Fight In The Trash Game

Fight In The Trash Game
30. Penyergapan



Setelah mereka makan bersama lalu mereka pun pergi kembali ke penginapan karena sudah larut malam dan setelah sampai di penginapan lalu berpisah segera memasuki kamar masing masing untuk tidur.


Hari yang bergilir ke hari selanjutnya dan kota Ferdinia yang tentram tidak sadar akan terjadi sesuatu yang besar dan orang orang yang sedang tertidur 1 per 1 menghilang di bawa pergi dan kagami terbangun yang merasakan sesuatu yang janggal.


"Hoaamm kenapa perasaan ada yang janggal yah?" kagami bertanya tanya sendiri sambil mengalirkan energi api hitam ke dalam matanya dan melihat sesuatu yang bersembunyi kemudian masuk membawa orang orang kota.


"Mikhaile, Liyana jawab aku akan ada penyergapan besar besaran oleh kelompok Black Scorpions tolong jawab kalau kalian sudah bangun!!!" ucap kagami yang memberi tau kepada liyana dengan Mikhaile dengan sihir telepati dengan nada penuh kekhawatiran.


"Ya ini aku liyana dan Mikhaile kami juga merasakan hal yang janggal pada tempat ini pas bangun tidur" ucap liyana menjawab kagami.


"Mikhaile kamu pergi menuju tempat wali kota dan kesana secepatnya pakai sihir kamuflase agar tidak ketahuan oleh kelompok Black Scorpions dan beri tau tentang berita ini" ucap kagami tidak ingin ada orang yang bersalah menjadi korbannya dari penyergapan ini.


"Baiklah tuan saya akan melaksanakan tugas" ucap Mikhaile lalu pergi melalui jendela dan tidak lupa menyelimuti dengan sihir kamuflase agar tidak ketahuan.


"Dan aku harus bagaimana?" tanya liyana yang masih berbicara melalui telepati dengan kagami.


"Tunggu saja tanda dari mikhaile baru kita mulai menyerang mereka setelah orang orang yang tidak bisa bertarung di amankan ke tempat yang aman dan kamu bisa bersiap siap dahulu" ucap Riziel menjelaskan agar bergerak setelah Mikhaile memberi tanda.


Dan setelah 10 menit suara wali kota yang memberikan pengumuman yang belarti tanda dari mikhaile


"Untuk semua masyarakat kota ferdinia cepat mengungsi di tempat yang aman yang telah saya sediakan dan untuk para petualang jaga kota dari kelompok Black Scorpions dan tetap semangat sampai titik darah penghabisan" adelio yang memberi semangat dan para petualang yang yang berada di kota ferdinia membantu dan menjaga para masyarakat agar menuju tempat aman agar selamat.


"Hei lawanmu disini jangan coba coba mencari sandera dasar sampah" ucap ucap petualang laki laki itu yang kesal.


"Hoi jangan banyak bicara kalau tidak mau serang mereka bantu saja yang lain menyelamatkan warga disini dan jangan banyak bacot cepat bantu!!" ucap kagami sambil menyerang kelompok Black Scorpions dan melihat beberapa orang kelompok Black Scorpions mendekat ke arah para warga.


(ICE STORM + FROZ) liyana yang langsung menahan para kelompok penyerang yang mendekat dan menjadikan mereka menjadi sekeras es yang gampang di hancurkan.


"Bagus sekali liyana jaga mereka" ucap kagami yang melihat 2 orang melewati kagami dan segera menyerang ELECTRIC CREATION : MAGNETIC..!! kagami langsung mengendalikan senjata dan armor sampai mereka di lempar menjauh dari kumpulan warga.


"Sepertinya dari kalian semua dia yang paling hebat bagaimana kalau bertarung denganku?" ucap Dalvin ketua kelompok penyergapan yang menunjuk kepada kagami yang menantang.


"Apa untungnya untukku dan kota Ferdinia kalau aku menang?" tanya kagami dengan mengeluarkan hawa membunuh.


"Kami akan pergi dan tidak akan mengganggu kalian dan kota Ferdinia tapi kalau kalah kota ini akan jadi tempat kekuasaan kami" ucap Dalvin menjelaskan pilihannya.


"Baiklah aku terima dan sebelum kita bertarung suruh bawahanmu jangan meyerang yang lain dan bila kalian berkhianat aku akan membunuh kalian sampai tempat kekuasaan kalian aku hancurkan jadi abu!!" ucap kagami yang mengeluarkan aura membunuh membuat mereka semua merinding mendengar perkataan kagami.


