Fight In The Trash Game

Fight In The Trash Game
103. Sumpah Oath Of Existence



Kagami yang selesai membereskan semua kursi dan meja yang penuh dengan kotor oleh beberapa pengunjung baru yang datang ke kota Gradeuz.


Gwaa! Graa!


"Kerja bagus kalian semua boleh kembali” Kagami yang melihat pekerjaan para bayangannya.


Lalu semua Bayangan Kagami langsung kembali bersembunyi di balik bayangan Kagami yang membuat seseorang bisa takut jika menyadarinya.


"Bagaimana keadaanmu sekarang Elaina?” Liyana sambil menepuk pundak Elaina.


"Sudah agak membaik terima kasih sudah membiarkanku tidur sebentar” Elaina langsung mencoba membuka matanya yang masih kelelahan.


"Istirahatlah dahulu hingga kamu pulih” Liyana sambil mengusap punggung Elaina.


Wu! Wwuu!


Rubah kecil yang baru saja bangun merasakan sekitarnya tidak banyak manusia lalu mencoba melihat sekitarnya dan saat melihat Elaina bersama Liyana langsung berlari mendekati Elaina.


Rubah kecil yang naik ke atas meja tempat Elaina berada lalu mencoba membangunkan Elaina kembali dengan kedua kakinya seperti memukulnya di pipi Elaina.


"Uh dasar Rubah kecil nakal beraninya menggangguku dengan kaki imutmu itu” Elaina langsung bangun langsung menangkap Foxyel.


Wuu!


Elaina yang merasa terganggu hingga bercanda dengan Rubah kecil di hadapannya yang sebelumnya menggangu tidur dengan mengelitiki tubuh kecilnya.


Liyana yang melihat kejadian tersebut bdi hadapannya hanya tertawa kecil melihat Tingkah Rubah kecil yang sudah berani menunjukkan diri lagi.


"Liyana aku titipkan Foxyel kepadamu karena aku ada urusan terakhir kepada Tuan Alexi” Kagami yang langsung berjalan pergi sambil memberitahukan kepada Liyana.


"Oh pasti tentang itu ya?, Kalau begitu silahkan akan aku jaga Foxyel” Liyana yang langsung mengizinkan Kagami pergi.


Wuu? Wu!


Rubah kecil yang tidak sengaja Liyana bicara langsung mencoba mengejar Kagami pergi karena ingin mengikutinya.


"Sepertinya Foxyel sangat suka bersama Kagami tapi yasudahlah tidak apa lebih baik kamu perbanyak istirahat jika ingin ikut bersamaku ke Ibukota Azteria” Liyana yang hanya tersenyum senang melihat sikap Rubah kecil sangat suka bersama kagami.


"Fiuh yasudahlah aku akan istirahat dahulu” Elaina yang masuk ke dalam kamarnya.


"Yasudah jika sudah membaik beritahukan aku ada di dalam kamarku sendiri” Liyana langsung mengingatkan kepada Elaina.


"Iya aku tau” Elaina langsung membuka pintu kamarnya.


Liyana langsung berjalan menuju kamarnya sendiri yang jaraknya tidak terlalu jauh dengan ada beberapa bayangan King Orcs dengan 2 Orcs menjaga Liyana.


"Kamu ini baru saja aku tinggal sebentar malah mengejarku dasar Rubah kecil menyusahkan” Kagami langsung berhenti berjalan.


Wuu!


Kagami langsung mengambil Rubah kecil lalu memasukkan ke dalam saku pakaiannya dengan Rubah kecil yang sangat senang.


Lalu Kagami pun langsung segera pergi menuju tempat Tuan Alexi berada sekarang sambil membeli daging tusuk yang berjualan keliling dalam kota Gradeuz untuk Rubah kecil yang sepertinya lapar.


Saat Kagami di depan pintu masuk disana di sambut oleh beberapa prajurit yang di bawa oleh Kagami sebelumnya.


"Tuan muda selamat datang kembali dan terima kasih sudah menyarankan sebelumnya kami kembali semua itu berkat anda kami masih bisa hidup hingga sekarang” Beberapa prajurit langsung berterimakasih kepada Kagami.


"Tidak perlu di pikirkan nyawa hanya ada satu dan lagi kalian mempunyai keluarga masing-masing jadi nyawa kalian adalah tanggung jawabku” Kagami yang langsung menghargai perkataan terimakasih dari para prajurit di hadapannya.


"Kami bersumpah untuk membantu anda karena sudah menyelamatkan nyawa kami” Para prajurit langsung memberikan hormat kepada Kagami.


"Terimakasih semuanya” Kagami langsung berjalan masuk.


Lalu saat sudah masuk ke dalam karajaan Gradeuz yang hampir sama luas seperti miliknya Seorang pelayan langsung menuntun Kagami ke suatu tempat yang sudah di perintahkan oleh Tuan Alexi.


