
Kagami dan liyana pun memasuki hutan terlarang tanpa sadar yang masih fokus mencari Mikhaile yang menghilang akubat liyana meninggalkannya.
"Aku bisa merasakan keberadaan Mikhaile, kagami ayo kesana" liyana yang memberitahukan kepada kagami.
"Baiklah ayo pergi" kagami yang langsung mengikuti dari belakang liyana.
Mikhaile yang melihat kagami dan liyana pun langsung melambaikan tangannya agar kagami dan liyana melihat dirinya yang menunggu.
"Disini aku disini kagami, liyana" Mikhaile yang teriak agar terdengar oleh kagami dan liyana.
Liyana dan kagami mendengar suara Mikhaile dan mata mereka refleks melihat kebawah dan terlihat lah Mikhaile yang sedang berdiri kagami dan liyana pun langsung datang ke tempat Mikhaile berada.
"Kalian berdua meninggalkanku tega sekali dan aku hanya menunggu sendiri" Mikhaile yang kesal di tinggal sendiri.
"Hei kami bertiga tidak akan di hitung" hoaxen dan vortex kesal tidak di hitung.
"Sudahlah kita kan ada di dalam dimensi jangan diributkan" tenebris yang mulai memisahkan mereka agar tidak meributkan hal kecil.
"Baiklah ini karena perintah kakak pertama" hoaxen yang sudah mengalah.
"Sudah jangan hiraukan Mikhaile ayo kita lanjut ke hutan terlarang agar cepat sampai" kagami yang mempercepat agar sampai di hutan terlarang.
Mereka pun langsung melanjutkan menuju hutan terlarang dan setelah sampai menempuh jarak lumayan jauh sampai juga di perbatasan hutan terlarang yang sangat sepi sekali.
"Kagami entah kenapa aku mulai takut" liyana yang takut dan langsung memeluk tangan kagami.
"Sudah kalau takut berjalan saja bersamaku" kagami yang mulai mengusap kepala liyana agar tidak terlalu takut dan sedikit tenang.
"Aku tidak apa apa kok dan malah merasa baik baik saja" Mikhaile yang berbicara kepada kagami.
"Mungkin karena tingkat kekuatan yang belum mencukupi jadi muncul perasaan takut" vortex memberitahukan kepada kagami.
"Liyana bisa melakukan meditasi disini karena tekanan Disini sangat kuat sekaligus bisa menekan kekuatannya menuju yang lebih tinggi" Tenebris memberi saran kepada liyana.
"Yasudah baiklah aku lakukan dan kagami jangan pergi" liyana yang memulai meditasi.
"Tidak akan aku akan ada di sampingmu kok" kagami yang diam di samping liyana yang melakukan hal sama.
"Kenapa kau juga ikut meditasi?" Tenebris bertanya kepada kagami.
"Karena pada dasarnya kalau tekanan disini tinggi dan tekanan tersebut terhadapku lemah bisa saja dengan menyerap energi alam disini bisa membantuku melakukan terobosan itu sendiri" kagami yang memberi penjelasan kepada tenebris.
"Ya benar bisa saja terjadi anda pintar tuan" Tenebris yang memuji kagami.
Kagami dan liyana pun meditasi menghabiskan waktu 6 jam untuk melakukan terobosan kekuatan yang lebih tinggi tapi tidak berlaku kepada Mikhaile yang sudah kuat dengan perkembangan sebelumnya meskipun kagami ingin mengejarnya.
"Hahhhh akhirnya selesai juga" kagami yang baru selesai melakukan terobosan.
"Akhirnya aku tidak merasa takut lagi" liyana yang tersenyum manis.
"Hati hati di dalam banyak hewan yang kuat makannya harus berhati hati" Mikhaile yang memberi tanda.
"Baiklah biar aku urus" kagami langsung menggunakan senjata Lexalicus.
"Lexalicus bentuk ke 2 : Thusilent!" Kagami berhasil mengubah ke bentuk tombak biasa.
"Satoru!" Kagami mengubah tombak menjadi lebih panjang, luas dan juga muncul bintang di masing masing ujung tombak.
"Bersiaplah" kagami langsung melemparkan 2 bintang ke arah dalam hutan.
