
Kagami yang berjalan menuju arah barat tidak ada hambatan hutan yang penuh dengan pepohonan tapi sebaliknya yang terlihat daratan yang di penuhi pasir dan mungkin akan di penuhi dengan monster kuat di sana.
"Sepertinya perjalanan hari ini akan sedikit sulit bukan?" Liyana yang langsung bicara kepada kagami.
"Ya benar dan tidak apa-apa bukan liyana?" Kagami yang khawatir liyana tidak mau ikut ke arah barat.
"Tidak apa dan bukannya aku berjanji mengikutimu waktu itu bukan?" Liyana yang masih mengingat janjinya.
"Em yang mana ya, aku lupa tuh?" Kagami yang ssngat mudah lupa karena itu memang kebiasaannya.
"Saat menyelamatkan ibumu waktu itu" liyana yang memberikan sedikit petunjuk.
"Ah itu saat melihat indahnya malam waktu menginap di rumahmu dan maaf aku melupakan itu" kagami yang langsung meminta maaf karena melupakan hal itu.
"Tidak apa hanya saja aku ingin bertemu keluargaku lagi karena sudah lama tidak bertemu jadi di dalam hatiku seperti terdapat rasa khawatir" liyana mulai mengatakannya kepada kagami.
"Baiklah nanti akan pulang ke Ibu kota Azteria ya? Dan sekarang aku ingin pergi ke suatu tempat yang mungkin tidak jauh di dari sini" kagami yang berjanji kepada liyana.
"Baiklah memangnya ada tempat ingin kau kunjungi itu tempat apa? Kota lagi?" Liyana yang penasaran.
"Bukan dulu aku membaca di buku yang terdapat di dalam perpustakaan kerajaan buku tentang peta dunia dan di situ aku menemukan sedikit yang menarik melihat seperti ada berbentuk menara di tempat gurun pasir seperti ini" kagami yang sedikit menceritakan yang di temukannya dulu.
"Apa benar tempat ini? dan tidak salah ingat kagami?" Liyana yang mencoba memastikannya.
"Kalau tidak salah ingat sih mungkin ini makanya aku ambil arah barat" kagami yang sedikit samar samar melihat peta di buku waktu itu.
"Baiklah ayo cari bersama" liyana yang ingin cepat menyelesaikannya dan pulang kembali ke ibu kota asalnya.
"Ya sebelum itu Hoaxen dan Tenebris keluarlah" kagami sambil membuka portal dan memberikan perintah kepada hoaxen dan Tenebris untuk menunjukkan dirinya.
Lalu Tenebris dan Hoaxen langsung menunjukkan dirinya di depan harapan kagami dan liyana karena untuk berjaga jaga ada monster kuat mengejutkannya.
"Ada apa tuan memanggil kami berdua?" Hoaxen dan Tenebris langsung bertanya.
"Apa yang terjadi dengan Igris kenapa tidak muncul?" Kagami yang menghawatirkan kondisi Igris.
"Baik baik saja hanya sedang serius berlatih karena tidak ingin menjadi beban untuk tuan waktu itu saya mendengarkannya" Hoaxen yang memberitahukan kepada kagami.
"Pantas saja tidak keluar dari tadi dan juga Igris salah paham hadeh" kagami yang sebenarnya tidak menganggap Igris beban tapi mempelajari dengan cara memperhatikan yang telah kagami lakukan.
"Tuan ada apa memanggil kami?" Tenebris yang bertanya kembali tujuan memanggilnya.
"Bukan hal besar hanya saja aku sedikit merasa bersalah jika kalian hanya diam di dalam dimensi yang membosankan dan liyana bisakah keluarkan Vortex juga?" Kagami yang langsung meminta kepada liyana mengeluarkan Vortex.
"Baiklah dan juga Vortex dari tadi mengeluh kepadaku ingin keluar" liyana langsung mengeluarkan Vortex yang bosan diam di dalam sana.
"Kenapa tidak di keluarkan saja dan lakukan terserahmu jangan meminta persetujuanku" kagami yang kesal melihat liyana yang masih tidak mengerti.
"Maaf hehe" liyana yang meminta maaf.
"Terimakasih nona sudah mengeluarkan saya" Vortex yang langsung berterimakasih karena bosan di dalam dimensi berlatih sendiri.
"Nah sekarang ayo pergi bersama" kagami yang ingin membuat mereka bertiga bersenang senang.