"Saya kira anda tidak akan datang Kagami” Tuan Alexi langsung bicara saat Bertemu dengan Kagami.


"Datang kok hanya saja Liyana ingin berkeliling bersamaku di tambah Rubah kecil ini kelaparan jadi tadi membeli makanan untuknya dahulu” Kagami yang langsung memberitahukan alasan lama datangnya.


"Ah begitu ya lalu apakah anda tau ada pengunjung dari luar pulau selain anda?” Tuan Alexi yang sepertinya sedang sangat senang sekali.


"Tuan apa saya boleh kembali bekerja?” Tanya pelayan yang berada di sebelah Kagami.


"Maaf iya silahkan kerja kembali” Tuan Alexi melupakan pelayan yang ada di sebelah Kagami.


"Baik Tuan” Pelayan tersebut langsung berjalan kembali.


"Ya aku sadar kok dan mereka adalah seorang Petualang sama sepertiku” Kagami yang langsung memberitahukan kepada Tuan Alexi.


"Benar sekali lalu tujuan mereka datang kemari ada yang membocorkan informasi tentang menghilangnya sosok Monster laut yang berjaga ribuan tahun yaitu Leviathan dan ada yang mencoba memeriksa menyelam untuk mencari hingga mencoba memasukki pulau kematian monster laut Leviathan tidak ada mayat maupun wujudnya” Tuan Alexi langsung memberitahukan kepada Kagami.


"Lalu apa lagi sepertinya mereka mengincar sesuatu di kota ini?” Kagami yang juga menyadarinya.


"Silahkan duduk dahulu Kagami” Tuan Alexi langsung mempersilahkan duduk.


"Baiklah lalu apakah tidak keberatan jika aku mengeluarkan Rubah kecil untuk makan?” Kagami yang meminta izin kepada Tuan Alexi.


"Silahkan saja saya tidak keberatan karena masalah kali ini anda harus melindungi Rubah kecil itu” Tuan Alexi langsung mengatakan kepada Kagami.


Wuu! Awwu!


Kagami langsung menyimpan daging tusuk yang Kagami beli sebelumnya sambil memeganginya agar tidak kotor dengan langsung Rubah kecil antusias keluar dari saku baju kagami.


"Kenapa begitu?” Kagami langsung meminta penjelasannya kepada tuan Alexi.


"Ya karena ada yang membocorkan informasi saat kita pergi ke pegunungan utara dan selatan, saat itu apakah anda ingat ada mayat manusia yang sudah mati bagi seorang bangsawan hewan Rubah salju itu bisa di hargai ribuan ruby di jual apa lagi anaknya yang masih kecil” Tuan Alexi langsung menjelaskan kepada Kagami.


"Intinya adalah?” Kagami sambil mengetuk meja oleh jarinya.


"Ada informasi yang sudah di ketahui banyak orang bahwa kota ini akan segera hancur karena sudah di landa badai salju selama 11 tahun tapi saat kesini para petualang itu melihat keadaan kota ini sama seperti kota biasanya yang cuacanya cerah yang berarti ada seseorang yang sudah membunuh atau mengambil Rubah dari sini jadi mereka mengincar orang itu anda” Tuan Alexi langsung mengatakan kepada Kagami.


"Hahh menyusahkan tapi masa bodoh aku sudah tidak peduli lagi karena Rubah ini bukan milik siapapun” Kagami sambil mengusap badan Rubah kecil yang sedang makan sambil mengeluarkan hawa intimidasi cukup kuat.


"Saya sudah tidak tertarik tapi saya akan berusaha menjaga informasi ini dan ini uang perjanjian sebelumnya yang saya buat” Tuan Alexi langsung memberikan sekantung berisi uang puluhan ruby.


"Baiklah saya percaya apa anda masih bisa memegang janji untuk menjaga informasi tentang Rubah ini di mulut anda itu?” Kagami yang masih kurang percaya.


"Saya bersumpah Oath Of Existence jika saya berbohong akan terima konsekuensinya sendiri” Tuan Alexi sambil mengatakan kepada Kagami.


"Baiklah aku tidak bisa mempercayai perkataan seseorang jadi mari lakukan saja” kagami yang lebih mementingkan keluarganya.


"Yasudah tunggu sebentar” Tuan Alexi langsung mengeluarkan sebuah buku lalu merobekkan kertas satu lembar dan menuliskan sesuatu di atas kertas.


Setelah beberapa menit berlalu dengan selesainya memberikan makan untuk Rubah kecil yaitu Foxyel bersama dengan Tuan Alexi baru saja selesai mencatat.


"Silahkan baca dahulu Kagami mungkin anda ingin melihat yang saya catat?” Tuan Alexi langsung memberikan lihat kertas selembar yang sudah di isi oleh sebuah kalimat di dalamnya.


