
Kagami yang keluar dari alam bawah sadarnya lalu melihat kondisi di dalam gua yang gelap tapi ada penerangan karena mata hari dan terlihat beberapa orang yang sedang tidur yaitu liyana, Mikhaile, vortex dan hoaxen.
Kagami yang bangun lalu bersandar pada dinding gua dan merasakan energi di dalam tubuhnya terasa sedikit meningkat kagami pun merasa sedikit lega karena hasil latihannya sekaligus wujudnya Darkness Risestion yang selalu pingsan menyebabkan peningkatan kekuatan.
"Urgh kepalaku sakit sekali" kagami yang langsung merasakan kepalanya sakit dan mata sebelahnya berubah menjadi merah karena kekuatan yang tidak terkontrol.
"Kagami tidak apa apa? Matamu merah sebelah begitu?" Liyana yang terbangun karena suara kagami.
"Tidak hanya sakit kepala biasa sekaligus bekas tadi terlempar di pertarungan sepertinya dan apa benar mataku berubah menjadi merah?" kagami berbicara kepada liyana dan kepalanya pun mulai tidak terasa sakit lagi.
Tenebris pun keluar dari dunia kagami dan kagami bersyukur karena semua baik baik saja.
"Ya tadi matamu merah tapi sekarang tidak dan sudah normal kembali menjadi hitam" liyana yang berbicara kepada kagami.
"Ya benar anda semenjak pertarungan sebelumnya saya merasakan kekuatan yang sangat besar dan setelah pingsan pun tuan matamu berubah menjadi merah dan berbicara kepada saya yang tidak mengenal siapa saya" Tenebris memberitahukan kepada kagami.
"Mungkin itu adalah bayanganku yang jahat ingin mengendalikan kekuatanku sekaligus tubuhku sejak Radford memberikan kekuatan pinjaman itu" kagami yang berbicara di dalam hatinya jadi tidak ada yang bisa mendengarnya.
"Kagami tidak apa apa?" Liyana yang mulai memeluk badan kagami.
"Liyana mungkin kekuatanku belum terkontrol mungkin" kagami yang mukanya sedikit malu yang di lakukan liyana lalu kagami membuang muka ke arah lain.
"Aku bersyukur kagami baik baik saja dan melihat tubuhmu penuh luka dan keadaan pingsan lagi di bawa kesini oleh Tenebris" liyana yang berbicara dengan muka penuh khawatir.
"Liyana kau sendiri tidak terlalu mengeluarkan kekuatan berlebihan kan?" Kagami yang bertanya kepada liyana sambil mengusap kepalanya.
"Tidak aku menggunakan kemampuan darah hewan bukan darah milikku karena kalau di sergap begitu aku sangat beruntung" liyana yang mulai sedikit tenang.
"Begitu syukurlah sudah bisa menjadi kuat" kagami yang sangat senang dengan perkembangan liyana.
"Ya untung ada yang membantu" liyana bicara lagi sambil melepaskan pelukannya di badan kagami.
Kagami pun langsung berdiri lalu melakukan latihan fisik sambil menunggu semuanya bangun tidur.
"Kagami apa yang kau lakukan?" Liyana yang heran dengan yang di lakukan kagami.
"Latihan fisik mau coba?" Kagami yang mulai berhenti latihan fisiknya.
"Boleh aku ingin mencobanya" liyana yang sangat ingin melakukannya.
"Coba yang gampang terlebih dahulu saja melakukan push up sekuatmu saja jangan memaksakan diri" kagami yang memberikan arahan.
"Baiklah aku coba" liyana yang melakukan push up dengan cara kagami lakukan sebelumnya.
Kagami melanjutkan latihan fisiknya yaitu push up dengan satu tangan sambil sesekali memperhatikan kondisi liyana yang baru mencoba latihan fisik.
Liyana pun sudah tidak kuat melakukannya lalu memutuskan untuk berhenti dan kagami pun sama mengikuti berhenti sejenak setelah itu yang lain pun terbangun dari tidurnya.
"Ternyata tidak mudah melakukannya sedikit lagi selesai 100x huh" liyana yang mengeluh.
"Segitu juga sudah berusaha sebisa mungkin dan itu juga sudah bangus kok" kagami yang memberikan semangat kepada liyana.