Lalu Hoaxen dan Tenebris langsung mengubah wujudnya menjadi Serigala, Naga besar lalu kagami langsung menaiki Serigala dan Liyana, Vortex bersama Tenebris memperhatikan dari langit.
"Tuan ini sangat menyenangkan seperti dulu Woof" Hoaxen yang merasa senang.
"Kalau begitu lebih cepat!" Kagami yang ingin menghibur Hoaxen.
"Baiklah tuan" Hoaxen langsung meningkatkan kecepatannya.
Di sisi lain liyana yang melihat Hoaxen bersama kagami yang bertambah cepat dan tidak ingin ketinggalan lalu liyana memberikan perintah kepada Tenebris juga untuk bertambah cepat.
"Hati hati di depan ada monster!" Vortex langsung memberitahukan kepada kagami dan Hoaxen.
"Aku tau dan ayo lakukan serang bersama" kagami langsung mengeluarkan pedang Guardians.
"Ayo Woof" lalu Hoaxen langsung melesat dengan cepat menuju kepiting Gurun Pasir.
‘Teknik terlarang ke-5: Perfected Judgement Cut End!’ kagami langsung menebas menuju kepiting besar dengan bantuan kecepatan Hoaxen yang lumayan membantu.
BAM! DSSTT!
Semua badan kepiting besar langsung hancur dan terpisah semua hingga mengeluarkan banyak darah hingga tanah berubah menjadi berwarna merah.
"Tuan hebat sekali" Hoaxen yang memuji kagami setelah kepiting besar itu mati.
"Itu juga karenamu juga dan tapi baru awal dan sebaiknya hati hati" kagami yang langsung mengaktifkan Eyes Darkness.
Lalu Hoaxen yang tidak sengaja melihat mayat kepiting tersebut langsung di tarik ke dalam tanah dengan bagian tubuh yang sudah terbelah.
"Hati hati kagami" liyana yang melihat sesuatu yang aneh.
"Keluarlah pasukan bayanganku!" Kagami langsung mengeluarkan beberapa bayangan untuk menarik Monster keluar dari bawah pasir.
"Grraa Grr" para monster bayangan yang mencoba menyerang Monster yang berada di bawah tanah tapi tidak keluar.
Lalu monster yang bersembunyi di bawah pasir itu langsung pergi mengarah kagami dan Hoaxen yang sedang memperhatikan pergerakan para monster.
"Menjauh Hoaxen dari sini sejauh mungk---" kagami yang baru saja memberikan perintah lalu liyana turun dari ketinggian sambil mengeluarkan pedangnya.
"Minggir kagami" liyana yang siap menusuk monster dengan langsung.
"GGRROAARRGGHH!!" Monster yang kesakitan karena tusukan pedang Bloody Sfraksor yang lumayan kuat sambil menyerap darahnya.
Lalu monster itu langsung membalikkan badannya ke dalam tanah lalu liyana ikut terbawa bersama ke dalam tanah.
"Liyana!! Sial!" Kagami yang kesal lalu melihat beberapa Monster yang sama melihat dari penglihatan Eyes Darkness.
"Tuan hati hati ada beberapa yang datang!" Tenebris yang memberitahukan kepada kagami.
"DATANGLAH SIALAN!" Kagami yang sudah kesal sekali melihat liyana yang di bawa monster.
Lalu Tenebris langsung langsung membantu kagami menyerang beberapa Monster yang mulai menunjukan dirinya di hadapan kagami.
"Keluarlah bayanganku!" Kagami langsung mengeluarkan bayangannya lagi.
Semua monster bayangan kagami langsung menyerang 3 Buaya padang pasir dan Vortex yang melihat kekuatan kagami merasa ketakutan.
Sedangkan Hoaxen bersama Tenebris langsung menyerangnya bersama lalu kagami yang langsung mengurus 2 Buaya padang pasir yang kuat pada kulitnya yang begitu keras untuk di tebas dengan pedangnya sendiri.
Dan Vortex yang mencoba untuk memberanikan diri untuk membantu kedua kakaknya yang sedang berjuang melawan 1 Buaya padang pasir yang kuat.
‘Darkness Spiral : Sky Blades!’ kagami langsung memberikan 1 tebasan lagi kepada 1 Buaya Padang Pasir yang masih hidup.
Dan serangan kagami berhasil menghancurkan kulitnya di tambah lagi mengeluarkan darah karena serangan kagami mengenai bagian dalamnya juga.
Setelah itu Monster itu langsung mencoba pergi menjauh dari kagami yang mengeluarkan energi yang begitu besar hingga menakutinya.
