
Setelah 2 hari 3 malam perjalanan akhirnya sudah hampir mendekati ibukota Azteria yang sudah banyak berubah sejak beberapa tahun meninggalkan tempat tinggalnya selama beberapa tahun.
Liyana yang sudah selesai menyerap kekuatan dari Blood Stone lebih cepat dari pada sebelumnya.
Sedangkan Igris yang tidak mau bicara kepada kagami sehingga meminta izin untuk tidak menggangu dirinya untuk sementara waktu menjernihkan pikiran di dalam dunia bayangan berlatih lagi di dalam dunia bayangan milik kagami.
"Tenebris kembalilah kau pasti lelah” kagami berbicara sambil menepuk badan Tenebris.
"Baik tuan” Tenebris yang langsung kembali juga menuju dunia bayangan milik kagami.
Kemudian kagami bersama Liyana langsung memutuskan untuk berjalan hingga memasuki kota karena sudah dekat dan Liyana tidak sabar bertemu keluarga.
"Aku sangat tidak sabar bisa bertemu dengan keluargaku sekian lama” Liyana yang sangat bersemangat.
”Ya Benar sekali dan Liyana waktu kau menyerap kekuatan dari Blood Stone untuk kedua kalinya itu cukup cepat di bandingkan sebelumnya ya?” Kagami yang merasa Liyana juga mengalami sedikit perubahan.
"Ya saat pertama kali diriku bertemu dengan Dewa kematian itu namun untuk kedua kalinya tidak bertemu lagi dengannya” Liyana sambil memberitahukan kepada kagami.
"Oh begitu” Kagami yang khawatir kepada Igris yang menyendiri untuk menjernihkan pikiran.
"Ada apa Kagami?” Liyana yang memperhatikan raut wajah kagami berubah.
"Tentang Igris baru mengetahuinya dari Agares bahwa Igris adalah keturunan dewa Iblis Tartarus dan lagi memberitahukan tentang ibunya seorang manusia yang di tangkap kemudian di paksa melakukan hubungan sampai hamil dan setelah lahir wanita itu di buang ke dalam lava panas” kagami yang memberitahukan kepada Liyana.
"Kejam sekali lalu keadaan Igris bagaimana sekarang?” Liyana yang ikut khawatir setelah mendengar cerita sekilas dari kagami.
"Memutuskan untuk sendiri berlatih dan tidak mau di ganggu tapi Agares selalu memantau jadi aku tidak perlu khawatir” Kagami yang membuat sedikit alasan agar Liyana percaya.
"Syukurlah dan kagami ayo cepat agar cepat sampai” Liyana langsung menarik tangan Kagami.
"Baiklah” kagami langsung mengikuti kemauan Liyana.
Kemudian Kagami dan Liyana langsung masuk ke dalam kota dengan sambutan dari para penjaga kota yang mengenal kagami sebagai putra raja Zhiyu.
Kemudian seorang Penjaga yang baru ingat sesuatu langsung berlari mengejar Kagami bersama Liyana yang sudah memasuki ke dalam kota.
"Kagami berhenti sepertinya ada yang mencarimu?” Liyana merasakan seseorang yang mendekati namun tidak ada niat untuk berbuat jahat.
"Siapa? Bukankah tadi mereka bersikap biasa saja” Kagami yang tidak menyadari akan ada yang mencarinya.
Lalu orang itu langsung mendatangi Kagami bersama Liyana yang memutuskan untuk menunggu penjaga gerbang kota.
"Hah hah syukurlah tuan muda masih disini” Penjaga itu bicara sambil terengah-engah.
"Ada apa mencariku?” Kagami yang ingin tau tujuannya mendatanginya.
"Anda harus cepat kembali karena ibunda anda terkena penyakit yang langka dan berbahaya” Penjaga itu langsung memberitahukan kepada kagami secara singkat.
"Apa! Liyana maafkan aku harus kesana tidak bisa mengantarmu menuju rumahmu” Kagami yang terpaksa harus meninggalkan Liyana sendiri.
"Aku ikut bersamamu” Liyana yang ingin melihat keadaan ibu Kagami.
"Bukankah ingin bertemu keluargamu?” Kagami yang terkejut dengan Liyana ingin ikut bersama dirinya.
"Ya memang tapi aku rasa aku ikut denganmu mungkin aku bisa membantumu lagi pula aku bisa mendatangi keluargaku jika sudah selesai urusanmu kagami” Liyana yang benar ingin tau juga.
