Fight In The Trash Game

Fight In The Trash Game
51. Energi kejahatan



Kagami, liyana dan Tenebris yang masih pergi ke arah utara belum melihat apapun kecuali hutan yang sangat luas sehingga liyana dan kagami bosan memperhatikannya sehingga tertidur beberapa saat.


"Ternyata mereka tertidur pulas di punggungku" Tenebris yang masih pergi ke arah utara.


"Kakak pertama apakah kau lelah?" Hoaxen yang bertanya kepada tenebris.


"Tidak terlalu sih tapi apakah kalian merasakan energi dari pedang yang tuan pegang" Tenebris berbicara kepada vortex dan hoaxen.


"Ya sangat terasa sekali energi yang sangat mengerikan yaitu energi penuh dengan kejahatan yang begitu pekat sekali keseluruhannya meskipun belum sempurna yang di katakan oleh malaikat sebelum pergi" vortex yang memberitahukan pendapatnya kepada tenebris.


"Memang tuan kita yang sekarang hebat" hoaxen yang memuji kagami.


"Pastinya lihat saja perkembangannya" Tenebris yang mulai menutup telepatinya.


Setelah beberapa lama lalu kagami dan liyana terbangun dari tidurnya melihat keadaan sekitar dan melihat di arah depan ada kota yang sebentar lagi sampai.


"Tenebris berhenti sebantar lagi sampai di kota lebih baik kau kembali" kagami langsung bangun.


"Ahh iya Tenebris sepertinya kau banyak mengeluarkan tenagamu lebih baik istirahat" liyana juga menyuruh Tenebris istirahat.


"Baiklah tuan dan nona kalau begitu" Tenebris lalu berubah wujud menjadi humanoid sedangkan liyana dan kagami langsung melompat menuju daratan.


Tenebris pun langsung masuk ke dunia buatan kagami lalu kagami dan liyana berjalan berdua menuju kota yang berada di depannya dan juga jaraknya lumayan jauh.


"Kagami menurutmu kota apa?" Liyana yang bertanya kepada kagami.


"Tidak tau nanti coba lihat saja" kagami yang berjalan bersama liyana.


Setelah berjalan tidak terlalu jauh sampai di depan gerbang kota yang bernama Havensi yang terdengar aneh sih.


"Selamat datang di kota havensi para petualang" para penjaga gerbang kota menyambut liyana dan kagami dengan tenang.


"Ya dan ayo masuk kagami" liyana langsung menarik tangan kagami menuju kota.


"Ya ya sabar" kagami langsung mengikuti liyana.


"Kagami mau tidak mengajakku berkeliling?" Liyana yang bertanya kepada kagami.


"Baiklah coba sabar sebentar" kagami yang meminta liyana sabar.


"Iya maaf terlalu bersemangat" liyana yang langsung diam di sebelah kagami lalu berjalan santai.


Kagami dan liyana pun berkeliling di dalam kota Havensi untuk melihat apa macam macam pedagang makanan, baju, barang antik dan lain lain lalu tidak sengaja melihat anak kecil yang di siksa oleh pedagang lain.


"Hei hei jangan menyiksa anak kecil memangnya apa yang dia perbuat?" Liyana yang langsung sigap melindungi anak kecil itu.


"Anak itu sudah mencuri makanan dari tempatku dan kau pergi ini bukan urusa---" pedagang itu yang ingin memukul liyana lalu kagami langsung menangkap tangannya.


"Oy tidak kah bisa bicara dengan sopan dan santai jangan bermain tangan kepada anak kecil dan perempuan atau aku potong tanganmu" kagami yang mengeluarkan aura membunuh yang meledak hingga semua orang di sana sesak sesaat.


"Maafkan aku aku mengaku salah hiks" pedagang itu meminta maaf pada kagami.


"Berapa yang harus anak itu bayar? Dan minta maafmu tidak berguna untukku coba minta maaflah sendiri" kagami menghilangkan aura membunuhnya.


"10 silver saja dan maafkan aku nona lalu nak maafkan aku" pedagang itu berbicara lalu kagami melemparkan 10 silver kepada pedagangnya lalu pergi menjauh.


"Iya aku maafkan lain kali jangan kasar kepada anak kecil" lalu liyana membawa anak kecil itu menjauh dan mencari kagami yang menghilang.


"Kak terimakasih?" Anak itu mulai berbicara.