"Hehe baiklah" liyana yang mulai tersenyum.
"Sepertinya kalian baru berlatih tidak ajak ajak" hoaxen dan Mikhaile berbicara bersama.
"Haha kalian tidur nyenyak sekali jadi tidak tega membangunkannya" kagami berbicara kepada hoaxen dan Mikhaile.
"Ya kami maafkan lain kali ajak kami" hoaxen berbicara kepada kagami.
"Sudah sudah kalian berisik sekali" vortex yang kesal karena berisik.
"Nah semuanya sudah bangun waktunya melanjutkan lagi" tenebris yang mulai keluar dari dunia buatan kagami dengan wujud manusia.
"Ayo pergi" semuanya berbicara dengan semangat.
Mereka yang baru saja keluar dari dalam gua dan berjalan tidak cukup jauh dari gua di kepung oleh banyak iblis sekaligus para monster yang lumayan banyak.
"Hahhhh baru saja sebentar sudah di kepung banyak iblis dan monster" kagamj yang mengeluh.
"Sudahlah tuan mari kita selesaikan secepatnya" Mikhaile yang langsung berbicara di sebelah kagami.
"Ya benar" liyana juga ikut serta tetapi menyerang bagian belakang.
Kagami mengubah senjata Lexalicus ke bentuk sabit dan Mikhaile mengeluarkan pedang Grifindor lalu mereka melesat maju menyerang dan Tenebris berubah wujud menjadi naga hitam lalu hoaxen berubah wujud menjadi serigala putih besar.
Liyana dan vortex sebagai pendukung dibelakang mereka membantu menyerang agar tidak ada serangan dadakan dari para iblis serta monster.
"Teknik terlarang ke-10 : Heavy Rain Swords" kagami menyerang dengan hujan pedang di seluruh tempat iblis berada.
"Blood Stringer : Rapid Strike End" liyana yang membuat cambuk darah lalu membunuh 3 iblis 2 monster.
"Rooaarrgg grh" haoxen mengaung lalu mencakar serta menggigit hingga mati para monster dengan kecepatan tinggi.
Tenebris yang menyemburkan api hitam kepada monster yang langsung ikut melelehkan dengan api hitam yang tidak bisa ikut padam.
"Terlalu banyak dan tidak ada habisnya mereka sebenarnya ada apa sampai menyergap sampai banyak begini" kagami yang berbicara lalu mengalirkan energi listrik hitam ke sabit Lexalicus.
"Benar sekali tuan apakah harus saya menggunakan kekuatan penuh?" Mikhaile yang bertanya sambil menyerang Monster.
"Darkness Spiral Ball : Explosion" kagami melancarkan serangan energi bola hitam yang langsung mendekat dan meledak cukup kuat sekali.
"Wolf of Wallace" hoaxen langsung membawa semuanya menjauh kecuali kagami dengan kecepatan cahaya.
"Hahhhh teknik terlarang ke-5 : Perfect Judgement Cut End" kagami pun setelah ledakan sebelumnya langsung melancarkan serangan dengan membelah menjadi 3 bagian terpisah semua monster.
"Urgh sakit sekali kepalaku" kagami yang matanya berubah lagi sebelah kanan
Karena kagami terganggu oleh sakit kepala cukup menyakitkan lalu 2 bola matanya berubah menjadi merah yang menandakan bayangan kegelapan kagami menguasainya.
"Hhrrgghh pergi semuanya dasar hama" bayangan kagami yang menyebabkan ledakan cukup kuat hingga merobohkan lumayan banyak pohon.
"Ggrrhh Roargh" para monster marah dan kesal.
"Akan aku tunjukan cara menggunakan energi kegelapan yang sesungguhnya bukan seperti sampah sebelumnya" bayangan kagami yang mulai mengalirkan energi kegelapan cukup kuat.
"Extreme Royal Revenge" bayangan kagami memberikan serangan tebasan dari sabit merah kegelapan yang cukup kuat.
***Hoaxen dan yang lainnya POV***
"Hei hoaxen kenapa membawa kami menjauh kagami masih ada disana?" Liyana yang bertanya kepada hoaxen.
