Fight In The Trash Game

Fight In The Trash Game
28. Sampai Di Kota Ferdinia



Setelah sampai di sana kagami menemukan mereka yang sedang berdiam dan menutupi jejak dengan sihir kamuflase Mikhaile tetapi kagami menemukan dengan mudah akibat tekanan sihir yang cukup familiar.


"Sudah hentikan kamuflasenya Mikhaile aku sudah menemukanmu" ucap kagami dan kamuflase Mikhaile pun kembali.


"Kagami hiks kenapa malah menyuruhku pergi sih akukan hanya ingin brrjuang bersama kenapa kenapa!! hiks hiks kagami bodoh aku menyesal mengikutimu dan kenapa menganggapku tidak berguna!!" ucap liyana pikirannya tercanpur aduk tidak bisa berpikir dengan kepala dingin.


"Maaf aku bukan bermaksud begitu liyana tapi aku menghawatirkan kalian karena musuh itu sangat kuat yang hanya bisa melawan aku dan Mikhaile saja dan aku khawatir dengan kalian jadi aku memaksakan diri dan memberi perintah kepada Mikhaile menjaga kalian kalau di kepung la--" ucap kagami yang menjelaskan tetapi belum selesai.


"Aku khawatir dengan mu sekarang aku pergi jangan ada yang ganggu dan mengikutiku atau aku ambil darah kalian sampai habis dan mati kehabisan darah" ucap liyana yang pergi menjauh dan mencari tempat yang aman untuk merenung.


"Liyana jangan begitu lah aku serius" ucap kagami kepada liyana.


"Berisik!!" ucap liyana pergi menjauh dengan cepat.


"Sudahlah tuan biarkan liyana sendiri" ucap Mikhaile menahan pergerakan kagami.


"Mikhaile jaga lilia jangan sampai hilang dan turuti perintahku!!" ucap kagami kesal.


"Ba-baiklah tuan" ucap Mikhaile yang takut dengan kagami sedang marah karena melawan perintahnya.


"Kak kagami jangan pergi tinggalkan aku" ucap lilia.


"Aku pergi sebentar saja tidak akan lama kok" ucap kagami langsung pergi dengan kecepatan petir.


"Sudahlah tunggu disini saja lilia biar tuan kagami yang mengurusnya" ucap Mikhaile kepada lilia.


"Baiklah aku akan menunggu" ucap lilia yang mengalah.


***


Kagami langsung mengalirkan energi api hitam agar bisa melihat keadaan dan keberadaan liyana setelah mencari selama sekitar 10 menit dan ketemu juga melihat banyak orang yang bersiap untuk menangkap liyana dan kagami langsung melesat dengan kecepatan yang sangat cepat hampir setara dengan kecepatan cahaya.


"Tangkap dia jadikan sebagai sandera" ucap kelompok Black Scorpions.


ICE STORM..!! liyana langsung membuat badai es membekukan badan mereka.


THUNDER SWORD..!! listrik yang langsung membentuk pedang langsung mengarah kepada liyana.


DARKNESS BARIER..!! kagami langsung melindungi liyana dan berdiri di depan liyana untuk melindunginya.


"Kragg Trang" suara barier yang hancur dan pedang itu menusuk badan kagami.


"Maaf aku terlambat dan ini bukan masalah besar biarkan aku tidur sebentar saja yah liyana" ucap kagami yang mengeluarkan banyak darah karena.


BLOOD DRAIN..!! Darah yang kagami keluar Lalu liyana kembalikan lagi ke badan kagami dan sembuh kembali.


"Maaf membuatmu seperti ini kagami dan mari kita bertarung bersama" ucap liyana sambil membangunkan kagami.


"Ya baiklah aku akan berusaha" ucap kagami.


"Enak sekali berdua dan kami di lupakan begini" ucap no 21 kepada kagami dan liyana.


"Ya baiklah aku siap dan aku akan melayani kalian dan sekarang aku mulai serius" ucap kagami menyeringai.


ULTIMATE DARKNESS EXPLAIN..!! kagami langsung melancarkan serangan banyak pedang petir kegelapan berjatuhan dari langit yang berubah menjadi gelap dan petir yang menyambar tanpa henti.


WIND OF BLOW..!! Penjahat no 20 menyerang serangan angin ribut agar pedang petir kegelapan melemparkannya.


HELL OF ICE..!! liyana yang langsung menyerang balik kepada kawanan kelompok Black Scorpions.


"Terserah saja kagami lakukan saja sendiri" ucap liyana yang kelelahan.


