
"PERCUMA SAJA!" Kagami langsung menghancurkan senjata King Orcs dengan sekali tebasan senjata kagami.
"Ba-bagaimana mungkin dan siapa kau sebenarnya?" King Orcs yang sudah kalah tidak punya senjata untuk melindungi diri.
"Yang mau mati hanya harus tau mati tidak ada yang lain! Dan cara menebus dosamu adalah membantai kalian semua! Pertama hancurkan kakinya demi manusia yang sudah kau siksa dan buat takut" kagami langsung memutuskan kaki King Orcs dengan mudah.
"AAHHGG HHRRGG!!" King Orcs yang mulai kesakitan membuat semua Orcs dan rekan kagami hingga melirik ke arah kagami berada.
"Kedua matilah bersama dengan bawahanmu bersama!" kagami langsung mengeluarkan energi petir.
'Falling Thunder!' kagami langsung menghantam king Orcs bersama dengan bawahannya dengan energi petir yang menghantam daratan.
BAM! DUAR!
"AARRRGGHH" King Orcs yang sudah tidak bisa mengalahkan kagami.
Petir langsung menyambar menuju kagami dan King Orcs hingga menghancurkan tempat bersama semua rekan ikut tertimpa reruntuhan akibat petir yang menghantamnya.
Lalu setelah beberapa lama akhirnya hantaman petir mulai menghilang sedangkan kagami masih baik baik saja dan King Orcs sudah mati di hantam oleh petir.
Kagami yang tidak sadar akan tempatnya hancur dan seketika melihat semua tertimbun reruntuhan bangunan langsung kagami mencoba mengeluarkan 1 botol High mana Potion lalu meminumnya.
'Domain Evocation!' kagami langsung membangkitkan semua King Orcs, High Orc dan Orc yang sudah mati di sana.
Lalu kagami langsung memberikan perintah kepada semua Orc mencari rekan rekan kagami karena kagami terlalu mementingkan diri sendirinya.
"Ugh dasar Gila kau kagami ingin aku mati" liyana yang langsung keluar dari tumpukan batu bersama Vortex dan Hoaxen.
"Cari yang lain rekanku yang lainnya" kagami yang tidak mendengarkan liyana marah kepada kagami.
Lalu beberapa High Orcs langsung memberitahukan kepada kagami bahwa menemukan agares dan Tenebris yang masih keadaan sadar.
"Syukurlah kalian baik-baik sa--" kagami langsung pingsan kehabisan mana dan energi di dalam tubuhnya karena melakukan sihir pembangkitan.
"Kagami!" Liyana yang langsung melesat dan berhasil menangkap kagami yang hampir terjatuh.
Semua bayangan pasukan bayangan kagami langsung menghilang dan juga semua orang yang berada di dalam dimensi kegelapan langsung keluar membuat liyana dan yang lainnya terkejut.
"Apa yang telah terjadi disini?" Seorang pria yang masih tidak mengerti.
"Tunggu bukankah tempat ini adalah markas para Orcs berada? Dan apakah kalian mengalahkannya?" Nenek tua yang berada di dalam ingatan kagami.
"Iya benar karena kami sangat kasihan" agares dalam wujud laki laki muda kepada nenek tua itu.
"Terimakasih sudah mengalahkan para Orcs demi kota ini dan ini sebenarnya dari duku lebih baik tidak menuruti perkataan Orcs itu salahku" Nenek tua yang langsung senang sekaligus memberitahukan penyesalannya kepada semua orang.
"Berdirilah jangan menundukkan kepala seperti itu karena kami hanya melakukan perintah saja dan lebih baik harus melakukan dengan benar lalu jangan lakukan ini lagi" agares langsung melakukan teleportasi menuju kamar kagami dan liyana sambil membawa semuanya kembali.
Lalu semuanya sampai di dalam kamar setelah itu liyana langsung menempatkan kagami di atas tempat tidurnya.
"Baiklah kalian semua boleh kembali ke tempat masing masing" liyana yang langsung memberikan perintah kepada semuanya untuk pergi.
"Baiklah dan pesan dari Igris tolong jaga tuan sampai pulih kembali" agares yang langsung menyampaikan pesan kepada liyana setelah itu masuk ke dalam Realms Of Dark.
"Ya akan aku jaga" liyana yang siap menemani kagami.
"Baiklah kami bertiga juga akan kembali nona" Tenebris yang bicara kepada liyana.
"Silahkan kembali" liyana yang membiarkan mereka semua kembali ke tempat masing-masing.
Lalu liyana yang hanya tersisa berdua dengan kagami yang masih tidur Karena kehabisan energi dalam tubuhnya dan liyana pun ikut juga tidur untuk memulihkan tenaganya sekaligus lukanya juga.