"Baiklah kalau kau tetap ingin ikut” Kagami yang membiarkan kemauan Liyana.
"Tuan muda apa perlu saya tunjukan jalan?” Penjaga itu masih menunggu.
"Kembali ke tempatmu sekarang dan aku bisa sendiri kesana” Kagami dengan sedikit tegas karena masih mengingat jelas jalannya.
"Baik tuan muda” Kemudian Penjaga itu pergi kembali ke tempat berjaga.
Lalu kagami bersama Liyana menuju Kerajaan untuk memeriksa keadaan Ibunya yang baru saja di beritahukan oleh Penjaga kota yang sebelumnya mengenal Kagami.
Setelah berjalan di dalam penuh keramaian yang sangat menyusahkan Kagami bersama Liyana sampai di kerajaan yang masih lumayan jauh.
Setelah beberapa menit akhirnya sampai depan kerajaan yang sudah banyak penjaga yang berjaga di depan.
"Tuan muda telah kembali biarkan masuk” semua penjaga langsung membukakan jalan untuk masuk.
"Ayo Liyana masuk?” Kagami langsung menarik tangan Liyana.
"Ba-baiklah” Liyana yang tidak percaya bisa datang lagi kesini sekian lama.
Liyana yang melamun langsung masuk ke dalam bersama kagami yang penuh rasa khawatir kepada orangtuanya.
Disisi lain Raja zhiyu yang masih menahan rasa ngantuknya demi memperhatikan kondisi Istrinya yang mengalami penyakit yang jarang di temukan adalah Eternal Sleep di tambah lagi kondisi fisik yang semakin menurun.
"Raja anak anda baru saja kembali” Seorang pelayan kerajaan yang langsung memberitahukan kepada Raja zhiyu.
"Uh bawa masuk ke dalam” Raja zhiyu yang lemas dengan wajah mengantuk berat.
"Baik yang mulia” Pelayan itu pergi untuk memberitahukan kepada tuan muda Kagami.
Setelah Kagami bersama Liyana di perbolehkan masuk ke dalam Kagami langsung melihat ayahnya tertidur lemas di tempat kerjanya.
"Ayah! Apa yang terjadi?” Kagami langsung mendekati Ayahnya yang tertidur lemas.
"Maaf ayah terlalu sibuk mengurusi kerajaan hingga tidak mengawasi ibumu hingga terkena penyakit karena kelalaian ayahmu ini” Zhiyu yang langsung mencoba mendekati anaknya.
"Ayah istirahatlah dahulu biarkan aku melihat ibu sendiri” Kagami langsung mencoba mengangkat ayahnya untuk membawanya ke dalam kamar.
"Maaf sebagai raja ayah lalai dalam mengawasi ibumu” Zhiyu yang masih minta maaf.
"Ini bukan salah ayah dan untuk sekarang ayah istirahat saja dan fokus memulihkan kembali kondisi kembali” Kagami langsung masih berjuang mengangkat ayahnya.
"Kagami” Liyana yang sangat peduli kepada orangtuanya yang sudah di tinggalkan selama ini.
"Tunggulah sebentar Liyana disini aku akan kembali” Kagami yang sekuat tenaga berjalan sambil membawa ayahnya menuju kamar.
Kemudian salah satu bayangan High Orcs langsung keluar menunjukan diri dari balik bayangan karena ingin membantu tuannya sendiri.
"Gwa Gwa” Orcs yang langsung ingin membantu.
"Terimakasih bantuannya” kemudian Kagami langsung pergi menunjukan jalan menuju kamarnya yang masih ingat jelas.
Raja Zhiyu yang kembali terbangun melihat dirinya di bawa oleh sesuatu yang besar dan sangat kuat dan akhirnya sampai di kamar istirahat yang ternyata masih ingat.
"Tempatkan di atas tempat tidur dengan pelan” Kagami yang langsung memberikan perintah kepada High Orcs.
"Gwa Graa”
"Ya sudah sekarang boleh kembali” Kagami yang langsung melihat kodisi ayahnya yang sangat buruk.
"Ternyata Putra ayah sudah besar” Zhiyu yang tersenyum dengan memaksa matanya terbuka.
"Tidurlah ayah” Kagami langsung membagi energi kegelapan untuk memulihkan kondisi ayahnya sedikit demi sedikit.
Setelah Kagami selesai membuat ayahnya tertidur langsung berjalan kembali menuju tempat Liyana menunggu.
"Kagami disini” Liyana yang melambaikan tangannya sambil diam di dalam suatu ruangan.
