
Kagami pun kembali ke tempat yang lain berada dan melihat dari ketinggian melihat banyak sekali darah para monster yang sudah mati disana dan melihat liyana, Mikhaile dan vortex yang baik baik saja di jaga.
"Liyana kau tidak apa apa di belakangmu atau banyak sekali monster di belakangmu?" Kagami yang bertanya kepada liyana.
"Tidak apa apa malah aku dapat darah monster yang berkualitas lihat ini" liyana yang memperlihatkan darah yang masukan ke dalam wadah.
"Aku kira apa dan untuk apa darah monster itu?" kagami yang sedikit kaget juga tentang liyana mengumpulkan darah hewan itu.
"Untuk vortex meminumnya dan bukan untukku heh" liyana yang melihat kagami merasa darah monster yang sudah di ambil.
"Aku kira untukmu sama seperti vampir meminum darah" perkataan kagami membuat liyana kesal.
"Hehhh aku manusia bukan vampir tau dan aku tidak suka minum darah tapi minuman air biasa hmph" liyana yang marah.
"Maaf pikiranku malah negatif" kagami yang benar benar tidak tau.
Tenebris pun kembali dengan tubuh yang penuh darah lalu vortex membersihkan tubuh Tenebris dari darah dan darah yang di bersihkan di buat gumpalan darah lalu vortex melahapnya membuat kagami kaget.
Kagami pun langsung muntah karena jijik lihat darah di lahap langsung dan liyana langsung menanyakan keadaannya karena muntah biasa.
"Kagami tidak apa apa?" Liyana yang menanyakan keadaan kagami.
"Hanya tubuhku yang melihat vortex langsung membuat ingin muntah saja" kagami yang masih saja ingin muntah karena jijik.
"Yasudah jangan dilihat" liyana yang mulai mengarahkan badan kagami agar tifak melihat perilaku vortex.
"Maaf aku kira kalian tidak akan kaget dan kalian mencari Bloody Grifindor atau founder Grifindor?" Vortex tidak salah mendengar pembicaraan kagami dan liyana.
"Ya kau tau ada dimana?" Kagami yang sudah tidak mual lagi lalu menghadap ke vortex.
"Kalau tidak salah pernah mendapat informasi Founder Grifindor ada di kerajaan demons dan di jaga oleh demons terkuat adalah Lucifer raja dari semua iblis" Tenebris langsung berbicara setelah kagami.
"Dimana lokasinya kerajaan demons berada?" Kagami yang bersemangat untuk mencari untuk liyana.
"Kalau tidak salah ada di dalam hutan terlarang yang paling dalam" vortex berbicara juga kepada kagami.
"Tu-tunggu tadi kata kalian siapa raja iblis?" Mikhaile yang langsung berubah sikapnya dan mulai bertanya.
"Lucifer memangnya ada apa dengan dia Mikhaile?" Liyana bertanya kepada Mikhaile.
"Dasar si penghianat lucifer ternyata bersembunyi di kerajaan demons awas saja!" Mikhaile mukanya berubah drastis menjadi marah.
"Apa maksudmu Mikhaile aku tidak mengerti?" Kagami yang tidak mengerti perkataan Mikhaile.
"Jadi lucifer adalah malaikat yang berhianat untuk menghancurkan kerajaan langit Malaikat dan membunuh ketua yaitu Uriel dan setelah beberapa lama terjadilah kejadian tersebut dan saya berhasil kabur dari sama dan bersembunyi di dalam kerajaan Azteria sebagai penjaga perpustakaan dan sekian lama ketemu juga saya akan membalaskan dendam uriel dan seluruh malaikat lain serta kerajaan" Mikhaile yang menjelaskan yang lumayan panjang.
"Baiklah aku mengerti dan akan membantu sebisa mungkin untuk membalaskan dendam dan mendapatkan senjata Founder Grifindor" kagami yang mengambil keputusan untuk membantu Mikhaile balas dendam kepada Lucifer.
"Baiklah kita harus berhati hati" liyana yang menyuruh kepada semuanya untuk siap siaga siapa tau ada yang menyerang.
"Ya dan kalian juga harus keluar untuk membantu jangan diam dan memperhatikan saja waktunya memasuki hutan terlarang lebih dalam" kagami yang mulai bersemangat untuk bertarung yang akan memuaskannya.
"Baiklah kami akan menuruti perkataan tuan kagami" vortex, hoaxen dan Tenebris menuruti perintah kagami.
Mereka pun langsung memasuki hutan terlarang lebih dalam lagi untuk mencari kerajaan iblis dan sekian lama mencari belum mendapatkan lokasi kerajaan demons.
