
Kagami yang selesai membereskan bajunya lalu memutuskan untuk mencoba membangkitkan agares dalam wujud bayangan kegelapan lalu kagami memfokuskan diri hingga matanya berubah sambil memikirkan wujud agares dalam kekuatan yang sudah berada dalam diri kagami.
Lalu kagami membuat bayangan dan benar saja berhasil membuat kejutan untuk kagami sendiri.
"Apa ini diriku? Dan kau siapa?" Raja iblis itu berbicara.
"Aku kagami Youra yang berhasil membangkitkanmu tapi aku hanya bisa dengan kau menjadi bayangan tidak bisa menjadi sepenuhnya menjadi makhluk hidup lagi" kagami yang sedikit senang dalam dirinya.
"Apakah kau yang berhasil menaklukkan kekuatanku lalu aku tidak apa apa meskipun dalam wujud tubuhku begini dan perkenalkan diriku Agares Shizouka raja iblis terdahulu" agares yang memperkenalkan diri.
"Aku sudah tau h--" liyana yang baru saja selesai mandi lalu liyana yang terkejut melihat dengan sosok bayangan baru pertama kali lihat.
"Ahh apa itu!?" Liyana yang sedikit takut.
"Tenang saja ini adalah hasil buatanku bayangan hidup yaitu Agares dan besok kita kembali ke kastil malaikat" kagami yang berbicara.
"Apa kau tau tempat itu?" Agares langsung bertanya.
"Tau kenapa ingin bertemu dengan Raphael dan yang lainnya sebelum itu aku ingin bertanya apakah pedang Guardians adalah milikmu?" Kagami yang menunjukkan pedang Guardians kepada agares.
"Bagaimana kau bisa tau nama itu? Dan itu bukan pedang milikku" Agares yang terkejut lalu Riziel langsung menyimpan kembali pedang Guardians itu.
"Aku sudah mengetahui semuanya dari dendammu kepada lucifer dan di hidupkan kembali untuk pertama kalinya oleh Raphael tapi untuk ke 2x kau tidak mau lalu pergi meninggalkan kastil malaikat dan mati di perjalanan dan menyimpannya sebagian kekuatanmu"
"Hah ternyata kau tau ceritaku baiklah aku akan menjadi bayanganmu" agares yang berjanji.
"Santai dan aku juga sudah membalskan demdammu kok terhadap lucifer bukan? tapi lucifer belum mati sekarang ada di kastil malaikat" kagami yang bicara membuat agares tercengang mendengarkannnya.
"Wah begitu yah terimakasih dan akhirnya ada yang membalaskan dendamku dan kau satu kamar dengan perempuan kau sudah menikah?" Agares yang berbicara membuat liyana kesal lalu liyana langsung memukul kepala tapi tembus.
"Bekum waktunya dan aku juga tidak berniat melakukan apa apa pada dia dan aku hanya fokus untuk menjadi kuat dahulu" kagami bicara membuat liyana terkejut juga.
"Ahh begitu aku kira kau sudah menikah sayang se----" kagami yang kesal mendengarkannnya lalu mengubah agares menjadi bayangan kembali.
"Baiklah bagaimana kita mencari makan liyana?" Kagami yang mengajak liyana.
"Ayo tapi mandi kau belum mandi!" Liyana yang melemparkan handuknya kepada kagami.
"Ya baiklah" kagami langsung masuk ke dalam kamar mandi.
Lalu setelah membersihkan badannya lalu mengganti bajunya lalu setelah itu langsung pergi untuk mencari makan siang.
Kagami yang pergi bersama dengan liyana menuju tempat makan karena sudah siang dan juga hari terakhir untuk tinggal di kota Havensi.
"Hahh ternyata aku sudah terlalu lama menikmati hidup ini" kagami sambil berjalan.
"Apa maksudmu kagami?" Liyana yang tidak mengerti perkataan kagami.
"Aku dulu pernah bercerita bahwa aku dulu hidup bukan seperti ini tapi duniaku adalah dimana manusia membutuhkan uang dan kemampuan untuk bekerja menghasilkan uang" kagami bicara dan liyana masih belum mengerti.
"Lalu apa?" Liyana bertanya lagi.
