Fight In The Trash Game

Fight In The Trash Game
66. Kejahatan Di Balas Dengan Kehancuran



Kagami yang mulai mendekati markas besar Black Scorpions begitu banyak yang menjaga lalu kagami langsung menyembuyikan energinya agar tidak ketahuan.


Kagami langsung membunuh semua penjaga satu persatu dengan mematahkan lehernya dengan mudah dan kagami yang telah selesai mengatasinya.


"Wah apakah itu disana kenapa markasnya di bawah jurang lumayan tinggi lagi" kagami yang memperhatikan lokasinya sangat dalam di bawah jurang.


Lalu kagami langsung turun dan mengubah dirinya menjadi bayangan hewan kelabang.


Kagami yang masuk ke dalam markas besar Black Scorpions langsung melihat banyak sekali yang berjaga lalu kagami dalam wujud kelabang langsung berkeliling mencari liyana.


"Banyak sekali sandera disini sebaiknya aku harus melakukan apa dahulu? Argh cari saja liyana dahulu baru orang lain" kagami yang pusing berbicara di dalam pikirannya.


Lalu kagami pergi mengikuti para penjaga yang mengarah menuju bawah tanah dengan menjadi kelabang sambil memperhatikan agar tidak terinjak-injak oleh para penjaga itu.


Setelah beberapa lama sampai juga di bawah tanah yang gelap dan di terangi oleh banyak obor dan kagami melihat banyak sekali para sandera dan rata rata wanita dan sedikit pria.


Kagami lalu mengembalikan bentuk tubuhnya menjadi semua sehingga membuat semua penjaga melihatnya.


"Siapa kau berani beraninya masuk kemari!" Penjaga yang memberanikan diri sambil mendekatkan tombaknya.


"Ha aku adalah petugas pencabut nyawa untuk kalian!" Kagami yang tersenyum membunuh sambil mengeluarkan pedang Guardians.


"Hajar dia dan mas----" penjaga yang berada di belakang langsung terbunuh oleh kagami dengan cepat.


"Hah dasar hama ayo bermain denganku sebentar!" Kagami yang matanya berubah menjadi merah kehitaman.


'Shadow Track!' kagami langsung menjadi bayangan dan bergerak cepat ke arah para penjaga.


"Argh tolong bunuh aku" Penjaga yang sudah pasrah dan ingin mati.


"Baiklah" kagami yang melepasnya.


"Terimakasih ba---" kagami yang langsung menebas kepalanya menjadi 2 bagian sehingga darahnya menciprat.


"Aku tidak peduli dengan kalian dasar hama tidak tau diri!" Kagami yang lanjut membunuh semuanya.


"Ahh kita harus melarikan diri dari monster itu" para penjaga yang ketakutan setengah mati.


"Terlambat tidak ada yang bisa pergi" kagami langsung membunuh dengan kejam semua penjaga di bawah tanah.


Akhirnya kagami selesai membunuh semua penjaga lalu kagami melihat mayat penjaga penuh dengan kunci penjara langsung mengambilnya.


Kagami yang menyusuri ruangan demi ruangan mencari liyana sambil membunuh para penjaga yang tersisa di setiap tempat berbeda dan Kagami masuk ke dalam tempat yang paling dalam tidak terlihat apapun.


Lalu memutuskan untuk menyalakan api di tangannya agar terlihat kemudian melihat seseorang yang sangat di kenal dengan wajah berdarah.


"Hei liyana itu kau?" Kagami yang memastikannya sambil membuka penjaranya.


"Iya benar dan aku takut sekali" liyana yang langsung menangis sambil mendekati kagami dengan tangan yang masih terikat borgol.


"Aku disini liyana untuk menolongmu" kagami yang langsung mengusap kepalanya.


Lalu datang bayangan dirinya sambil membawa kunci borgolnya dan melihat kagami yang baru datang.


"Dasar hama kau baru datang dan kasihan dia baru di siksa dan ini kunci borgolnya lalu buka sendiri" bayangannya langsung memberikan kunci lalu berubah menjadi energi.


"Ya" lalu kagami langsung membuka borgol di tangan liyana.


"Jangan pergi aku takut" liyana yang masih ketakutan.


"Aku baik baik saja dan pergilah keluar amankan dirimu lalu nanti aku akan kembali" kagami yang memeluk liyana.


