
Lalu Komandan Higare langsung menunjukan 1 tempat lagi khusus untuk bertanding 1 vs 1 dengan aturan tidak membunuh satu sama lain.
"Tempat yang sangat menarik sekali, sangat tidak sabar untuk mencobanya tapi sebelum itu aku ingin meningkatkan kekuatanku saja dahulu” kagami yang menahan rasa ingin bertarungnya.
"Sekarang jadi kau ingin kembali lagi ke tempat untuk meningkatkan kekuatanmu?” liyana yang ingin kembali juga sekaligus menyerap kekuatan darah cukup kuat berasal dari Blood Stone.
"Ya karena hal itu yang paling penting adalah meningkatkan kekuatan dan kau boleh kembali komandan, aku bisa kembali berdua dengan liyana” Riziel yang langsung memberikan perintah kepada Komandan Higare untuk kembali ke tempat masing masing.
"Baik tuan penguasa semoga menara ini bisa bermanfaat untuk anda” Komandan Higare yang langsung menghilang melakukan teleportasi menuju tempat asal.
Lalu kagami bersama dengan liyana mulai kembali menuju tempat meningkatkan kekuatan kagami inginkan.
"Ohh ya liyana pedang yang kau sebelumnya pakai apa itu pedang baru seperti alu baru lihat?” Kagami yang langsung bertanya tentang pedang milik liyana.
"Maksudmu pedangku yang aku pakai ini?” Liyana yang langsung mengeluarkan pedang milik liyana.
"Iya itu pedang baru?” kagami yang benar-benar tidak tau.
"Bukan tapi lebih tepatnya masih pedang lamaku yaitu Bloody Sfraksor dan aku belum cerita tentang aku di dalam tes peringkat ya?” Liyana yang lupa tidak menceritakannya kepada kagami.
"Memang belum tapi nanti saja ceritakannya” Kagami yang sampai di tempat meningkatkan kekuatan.
"Ahh tidak terasa sudah sampai hehe” Liyana terbawa suasana pembicaraan.
"Ya sepertinya beberapa tempat sudah penuh bagaimana ini?” kagami yang ingin cepat cepat meningkatkan kekuatan.
"Ayo ikuti aku masuk lebih dalam menuju ruangan pribadiku di tambah lagi energi disana sangat kuat sangat pas untuk meningkatkan kekuatan” Liyana yang langsung mengajak Kagami.
"Baiklah dan apa jauh?” Kagami yang sudah malas berjalan.
"Lumayan jauh sih tapi bagaimana jika sambil aku bercerita?” Liyana sambil menggandeng tangan Kagami.
"Boleh saja tapi bukankah memalukan?” kagami yang melihat setiap ras yang sedang berjalan jalan memperhatikannya.
"Jangan di perhatikan ayo” Liyana kemudian menarik tangan Kagami untuk cepat berjalan.
"Huh baiklah” kagami yang langsung mengikuti kemauan liyana.
Liyana yang kemudian bercerita kepada kagami saat di dalam tes peringkat kekuatan sambil menyusuri jalan menuju tempat lebih dalam menara yang sangat cocok untuk meningkatkan kekuatan.
Setelah berjalan selama 30 menit kemudian sampai di tempat yang Liyana ingin tunjukan kepada kagami.
"Sudah sampai bagaimana energi di sekeliling sangat kuat bukan? Dan tidak banyak orang yang bisa kemari” Liyana langsung bicara kepada kagami.
"Ya lumayan kuat dan banyak tempat yang kosong tapi bagaimana caraku masuk ke ruangan pribadi?” Kagami yang memperhatikan setiap ruangan terdapat 3 tanda seperti barang kecil yang harus di masukkan.
"Ini 3 Mutiara merah dan tidak perlu tau aku dapatkan dari mana, cepat pakai” Liyana langsung memberikan 3 mutiara kepada kagami.
"Baiklah akan aku cari tau sendiri” kagami yang langsung menerimanya 3 mutiara merah yang di berikan Liyana.
Kagami langsung memasukkan 3 Mutiara ke dalam 3 Lubang akses masuk ruangan Pribadi untuk meningkatkan kekuatan setelah selesai seketika dinding energi langsung menghilang kemudian kagami masuk ke dalam ruangan.
