Fight In The Trash Game

Fight In The Trash Game
72. Demonic Blood Reversal



Liyana yang pergi menuju utara tidak melihat apapun dan tidak merasakan energi dari Tenebris sama sekali.


"Vortex apa kau benar tidak bisa merasakan keberadaan hoaxen dan Tenebris?" Liyana yang merasa aneh sekaligus curiga.


"Tidak sama sekali seperti sedang terjadi sesuatu dengan mereka?" Vortex yang khawatir dengan seseorang yang sudah di anggap saudaranya.


"Baiklah akan mencoba berkeliling sekaligus memeriksa semua tempat" liyana yang mulai berkeliling di arah utara untuk mencari Tenebris dan hoaxen.


Liyana yang berkeliling di arah timur untuk menemukan petunjuk lalu melihat sesuatu yang terbang di atas langit mendekatinya.


Lalu liyana memutus untuk terbang menuju atas langit untuk melihatnya dan setelah liyana terbang langsung melihat yang terbang adalah Tenebris yang sudah berubah wujud menjadi seekor naga sambil membawa seorang anak iblis yang penuh dengan luka.


Tenebris yang melihat liyana lumayan terkejut dan dengan keadaannya sekarang sudah kehabisan banyak tenaga energi sekaligus tenaganya dengan tubuhnya yang sudah sampai batasnya.


Tenebris yang langsung wujudnya berubah kembali ke wujud humanoid sambil terjatuh dari ketinggian menuju daratan bersama seorang anak iblis.


'Blood Bubles'! Liyana yang membuat gelembung darah yang berasal dari Tenebris demi menyelamatkannya bersama dengan seorang anak iblis juga.


Lalu liyana yang mendaratkan Tenebris dengan anak iblis itu di daratan sambil mengajukan pertanyaan.


"Apa yang terjadi kak Tenebris?" Vortex yang langsung muncul dan memeriksa keadaan Tenebris.


"Maaf aku kembali dengan keadaan buruk padahal aku adalah yang paling kuat dari kau vortex" Tenebris yang langsung pingsan kehabisan tenaga sekaligus energinya.


Vortex yang melihat keadaan Tenebris saja sudah sangat kesal sedangkan liyana langsung mendekati anak iblis itu langsung.


"Hei tidak apa apa?" Liyana yang muali mengecek kondisi anak iblis.


"Si-siapa kau? La-lalu Apa yang kau inginkan dariku?" Anak kecil iblis itu bicara.


"Tidak ada aku adalah teman seekor naga yang membawamu dan bisakah menceritakan apa yang terjadi?" Liyana yang berusaha menggali informasi.


"Apa tidak takut denganku karena seorang iblis? Dan apakah kau bu-bukan orang jahat?" Anak iblis itu sangat ketakutan.


"Tidak menakutkan sama sekali dan kau sama halnya dengan adikku di kota Azteria dan memangnya mukaku seperti orang jahat?" Liyana yang mencoba akrab sambil menyembuhkan lukanya.


"Ti-tidak maafkan aku dan juga a-aku berterimakasih kepada kakak udah menyelamatkanku" anak iblis yang mulai terbuka.


"Tidak apa dan kenapa kau bisa mendapatkan banyak luka begini?" Liyana yang mulai sedikit demi sedikit bertanya.


"Aku berasal dari neraka dan selalu di siksa oleh iblis lain lalu aku di buang ke dunia ini dan akhirnya di siksa lagi hingga mendapatkan luka ini oleh iblis kuat menyik----" anak kecil yang masih bicara lalu muncul entah dari mana 13 iblis.


"Oy bocah kami belum puas menyiksamu kenapa kabur dengan naga si*l*n itu" iblis yang bicara adalah Haziel.


"Jadi apakah kalian yang telah menyebabkan luka di tubuh kak Tenebris ha!" Vortex yang sudah kesal dan marah hingga energi membunuhnya meledak dari dalam tubuhnya.


"Oh jadi dia itu naga menyedihkan sebelumnya, ya benar itu aku yang telah membuat membuat luka di tubuh bus---" iblis yang bicara itu lalu Vortex hancurkan tubuhnya dengan rata menggunakan kendali darahnya.


Liyana yang melihatnya saja terlalu kejam yang di lakukan oleh Vortex lalu liyana mendekati vortex.


"Ah temanku mati deh dan sekarang saktunya kau yang harus merasakan atas kematiannya" Haziel yang langsung langsung melesat menyerang Vortex.


"Jika kau ingin membunuh Vortex langkahi dahulu mayatku" liyana yang langsung menahan Haziel yang mendekati Vortex.


"No-nona ini urusanku dan bukan urusan anda" Vortex yang sedikit menyesal.


"Aku mengerti kemarahanmu lebih baik sembuhkan dahulu Tenebris dengan tenagamu setelah itu aku akan membiarkanmu membalaskan dendam bersama" liyana yang langsung bicara di telepati.


"Baiklah nona dan tolong berikan waktu 5 menit untuk menyembuhkan Tenebris" Vortex yang meminta tolong kepada liyana.


"Ha baiklah sekaligus jaga sebentar anak iblis itu" liyana yang langsung menyetujuinya lalu liyana mengeluarkan pedang Bloody Sfraksor.


"Itu bukankah pedang Bloody Sfraksor dari mana kau mendapatkannya!" Haziel yang terkejut dengan liyana sambil menunjukan pedangnya sendiri.


"Orang yang mau mati tidak perlu mengetahuinya" liyana yang langsung bersiap menyerang.


'Teknik terlarang ke-5: Perfect Judgement Cut End!' liyana yang langsung menebas iblis yang diam di atas pohon dengan pedangnya.