"Baiklah aku janji dan Sekarang kalian semua menjauh dari sini aku ingin tempat yang luas dan tidak ingin merusak sesuatu ketika pertarungan" ucap dalvin memberi tau kepada semua petualang dan bawahannya.


"Hoi lebih baik jangan di sini dan di depan gerbang kota saja yang luas di sana bagaimana?" tanya kagami memberi kesepakatan.


"Baiklah baiklah aku turuti kemauanmu" ucap dalvin lalu pergi ke depan kota.


"Ah liyana dan Mikhaile aku serahkan kepada kalian jaga kota" ucap kagami menyerahkannya kepada liyana dan Mikhaile.


"Ya baiklah jaga kondisimu dan kembali dengan aman" ucap liyana yang mendekati kagami.


"Baiklah liyana aku akan jaga kondisiku" ucap kagami sambil mengusap kepala liyana lalu pergi menjauh dari sana mengikuti dengan bawahan dalvin.


"Jangan khawatir liyana tuanku tidak akan mati semudah itu" ucap Mikhaile memberi tau agar liyana tidak khawatir.


"Ya baiklah aku percaya pada kagami" ucap liyana yang langsung membantu warga kembali ke tempat yang aman.


***


"Di sini kita akan bertarung bagaimana sudah kan?" Tanya Dalvin kepada kagami.


"Ya ya aku juga sudah tidak sabar ingin menghajar mukamu juga nih" ucap kagami tersenyum kecut.


"Baiklah siap siap aku akan menyerang" ucap dalvin dan kagami mengeluarkan pedangnya segera bersiap siaga.


Light Dragon Stronger Blade!! dalvin yang menyerang ke arah kagami yang langsung menahan serangannya langsung di depan mata kagami yang sedang santainya memerima serangan.


"Segini saja kekuatanmu biar kuperlihatkan kekuatan sesungguhnya" ucap kagami dengan santainya (Thunter Three Punch + Thunder Bold!!) kagami yang menyerang langsung membuat combo serangan yang menghasilkan damage yang lumayan dan membuat luka yang lumayan Fatal.


"Ugghh sialan akan aku siksa kau dasar sialan!!" ucap dalvin lalu menyerang kembali kepada kagami untuk membalasnya White Light : Noise!! dalvin langsung membuat sihir ledakan cahaya yang sangat silau di depan kagami.


"Haha sekarang rasakan itu jadi pengecut atau akan jadi seperti itu" ucap dalvin memprovokasi kagami sambil memberikan sihir LIGHT BURSTING FLASH..!! langsung meluncurkan serangan kepada kagami dan terkena ke bagian badannya yang terasa terbakar oleh cahaya.


"PERSETAN SIALAN!!" ucap kagami yang sangat kesal lalu kagami memakan pil petir kegelapan dan terjadilah awan gelap yang banyak berkumpul di satu tempat yang mengeluarkan satu sambaran petir sangat dasyat dan kagami mengumpulkan energi DARK COLLECTION : FULL FORCE..!!


DARKNESS VOID SLASH..!!


BAMMM!! DUUAARRR!!!


"ARRRGGGHHH SIALAN" ucap dalvin langsung terhapus oleh serangan terakhir kagami dan bawahan dalvin yang masih tersisa langsung menterang kagami tanpa aba aba.


"Hah hah hah sialan mereka masih melawan pula dan aku sudah sampai batas kekuatan tadi masih kurang untuk menghancurkan batasanku aku terpaksa harus menggunakan cara terakhir" ucap kagami sambil menghindari serangan para musuh.


"DARK OF HARD : TINGKAT DUA RIBU!! HHHAAARRRRGGG" ucap kagami yaitu mengumpulkan energi kegelapan ke dalam badannya secara paksa untuk menghancurkan batasannya.


WORLD OF DARKNESS : ILUSION..!! Kagami yang langsung mengeluarkan sihir membawa seseorang ke dunia ilusi dan ketika mati di ubah menjadi kekuatan simpanan kagami.


"Aarrrgghh tolong aku terbawa ke dalam black hole ini" ucap 2 orang dari 8 orang itu yang tersisa 6 lagi.


"Jangan sampai terbawa masuk dengan black hole nya hati hati dan jangan lengah" ucap yang mulai memimpin mereka.


