Fight In The Trash Game

Fight In The Trash Game
79. Kota Yang Telah Berubah Menjadi Damai



\*\*\*\* \[ 1 Minggu Kemudian \] \*\*\*\*


Kagami yang belum sadarkan diri selama 1 minggu semua rekannya sangat menghawatirkannya setelah kejadian pertarungan besar melawan king Orcs yang begitu banyak.


Liyana yang selalu menunggu kagami yang masih saja tertidur belum bangun hingga tidak ingin pergi keluar untuk bertemu dengan orang yang ingin bertemu dengan liyana dan yang lainnya.


"Kapan kau bangun kagami? Dan kenapa membuatku khawatir selalu?" Liyana sambil bicara sendiri sambil menunggu kagami bangun.


Lalu muncul Tenebris di belakang hadapan liyana yang masih menunggu kagami sampai terbangun sampai melupakan makan.


"Nona sebaiknya makan karena anda hampir 1 minggu tidak makan?" Tenebris yang tidak ingin liyana ikut sakit.


"Tapi aku tidak ingin makan" liyana yang sangat khawatir sampai tidak mau makan.


"Nona jangan begini nanti tuan akan sedih dan nona lebih baik mencari makan di luar lalu biarkan saya menjaga tuan" Tenebris yang mencoba membujuk liyana agar makan.


"Baiklah mungkin aku kalau selalu begini mungkin membuat kagami khawatir padaku juga" liyana yang baru sadar harus makan kalau tidak ingin selalu merepotkan kagami.


Lalu liyana langsung pergi keluar dari kamar untuk mencari makan sendiri dengan orang yang berada di dalam kota mengenal liyana hingga menghormati liyana sudah menyelamatkan kota.


"Ugh dimana aku?" Kagami yang baru sadar dari tidurnya.


"Di dalam kamar tuan sendiri" Tenebris yang bersikap biasa saja.


"Kenapa kau disini Tenebris?" Kagami yang jarang melihat Tenebris muncul seperti sekarang.


"Itu bukan apa-apa" Tenebris yang tidak mau memberitahukan tentang sebelumnya terjadi.


"Ugh sudah berapa hari aku tertidur?" Kagami sambil memegang kepalanya yang terasa sedikit pusing.


"1 minggu tuan tertidur setelah bertarung waktu itu" Tenebris yang bicara kepada kagami.


"Baiklah kau boleh kembali tinggalkan aku sendiri" kagami yang merasa dirinya terlalu memaksakan diri.


"Baik tuan" Tenebris langsung pergi hadapan kagami.


Lalu setelah beberapa lama kagami memikirkan dirinya yang terlalu memaksakan dirinya karena ingin menang setelah iu pintu kamarnya terbuka.


"Kagami kau akhirnya bangun" liyana yang membuka pintu lalu melihat kagami yang terbangun dan liyana langsung menangis sambil mendekati kagami.


"Maaf membuatmu khawatir" kagami sambil tersenyum.


"Aku kira kau tidak akan bangun hiks" liyana langsung memeluk erat kagami.


"Syukurlah kau baik-baik saja liyana" kagami sambil mengusap kepala liyana agar tenang.


"Bodoh selalu saja membuatku khawatir!" Liyana langsung melepaskan pelukannya lalu mendorongnya hingga terbentur dinding.


"Ugh kasar sekali dengan orang yang baru bangun" kagami sambil kesakitan di kepala karena terbentur dinding.


"Hmph" liyana yang mulai kesal kepada kagami hingga tidak menjawab kagami lagi.


"Tadi dari mana?" Kagami yang mencoba bersandar ke dinding karena kepala bertambah sakit.


"Mencari makan untukku sendiri karena Tenebris yang menaksaku untuk makan" liyana sambil mengembangkan pipinya karena kesal.


"Memangnya ku belum makan berapa hari sampai Tenebris memaksamu mencari makan?" Kagami yang berfikir bahwa Tenebris tidak akan berani memaksa liyana kecuali ada yang di sembunyikan.


"Em itu 1 minggu setelah kejadian itu dan aku tidak ***** makan dan hanya menunggumu bangun saja" liyana sambil mengecilkan suaranya.


"Jadi sekarang sudah makan?" Kagami sambil menatap wajah liyana dengan ekspresi kesal.


"Belum karena aku tidak mau makan jadi aku membungkusnya saja dan mau kah makan di sini bersamaku?" Liyana yang ingin makan bersama lagi pula kagami sudah sadar.


"Hufftt baiklah lain kali jangan begini lagi atau aku akan memarahimu" kagami yang meredam amarahnya karena sikapnya liyana seperti anak anak.


"Iya aku tidak akan mengulanginya lagi" liyana sambil tersenyum melihat kepada kagami lalu mengeluarkan beberapa alat makan dan makanan yang sudah di beli.


Kagami langsung menuruti saja permintaan liyana yang ingin makan bersama di dalam kamar mereka sekaligus memulihkan kondisi tubuh kagami yang masih belum stabil pulih.


Setelah 1 hari istirahat secara penuh akhirnya kondisi kagami semakin membaik dan sudah hampir pulih sepenuhnya.


Kagami yang sedang berlatih di dalam Realms Of Dark sendirian sambil ada 3 orang yang memperhatikannya dari kejauhan yaitu Hoaxen, Tenebris dan Igris.


"Hahhh sudah lebih dari cukup sekarang latihannya" kagami sambil menarik kembali nafas sambil mengisi kembali energinya.


"Tuan bagaimana keadaan anda?" Igris yang sangat bersemangat sambil mendekati kagami.