"Ugh hampir saja bagaimana dengan kal--" Haziel yang terkejut setengah melihat ke arah kanannya melihat 2 teman sudah mati di penggal.


Lalu 10 iblis yang tersisa sudah terlihat kesal dan langsung menyerang secara bersamaan kepada liyana.


Liyana yang terkena banyak luka oleh iblis yang mencoba menyerang liyana bersamaan hingga liyana hampir kehabisan energi miliknya sendiri.


'Blood Fire : Blood Detonate!' liyana yang menghindar sambil melempar api darah menuju beberapa iblis.


Lalu 1 iblis itu mati tubuhnya hancur lalu liyana yang tubuhnya sudah penuh luka sekaligus kehabisan energi mulai kepalanya pusing.


"Hah hah hah urgh aku tidak akan mati di si--" liyana yang badannya lemas lalu Vortex yang langsung menangkap badan liyana.


"Nona sekarang waktunya untukmu istirahat dan serahkan padaku saja" Vortex yang mulai bersiap membalaskan dendamnya.


"Hahhh baiklah" liyana yang mulai sedikit menjauh.


Lalu Vortex Langsung mengeluarkan pancaran energi darahnya yang sangat kuat sekali hingga mendorong ke belakang para iblis.


"Bersiaplah kalian semua menyambut kematian!" Vortex yang langsung melesat menyerang kepada iblis yang ketakutan dengan tekanan energi Vortex.


"Se-serang bersama dengan kekuatan penuh kalian" Haziel yang masih mempunyai kekuatan untuk menghindari kematiannya.


"Blood Creation : The Bloodsucker!' Vortex yang langsung menyentuh darah hitam yang ada di tanah untuk menghentikan gerak darah iblis.


"Apa kenapa tubuhku tidak bisa bergerak!" 3 iblis yang tidak bisa bergerak kemana mana hanya bisa diam di tempat.


Lalu Vortex langsung langsung berjalan santai mendekati 3 iblis itu sambil membuat pedang dari darah di tangannya.


"Sekarang waktunya kalian mati" Vortex yang langsung siap menebas 3 iblis sekaligus dengan pedang darahnya.


"Ti-tidak jangan laku---" 2 iblis tubuhnya langsung di tebas hingga terbelah oleh vortex.


"Hati hati Vortex!" Liyana yang melihat Iblis bernama Haziel menyerang diam diam.


Haziel yang berhasil menusuk dari punggung belakang vortex oleh pedang yang menancap dari belakang oleh Haziel karena lengah akibat kemarahannya.


"TIDAK VORTEX!" Yang melihat vortex di hujam oleh pedang dari belakangnya.


"Maafkan aku nona" vortex yang langsung terjatuh ke tanah.


'Demonic Blood Reversal!' liyana yang langsung menggunakan kekuatan terlarang milik keluarganya yang bisa mengakibatkan kematian.


Lalu tubuh liyana yang penuh luka mulai sembuh dan juga rambutnya mulai berubah menjadi putih dan sedikit merah yang berarti sudah dalam kendali penuh kekuatan darahnya sendiri.


"MATI MATI KALIAN!!" Liyana yang langsung melesat mengamuk dan melesat menuju arah 7 iblis tersisa.


'Devil's Claw!' liyana yang langsung menebas dengan pedang Bloody Sfraksor yang berubah bentuk menjadi berbeda.


'Dark Spirit : Barier!' Haziel yang langsung melindungi semua temannya yang tersisa dengan Barier 3 lapisan.


KRAK-TRAK! TRANK! BAM!


Suara Barier hancur sekaligus ledakan tabrakan tebasan pedang milik liyana yang hampir membuat semua iblis mati tapi kenyataannya hanya mati sebagian.


******* ( Normal POV ) *******


Kagami yang sedang mengarah arah timur Merasakan energi liyana yang sekarang mulai berubah menjadi sedikit mengerikan.


"Tekanan energi apa ini? Dan apa yang telah terjadi denganmu liyana" kagami yang langsung mempercepat langkahnya menuju tempat liyana.


Kagami yang mulai mendekati tempat liyana dan yang lainnya lalu melihat hutan yang hancur dengan begitu luas.


Kagami yang mulai memperhatikan sekitar lalu melihat beberapa iblis mati di tangan seseorang yang berambut putih sedikit merah dan juga seorang perempuan yang memegang pedang berbeda.


Kagami yang melihat Tenebris, Vortex dan seorang anak iblis yang tergeletak di atas tanah dengan seorang perempuan aneh yang sedang mendekati Vortex dan yang lainnya.


"Oy jauhkan kakimu itu" kagami langsung menghantam tanah dengan kekuatan petir yang tersisa di dalam tubuhnya hingga retak.


"Bunuh, mati, dasar orang bodoh! Aarrgghh" liyana yang mulai lepas kendali tubuhnya.


"Liya-na apa yang terjadi denganmu" kagami yang mulai terlihat bersalah karena datang terlambat sambil melepaskan pedangnya sampai terjatuh ke tanah.


"Sadarlah mereka rekan kita bukan musuh dan sadarlah liyana!" Kagami yang mulai perlahan mendekati liyana.


"Bunuh, mati kalian semua penganggu!" Liyana yang diam sambil menyebar api darah di sekelilingnya.


"Urgh baiklah kau yang memaksaku harus melakukannya" kagami yang mulai melepaskan tekanan energi yang telah di simpannya.


Seketika api darah yang mengenai tubuhnya mulai pulih dan luka luka lainnya sambil memaksa berjalan mendekati liyana.