"Ya baiklah" ucap kagami.


THOUSAND BLADE SLASH..!! kagami langsung mengeluarkan sihir seribu tebasan pedang dan kelompok Black Scorpions pun selesai hanya sisa darah saja.


"Liyana aku sudah selesai uhuk uhuk" ucap kagami batuk mengeluarkan banyak darah karena belum istirahat terhadap pengendalian ruang dan waktu.


"Sudah istirahat saja jangan banyak bergerak nanti ketika sudah pulih baru pergi ke tempat Mikhaile dan lilia" ucap liyana menghawatirkan kagami yang batuk darah yang keluar cukup banyak.


"Sudah jangan khawatir aku baik baik saja liyana tenang saja aku hanya perlu istirahat agar tubuhku kembali pulih" ucap kagami langsung istirahat lalu bersandar ke pohon di belakangnya.


"lebih baik di tidur di sebelahku saja" ucap liyana mengajak tidur di sisinya.


"Baiklah disini banyak semut masuk ke bajuku terus" ucap kagami jengkel tidurnya di ganggu oleh semut.


Kagami tidur di sebelah liyana yang sangat nyaman dan liyana pun bersemedi untuk meningkatkan kekuatannya dan menerobos pembatas kekuatan setelah 2 jam pun liyana berhasil menerobos kekuatan yang lebih tinggi dalam pengendalian darah dan es dan juga kagami pun terbangun karrna sudah pulih kembali.


"Apa sudah pulih kagami jangan memaksakan kalau belum kuat berdiri" ucap liyana yang masih khawatir.


"Sudah tidak apa apa bagaimana kita cari lilia dan Mikhaile agar cepat sampai di kota Ferdinia" ucap kagami bangun dan membantu berdiri liyana lalu pergi mencari.


"Apa mereka masih diam di tempat tadi atau tidak yah kagami coba lihat bisa kan tapi jangan memaksakan" ucap liyana masih khawatir.


"Santai saja aku sudah pulih sepenuhnya hanya butuh istirahat saja" ucap kagami lalu mengalirkan energi api hitam ke dalam matanya dan melihat Mikhaile dan lilia di sebelah selatan berjarak 20 meter.


"Apa sudah melihat keberadaannya?" tanya liyana kepada kagami.


"Ya disebelahnya selatan berjarak 20 meter" ucap kagami bersama liyana lalu melesat pergi kesana dan setelah sampai melihat Mikhaile dan lilia.


"Kak kagami apa tidak apa tadi aku mendengar suara sihir yang kuat di arah kak kagami tadi pergi" ucap lilia yang menanyakan keadaan kagami.


"Aku dan liyana sudah di urus kok sudah selesai semua" ucap kagami.


"Ya baiklah sekarang kita pergi ke kota Ferdinia" ucap kagami penuh semangat yang tidak pernah padam.


Setelah mereka berangkat menuju kota ferdinia dan sampailah di depan gerbang kota ferdinia sekaligus di sambut oleh para penjaga kota Ferdinia.


"Selamat datang" ucap para penjaga di gerbang kota.


"Ya dan ada yang aku ingin bicarakan dengan kalian?" tanya kagami kepada para salah satu penjaga.


"Apa itu mungkin kami tau" jawab salah satu dari penjaga itu.


"Shuttt jangan bicara keras dan Dimana markas besar kelompok penjahat Black Scorpions?" tanya kagami kepada penjaga itu dan membuat para penjaga terkejut.


"Dissebelah timur markasnya ada di dalam hutan terlarang yaitu tempat para iblis bersembunyi tapi bukan iblis saja ghost, Undead dan prajurit neraka" ucap penjaga itu.


"Dan tolong perketat keamanan kota Karena banyak penduduk kota di culik oleh kelompok itu dan dia salah satunya dan Ini buruh untuk kalian beri tau kepala kota Ferdinia cepat kerjakan sebelum ada lagi" ucap kagami menunjuk kepada lilia sambil melemparkan uang 1 ruby di hadapan para Penjaga dan liyana dan Mikhaile melihat melihatnya.


"Baiklah kami akan sampaikan secepatnya" ucap para penjaga salah satu dari mereka langsung pergi memberi tau kepada kepala kota.


"Baiklah kami pergi masuk dahulu" ucap kagami.


"Ya baiklah terimakasih informasinya" ucap penjaga yang berjaga.


Dan mereka pun langsung masuk ke kota dan mengantarkan lilia kepada keluarganya.