Mereka pun menjauh dari kagami akibat takut terkena pukulan senjatanya kepada rekannya dan kagami pun memantulkan kedua bintang kepada seluruh monster hingga bintang tombak kembali dengan warna darah yang mengelilinginya dan senjata Lexalicus berubah ke bentuk normal yang tidak bisa di pakai bertarung.
"Hah hah hah energiku hampir saja habis" kagami yang terjatuh tapi liyana menangkap badannya.
"Kagami kau tidak apa apa?" Liyana yang langsung menangkap tubuh kagami yang hampir terjatuh ke tanah.
"Tidak apa apa kok hanya hampir kehabisan energi saja" kagami lalu memaksak bangun.
"Biar aku bantu" liyana yang membantu kagami berdiri.
"Terimakasih liyana" kagami yang memaksa badannya agar berjalan memasuki hutan terlarang.
Setelah memasuki hutan terlarang mereka istirahat sebentar dan untuk berjaga jaga hoaxen dan Tenebris keluar dari dimensi kagami dan liyana langsung mengambil 3 high mana potion di cincin penyimpanan kagami lalu memberikannya kepada kagami yang sedang bersandar di pohon.
"Terimakasih liyana maaf merepotkanmu" kagami yang menerima potion penambah mana dan setelah itu kagami meminum 3 potion mana sampai habis.
"Tidak apa-apa dan aku hanya ingin di sampingmu saja" liyana yang mulai bersandar ke pundak kagami.
"Dasar manja sama seperti kucing" kagami menyamakan liyana dengan kucing.
"Kenapa aku di samakan dengan kucing?" Liyana yang bertanya kepada kagami.
"Karena kamu sikapnya sama kadang kadang galak, baik atau manja, lucu dan menggemaskan" kagami yang menggoda liyana.
"Memangnya aku begitu yah?" Liyana yang bertanya kepada kagami.
"Iya sama persis seperti sekarang dan mau tidur atau melanjutkan perjalanan?" kagami bertanya kepada liyana.
"Memangnya sudah sembuh?" Liyana yang bertanya kepada kagami.
"Sudah kok" kagami menjawab pertanyaan liyana.
"Baiklah ayo" liyana yang bangun lalu membantu kagami bangun.
"Hoaxen dan Tenebris kembali" kagami yang memberi perintah kepada hoaxen dan Tenebris.
"Tuan sudah pulih?" Tenebris bertanya kepada kagami.
"Sudah kok lanjutkan saja perjalanannya" kagami berbicara kepada tenebris yang masih bersikeras tidak mau kembali dan hoaxen kembali ke dunia kegelapan.
Kagami pun pergi untuk melihat hasil buruannya tadi dan yang lainnya mengikuti kagami dari belakang.
"Kagami lihat itu banyak sekali hewan yng kau bunuh" liyana yang menyuruh kagami melihat hasil pemburuannya sambil liyana memasukkan semua daging monster di simpan di cincin penyimpanannya sendiri.
"Lumayan banyak yang aku bunuh para monster" kagami sendiri yang terkejut dengan hasilnya sendiri.
"Sebenarnya kapan kau belajar tombak seperti itu? Biasanya memakai pedang?" Liyana yang bertanya sebanyak 2x kepada kagami.
"Aku hanya mengayunkannya sesuai dengan keyakinanku bahwa bisa menggunakannya" kagami yang menjawab pertanyaan liyana.
"Seperti begitu dan aneh juga yah bisa sesuai dengan keinginanmu" liyana yang masih saja tidak mengerti.
"Sebenarnya aku pada saat menyerap energi alam dan melakukan perubahan ke2 dan tiba tiba aku terbawa ke sesuatu tempat yang terdapat seorang laki laki yang menunggu di atas batu dan berkata (kalau ingin melakukan perubahan senjata harus mengikuti aturan dariku dan tesnya adalah bertarung dengan dirimu sendiri) yang artinya harus memiliki keyakinan yang sangat tangguh untuk mengubahnya" kagami menjelaskannya kepada tenebris dan liyana.
"Ujian tadi belarti lumayan sulit yah?" Liyana yang bertanya kepada kagami.
"Lumayan aku harus selalu bertahan dan kalau aku menyerang dampaknya juga terkena kepadaku juga" kagami memberikan sedikit informasi.
"Ternyata lumayan sulit apakah aku bila mendapatkan founder Grifindor akan seperti itu?" Liyana yang bertanya kepada diri sendiri.