"Kenapa kau ada disini?” Kagami yang langsung berjalan mendekati Liyana.
"Ini ruangan Ibumu dan juga ada Ibumu yang sudah tertidur” Liyana langsung memberitahukan kepada kagami.
Kemudian kagami langsung memasuki ruangan dan Seorang pelayan kerajaan Langsung mendekati Kagami sambil memberikan selembar kertas.
"Tuan muda ini sebuah pesan singkat dari Ibunda anda sebelum tertidur dan menitipkan ini untuk tuan muda” Pelayan itu langsung memberikan kertas kepada kagami.
"Terima kasih sudah menjaga orangtuaku” Kagami yang langsung menerima sambil berterimakasih kepada pelayan.
"Sama sama tuan muda” Kemudian Pelayan itu langsung pergi bekerja kembali.
"Biarkan aku baca Kagami boleh?” Liyana yang sangat sudah terbiasa bahasanya.
"Baiklah lagi pula aku tidak terlalu mengerti bahasanya meskipun hanya setengahnya karena bahasaku yang lama dan disini berbeda sedikit” Kagami langsung memberikan Kertas itu kepada Liyana.
"Kagami dengar, untuk Putra pertama ibu yang sangat ibu sayangi, ibu sangat senang bisa melahirkan anak pertama yang sangat hebat namun ibu tidak bisa mengucapkan apapun tentang bangga kepada anak ibu karena ini baru pertama kalinya”
"Meskipun saat Ibu sebelum tertidur sangat ingin lihat putra Ibu yang pasti sudah besar dan semakin kuat jika Ibu tidak bisa melihat biarkan ibu tertidur dengan nyaman kemudian saat ibu terbangun sangat ingin melihat Putra ibu saat pertama kali membuka mata lalu ibu sangat menyayangi Putra pertama ibu yang kuat” Liyana yang langsung menutup kertasnya dengan perasaan sedih.
Sedangkan kagami yang hanya dengan mendengarkannya melalui kertas saja merasakan kesedihan yang sangat menyakitkan bagi Kagami untuk kedua kalinya sama seperti kehilangan ayahnya saat di dunia sebelumnnya.
Kagami yang mulai menangis tidak bisa berbuat apa-apa dan datang pada saat terlambat lalu Liyana langsung memeluk Kagami langsung dari belakang untuk menghiburnya.
"Sedikit tapi terimakasih sudah ada untukku meskipun ini sangat sulit untukku” kagami yang sedikit terhibur dengan adanya Liyana disisinya.
"Aku juga mengerti sesuatu bahwa hidup bukan untuk memperhitungkan berapa lama untuk bertahan hidup tapi harus memilih jalan hidup yang sulit jika menginginkan masa depan yang baik” Liyana langsung bicara dekat telinga Kagami.
"Baiklah jika itu yang kamu inginkan” Kagami langsung menghapus air matanya sendiri.
"Ohh ya kagami kamu mau tidur bersamaku lagi seperti biasa tapi ini akan sedikit berbeda” Liyana yang langsung menggoda Kagami untuk pertama kalinya.
"Tidak tidak jangan nanti akan muncul masalah jika ketahuan orangtuamu” Kagami yang langsung membuat pikirannya terpikir kemanapun.
"Pfftt Kagami ternyata masih sama seperti yang dulu dan aku hanya bercanda jadi jangan bawa serius hahaha” Liyana yang langsung melepaskan pelukan sambil tertawa dengan puas.
"Liyana kau ini!! saat seperti ini juga masih saja bisa bercanda ini balasannya” Kagami langsung mengelitiki badan Liyana sebagai balas dendam sudah bercanda keterlaluan.
"Ahahaha kagami maaf hentikan sekarang juga hahaha” Liyana terus merasa geli karena Kagami yang terus mengelitiki badan Liyana.
Setelah beberapa lama berhenti Liyana yang sudah lemas karena tertawa sambil tergeletak di lantai Kagami merasa bahagia lalu Kagami langsung membantu Liyana bangun karena kasihan.
Lalu Kagami langsung mendekati Ibunya sambil memberikan energi kehidupannya sebagian untuk mengembalikan kesehatan kesehatan tubuhnya.
"Kagami sedang apa?” Liyana melihat kagami menyentuh badan ibunya.
"Apa kau merasakannya?” Kagami yang pasti membuat Liyana menyadarinya.
"Jangan jangan kau membagi energi kehidupan kepada Ibumu” Liyana yang merasakan energi kagami terbagi menjadi 2 bagian.