"Ya dan kenapa mencuri makanan milik orang lain? dan dimana orangtuamu?" Liyana yang mulai bertanya dan merasakan ada yang mengikuti dari belakang.


"Perempuan cantik bolehkan kau ikut denganku sebentar untuk menemaniku minum" seorang laki laki langsung mendekati liyana dan hampir menyentuh badan liyana.


"Sudah bosan hidup yah?" Kagami langsung menodongkan pedangnya kepada laki laki itu tepat di sebelah lehernya.


"Kagami kau mengikuti dari tadi aku mencarimu" liyana yang sedikit senang melihat kagami.


"Tidak kok kawan memangnya aku tidak boleh bermain sebentar dengannya" lelaki hidung belang itu berbicara dengan ketakutan.


"Ingin mati atau entahlah dari sini pilih salah satu kalau tidak aku bunuh langsung" kagami yang langsung mendekatkan pedangnya kepada leher lelaki itu.


"Baiklah aku pergi dan tunggu balasannya" lelaki itu langsung pergi meninggalkan kagami.


Lalu kagami langsung menyimpan pedangnya lalu mendekati liyana dan anak kecil yang sedikit ketakutan oleh sikap kagami.


"Kagami kenapa kau pergi tadi?" Liyana yang kesal meninggalkannya.


"Moodku hancur jadi pergi malas dan kau tidak di sentuh oleh lelaki bajingan itu?" Kagami yang bertanya kepada liyana.


"Tidaklah tadinya aku mau siksa sendiri dan kau datang menganggu" liyana yang sedikit senang dan juga kesal.


"Ya ya terserah" kagami yang malas berdebat.


"Tidak perlu takut pada dia baik kok dan tunjukan jalan menuju rumahmu" liyana yang langsung berbicara dan juga menenangkan anaknya agar tidak takut.


"Baiklah kak" anak kecil itu lansung menunjukkan jalan menuju rumahnya.


Dan sampailah liyana dan kagami di depan rumah yang tidak terlalu besar lalu liyana dan kagami masuk ke dalam rumahnya dan melihat banyak sekali barang yang berantakan saking tidak bisa merapikannya.


"Bu ini makanan untuk ibu" anak itu membangunkan ibunya.


"Ah ada tamu dan ini dari mana kan kita tidak punya uang untuk membeli makanannya?" Ibu itu bertanya kepada anaknya.


"Tenang saja bu 2 orang itu membelikannya untuk ibu" anaknya yang memberitahukan kepada ibunya.


"Ohh ya ini buah untuk ibu dan anaknya agar cepat sembuh tadi tidak sengaja membelinya dan tambahan uangnya 3 ruby 15 gold untuk hidup ibu" kagami yang langsung memberikan sekantong makanan dan uang.


"Aduh maaf kami tidak bisa menerima ini semua terlalu banyak" ibu itu tidak menerimanya.


"Terimalah ini atau hancurkan rumah ini pilih" kagami yang kesal karena seseorang menolaknya.


"Baiklah kami terima semua barang pemberian anda dan sekali lagi terimakasih" ibu itu sedikit ketakutan tapi juga bersyukur ada orang yang baik mendatanginya lalu kagami keluar dan melambaikan tangannya.


"Tolong maafkan sikap dia yang terlalu kasar karena kesal sekali hari ini" liyana yang meminta maaf karena sikap kagami tidak pantas.


"Tidak apa apa dan saya berterimakasih kepada orang yang sudah bersimpati padaku atau berkah dari dewa yang di turunkan melalui dia kepadaku" ibu itu tersenyum kepada liyana yang menandakannya telah memaafkannya.


"Baiklah saya pergi dahulu" liyana yang langsung keluar dari rumahnya lalu melihat kagami yang sedang melamun.


"Ada apa?" Kagami yang melihat liyana keluar rumah.


"Tidak dan tadi kenapa kau bersikap begitu?" Liyana yang kesal dengan sikap kagami.


"Aku tidak suka di tolak mentah mentah pemberianku sedangkan mereka hidupnya saja begitu yasudah aku kesal" kagami yang berbicara lalu liyana mengerti perkataan dari ibu dari anak tersebut kelada kagami.


"Yasudah ayo berkeliling lagi" liyana yang mengajak kagami untuk mengubah perasaannya agar tidak marah lagi.


"Ya iya" kagami langsung pergi menjauh dari rumah itu.


Pergi lagi menuju pasar di tengah kota yang begitu banyak orang disana dan kagami hanya mengikuti apa yang liyana mau saja dahulu.