"Hm iya sedikit penasaran sih” Kagami yang langsung menerimanya karena ingin melihat yang di catat oleh tuan Alexi.


Wuu?


Foxyel yang langsung naik ke pundak Kagami Karena ingin tau yang sedang di lihat kagami sendiri.


"Ini apa anda benar-benar ingin membantuku mewujudkan keinginanku? Sekaligus menjaga rahasia ini?” Kagami yang benar-benar tidak percaya seseorang ingin melakukannya.


"Ya saya sungguh-sungguh ingin membalas kebaikan anda yang sudah ingin membantuku sejak awal hingga sekarang lalu proses kedua teteskan darah di atas kertas masing-masing” Tuan Alexi langsung mengambil kertas tersebut dari tangan kagami dan menyimpannya di atas meja yang sudah tersedia pisau kecil.


Tuan Alexi langsung mendahului mengambil pisau kecil di atas meja lalu membuat jarinya berdarah oleh pisau hingga meneteskan darahnya di atas kertas tersebut


Lalu Kagami juga mengikutinya juga meneteskan darahnya di atas kertas hingga terdapat 2 jenis darah dari Kagami dengan Tuan Alexi.


Wussh! Wuung!


Kemudian kertas mulai terbang dan berubah bentuk menjadi sebuah buah yang terbentuk dari sebuah kertas berisi darah sumpah perjanjian yang sudah di buat mutlak.


Tuan Alexi langsung menggigit dengan satu gigitan hingga menelannya dan Kagami yang juga mengikuti dengan menggigit dengan satu kali dengan langsung menelannya langsung.


"Pahit sekali rasanya” Kagami dengan sedikit mual.


"Begitulah rasanya tapi rasakan dalam tubuh anda” Tuan Alexi merasa tubuhnya di bagian jantungnya merasa sedikit hangat oleh api hitam akibat perjanjian sumpah yang sudah di buat.


"Rasanya tidak ada yang perasaan yang berbeda padaku” Kagami setelah beberapa menit tidak merasakan pahit.


"Apakah anda punya atribut api dalam kemampuan anda?” Tuan Alexi baru pertama kali melihat seseorang yang merasa biasa saja.


"Hm iya aku punya atribut api yang di gabungkan dengan atribut kegelapan menjadi api hitam lalu apa yang harus di lakukan dengan sisanya?” Kagami yang hanya bicara biasa kurang mengerti.


"Biarkan saja lalu kalau begitu sumpah perjanjian sudah di buat jadi jangan khawatir saya tidak bisa berbohong kembali pada anda” Tuan Alexi langsung mencoba berdiri.


Kemudian Sisa kertas yang sudah di gigit oleh kagami bersama Tuan Alexi mulai terbakar hingga tanpa sisa menjadi abu kertas.


Tuan Alexi yang merasa tubuhnya lemas karena perjanjian itu membuat tubuhnya kurang stabil hingga tuan Alexi hampir jatuh.


"Hati-hati” Kagami langsung dengan cepat menangkap Tuan Alexi agar tidak terjatuh.


"Maaf tubuhku jadi kurang stabil begini efek samping dari pengurasan manaku sendiri” Tuan Alexi yang mencoba berdiri kembali.


"Duduklah dahulu” Kagami langsung menyarankan Tuan Alexi duduk dahulu di kursinya kembali.


Wuu!


Rubah kecil langsung mendekati Tuan Alexi yang merasa lemas sambil mencoba memegang kepala Tuan Alexi dengan kedua kakinya.


Wu?


"Rubah ini memang sulit di tebak sekali ya?” Tuan Alexi yang sudah duduk hanya tersenyum bisa di pegang oleh Rubah kecil.


"Karena tidak merasakan ancaman tentang anda ingin menjualnya seperti perkataan anda sebelumnya” Kagami merasakan Tuan Alexi tidak mempunyai niat jahat.


"Maafkan saya sudah membuat kamu tidak nyaman dengan niat jahatku yang di sembunyikan sebelumnya” Tuan Alexi mencoba mengusap tubuh Rubah kecil.


Awwu! Brr!


Rubah kecil yang belarti bisa membedakan seseorang dari niat seseorang yang tidak bisa di sembunyikan.


Setelah beberapa lama menunggu Tuan Alexi membaik kembali Kagami langsung berjalan menuju penginapan kembali bersama Hewan kecilnya Rubah yang sudah ada di Saku bajunya lagi sambil membawa sampah tusuk daging yang sebelumnya di beli.


Kagami yang dalam keramaian langsung menyebarkan semua bayangan miliknya untuk mencari informasi lebih jelas sambil membuang sampah di tempat sampah yang terlihat di sebuah sisi toko.


