
Kagami dan liyana yang sampai di depan hutan terlarang bersamaan dan hasilnya seri lalu Tenebris menunjukkan dirinya yang langsung berubah wujud menjadi naga lalu kagami dan liyana langsung naik ke punggung Tenebris untuk pergi menuju kastil malaikat.
"Hasilnya seri jadi jangan marah" kagami yang bicara dengan santai.
"Ya aku tau itu dan apa yang akan kau katakan kepada yang lain jika kita sudah sampai di sana?" Liyana yang ingin mengetahui maksud jelasnya.
"Hm untuk sedikit meluruskan masalah yang ingin aku ketahui dan langsung aku munculkan Agares Shizouka di hadapan mereka semua" kagami yang memperjelas tujuan kesana.
"Ngomong ngomong kau sudah beberapa hari tidak memunculkan agares?" Liyana yang menanyakannya lagi.
"Itu sih aku malas dan lagi malah dia banyak tanya jadi lebih baik aku keluarkan nanti saja jika sampai disana saja" kagami tidak menyukai bayangan barunya.
"Ahh begitu memang pantas dan apakah kau ingin menjadikannya bayangan tetapmu seperti bayangan jahatmu sendiri?" Liyana yang ingin mengetahuimya.
"Hm mungkin itu benar tapi agares juga sudah pernah bicara jadi sekarang agares akan menjadi bayanganku selanjutnya" kagami yang bicara lalu tiduran sambil menatap langit biru berawan.
"Kagami jika kau menghilang berjanji padaku satu hal" liyana yang ingin membuat janji.
"Apa itu?" Kagami yang langsung menyiritkan dahinya.
"Harus kembali ke kota kau di lahirkan dan jangan lupakan itu karena jika kau menghilang ibu dan ayahmu juga pasti sedih kalau mengetahuinya" liyana yang mengingatkan yang akan penting.
"Ha aku tau itu liyana tenang saja" kagami yang langsung membangunkan badannya.
"Baiklah janji jangan di ingkari dan aku menunggu disana juga" liyana langsung menunjukkan janji jari kelingkingnya.
"Ya akan aku tepati" kagami langsung berjanji.
"Kagami apakah baju yang baru di beli tidak akan di pakai?" Liyana yang ingin melihat baju yang sudah di belinya.
"Nanti saja aku malas pakainya" kagami yang kembali tiduran.
"Huh kebiasaan burukmu begitu dan aku merasakan kehadiran beberapa iblis" liyana yang memberitahukan kepada kagami.
"Ahh begitu kebetulan sekali sekaligus menghibur agares mungkin bosan" kagami langsung membentuk bayangan agares.
"Ada apa mengeluarkanku?" Agares bicara kepada kagami.
"Sedikit mengurus beberapa iblis di bawah sana mau tidak?" Kagami memberitahukan tentang iblis ingin menyapanya.
"Berikan aku senjata untuk menyapa mereka dan kau naga berhenti dahulu" agares yang membuat Tenebris berhenti.
"Tuh pakai jangan harap minta lebih" kagami yang memberikan pedang hitam terbuat dari batu Obsidian.
"Ini lebih dari cukup" Agares mengambil pedang yang di berikan oleh kagami.
Lalu agares langsung turun untuk menyapa semua iblis di bawah sana sedangkan kagami dan liyana hanya memperhatikan saja dari ketinggian.
*****
Agares yang menuju daratan untuk menyapa teman lamanya yang berhasil kabur dari markasnya yang hancur oleh kagami sendiri.
"Ahh ternyata kalian yang diam itu Azazel, Bahemot, Mammon dan Amon apakah kalian tidak lupa denganku bukan?" Agares yang menyapa semua iblis disana.
"Kenapa kau masih hidup bukannya kau sudah mati?" Azazel yang bicara dengan sedikit keras.
"Aku hidup lagi oleh seseorang untuk membunuh kalian semua!" Agares langsung mendekati Azazel sambil mendekati pedangnya ke leher.
"Aku lupa mengatakannya adikku yang tersayang bahwa aku adalah seorang bayangan yang tidak bisa mati" agares langsung menebas tangan mammon dengan cepat hingga lepas dan mengeluarkan darah berwarna hitam.
"Bagaimana bisa itu tidak mungkin?" Bahemot yang langsung melancarkan pukulan kepada agares.
"Argh dasar si*l*n Bahemot akan aku bunuh kau" Mammon yang terlempar oleh pukulan Bahemot yang menembus hingga memukul Mammon.
"Hahaha sekarang terima ajal kalian dengan dosa yang harus di tebus dasar pemghianat!" Agares langsung menyerang 4 iblis itu secara langsung.
"Berhenti agares ini tidak ada gunanya untuk membunuh kita semua disini dan kerajaan iblis sudah hancur oleh seseorang" Amon yang membuat agares berhenti.
"Kau tau siapa yang melakukannya itu adalah tuanku yang baru menghancurkan kerajaan iblis busuk itu sekaligus menyiksa lucifer hahaha" Amon yang benar tidak menyangka.
"Apa tidak mungkin yang hanya bisa menghidupkan jiwa yang sudah mati hanya Raphael si malaikat saja" amon yang tidak percaya.
"Jangan sebut nama itu karena yang boleh menyebutnya hanya aku sendiri dan tuanku sendiri" agares langsung membunuh 4 iblis langsung dengan cara yang kejam.
Agares membunuh dengan menyiksanya yang di awali memotong bagian tubuhnya setelah semua terpotong lalu menggorok lehernya hingga putus.
"Hahaha awas kau lucifer akan aku buat seperti ini jika bertemu!" Agares yang begitu senang dengan membunuh para pemghianat bawahannya dahulu.
Lalu agares setelah selesai lalu kembali menuju tempatnya yaitu tuan yang baru sedang diam sambil memperhatikannya.
******
"Terimakasih sudah mempertemukanku pada penghianat itu dan saya kembalikan pedangnya" Agares mengembalikan pedangnya kepada kagami.
"Untukmu saja pegang karena aku sudah mempunyai 2 senjata" kagami yang sudah malas menggunakannya.
"Baiklah apakah kita pergi menuju kastil malaikat?" Agares yang ingin tau.
"Ya betul tunggu saja nanti aku akan beritahukan jika sudah sampai" kagami yang bicara.
"Baiklah tunggu aku Hariel akan bertemu lagi" agares yang ingin bertemu dengan Hariel.
"Apa Hariel yang malaikat itu bukan?" Liyana yang sangat ingat dengan nama itu.
"Apakah kau mengenalnya nona?" Agares yang ingin mengetahui kabarnya.
"Kalau kenal tidak tapi pernah melihat dan kalau tidak salah Hariel itu cuek, pemalas, tidak peduli dengan siapapun yang datang dan terakhir pemarah" liyana yang mengatakan setaunya saja.
"Hm ternyata sikapnya berubah apa yang terjadi?" Agares yang terasa aneh.
"Sudahlah jangan pikirkan kembali saja" kagaki langsung mengubah agares menjadi kumpulan energi lagi.
"Sebenarnya ada hubungan apa dengan Hariel yah kagami?" Liyana yang ingin tau.
"Terserah nanti saja jika sampai pasti tau" kagami yang kembali tiduran.
"Mm baiklah" liyana duduk di sebelah kagami.
"Tuan apakah lanjutkan perjalanan?" Tenebris yang bertanya karena tidak melihat bayangan itu pergi.
"Iya lanjut saja" kagami menjawabnya sambil tiduran.
Kagami dan liyana yang di dalam perjalanan masih lumayan jauh jadi menyerahkannya kepada tenebris.