Mereka pun memutuskan untuk istirahat disana karena belum mendapatkan informasi sama sekali tentang kerajaan demons.
"Ternyata sulit juga mencari di dalam hutan ini yang begitu luas dan juga banyak tantangan yang tidak terduga" kagami yang berbicara sendiri karena sedikit putus asa untuk menemukannya.
"Menurut memang begitu dan memperhatikan dari atas langit pun tidak terlihat apapun kecuali hutan sepertibada yang menghalangi tapi tidak tau apa" liyana yang ikut berbicara di sebelah kagami.
"Aha saya tau itu adalah malaikat punya kemampuan kamuflase yang di inginkan pengguna untuk menyembunyikan keberadaan mau itu kerajaan atau dirinya sendiri" Mikhaile yang batu sadar dengan kemampuannya sendiri.
"Ahh iya benar juga aku melupakan hal yang penting itu" kagami baru mengingatnya pada saat Mikhaile jarang menggunakan kemampuan tersebut bila di perintah oleh kagami untuk pergi dan melindungi diri.
"Tidak apa apa tuan" Mikhaile yang memaafkan kelupaan kagami.
"Lebih baik kalian bertiga keluar dahulu" kagami memberi perintah kepada hoaxen, vortex dan tenebris keluar dari tempat mading masing.
"Baiklah tuan" mereka pun menurutinya lalu keluar dari tempatnya dan berdiam di depan kagami.
"Kita pertama akan menyusun rencana bila sudah dapat informasi kerajaan demons" kagami yang membuat rencana penyerangan untuk nanti.
"Baiklah biar kami yang mencari tempat di mana kerajaan demons itu" Tenebris dan hoaxen mengajukan diri untuk mencari informasi.
"Baiklah bila ketemu langsung saja informasikan telepati kepadaku atau langsung kemari" kagami yang menyetujuinya Tenebris dan hoaxen untuk mencari informasi keberadaan itu.
"Baiklah kami undur diri" hoaxen dan Tenebris langsung berubah ke wujudnya masing masing yaitu serigala besar dan naga hitam.
"Tidak apa apa kan masih ada saya nona liyana kenapa khawatir begitu?" Vortex yang berbicara sambil bersandar ke pohon.
"Ti-tidak apa apa kok dan baiklah apa strategi selanjutnya" liyana yang mulai ingin mendengarkannya lagi.
"Nanti Mikhaile langsung pergi langsung ke ruangan lucifer berada agar memicu semua langsung berpusat melindungi lucifer dan aku serta liyana pergi ruang harta untuk mengambil pedang yang pastinya disimpan disana mengerti" kagami yang menjelaskannya.
"Baiklah saya setuju" Mikhaile yang setuju dengan kagami.
"Itu terlalu beresiko tinggi untuk Mikhaile yang akan melihat menyerang dan bagaimana dengan vortex?" Liyana memberikan tidak yang sependapat.
"Kalau vortex tetap bersamamu untuk menjaga sekaligus membantu dan sekiranya di ruang harta tidak ada kita harus maju ke rencana B meskipun itu jawabannya mati bersama yaitu bekerja sama untuk menyingkirkan lucifer dan mengambil Founder Grifindor" kagami menjelaskannya kepada liyana yang mulai tidak percaya diri.
"Tidak apa apa aku sebisa mungkin akan melindungi diriku sendiri" liyana yang mulai menyemangati diri sendiri.
"Sisanya serahkan padaku dan Mikhaile nanti hoaxen dan Tenebris akan membantu juga" kagami berbicara untuk mrnghibur liyana.
Setelah menunggu beberapa lama hoaxen kembali sendiri dengan tubuh penuh luka yang sudah meregenerasi sendiri tapi masih ada.
"Ada apa bicara saja" kagami yang menyuruh hoaxen berbicara dengan yang jelas.
"Kami sudah menemukan kerajaan demons tapi sekarang Tenebris sedang bertarung dengan 3 iblis yang lumayan kuat" hoaxen memberitahukan informasi kepada kagami sekaligus membantu Tenebris.
"Baiklah antar aku kesana dan Mikhaile, Vortex diam disini" kagami lalu memberikan perintah kepada hoaxen.
"Baiklah agar cepat dan tidak menghabiskan tenaga tuan baiklah ke tubuhku" hoaxen memberitahukan kepada kagami agar cepat kesana tanpa mengeluarkan banyak tenaga dengan menaiki badan hoaxen dalam wujud serigala besar.