Dinding energi kemudian menutup kembali dan kagami mencoba fokus untuk meningkatkan kekuatan sendiri.
Sedangkan liyana yang senang melihat kagami menerima 3 Mutiara merah hasil dari beberapa orang lain di setiap ras yang menantangnya terlebih dahulu.
"Baiklah waktunya menyerap ini” Liyana yang langsung memasuki ruangan pribadi sambil mengeluarkan Blood Stone.
Setelah Liyana masuk ke dalam ruangan pribadinya lalu mencoba menyerap kekuatan di dalam Batu berwarna merah/Blood Stone.
Menurut liyana merasakan kekuatan yang berasal dari Blood Stone ini sangat kuat dan juga seperti cocok untuk meningkatkan kekuatannya namun di sisi lain Blood Stone itu di lindungi oleh energi kebencian di dalam Blood Stone.
Liyana yang tanpa pikir panjang langsung mencoba menyerap kekuatan di dalam batu darah/Blood Stone yang memiliki kekuatan besar.
Satu minggu berlalu Kagami berhasil melewati batas kekuatan yang sangat di inginkannya sekaligus sangat membantu.
"Uhh sakit sekali badanku terus menerus meningkatkan kekuatan sehingga tubuhku jadi kaku” Kagami sambil melakukan pemanasan di dalam ruangan.
Lalu Kagami yang selesai melakukan pemanasan langsung berjalan menuju tempat yang di tunjukkan sudah lama oleh pemimpin penjaga menara.
Sebelum berangkat juga kagami sengaja untuk melihat Liyana yang di dalam ruangannya sendiri untuk fokus meningkatkan kekuatan tidak ada masalah sedikit pun yang membuat khawatir.
"Baiklah karena Liyana masih meningkatkan kekuatan lebih baik aku pergi menuju tempat yang di perbolehkan untuk menantang ras lain” kagami sambil berjalan keluar menuju dari lorong setiap ruangan.
Kagami yang sudah merasa berjalan tidak terlalu jauh lalu melihat anak didiknya keluar dari salah satu ruang pribadi yaitu Igris yang sudah terlihat cukup kuat.
"Ahh tuan!” Igris yang memanggil Kagami sambil melambaikan tangannya.
Kagami yang sudah melihat igris langsung berjalan mendekatinya sekaligus ingin membawa Igris bersamanya sambil melihat perkembangannya sekarang.
"Kau ini kenapa memanggilku begitu sampai membuat semua yang ada di sini memperhatikanku!” Kagami sambil membawa Igris pergi menjauh.
"Haha” Igris yang tertawa canggung tidak tau harus bicara apa.
Kagami yang merasa Igris mempunyai potensi yang sangat kuat untuk menjadi kuat sehingga bisa lolos dalam tes kekuatan sebelumnya.
"Kau cukup hebat sekarang bisa lolos di tes sebelumnya ha?”
"Itu berkat yang agares dan tuan sendiri yang sudah mengajarkanku hehe” Igris sambil mengusap kepalanya sendiri.
"Hahh bagus jangan buatku kecewa dengan peningkatanmu sendiri dan dimana agares?” Kagami yang tidak merasakan agares.
"Disini tuan” agares yang langsung muncul dari bayangan Igris.
"Kukira kau pergi karena aku lupa kau itu dalam bentuk bayanganku haha” kagami yang masih berjalan bersama igris menuju suatu tempat.
"Tidak masalah tuan” agares kembali menyatu dengan bayangan kagami.
Setelah lama berjalan sambil mengobrol bersama Igris yang sudah semakin kuat dan berani, berbeda dengan sebelumnya yang tidak bisa melakukan apapun.
Sampainya di tempat yang begitu luas dan banyak setiap ras yang mengantri untuk menantang setiap yang ada di sana sesuai dengan keinginannya.
"Wah ramai sekali disini tuan” Igris yang bersemangat melihat sebagian orang yang bertarung bebas.
"Ya apakah kau ingin mencobanya sendiri?” Kagami yang menawarkan kepada Igris di sebelahnya.
