Fight In The Trash Game

Fight In The Trash Game
35. Lexalicus Of Darkness



Setelah 1 minggu menunggu hoaxen dan kagami pulih kembali akibat pertandingan kemarin dan akhirnya terbangun dari pingsan dan bersiap melanjutkan pelatihan selanjutnya dari Tenebris.


"Berapa aku pingsan kehabisan tenaga?" tanya kagami kepada tenebris yang sedang mennunggu pulih.


"Sekitar 1 minggu untuk pulih sekaligus bangun dari pingsannya" ucap tenebris.


"Tapi kemarin aku merasakan saat terlempar ke arah timur dan ada sesuatu yang melindungi" ucap kagami memikirkan sesuatu yang janggal.


"Apakah itu pembatas dimensi?" tanya hoaxen yang tidak terpikir sesuatu.


"Bukan pembatas dimensi ini tidak terlalu kuat tapi dinding penghalang itu jauh lebih kuat" ucap kagami berbicara kepada hoaxen dan Tenebris.


"Bagaimana kita periksa dan apakah masih ingat arahnya?" tanya tenebris mendapatkan sesuatu yang dulu di lindungi.


"Mungkin tapi sebisa mungkin berusaha mencari" ucap kagami lalu mengajak hoaxen dan Tenebris pergi menuju sana.


Setelah itu pun mereka pergi ke arah timur sampai menemui pembatas dimensi dan setelah sampai tenebris pun merasakan apa yang di rasakan oleh kagami.


"Biar aku coba lihat sebentar" ucap kagami lalu menyalurkan api hitam ke dalam matanya.


"Aku merasakan kekuatan api hitam apakah itu kemampuanmu nak?" Tanya tenebris kepada kagami.


"Ya ini di sebut dengan Eyes Of Black Flame kemampuan untuk melihat sesuatu yang jauh atau di halangi" ucap kagami memberitahukan kemampuannya.


"Wah keren kau bisa begitu" ucap hoaxen sangat terkejut dengan kemampuan kagami.


"Haha biasa saja dan aku melihat isi dari penghalang ini berbentuk pedang dan apakah itu yang kalian ceritakan?" tanya kagami kepada hoaxen dan Tenebris yang sudah tau.


"Mungkin" ucap hoaxen menjawab pertanyaan kagami.


"Akan aku coba hancurkan Teknik terlarang no 10 : Dancing blade Slash!" kagami yang langsung menyerang dengan teknik pedang ke-10 dengan tarian pedang yang tajam dengan pedangnya sendiri.


"Tidak berpegaruh apapun dan tidak ada retak sedikitpun dan biarkan aku coba saja nak" tenebris lalu berubah menjadi wujud seekor naga hitam lalu menyemburkan api ke penghalang itu dan menghasilkan retakan meskipun sedikit lalu Tenebris berubah wujud lagi menjadi humanoid.


"Jadi wujud aslimu itu seekor naga? dan biar aku coba menggunakan kekuatan sepenuhnya" kagami berubah menjadi wujud Darkness Risestion dan mengeluarkan pedang hitam pekatnya sekaligus melapisi dengan listrik hitam.


"Teknik terlarang ke-4 : Sky Moonlight cleaver!" kagami menebas sekuat tenaga sampai menghancurkan pelindung kegelapan yang sangat kuat sekaligus pedangnya milik kagami hampir patah menjadi 2.


PRANG! TRANG! (Suara pelindung/ dinding kegelapan hancur)


"Apa ini pedang yang kalian cari?" tanya kagami kepada hoaxen dan Tenebris.


"Terimakasih dan apa nama pedang ini dan apa kegunaannya seperti pedang biasa?" tanya kagami tentang asal usul pedang yang baru di dapatkan susah payah.


"Pedang ini bernama Lexalicus Of Darkness dan berguna untuk pengguna sihir kegelapan karena bisa mengumpulkan kekuatan dan juga bisa melakukan perubahan sebanyak 3x dengan kekuatan yang cukup kuat untuk mengubahnya yaitu kalau tidak salah ada 3 bentuk masing masing sangat kuat yaitu :


- Bentuk Pertama : Death scyte (Sabit)


- Bentuk kedua : Thusilent (Tombak)


- bentuk ketiga : Pandarus Spengler (Pedang)


...Itu adalah tiga perubahannya sekarang harus berlatih sendiri mengendalikan kekuatan benda itu agar bisa berubah" ucap tenebris yang memberi penjelasan kepada kagami yang belum tau.


"Baiklah akan berusaha mengendalikan kekuatan dari benda ini untuk sekarang ingin meningkatkan kekuatan dahulu" ucap kagami lalu pergi menjauh mencari tempat yang nyaman untuk melanjutkan latihan untuk meningkatkan fisik dan staminanya agar tidak cepat lelah.


Setelah itu kagami menemukan tempat yang nyaman lalu menarik seluruh kekuatan kegelapan di dimensi kegelapan.


"Biarkan dia meningkatkan kemampuannya jaga saja dia hoaxen dan aku akan memeriksa keluar dari dimensi kegelapan" tenebris lalu pergi menjauh dari sana dan hoaxen pergi menjaga kagami berlatih.


...***Vortex POV***...


"Nak kau harus tenangkan pikiran agar kekuatan bisa meningkat dengan sempurna" Vortex yang memberi arahan kepada liyana yang masih fokus meningkatkan fisik serta kekuatannya.


"Ya maafkan aku yang terlalu terpikirkan sesuatu yang menganggu di pikiran" ucap liyana yang masih ada di dalam kolam darah untuk meningkatkan kekuatan.


"Pertama coba harus mencari semua jawaban untuk bisa menerima masalah yang ada di pikiranmu dan tenangkan pikiran" ucap vortex memberi arahan kepada liyana yang langsung melakukannya.


"Baiklah terimakasih arahannya vortex" ucap liyana yang melanjutkannya.


Setelah itu pun Tenebris yang baru saja keluar dari dimensi kegelapan untuk melihat perkembangan teman temannya kagami sendiri.


"Apakah mereka baik baik saja dalam beberapa minggu ini?" tanya tenebris kepada vortex yang memperhatikan liyana dan juga Mikhaile.


"Semua baik baik saja tapi aku terkesan dengan satu rekannya yaitu ras angle atau malaikat yang sangat cepat dan semakin kuat sangat drastis dan juga perempuan pengendalian darah lumayan hebat tetapi masih ada sesuatu yang menganggu pikirannya" ucap vortex memberitahukan perkembangan rekannya kagami kepada tenebris.


"Bagus lah jadi di masa depan mereka punya masa depan yang lumayan cerah dalam menjalani kehidupan dan kita juga harus mengawasi dan menjaganya" ucap tenebris yang bangga kepada semua rekan kagami dalam hal kekuatan.


Setelah itu pun mereka pun berbincang bincang dan tidak terasa sudah melewati 1 bulan selama awal pelatihan sampai akhir.