Fight In The Trash Game

Fight In The Trash Game
67. Devil's Revenge Mask



Kagami yang saling bertukar serangan menggunakan tombaknya membuat Hachiro sang ketua Black Scorpions terpojok tidak bisa melawan balik.


'Ocean Storm!' Hachiro langsung menyerang badai laut sangat besar sehingga kagami sulit menghindar.


'Hailstorm!' liyana yang membuat badai laut itu langsung membeku.


'Dent Impactor!' semua energi kegelapan langsung berkumpul di tombaknya hingga membuat tombaknya semakin panjang lalu langsung membelah badai laut yang membeku terbelah menjadi 2.


"SIALAN SIALAN BERANINYA MENGANGGU PERTARUNGANKU AKAN AKU GUNAKAN KEKUATAN TERAKHIR!!" Hachiro yang mengamuk di hadapan liyana dan kagami.


"Liyana pergi!" Kagami yang memberikan perintah liyana yang malah ikut campur.


Lalu agares yang langsung datang dan berubah menjadi butiran energi kegelapan dan kagami langsung tersenyum lalu kagami langsung menggunakan wujud 'Darkness Risestion' membuat langit menjadi gelap.


"DATANGLAH DEVIL'S REVENGE MASK DAN KUTUKLAH SEMUANYA LALU BAUT MEREKA SEMUA TAU TENTANG DENDAM YANG KITA BUAT!!" Hachiro langsung memakai Devil's Revenge mask seketika dunia bergetar.


Riziel yang merapatkan giginya untuk bersiap mati sambil mengepal tangannya karena kesal harus bertahan hidup.


"Hahh baiklah aku akan mengerahkan semuanya" kagami langsung bersiap.


'Darkness Risestion : Death Sentence!' kagami langsung mengerahkan kekuatan barunya yang sudah berevolusi.


"Thusilent Spear!" Kagami langsung mengubah menjadi bentuk ke 2 yang lebih sempurna.


"MATI KAU!!" Hachiro yang langsung memyerang kagami yang sudah siap.


'Lightning step!' Kagami lang berpindah ke arah kanan sehingga Hachiro langsung menabrab dinding.


BAM! BAM!


"Kekuatan besar tapi di gunakan dengan amarah sama saja lemah dan akan ku buktikan kekuatan dengan pikiran tenang" kagami langsung menutup matanya.


Hachiro langsung menyerang kagami tapi kagami menghindari semua serangannya lalu Hachiro yang kesal tidak menyadarinya kagami langsung menrbas tangannya hingga putus.


"AARRGGHH!!" Hachiro yang meringis kesakitan tangan kanannya putus.


Kagami yang membuka matanya lalu melihat secara langsung tangan Hachiro yang terputus langsung meregenerasi lagi.


"Apa tidak mungkin!?" Kagami yang sedikit tidak mengerti.


"Haha inilah kekuatan dari 'Devil's Revenge Mask' bisa meregenerasi tubuhnya yang mengalami kerusakan dan mendapatkan kekuatan tambahan dari dendam seseorang yang sudah mati" Hachiro yang memberitahukan kepada kagami.


"Ha itu yang belarti aku bisa puas menyiksamu sampai kau ingin berhenti" kagami yang sangat senang mendengarnya.


'Windstrome!" Hachiro langsung mengeluarkan angin topan besar.


"Cara yang aneh" kagami yang mengejeknya.


'Teknik terlarang pertama : Heavens Demonic Cruiser Sky Blade!' kagami langsung menebas angin itu hingga berhenti dan menghilang.


"Apa kenapa kau bisa kuat!" Hachiro yang ketakutan.


Kagami langsung mendekati Hachiro dengan cepat dengan menebas lehernya hingga terputus.


"Begitu saja kalau tau begitu aku bunuh lebih awal saja" kagami langsung mengambil yaitu Devil's Revenge mask.


Kagami langsung berjalan menuju tempat ruang harta untuk mengambil hartanya yang sudah di ambil.


Kagami berjalan dengan menggunakan energi api hitam yang di alirkan ke matanya dan berjalan lurus sambil menghancurkan dinding.


"Hoh lumayan dan juga ada tambahan senjata mungkin berguna" kagami yang sampai disana lalu mengambil semua hartanya.


Lalu kagami keluar dari markas besar Black Scorpions yang sudah hancur lalu kagami melihat liyana yang terdiam kelelahan bersama dengan para sandera lainnya.


"Kagami akhirnya keluar dengan aman dan apa yang kau bawa itu?" Liyana yang langsung memeluk kagami.


"Ohh ini barang yang ketua bandit Black Scorpions itu katanya benda terkutuk tapi olehku di pegang dan di pakai tidak terjadi apapun" kagami yang mengusap kepala liyana.


"Em tuan kami berterimakasih karena sudah menolong kami jadi bisakah kami kembali ke tempat kami semula?" Beberapa sandera berbicara kepada kagami.


"Ahh itu kalian boleh kembali dan bawalah ini pasti barang rampasan untuk kalian hidup dan pilih beberapa senjata untuk melindungi diri sendiri" kagami mengeluarkan uang dan senjata yang sudah di ambil dari ruang harta.


