
Setelah mereka berpisah kagami langsung pergi ke tempat penempaan senjata apa ada yang bagus mencari kesana untuk cadangan senjata yang lumayan bagus yang ke 2.
sampai juga di toko senjata dan kagami langsung di sambut di dalam pengrajin pembuatan senjata atau kaum dwarf dan berkata "Apa yang ada yang saya bantu untuk memilih yang anda butuhkan?" tanya pengrajin besi itu.
"Ya aku sedang mencari pedang yang lumayan kuat dan ringan di pakai" ucap kagami dan pengrajin besi itu langsung membawa ke suatu tempat yang lumayan banyak senjata di sana.
"Baiklah anda bisa pilih di sini yang cocok denganmu atau aku yang pilih" ucap pengrajin besi itu memberi 2 pilihan untuk memilih senjata yang kagami inginkan.
"Tolong anda saja yang pilih senjata yang sesuai dengan diriku karena saya tidak terlalu mahir dalam memilih benda apapun" ucap kagami sambil tersenyum.
"Ya baiklah kalau boleh tau tuan lebih suka pedang di pakai seperti apa" tanya pengrajin besi itu bertanya kepada kagami.
"Mungkin pedang besar yang kuat dan lumayan ringan untuk di pakai" ucap kagami langsung membuat pengrajin besi itu termenung dalam pikirannya.
"Kalau tidak ada tidak apa yang lain a--" ucap kagami belum selesai berbicara tapi langsung di potong oleh pengrajin besi itu.
"Kami punya pedang yang lumayan tapi itu paling kuat dan kalau aku kira itu sangat berat apa anda mau tuan?" tanya pengrajin besi itu kepada kagami.
"Ohh Baiklah bawa aku ke tempat pedang itu berada dan membuat aku jadi penasaran" ucap kagami dan pengrajin besi itu membawa kagami ke tempat paling dalam di ruangan itu.
"Ini pedangnya dan ini adalah pedang pedang terkuat pertama atau pedang yang terbuat dari batu obsidian yang sulit di bentuk dan dalam prosesnya butuh waktu lama dan pedang ini di sebut sword blackstrome karena dari warnanya yang hitam pekat" ucap pengrajin besi itu dan membuat tertarik.
"Menarik sekali pedang ini berapa harganya aku akan beli" ucap kagami dan langsung membuat pengrajin besi terkejut.
"Saya akan menentukan harganya dan apa tuan punya banyak uang soalnya ini barang paling berharga disini" ucap pengrajin besi.
"tenang saja aku punya banyak uang katakan saja karena aku lebih suka barang yang bagus seperti ini" ucap kagami.
"Baiklah 35 ruby saja bagaimana apa anda punya uang sebanyak itu" ucap pengrajin itu langsung memberi harga.
"hoh ternyata lumayan juga harganya dan baiklah aku beli" ucap kagami langsung membeli pedang itu dan mengeluarkan uangnya dari cincin penyimpanan dan ikut keluar dari cincin dan menjatuhkan pedang sword of Gryffindor dan langsung membuat pengrajin besi itu tercengang.
"Wah anda punya pedang sword of Gryffindor memang tuan layak untuk memiliki sword of Blackstrome dan kedua pedang ini adalah pedang yang paling terkuat di satu dunia ini" ucap pengrajin besi dan mengejutkan kagami pengrajin besi bisa mengetahui pedang sword of Gryffindor.
"Ya ini pemberian dari ayahku dan ini uangnya dan tuan bisa mencoba pedang sword Blackstrome itu apa bagus menurut tuan?" tanya pengrajin besi itu.
"Lumayan pedangnya warnanya aku suka, ringan dan nyaman saat di pakai apalagi di ayunkan untuk menebas sesuatu" ucap kagami menarik perhatian nya.
"Bagaimana aku siapkan batang pohon besar yang sudah ku potong?" tanya pengrajin besi.
"Boleh saja" ucap pengrajin besi dan langsung membawa kayu besar dan berkata "Coba tuan tebas menjadi 2 bagian batang pohon ini" ucap pengrajin besi dan kagami langsung menebas batang pohon itu jadi 2 bagian dengan ringan.
"Wah hebat juga lumayan menarik dan tingkat ketajamannya sangat tajam meskipun aku mengayunkan pedangnya pelan" ucap kagami terkejut.
"Ok aku jadi beli pedang ini" ucap kagami dan langsung memasukan ke dalam sarung pedangnya dan di simpan di sebelah pinggangnya dan langsung menyimpan pedang sword of Gryffindor di masukan ke dalam cincin penyimpanan.
"Baik terima kasih atas kunjungan dan membeli barang dari toko kami tolong jaga baik baik itu senjata yang kuat sangat" ucap pengrajin itu dan kagami pun keluar dari toko dan mencari tempat penginapan yang Mikhaile dan liyana cari.
Dan setelah sekian lama mencari ketemu juga tempat penginapan di sana dan disana bertemu dengan liyana yang sedang menunggu kagami datang.
"Hei lama sekali kamu di sana apa kamu membelikan senjata untukku?" tanya liyana kepada kagami yang sambil berjalan mendekati nya.
"Lupa aku membelikannya untuk mu soalnya aku lupa kamu pakai senjata yang bagaimana dan bagaimana besok kita kesana lagi bersama dan membeli pedang untukmu dan Mikhaile apa keberatan?" tanya kagami kepada liyana.
"Yasudah lah besok saja dan apa itu pedang yang kamu beli?" tanya liyana pada kagami melihat pedang yang di simpan di sisi pinggang nya.
"Ohh iya benar apa mau melihatnya?" tanya kagami.
"Boleh" ucap liyana yang penasaran ingin melihat pedang yang kagami beli sampai lama.
Dan kagami pun mengeluarkan pedang nya dan menunjukannya pada liyana dan liyana berkata "Pantas saja lama pilih pedangnya saja bagus begini" liyana yang marah tidak di belikan pedang untuknya.
"Yasudah besok saja dan sekarang Mikhaile di mana?" tanya kagami pada liyana.
"Ohh Mikhaile Istirahat di dalam kamar dan ini kunci kamarmu dan kamarmu bersebelahan dengan kami" ucap liyana dan kagami pergi masuk ke kamar masing masing.
"Huh ternyata dia masih marah gara gara hal kecil itu meninggalkan diriku dan kamarku nomor 26 yah" ucap kagami langsung masuk ke kamar dan mandi dan setelah mandi pakai baju dan tertidur di atas kasur kamarnya.