"Sedikit lelah dan ada apa?" Kagami yang melihat Igris seperti ada yang sesuatu yang ingin di katakan.


"Baiklah waktunya menepati janji" kagami lalu berdiri dan bersiap mengajarkan kepada Igris karena sudah berjanji jadi harus di tepati dan juga hari ini waktu yang tepat untuk mengajarkannya.


Lalu kagami langsung mengajarkan cara memakai senjata kepada Igris dalam tahap dasar hingga selanjutnya.


Karena dulu kagami sebelum berada di dunia ini semasa pernah mengikuti ekskul belajar cara bermain senjata dan Sekarang jadi mulai terbiasa menggunakan senjata.


Lalu kagami sambil mengajari Igris dan setelah 2 jam belajar cara menggunakan senjata lalu kagami mencoba untuk mengetes yang baru di pelajarinya.


"Baiklah sepertinya sudah cukup dan sekarang coba serang aku memakai ini" kagami sambil mengeluarkan pedang yang di berikan kepada agares.


"Tidak apa apa ini tuan?" Igris yang masih kelihatan belum siap.


"Lakukan atau aku membunuhmu jika tidak melakukannya!" Kagami sambil sedikit mengintimidasi agar Igris melakukannya.


Lalu kagami langsung memberikan pedang itu kepada Igris setelah itu kagami langsung mengeluarkan pedang Guardians dengan pancaran energi yang kuat.


Lalu Igris langsung mengambil pedang yang di berikan oleh kagami setelah itu bersiap bertarung untuk latihan pertamanya.


Igris yang langsung melesat menyerang kagami dengan pedang pemberian kagami dan berharap bisa melakukan apa yang sudah di ajarkan kepadanya sendiri.


"Haa aku harus menang!" Igris yang langsung menyerang kagami dengan menambah kecepatannya.


"Kau masih bergantung pada senjatamu dan cobalah bersatu dengan pedang" kagami menahan semua tebasan pedang milik Igris dengan mudah.


Igris yang mulai mencoba mempraktekkan apa yang sudah di ajarkan kepadanya sendiri lalu menyerang terus tapi semuanya gagal dan berhasil di tahan.


"Masih lemah gunakan energimu" kagami langsung mengakhiri serangannya dengan memukul dengan sisi pedang yang rata dengan memukul badan igris hingga terlempar jauh.


"Uhuk tuan terlalu hebat" Igris sambil membersihkan darah di mulutnya.


"Baiklah sudah cukup dan selanjutnya agares lawanmu" kagami lalu menyimpan kembali pedang Guardians.


"Tapi tuan aku ingin melawan tu--" Igris yang sangat ingin berlatih lagi bersama kagami.


"Datanglah padaku jika sudah menjadi kuat untuk membuktikan sebelum itu lawan dahulu agares dan yang lainnya baru aku sendiri" kagami lalu membuka portal kembali.


"Terimakasih aku mengerti" Igris yang kembali berdiri.


Sebelum kagami pergi lalu mengeluarkan agares dan meninggalkannya di dalam Realms Of Dark setelah itu kagami pergi kembali menuju penginapan.


"Sudah kembali aku lama menunggumu" liyana yang kesal menunggu kagami kembali sambil tiduran di atas tempat tidurnya sendiri.


"Maaf membuatmu lama menunggu memangnya mau kemana sih?" Kagami yang sedikit curiga ingin membawa kagami ke suatu tempat.


"Ya itu ke suatu tempat tapi mandi saja dahulu kau bau keringat" liyana sambil mengusir kagami.


"Ya aku tau itu" kagami langsung mengambil handuk lalu masuk ke dalam kamar mandi.


Setelah beberapa menit berlalu liyana yang menunggu kagami membersihkan badannya lalu kagami yang setelah selesai setelah itu mereka berdua keluar dari kamar dan pergi berjalan jalan di kota.


"Sepertinya suasana kota ini sudah berubah menjadi sedikit tenang bukan kagami?" Liyana yang menempel di samping kagami.


"Ya begitulah dan juga orang di sini tidak memperhatikanku seperti sebelumnya lagi karena membuatku risih" kagami berjalan berkeliling kota.


"Tapi sekarang sudah tidak jadi jangan khawatir" liyana yang sangat senang hari ini dan apa lagi ini malam.


"Ya dan malam ini sama indahnya seperti di sebelahku ini" kagami sambil memperhatikan wajah liyana.


"Ehh mulai lagi deh!" Liyana yang malu lalu mencubit pipi kagami dengan keras.


"Sakit tau" kagami yang sedikit senang dalam dirinya bisa marasakan bahagia di sini berbeda dengan sebelumnya selalu menyakitkan dirinya sendiri.


"Gemes sih dan banyak disana ayo kesana" liyana sambil mengajak kagami.


"Ya sepertinya akan terjadi sesuatu yang menarik yang tidak pernah terjadi di kota ini" kagami yang senang lalu mengikuti yang liyana mau.


"Kagami aku mau membeli daging tusuk itu sepertinya enak" liyana yang menawarkan kepada kagami.


"Baiklah ayo kesana beli beberapa untuk menikmati malam ini" kagami yang menuruti perkataan liyana.


"Terimakasih kagami" liyana sangat senang hingga beberapa orang melihat seorang penyelamat yang berada di kotanya.


Malam yang begitu meriah di dalam kota yang belum pernah terjadi sebelumnya dan juga semua orang bisa merasakan kedamaian di dalam kota.


Dan juga kagami sedikit memberikan 1 hadiah perpisahan yaitu memberikan setengah dari pasukan monster bayangan untuk menjaga mereka semua untuk sementara berjaga jaga.