"Ya terus di dunia ini hanya butuh kemampuan dalam bertarung untuk melindungi diri dan membuat dirinya sendiri di akui orang lain dengan adanya kekuatan" kagami yang melanjutkan bicaranya.
"Bisa di sebut begitu tapi dulu aku suka dengan bela diri tapi kalau dengan belajar dalam segala bidang itu pasti kau tau sangat pusing apalagi manusia itu ada miliaran 1 pekerjaan saja harus merekrut karyawan dari miliaran orang itu" kagami berbicara.
"Hm begitu sama saja itu seperti tergantung pada keberuntungan yang kau punya dan bila kau tidak beruntung akan gagal yang belarti hanya untuk belajar untuk melindungi diri saja tidak berguna yah?" Liyana yang menyimpulkan perkataan kagami.
"Betul sekali dan sekarang sudah berumur berapa lama aku menikmati hidup ini yang sangat aku dambakan tapi sebenarnya ada juga rasa kasihan sih tapi sekarang bukan urusanku lagi dan aku mempunyai hidup baru ini" kagami yang harinya sangat senang.
"Dasar kau dan ayo masuk kagami untuk makan siang" Liyana langsung mengajak kagami masuk ke tempat makan.
"Ya" kagami langsung mengikuti liyana karena tangannya di tarik oleh liyana.
****
Kagami dan liyana yang melihat kursi dan meja kosong langsung duduk dengan cepat lalu kagami langsung sigap memesan makanan dan setelah sekian lama memilih akhirnya selesai.
"Aku ingin melanjutkan bicara yang sebelum masuk ke sini boleh?" Liyana yang masih ingin membahasnya.
"Boleh saja tapi pelan jangan keras keras suaramu itu" kagami yang diam sambil memperhatikan sekitarnya.
"Baiklah jadi seperti kau sangat kesulitan di sana dong meskipun sudah masuk umur 20 tahun mungkin" liyana yang berbicara pelan.
"Ya pasti nasibku pasti seperti kita bertemu itu dan anak yang sudah tidak makan berapa minggu mungkin aku bisa mati kelaparan begitu mungkin kalau tidak punya kemampuan untuk menghasilkan uang dan juga modal untuk membangun usaha itu sendiri" kagami yang menunggu pesanan sambil berbicara kepada liyana.
"Ahh begitu aku mengerti sih dan besok pergi menuju kastil malaikat lagi untuk bertemu Mikhaile dan yang lainnya?" Liyana yang menanyakan yang sudah pasti.
"Sudah pasti" kagami yang melihat pelayanan membawa makanan ke arahnya.
"Maaf atas terlalu lama dan silahkan makanan" pelayan itu langsung menempatkan makanannya di atas meja kagami dan liyana sedang diam.
"Ya terimakasih" kagami yang menjawabnya.
Liyana yang kesal melihat tatapan kagami melihat kepada pelayan lalu liyana langsung mencubit pinggang kagami.
"Aduduh sakit dan kau kenapa sih?" Kagami yang tidak mengetahuinya yang membuat liyana bersikap aneh.
"Kau melihatnya kemana hmph!" Liyana yang kesal sambil melepaskan cubitannya.
"Aku melihat melihat sekitar kok" kagami yang langsung berbicara takutnya liyana salah paham.
Liyana yang tidak menanggapinya lalu langsung makan mendahului kagami yang belum mengambil makanan lalu kagami yang tidak terlalu memperdulikannya lalu kagami pun langsung ikut makan juga bersama kagami.
Setelah kagami dan liyana selesai makan lalu kagami memutuskan untuk kembali ke penginapan untuk latihan tapi liyana yang kesal mengikutinya dari belakang kagami dan setelah sampai di penginapan langsung membuka portal.
"Baiklah saatnya latihan" kagami langsung masuk ke dalam portal menuju Realms Of Dark tapi liyana menarik bajunya.
"Aku ikut denganmu" liyana yang berbicara sambil mengembungkan pipinya.
"Aku tau kau akan ingin ikut" kagami sambil mencubit pipinya.
"Hmph" liyana masih kesal sambil melepaskan tangan kagami yang mencubit pipinya.
Kagami dan liyana langsung masuk ke dalam Realms Of Dark lalu portal pun menutup dan kagami langsung melakukan latihan fisik untuk meningkatkan fisiknya.