"Baiklah kita pergi dan liyana jangan khawatir aku akan kembali dengan selamat" kagami berbicara kepada liyana lalu naik ke tubuh besar hoaxen.
"Ya hati hati" liyana yang mulai berpisah dengan kagami dan Kagami langsung pergi menuju tempat Tenebris berada.
Kagami dan hoaxen pun langsung pergi menuju tempat Tenebris yang dari jauh pun terlihat banyak burung yang keluar dari hutan yang belarti mendekati tempat bertarung Tenebris dengan 3 iblis yang di katakan hoaxen.
Setelah berapa lama di perjalanan yang penuh dengan hutan kagami pun melihat Tenebris dengan iblis yang super kuat karena terpancar dari aura kekuatannya lalu hoaxen dan hoaxen langsung mendekat ke arah 1 iblis dengan mencakar dengan kakinya sedangkan kagami mengubah senjata Lexalicus menjadi sabit lalu melompat ke arah iblis satunya lagi sampai membantingnya ke tanah.
"Kalian kenapa kemari?" Tenebris bertanya kepada hoaxen dan kagami.
"Kami menbantu agar cepat selesai" kagami menjawabnya dengan santai.
"Ggrrhh sial lengah dan tiba tiba ada orang lagi bertambah" iblis yang berbicara adalah Bael.
"Nah sekarang baru pas satu lawan satu" kagami berbicara kepada 3 iblis.
"Dasar manusia rendahan" Baal yang sangat maeah dengan perkataan kagami.
Baal dan Bael pun bersatu menjadi 1 tubuh yaitu Beelzabub dan kagami dengan hoaxen terkejut lalu Baelzabub pun menyerang ke arah kagami dan hoaxen.
Kagami menghindari serangan super cepatnya Beelzabub dengan sihirnya yaitu (Shadow Track) dan hoaxen hanya menghindar seperti biasa tetapi menggunakan taktik agar tidak terkena serangannya.
"Hati hati tuan senjata mereka beracun" Tenebris yang sedang bertarung dengan Leviathan sang penjaga 7 dosa besar atau {seven Deadly Sins}.
"Baik terimakasih informasinya" kagami lalu menyerang Beelzabub lagi dengan sabitnya.
Hoaxen pun bekerja sama dengan kagami karena usahanya selalu gagal untuk menghajarnya dan hoaxen dengan wujud serigalanya berhasil menggigit tangan Beelzabub hingga putus lalu kagami bersiap menyerang dengan (Teknik terlarang ke-5: Perfect Judgement Cut End).
Kagami membuat banyak sekali tebasan pedang yang lumayan kuat hingga menghancurkan kedua kaki Beelzabub lalu Beelzabub pun membelah menjadi 2 karena sudah kalah.
"Sekarang kalian kalah ada yang ingin katakan sebelum kalian mati" kagami mengancam kepada Bael dan Baal.
"Lebih baik kami mati dari pada harus berhianat kepada tuan kami" jawaban dari Baal dan Bael berbicara bersama.
"Baiklah kalau itu yang kalian mau" kagami lalu mengeluarkan api hitam (Dark Fire : Memory explorer!) Kagami langsung menyentuh kepala mereka dengan paksa dan melihat isi ingatan mereka setelah selesai badan Beelzabub berubah menjadi tengkorak.
"Tidak sialan kau membunuh teman baikku" Leviathan terkendali dengan dosa wrath melihat temannya di bunuh.
Leviathan mulai mengeluarkan aura membunuh yang begitu luas hingga hoaxen, Tenebris dan Kagami terlempar hingga menabrak pohon dan membuat kagami kepalanya berdarah.
"Aku membutuhkan kekuatan untuk bisa melawan musuhku yang semakin kuat" kagami yang memejamkan matanya karena kepalanya sakit sekali dan beharap kekuatan dirinya bertambah.
Senjata Lexalicus pun bercahaya merah kehitaman lalu di dalam pikiran kagami pun muncul seseorang memakai baju lusuh berwarna merah kehitaman.
"Nak aku akan pinjamkan kekuatanku kepadamu jadi tahan selama mungkin" orang itu adalah yang pernah di temui kagami yaitu Radford penjaga senjata Lexalicus.
"Baiklah terimakasih" kagami pun berterimakasih kepada Radford.
Tubuh kagami pun di selimuti oleh aura kegelapan yang begitu kuat dan senjata Lexalicus berubah bentuk menjadi Pandarus Spengler dan kagami membuka matanya dan Leviathan tidak mau kalah mengumpulkan seluruh dosa di dunia.