"Aku baik baik saja jangan menatapku begitu karena aku melihatnya saja fisik Ibuku semakin melemah” Kagami yang tidak ingin kehilangan orangtuanya untuk kedua kalinya.
"Baiklah terserah padamu saja dan aku akan membuat Ibumu membeku agar setiap tulangnya tidak mengalami pengeroposan pada tulang di setiap bagian badannya” Liyana langsung mendekati Ibu Kagami.
Lalu Liyana langsung membuat peti es dari kekuatan Liyana yang jarang sekali di gunakan karena sedikit sulit mengontrol emosinya sendiri.
"Kagami tinggal masukan Ibumu ke dalam peti es maka ibumu akan bertahan untuk beberapa tahun” Liyana yang langsung memberitahukan kepada kagami untuk memasukkan tubuh Ibunya.
"Baiklah itu akan sulit jika untukku tapi aku punya cara” kagami yang langsung mengeluarkan salah satu dari bayangan 4 penjaga Orcs.
"Gwa Gwa” Orcs yang ingin tanya apa yang perlu di bantu.
"Pindahkan Ibuku ke dalam peti dengan pelan” kagami yang langsung memerintah bayangan Orcs.
Kemudian Ibu kagami langsung sudah berhasil di pindahkan ke dalam peti es dengan aman kemudian Orcs itu menutup kembali peti es dan menyimpannya ke dalam ruangan yang tertutup.
"Gwaa” Orcs yang telah selesai kemudian kembali ke balik bayangan Riziel.
"Sudah selesai” Kagami dengan cukup lega.
"Huh curang pakai bantuan” Liyana yang merasa Kagami curang.
"Hehe aku belum kuat tau” Kagami yang sambil menggaruk kepalanya.
"Yasudahlah apa yang akan di lakukan sekarang?” Liyana yang masih tidak tau harus berbuat apa lagi.
"Hm tunggu bagaimana jika ke perpustakaan dahulu aku ingin menunjukkan pada Igris siapa tau ada yang berguna untuknya dan kita apa mau ikut?” Kagami langsung mengajak Liyana.
"Baiklah aku juga merasa di dalam teknik bertarung seperti masih ada yang kurang juga sih” Liyana yang memutuskan ikut ke dalam perpustakaan kerajaan.
Kagami bersama Liyana lalu langsung pergi menuju perpustakaan untuk mencari buku yang cocok dengan mereka berdua.
Lalu sampailah di dalam perpustakaan kerajaan yang sangat luas kemudian kagami mengeluarkan secara paksa Igris dari balik bayangannya karena sangat sulit untuk memerintahkannya keluar.
"Ada apa kenapa mengeluarkanku? Aku sedang berlatih” Igris yang kesal.
"Kau ini harusnya sopan karena ini tempatku sekarang berdiri disana dan pilihlah buku yang cocok” Kagami yang mengutamakan Igris di bandingkan Liyana dan dirinya sendiri.
Wuss! Wuss!
Enam buku sihir yang cocok untuk Igris membuat Igris penuh dengan semangat Ingin memperlajarinya lebih dalam dan menjadi kuat lebih cepat.
"Tuan.... Ehh maksudku semua buku ini Luar biasa apa boleh aku mempelajarinya?” Igris dengan senang.
"Boleh saja dan ingin di pelajari di sini atau di dalam dimensi kegelapan?” Kagami yang menawarkan kepada Igris.
"Disini saja tuan hingga aku bersemangat” Igris yang bicara dengan yakin.
Wuss! Guung!
Satu buku yang di penuhi energi kuat langsung mendatangi Igris dengan cepat dan kuat hingga mendorong kagami dan Liyana mundur.
"Apa itu kenapa sangat kuat?” Liyana tidak kuat menahan dorongan energi.
"Sepertinya sesuatu yang akan berguna untuk Igris” Kagami yang kembali berdiri daj mampu menahan ledakan energi.
Lalu buku itu langsung di ambil oleh Igris dan menyimpannya bersama buku lain kemudian bagian Liyana mendapatkan buku teknik bertarung di pakai oleh orang pertama dari keluarga Nero.
Kagami langsung berdiri namun tidak ada buku datang selama 20 menit dan saat menit ke 25 datang 2 buku dengan mengeluarkan ledakan energi kegelapan cukup kuat hingga menggetarkan tempat disana dengan sangat kuat.
"Ugh sebenarnya buku apa ini menyimpan energi sangat kuat!” Kagami yang tidak kuat menahan ledakan energi asal dari 2 buku di hadapannya.