SUMMON : FIVE GIGANTES..!! 1 orang memanggil monster batu setinggi 8 kaki sebanyak 5 untuk membantu.


"ROOAARR HHAARRRGG" suara dari 5 gigantes itu yang kesal karena di ganggu.


"Makan ini dan mati ke neraka kalian!!" ucap kagami sambil melempar sihir LIGHTNING : DRAGONS SPEAR..!! yang melempar spear listrik hitam cukup kuat hingga mendorong 3 orang masuk black hole dunia ilusi kagami buat.


"Serang dia monter gigantes!!" ucap 2 orang yang tersisa dan sisanya ada 1 yang masuk ke dalam kota lolos karena kagami lengah.


"ROOARR" ucap 5 gigantes yang langsung menuju kagami langsung menyerang dan kagami hanya menghindar.


"Terlalu lambat bodoh dan gampang di tebak!" ucap kagami mengejek kepada gigantes.


"ROOARR GRRRHH" suara gigantes kesal.


"Baiklah aku akan layani kalian sekarang dan rasakan ini" ucap kagami yang langsung menyerang DARK FIRE ERUPTION : CRIMSON FLARE..!! kagami yang langsung membuat ledakan api hitam dan berhasil menghancurkan 3 gigantes besarta 2 orang yang tersisa.


"GRRRGG HRRGG" suara gigantes kesal temannya sudah mati.


"Aku tidak mengerti kamu bicara apa monter batu lebih baik mati saja aku sudah lelah sekali" ucap kagami yang sudak kehabisan tenaga dan sekarang tinggal tersisa sedikit lagi dan kagami langsung memberikan serangan terakhir DARK FIRE LIGHTNING : HAVY DRAGONS SPEAR...!!!" serangan yang langsung megarah kepada 2 gigantes itu dan gigantes itu berusaha menahannya tetapi langsung hancur menyebabkan ledakan yang dasyat.


"Hah hah hah sepertinya aku akan pingsan tapi lebih baik aku tidur sebentar deh" ucap kagami yang langsung pingsan di tempat karena kehabisan tenaganya dan sudah lemas tidak dapat bergerak


***


"Apa itu berasal dari kagami? ayo Mikhaile kita kesana melihatnya dan apakah masih ada musuh sekarang?" tanya liyana kepada Mikhaile.


"Tidak ada ayo kita cek keadaan tuan semoga saja tidak apa apa" ucap Mikhaile dan liyana yang langsung menuju tempat kagami bertarung dan melihat kagami yang sedang tidur di atas tanah.


"Kagami bangun jangan tinggalkan aku sendiri dan aku aku hiks hiks maaf tidak bosa dekat denganmu tadi" ucap liyana yang masih meminta maaf tapi tidak ada jawaban dari kagami.


"Liyana tuan pingsan saja karena kehabisan tenaga dan ayo kita bawa tuan kagamj ke tempat yang aman untuk memulihkan luka dan staminanya" ucap Mikhaile memberi keputusan kepada liyana.


"Baiklah ayo dan aku ingin kagami cepat bangun dan meminta maaf kepada kagami" ucap liyana yang langsung memeluk kagami dan menggotong kagami bersama liyana berdua ke tempat yang aman di tempat bersama letualang yang terluka.


"Lihat lah dia orang yang sok jago tadi pasti dia kalah lawan pemimpinnya" ucap salah satu dari petualang yang terluka di tempat terluka disana dan liyana tidak tahan dengan omongannya lalu meminjam pedang kagami lalu mendatangi petualang pria tadi itu.


"Coba sekali lagi bilang dan tarik kata katamu lagi dia sudah berkorban dan kalian hanya apa tadi membantu menyerang musuh yang lemah dan dia berjuang sendiri melawan musuh yang kuat sekaligus bawahnnya atau aku mau aku bunuh disini juga olehku sambil menggorok leher sampai kehabisan daha hah!!!" ucap Liyana yang kesal.


"Baiklah baiklah saya minta maaf akan aku tarik kata kataku kembali maafkan diriku ini" ucap liyana yang masih kesal lalu menyayat tangannya cukup dalam hingga mengeluarkan darah sangat banyak.


"Kalau mau minta maaf kepada orangnya saja dan itu balasannya karena mulutmu yang gak tau diri" ucap liyana lalu pergi menjauh dari sana dan membawa kagami pindah tempat.


"Uuggghh sialan cewek jalang busuk!!" ucap petualang itu yang sedang di hentikan pendarahannya.