Lalu kagami mengeluarkan agares untuk membantu melarikan diri dari markas besar Black Scorpions dengan aman.


"Bantu keluar liyana dan para tahanan lainnya dari sini dan ini kunci penjara dan juga kunci untuk para petualang yang di borgol" kagami yang memberikan 2 kunci kepada agares.


"Baiklah tuan akan aku lakukan" agares langsung pergi membebaskan para sandera.


"Jaga dirimu liyana" kagami yang mengusap kepalanya lalu pergi menghilang.


*****Di tempat lain*****


Kagami yang langsung melakukan teleportasi menuju tempat lain di bagian dalam markas besar Black Scorpions.


"Siapa kau beraninya mamasuki wilayah kami?!" Seseorang langsung menodongkan senjata kepada kagami.


'Darkness Spiral : Fist Destruction!' kagami yang langsung memukulnya hingga terlempar jauh.


"Dimana ketua kalian berada?" Kagami yang bertanya kepada seluruh penghuni di sana.


'Poison : Prison Torture!' seseorang langsung membuat penjara dari racun biasa.


"Ohh kau orangnya yang melemparkan jarum padaku" kagami yang menyeringai menemukannya untuk balas dendam.


'Army Breaker : Devil Sentence!' kagami yang mengubah tubuhnya menjadi seperti Iblis.


PRANK! BAM!


kagami yang menghancurkan penjara racun dengan mudah hingga menjadi pusat perhatian disana.


"Apa bagaimana bisa? Jangan kemari tidak jangan mendekat!" Laki laki itu sangat takut.


"Hmph sampah ternyata" kagami yang menebas lehernya hingga terputus.


Kagami yang menyusuri tempat itu dan sesekali ada para bawahannya menyerang kagami.


"Huh tidak mau menunjukan diri ya baiklah akan aku coba memaksanya keluar" kagami yang mengeluh.


'Fire Lotus : Flame Vulcano!' Kagami meledakkan tempat itu dengan langsung tanpa pikir panjang.


Setelah meledakkan tempat itu datanglah seseorang berdiri di singgasana dengan aman.


"Orang baru kau hebat juga bisa menghancurkan tempatku yang sudah di bangun bertahun-tahun ini dan apa yang kau inginkan" laki laki misterius itu bertanya kepada kagami.


"Katakan dahulu siapa namamu? Dan kau mengirim bawahanmu menyergapku? Lalu aku hanya ingin nyawamu!" Kagami yang membulatkan tekatnya sambil mengepal tangannya.


"Baiklah Tujuanku untuk membunuhmu karena berani memasuki wilayahku dan juga membunuh para bawahanku yang hebat lalu namaku Hachiro Izeku dan jika kau ingin nyawaku kemarilah" Hachiro yang langsung memberitahukan beberapa hal yang sudah di langgar oleh kagami.


"Ha begitu saja dan mati kau!" Kagami langsung menyerangnya.


'Teknik terlarang ke-7 : Rapid knife shot' kagami yang langsung menusuknya dengan kecepatan cahaya.


"Hurgh Sialan" Hachiro langsung muntah darah akibat perutnya berhasil menembus pertahanannya.


'Water Blade Dance!' Hachiro langsung menyerang kagami yang beraa di depannya.


"Urgh sial" kagami yang telat menghindar membuat pipinya tergores tebasan pedang.


Kagami yang kesal langsung mengeluarkan senjata Lexalicus dan menyimpan pedang Guardians lalu memanggil petir hitam agar menyambarnya.


"Lightning : Judgment Blade" Kagami langsung melesat cepat lalu memegang tubuhnya agar ikut tersambar petir.


BAM! DUAR!


"ARGH SIALAN!!" Hachiro yang ikut tersambar.


Setelah petir tidak lagi menyambar lalu Hachiro sang ketua masih hidup dengan kondisi yang sedikit fatal.


"Thusilent!" Kagami yang merubahnya ke bentuk tombak biasa.


"Ha emang bisa menang melawan dengan itu?" hachiro yang langsung menyerang kagami.


"Heh jangan sombong baru tau akibatnya" kagami juga mulai menyerangnya juga.


Kagami dan Hachiro saling bertukar serangan sehingga markasnya hancur sdangkan semua para sandera mungkin sudah keluar dan menjauh dari markas besar Black Scorpions.