Gwwaa! GRRaaa!
Kemudian 4 Penjaga langsung membantu kagami agar tidak terdorong semakin jauh dan juga King Orcs langsung muncul di hadapan Kagami sambil merapalkan sihir pelindung Hynm Protection.
"Kalian membantuku?” Kagami yang tidak menyangka ada yang akan membantunya.
Graa! Graa!
4 bayangan penjaga Orcs langsung kembali sambil ke balik bayangan untuk memberikan kekuatannya kepada Kagami.
"Ha!! Ini bukanlah hal sulit” kagami langsung berjalan mendekati sekuat tenaga.
Seketika tempat berubah dan yang ada di hadapannya seorang yang sangat kuat untuk di lawan kemudian Kagami tidak akan menyerah.
"Kau hanya sampah yang tidak pantas di daur ulang kenapa harus berjuang sekuat tenaga? Apa memperbaiki dirimu yang buruk di masa lalu?” Sosok itu semakin jelas memperlihatkan wajah yang bicara dengan memberikan semangat berjuang dengan perkataan kasar kepada kagami.
"Seseorang pernah berkata padaku jika kau ingin kuat harus menjalani masa sulitmu dan jika ingin mendapatkan masa depan yang baik harus berjuang sendiri meskipun adalah antara hidup dan mati harus di pertaruhkan!” Kagami yang bicara sambil mengeluarkan tenaga sangat banyak untuk melangkah maju.
Setelah 6 menit akhirnya Kagami berhasil mendekati kedua buku dan terlihat sosok yang berdiri di hadapannya sambil tersenyum bangga.
"Akhirnya diriku menemukanmu sang dewa Penghukum dan Pembunuh atas keadilan Kagami Youra dan sekarang kau layak mendapatkannya”
"Semoga kau berhasil di hari selanjutnya untuk bertemu lawanmu sekaligus menghukum 3 dewa sekaligus karena sudah merusak eksistensi alam semesta dan saya tunggu di alam Dewa” Sosok itu langsung menghilang kemudian kedua buku mendekati kagami sambil memberikan energi besar kepada Kagami.
Kemudian kagami yang sudah menerima energi memasuki tubuhnya kedua buku pun langsung terjatuh dan Kagami langsung mengambilnya namun tubuhnya seketika lemas dan pingsan untuk beberapa jam.
"Uhh Liyana apa yang terjadi padaku?” Kagami yang melihat kondisi tubuhnya sambil tiduran di atas kaki Liyana.
"Kamu sudah berjuang hebat dan sekarang istirahatlah dahulu” Liyana yang menyadarinya kalau dirinya ada disana pasti tidak akan sanggup mendekatinya.
Liyana sambil mengusap kepala kagami dengan pelan kemudian Igris langsung mengecek kondisi Kagami.
"Bagaimana keadaan anda?” Igris yang langsung melihat kagami yang sudah sadar.
"Sudah agak baikan kok” kagami yang langsung bangun dan mencoba membuka salah satu dari 2 buku.
"Kagami apa kau akan menggantikan ayahmu sementara?” Liyana yang ingin membantu kagami jika benar ingin menggantikan ayahnya sementara.
"Ya tapi itu akan aku coba besok untuk sekarang mau istirahat atau berjalan jalan sambil mampir ke rumah keluargamu?” Kagami yang menghibur Liyana.
"Benarkah kagami kita akan kesana?” Liyana dengan sangat senang.
"Iya ayo pergi dan Igris masih ingin disini?” Kagami yang langsung mengubah pandangannya kepada Igris.
"Aku masih ingin disini untuk mempelajarinya” Igris sambil mencoba membaca buku.
Kemudian kagami langsung mengeluarkan agares untuk mengawasi Igris sekaligus Hoaxen, Vortex dan Tenebris langsung di keluarkan oleh Kagami bersama Liyana.
"Kalian carilah buku yang cocok untuk kalian bertiga” Kagami yang langsung memberitahukan kepada ketiga bawahan setianya.
"Terima kasih tuan” Mereka bertiga bicara bersama kepada Kagami.
Kemudian kagami bersama Liyana langsung pergi dan tidak lupa memberitahukan kepada Para pelayan di dalam sana untuk menjaga orangtua Kagami karena Kagami akan pergi selama 1 hari.
Dan tidak lupa kagami langsung mengeluarkan sekitar 20 Orcs di tambah dengan 4 penjaga King Orcs sekaligus King Orcs yang berguna dalam pertahanan sekaligus menyerang jarak dekat.