"Lanjutkan usahamu dan semakin kuat lah serta keyakinan sangat tinggi sepertiku" kagami yang mulai menyemangati liyana.
"Ya aku harus mendapatkan senjata peninggalan keluargaku" liyana yang mulai semangat membara di pikirannya.
"Semangat nanti akan aku bantu mendapatkannya" kagami yang berusaha menghibur liyana.
"Terimakasih" liyana yang berterimakasih karena selalu membantu dirinya dari dulu.
"Sama sama" kagami mengusap kepala liyana.
"Akh rambutku acak acakan tau" liyana yang marah rambutnya berantakan.
"Maaf sini biar aku bantu rapihkan kembali" kagami yang melepaskan ikat rambut liyana.
"Memangnya bisa?" Liyana yang bertanya kepada kagami yang sedang mengikat rambut liyana.
"Apa salahnya mencoba" kagami mencoba mengikat rambut liyana.
"Ya deh" liyana yang pasrah terserah pada kagami.
"Selesai dan maaf membuat rambutmu tadi berantakan" kagami yang selesai mengikat rambut liyana.
"Ya terimakasih dan ternyata bisa mengikat rambut perempuan yang panjang" liyana yang memuji kagami.
"Tdak hebat juga tapi sering lihat perempuan mengikat rambut sepertinya gampang" kagami yang jujur untuk pertama kalinya.
"Ya tidak apa-apa dan ikatan rambutnya lumayan kuat jadi kalau bertarung tidak akan berantakan sepertinya dan waktunya memasuki hutan terlarang lebih dalam" liyana yang sangat semangat.
"Ya ayo tapi kenapa masih disebelahku katanya ayo?" Kagami yang bertanya kepada liyana.
"Aku ingin masuk kesana masuk bersama denganmu kagami" liyana yang mulai manjanya.
Setelah memasuki hutan terlarang di sambut dengan dengan kesepian disana dan kagami mengalirkan energi api hitam ke dalam matanya lalu terlihat beberapa monster yang bersembunyi untuk menyerang.
"Hati hati banyak monster yang bersembunyi untuk mencari waktu yang tepat untuk menyerang" kagami memberitahukan kepada liyana dan Mikhaile lalu Tenebris menghilangkan tidak tau entah kemana.
Mereka pun berhati hati dan kagami langsung mengubah Lexalicus bentuk pertama yaitu Death Scyte.
"Kagami hati hati" liyana yang mulai melepaskan pelukannya lalu liyana mengeluarkan vortex untuk membantu menyerang dan bertahan.
"Kau membutuhkan bantuanku?" Vortex bertanya kepada liyana.
"Ya tolong cari tau Tenebris dimana tadi menghilang" liyana yang menyuruh vortex mencari keberadaan tenebris untuk membantu kagami.
"Baiklah akan saya bantu" vortex mengerti isi pikiran liyana.
"Terimakasih sudah mengerti" liyana yang berterimakasih kepada vortex.
"Ya sama sama" vortex lalu menggunakan kemampuan melacak keberadaan tenebris dan merasakan Tenebris yang sedang membunuh semua monster yang bersembunyi.
"Tenang saja Tenebris sedang membunuh semua monster yang bersembunyi" vortex memberitahukan kepada liyana.
"Syukurlah kalau begitu jadi tidak terlalu khawatir" liyana yang sudah tidak terlalu khawatir dan tanpa sadar monster langsung menyerang.
"Blood freezes" liyana langsung menyadari monster membekukan darah di belakangnya.
"Ggrrhh" monster yang di bekukan oleh liyana sangat marah.
Liyana pun langsung membelahnya menjadi 2 bagian dan liyana mengubah darah monster di masukan ke dalam wadah menampung darah.
Dan kagami yang sudah terpojok dengan di serang banyak sekali monster lalu kagami mengeluarkan sihir buatannya sendiri "Dragon tiger gate : Extreme Flare Explosion!" Kagami membuat ledakan cukup besar hingga pohon ikut hancur.
"Hahhhh teknik terlarang ke-8 : Blazing row fetch" kagami langsung mengeluarkan 3 tebasan sabitnya yang lumayan kuat dan setelah itu monster menyambut mereka semua mati dengan rata akibat bantuan Tenebris juga.
Kagami pun kembali untuk mengecek keadaan liyana dan yang lain.