"Aku sangat ingin mencobanya untuk mengetahui diriku sudah seberapa kuat” Igris yang penuh dengan semangat.
"Baiklah lakukan sesukamu dan jangan lengah setiap ada yang menantangmu” Kagami yang senang melihat Igris yang mulai berani.
"Baiklah setelah itu aku ingin menantang tuan lagi!” Igris yang sangat ingin mengejar Kagami.
Kagami yang membalasnya dengan senyuman biasa lalu Igris yang pergi menuju atas arena pertarungan.
"Agares sekitar Igris jangan sampai terkena masalah besar” Kagami yang memberikan perintah kepada Agares.
"Baik serahkan padaku” agares yang langsung bersembunyi di balik bayangan Igris tanpa di ketahuinya.
"OY KAGAMI SI*L*N TUNJUKAN DIRIMU DAN TERIMA KEMATIANMU HARI INI KARENA SUDAH MEMBUNUH SAUDARAKU!” Seorang Iblis yang mempunyai Hubungan darah dengan Iblis yang sudah di habisi oleh kagami dan liyana sepertinya.
"Ck cari mati ternyata!” Kagami menyeringai ternyata ada yang ingin membunuhnya.
Kagami yang langsung berjalan mendekati arena pertarungan dengan kondisi sekitar yang banyak sekali memperhatikan kagami sekaligus memberikan jalan karena takut dengan pancaran energi membunuh kagami keluarkan.
"Haha akhirnya pecundang keluar juga setelah menunggu sangat lama untuk membalaskan dendam saudaraku” Seorang Iblis dengan tangan kosong melihat kagami yang baru muncul.
"Ras Iblis memang tidak tau malu ya?, Kalian yang salah dan aku yang terkena masalah!” kagami berjalan menaiki arena pertarungan sambil memprovokasinya.
"Kau! sendirilah yang Tidak tau malu Bangs*t!” Iblis itu memakan umpan dari kagami yang semakin marah.
"Heh majulah Hama!” Kagami yang sudah di atas arena pertarungan.
"Ck jangan salahkanku jika tanganmu hilang sebelah!” Iblis yang semakin kesal dengan sikap santai kagami.
"Coba saja jika bisa!” Kagami yang masih berniat memprovokasi.
"Rasakan ini!” Iblis yang langsung menyerang kagami dengan cepat.
’Poison: Claws Of Destruction!’ Iblis yang langsung memberikan Tebasan cakar Tangan Iblis yang beracun sekali.
Krak! Bam!
"Terlalu lambat dan lemah!” kagami yang tertutupi debu karena dampak serangan lawannya.
"Apa! Bagaimana mungkin?” Iblis yang terkejut melihat Kagami baik baik saja.
"Sekarang aku yang menyerang!” Kagami yang melesat menyerang tanpa pedang.
‘Wave Eksplosion : Flare Destruction!’ Kagami yang mendekati dengan cepat setelah itu langsung menyerang di bagian tubuhnya dengan sekali hantam oleh telapak tangan Kagami.
BLAR! BAM!
"Tidak mungkin!” Iblis yang terhantam ke dinding hingga retak setelah itu pingsan seketika sambil di perhatikan banyak orang disana.
"Phew selesai” kagami kembali menyimpan energinya.
Seketika muncul 2 mutiara biru dan 1 mutiara merah secara Langsung Kagami langsung mengambilnya sambil berjalan menjauh dari perhatian banyak.
Kagami yang memutuskan menunggu di suatu tempat yang tidak terlalu ramai untuk menunggu Igris kembali karena kagami tidak punya keinginan untuk menantang seseorang lagi.
****
Igris yang berada di atas arena sendirian menunggu seseorang yang mengajak Igris bertarung lalu 5 menit berlalu Seorang pria berasal dari ras manusia naik ke arena yang Igris berada sekarang.
"Apa kau benar benar ingin bertarungku?” Pria itu bicara kepada Igris.
"Jika anda tidak keberatan maka aku ingin bertarung denganmu” Igris yang meminta pria itu bertarung bersama Igris.