"Terimakasih atas kebaikan anda dan tuan juga ambilah sebagian pasti tuan membutuhkan" perempuan itu ingin berbagi.


Lalu setelah semuanya selesai memugut semua uang dan senjata lalu mereka pergi dan liyana serta kagami memutuskan untuk tinggal sebentar sampai waktu pagi menjelang.


"Hahhh liyana kau tidak ingin istirahat?" Kagami yang langsung bersandar pada pohon.


"Mm ya baiklah tapi bisakah membuat sedikit penghalang yang membuat kita tidak terlihat?" Liyana yang takut terjadi lagi.


"Ya baiklah" kagami langsung membuat penghalang untuk menutupi keberadaan mereka berdua.


Setelah selesai lalu kagami langsung tidur sambil bersandar pada pohon sambil menatap langit dan liyana tidur di atas pahanya kagami dan tidur bersama.


Malam menjelang menuju pagi hari menyinari dunia dengan begitu cerah dengan udara yang sedikit dingin.


Kagami yang terbangun melihat sudah menjelang pagi melihat liyana yang masih tidur akibat kelelahan melawan beberapa bawahan Black Scorpions yang sudah menghilang untuk sekarang.


"Uhm sudah pagi yah?" Liyana yang baru saja bangun.


"Memangnya dan argh badanku sakit sedikit" kagami yang langsung berdiri dan merentangkan badannya.


"Apakah kau baik baik?" Liyana yang menanyakan kondisi badan kagami.


"Begitulah tapi tidak apa-apa dan ayo lanjut pergi Tenebris" kagami yang memberikan perintah kepada tenebris.


"Baiklah tuan dan apakah menuju kastil malaikat lagi?" Tenebris yang langsung menunjukan dirinya dalam wujud humanoid.


"Jangan bertanya yang sudah jelas" kagami langsung menghancurkan pelindung ruang.


Lalu Tenebris langsung berubah wujud menjadi seekor naga besar lalu kagami membawa liyana naik ke punggung Tenebris untuk mulai berangkat.


"Ahh hujan pantas saja anginnya dingin" kagami yang merasakan air dari langit.


"Jarang sekali dan barang apa yang kau bawa sebelumnya?" Liyana yang masih penasaran.


"Tunggu aku buat pelindung dahulu agar kita tidak sakit" kagami langsung membuat Barier yang melindungi Tenebris, kagami dan liyana.


"Terimakasih tuan ini sangat membantu" Tenebris yang sudah tidak terlalu terganggu oleh hujan.


"Ya dan hanya ini" kagami sambil menunjukan Devil's Revenge Mask kepada liyana.


"Mengerikan dari bentuknya dan coba aku li--, Ahh sakit seperti tidak ingin di pegang olehku" liyana yang merasa seperti topeng itu menolaknya.


"Begitu biar aku coba" kagami langsung memakainya lalu menutup mukanya.


"Apa yang kau rasakan?" Liyana yang sangat ingin tau.


"Hm Tenebris mempunyai dendam dengan sekelompok manusia yang membunuh semua keluarganya sekaligus menghancurkan tempat tinggal dahulu" kagami melihat ke arah Tenebris melihat isi dendam Tenebris.


"Bagaimana tuan tau itu, saya belum pernah bicara tentang itu?" Tenebris lalu berhenti lalu kepalanya langsung bergerak ke arah kagami.


"Tidak tau, aku hanya melihat menggunakan Devil's Revenge Mask saja langsung melihat dendam seseorang dan melihat kepada kau tidak punya dendam" kagami yanh yang langsung melepaskan Devil's Revenge Mask lalu melihat ke arah liyana.


"Hm belarti itu kekuatan dari Devil's Revenge Mask bisa melihat dendam seseorang mungkin tuan" Tenebris yang begitu terkejut karena kagami bisa mengetahui dendamnya.


"Tidak juga tapi ada yang aneh karena itu liyana yang memegangnya di tolak oleh energi yang berada di dalam Devil's Revenge Mask dan juga pada saat pada saat ketua Black Scorpions yaitu Hachiro memakainya seperti menjadi iblis lepas kendali" kagami yang menyimpulkan kekuatan yang tidak terpengaruhnya kepada dirinya.


"Lalu kenapa aku merasakan tolakan energiku saat aku mengambil dan kenapa kau tidak terpengaruh?" Liyana yang sangat kesal.


"Mungkin karena hanya orang terpilih oleh Devil's Revenge Mask saja sepertinya dan memiliki kemampuan tambahan jika terpilih sebagai orang pilihan" kagami yang ingin tapi bukan orang pilihan.


"Apa itu tuan?" Tenebris lalu mengembalikan arahnya semula.


"Kemampuan regenerasi tubuh" kagami yang sudah mengetahuinya saat bertarung sebelumnya.


"Apa itu mungkin!" Liyana yang sangat terkejut.


"Begitulah" kagami lalu menyimpan kembali Devil's Revenge Mask.


"Baiklah lanjutkan perjalanan Tenebris aku ingin tidur" liyana yang langsung tiduran di atas punggung Tenebris.


Tenebris lalu pergi melanjutkan menuju kastil malaikat dan kagami hanya melihat di luar Bariernya hujan sangat deras sekali sambil tiduran melihat langit.