"Instingku berbicara akan ada bahaya besar disana entah para monster atau dari tuan kagami sendiri jadi saya mengamankan kalian agar tidak apa apa" hoaxen berubah wujud kembali menjadi seorang manusia kembali.
"Bodoh yah aku menghawatirkan kagami yang selalu bertarung dan akhirnya pingsan tau tidak!" Liyana yang kesal.
"Sudah liyana tenangkan pikiranmu dan tuan akan baik baik saja lalu tuan kagami selalu bijak dalam keadaan darurat begini" Mikhaile yang berada di sampingnya liyana.
"Tapi tap-" liyana yang belum selesai bicara langsung mendengar suara ledakan cukup kuat.
DUAR! DAM! DUAR!
"Nanti jika hoaxen bicara disana sudah baik baru kita kesana sekarang istirahat saja" vortex yang ikut menenangkan liyana juga.
"Ba-baiklah" liyana yang dengan berat hati untuk diam bersama yang lain.
Mereka memutuskan istirahat tetapi pikiran liyana yang di penuhi dengan penuh khawatir kondisi kagami yang bertarung sudah cukup lama.
Tenebris yang dalam wujud manusia sudah tau isi pikiran liyana hanya bisa diam dan membiarkannya semua orang pun yang berbicara hanya Tenebris mendengarkan saja.
Liyana pun diam diam pergi dari sana menjauhi mereka yang sedang istirahat sampai tidak sadar liyana pergi.
***Normal POV***
Liyana yang pergi melesat ke arah kagami berada dan setelah sampai disana liyana melihat kagami penuh dengan darah hitam dari iblis dan darah merah dari monster.
"Kagami apakah kau baik baik saja" liyana yang mendekati kagami setelah menghabisi semua monster sangat banyak.
"Siapa kau hama dan aku tidak mengenalimu" bayangan kagami berbicara kepada liyana yang kaget melihat bola mata kagami yang berubah merah seperti sebelumnya dan senjata Lexalicus berubah menjadi senjata biasa.
"Ini aku liyana kekasihmu kagami" liyana yang mulai sangat takut.
"Pergi dari sini ka--" bayangan kagami ingin memukul liyana tapi tangan kagami tidak sampai di badan liyana sudah berhenti.
"Sudah cukup semuanya sudah selesai dan tidak ada seorang pun menyakiti kekasihku sendiri termasuk bayangan jahatku sendiri" kagami yang mulai manahan semua kekuatan bayangan jahatnya.
Kagami yang mulai sadar tapi hanya setengah kesadarannya dan kagami pun melepaskan dorongan aura cukup kuat untuk mengalahkan bayangan jahatnya.
"Liyana tolong menjauh sebentar saja" kagami yang berbicara kepada liyana.
"Kagami kau tidak apa apa?" Liyana yang masih tidak mau menjauh.
"Pergi dasar hama busuk" bayangan jahat kagami berbicara kepada liyana yang langsung menjauh karena takut.
"Hhhrrgghh jangan kendalikan tubuhku!!" Kagami yang mulai bertarung di dalam dirinya sendiri.
"Coba saja sial--" bayangan jahat kagami langsung menghilang dan lenyap entah karena apa.
Kagami langsung mengendalikan tubuhnya lalu mendatangi liyana yang bersembunyi di balik pohon.
"Liyana aku menemukanmu jangan bersembunyi begitu" kagami yang sengaja menakuti liyana.
"Kyaaa kagami itu kau?" Liyana yang bertanya.
"Ya ini aku maaf buat kamu takut sebelumnya" kagami berbicara kepada liyana.
"Syukurlah kagami baik baik saja aku khawatir" liyana yang langsung membersihkan darah dari badan kagami lalu memeluknya.
"Punya kekasih pengendali darah enak yah baju penuh dengan darah langsung di bersihkan dengan mudah" kagami yang berbicara kepada liyana yang sedang memeluknya.
"Hehe bisa saja tau jangan di puji segala" liyana yang sangat malu di puji oleh kagami.
"Tidak apa apa sekali sekali dan ayo pergi ke tempat yang lain berada" kagami yang berbicara.
"Ayo" liyana yang langsung menggandeng tangan kagami dan pergi ke arah yang lain istirahat sebelumnya.