Hari yang sudah mulai malam Kagami baru saja melihat penginapan yang sudah tutup kagami langsung masuk ke dalam penginapan yang cukup sepi.


Bersamaan dengan Kagami baru saja kembali Liyana bersama Elaina baru saja keluar dari Domain tempat latihan Liyana.


"Kagami kamu baru kembali juga apa baru saja pulang dari tempat Tuan Alexi?” Liyana yang langsung bertanya kepada Kagami.


"Iya sepertinya ada yang senang tuh?” Kagami melihat Elaina yang kelelahan namun dengan wajah sudah berhasil mempelajari sesuatu dari Liyana.


"Iya tuh baru berhasil mengontrol kemampuan barunya sekaligus menguasai cara menggab--” Elaina langsung membungkam mulut Liyana.


"Rahasia tunggu saja besok pasti besok akan mencoba mengalahkanmu” Elaina langsung menantang Kagami.


"Oh sungguh sangat menarik akan aku tunggu besok” Kagami menjadi tidak sabar menantikannya besok.


"Aku sudah melihat pertarunganmu sebelumnya jadi besok aku tidak akan kalah” Elaina dengan semangat.


"Sudah ayo pergi dan persiapkan dirimu besok Elaina jadi sekarang istirahatlah” Liyana sambil membawa Kagami pergi.


Liyana langsung meninggalkan Elaina sambil mendorong Kagami agar cepat istirahat ke dalam kamarnya masing-masing.


Saat menaiki tangga tiba-tiba seseorang baru saja keluar dari kamarnya berjalan dengan buru-buru hingga menabrak Kagami.


Bruk! Wu!


"Aduh jalan pake mata dong!” Seorang Pria yang langsung memarahi Kagami.


"Maaf ini salahku” Liyana langsung menengok dan meminta maaf.


"Oh tidak apa-apa saya akan maafkan Untukmu Gadis cantik asalkan pergi minum mal--” Kagami yang sudah kesal kekasihnya di goda oleh orang lain.


"Hentikan niat busukmu itu!” Kagami sambil mengepalkan tangannya.


"Ha! Memangnya dia siapa kau berani memerintahku?, Mau bertarung denganku?” Pria itu langsung menantang kepada Kagami.


"Oh kau berani ya kau orang Brengs*k” Kagami langsung mengeluarkan aura membunuh sangat kuat dari Leviathan.


"Ahh! Mo-monster!” Pria itu langsung lari terbirit-birit ke luar penginapan.


"Kagami apa yang kamu lakukan padanya?” Liyana yang tidak merasakan apapun.


"Hanya memperhatikan aura membunuh dengan bantuan Leviathan” Kagami sambil menghapus aura membunuhnya.


"Hmp pantas saja Pria itu sampai ketakutan” Liyana yang langsung mengajak jalan lebih santai.


"Yasudahlah lupakan kejadian tadi” Kagami langsung mengajak Liyana berjalan lebih cepat.


Liyana yang hanya tersenyum tipis ternyata Kagami masih peduli padanya yang sudah di anggap oleh Kagami sangat berharga.


"Kagami selamat malam semoga mimpimu indah dan menunduk sedikit!” Liyana yang ingin memberikan perpisahan selamat tidur.


"Iya apa sih?” Kagami yang langsung membungkukkan badannya.


Liyana memeluk Kagami lalu mencium pipi Kagami setelah itu langsung masuk ke dalam kamarnya sedangkan Kagami yang tidak terlalu terkejut hanya tersenyum lalu masuk ke dalam kamarnya sendiri.


Malam yang sama tenangnya seperti sebelumnya hingga di luar sana sedang sangat ramai beberapa orang minum-minum alkohol dengan kesenangannya masing-masing.


Sedangkan di sisi lain Liyana yang belum bisa tidur sambil membuka jendela kamarnya melihat langit yang gelap penuh bintang yang menghiasi langit sangat indah.


Namun Liyana memikirkan sikapnya sendiri bisa berubah sejauh ini dengan begitu drastis berkat Kagami yang selalu disisinya sambil mengeluarkan kalung yang sudah sangat lama di pakai hingga sekarang pemberian dari Kagami yang sangat berharga sekali untuknya.


Sambil memikirkan tentang ingin menjadi kuat untuk berada di sisi Kagami sekaligus membantu melindungi apa yang Kagami ingin lindungi juga.


Liyana kemudian pergi ke dalam Domain tempat latihan Pribadinya untuk mencoba melatih kemampuan barunya yang masih belum sanggup di gunakan olehnya sendiri.


Liyana yang semalaman berlatih ingin menjadi lebih kuat di bandingkan sebelumnya dengan kemampuan baru yang tercipta untuk berusaha mencari tau keberadaan kakeknya yang sangat ingin menemukannya.