"Hmph baiklah, lagi pula aku sangat membenci iblis sepertimu jadi aku akan mengalahkanmu!” Pria itu langsung mengintimidasi Igris sambil mengeluarkan pedang.
"Baiklah aku juga tidak akan menahan diri” Igris yang langsung mengeluarkan pedang.
Igris yang sangat gugup tapi harus mencoba jangan harus bersembunyi dibalik bayangan dirinya yang lemah.
Lalu Igris langsung mengeluarkan kemampuannya sendiri yang baru di ketahuinya yaitu angin dan time.
"Baik jangan salahkanku jika kau terluka fatal!” Pria itu yang terus menerus menakuti Igris.
"Hmph coba saja!” Igris yang langsung bersiap untuk menyerang.
Igris lalu mengeluarkan sebagian energi angin untuk mempercepat dirinya menyerang dan menyimpan kemampuan time untuk nanti.
Lalu Pria itu langsung menyerang kepada Igris yang seketika langsung ada di hadapan Igris sehingga membuat Igris terkejut.
Igris yang menarik nafas lalu langsung menahan pedang yang mengarah kepada Igris dengan cepat.
Trang! Trang!
Igris yang terus menerus menahan serangan Pria dengan pedang miliknya sendiri setelah sekian lama bertahan lalu Igris mulai mendorong mundur Pria itu sekuat tenaga.
‘Windstrom!’ Igris yang langsung mengeluarkan angin besar untuk mendorong mundur Pria di hadapannya.
"Cih kalah saja! Kemenangan ini milikku!” Pria yang langsung melenyapkan angin besar di hadapannya dengan 1x tebasan pedang begitu kuat.
"Apa lenyap!” Igris yang terkejut serangannya hancur setelah itu Igris maju menjauh karena terpojok.
‘Wind Eksplosion!’ Igris yang langsung berpindah ke belakang pria lawannya lalu membuat ledakan angin.
Bam!
‘Earth Wall!’ Pria yang berhasil menahan ledakan angin dengan Dinding dari tanah.
‘Earth: Thousand Needles Of Destruction!’ Pria itu yang melihat celah langsung membuat arena muncul ribuan jarum dari tanah dari manapun mengepung Igris.
Bam! Bam! Bam!
"Aarrgghh aku tidak akan kalah!!”
‘Wind Barier!’ Igris yang masih bertahan berkat menemukan celah untuk membuat pelindung angin.
"Hah hah akan aku akhiri sekarang juga!” Igris yang mencoba mengeluarkan kekuatan terakhirnya.
‘Time Stop + Thousand Strokes Of Wind Sword!!’ Igris menggabungkan menjadi satu serangan Fatal yang tidak bisa di hindari Pria itu.
Bam! Duash! Duash
Seketika waktu berjalan kembali namun ribuan pedang angin di sekitarnya bergerak menebas tubuh Pria itu tanpa henti.
”Aarrgghh aku mengaku kalah!!” Pria yang langsung mengaku kalah karena serangan sangat kuat tidak bisa di hindarinya.
"Hah hah ugh aku menang!” Igris yang senang dia bisa menang namun seketika Igris terjatuh lemas kehabisan darah dan tenaganya setelah di gunakan.
Kagami yang melihat pertarungan yang hebat dari Igris lalu kagami langsung melakukan teleportasi menuju bayangan Igris lalu menangkap Igris saat jatuh.
"Kerja bagus dan tadi pertarungan yang hebat” Kagami sambil memuji Igris.
"Hehe aku menang” Igris yang pingsan sambil bicara tentang kemenangannya.
"Aku benar benar kekalahanku jadi ini untuk bocah iblis itu” Pria yang penuh dengan luka sambil memberikan 2 mutiara merah, hijau dan 1 permata hitam kepada kagami.
"Terimakasih sudah tidak membunuhnya meskipun aku tau kau membenci iblis” Kagami yang mengerti kebencian Pria itu kepada Iblis karena mengetahuinya dari Devil Mask Revenge melihatnya sebentar.
Pria itu yang tidak bicara apapun sedangkan kagami langsung melakukan teleportasi lagi ke suatu tempat yang tidak terlalu ramai.