"Kau tidak akan bisa pergi dariku!" Kagami yang langsung mencoba mengejar Buaya Padang Pasir tapi gagal karena langsung masuk kembali ke dalam tanah.
‘Energi Ball : Fist Of Destruction!’ kagami langsung mengumpulkan energi di tangannya lalu menghantamkan ke tanah.
BAM! DUAR!
Lalu tanah seketika langsung runtuh ke menuju bawah yang mulai terlihat banyak Monster kuat menyerang kagami.
Di sisi lain Hoaxen dan Vortex yang melihat tanahnya runtuh sangat takut karena tidak bisa terbang.
"Ahhh kak Tenebris tolong!" Vortex dan Hoaxen bicara bersama dengan keadaan jatuh.
"Aku akan berusaha" Tenebris langsung melesat menyelamatkan Adik adiknya yang tidak bisa terbang sepertinya sama sekali.
Lalu Hoaxen dan Vortex berhasil selamat namun di sisi lain kagami sangat terpojok di bawah karena tanahnya di hancurkan jadi banyak Monster tidak di duga menyerangnya.
Kagami terpojok lalu memutuskan untuk membuat sihir agar dirinya bisa menebas semua monster leluasa untuk menyerangnya tanpa gangguan.
Kagami yang menebas semua monster dengan cepat dan secara tiba langsung kobaran api membakar semua Monster dengan cepat dan itu adalah Tenebris yang mencoba membantu.
"Ikuti aku!" Kagami langsung mencoba menghindari sambil menebas semua monster yang mendekatinya.
"Baiklah tuan" Tenebris langsung mengikuti kagami.
Kagami mengikuti Buaya Padang Pasir yang terus pergi ke suatu tempat atau mungkin itu sarangnya berada dan mungkin bisa menemukan liyana di sana.
Kagami yang terus menerus mengikuti monster hingga sesekali di hadang beberapa monster lemah untuk menganggu kagami dan yang lainnya agar tidak di ikuti.
"Darkness Flash!" Kagami langsung membuka jalan dengan serangan 1 laser kegelapan.
Semua monster yang terkena serangan kagami langsung mati dan kagami langsung melihat seseorang yang di kenalinya sedang melawan 2 Monster Harimau Api.
‘Lightning Creation : Spear Storm!’ kagami langsung melapisi pedang Guardians dengan energi petir hitam lalu melemparkannya ke arah Harimau Api.
BAM! JLEEBB!
"Jangan jangan pedang ini milik kagami!" Liyana yang senang ada bantuan tiba.
"Yo maaf terlambat" kagami berjalan mendekati liyana sambil menarik pedangnya kembali dari kejauhan menggunakan energi petir di ubah menjadi energi magnet untuk menarik sesuatu yang besi.
"Syukurlah kau datang aku kira akan mati" liyana yang tubuhnya sudah mendekati batasnya.
"Serahkan padaku sekarang!" Kagami yang langsung berhenti di depan liyana yang terduduk lemas.
Dan kagami langsung melindungi liyana dengan 1 monster yaitu Harimau Api yang kebal terhadap api dan cara menyerangnya begitu cepat dan lincah.
Harimau api itu langsung bersiap siaga untuk menyerang kagami sedangkan kagami mencoba menggunakan energi kegelapan yang bisa meningkatkan kekuatannya.
"GRR ROOARR!" Harimau api itu langsung menyerang kagami secara langsung.
"Hati hati kagami di sebelahmu itu" liyana yang khawatir karena liyana tidak bisa mengalahkannya.
"Aku tau itu bukan?" Kagami langsung menangkap leher Harimau itu dengan cepat.
"GGRROAARRGGHH" Harimau itu seperti meminta bantuan dan tubuh Harimau Api tubuhnya langsung meluapkan api yang sangat besar.
"Dasar menyusahkan mati saja" kagami langsung mencengkram lehernya dengan kuat hingga darah harimau itu menciprat ke wajah kagami.
"Kau baik baik saja kagami?" Liyana yang tubuhnya masih lemas.
"Cih emang aku baik baik saja dengan darah ini di mukaku?" Kagami sambil membersihkan darah di mukanya.
"Baiklah biarkan aku saja yang bersihkan dan bantu aku bangun" liyana yang masih belum kuat berdiri.
"Tuan apa anda baik baik saja?" Tenebris dan yang lainnya yang baru sampai.
"Memangnya aku terlihat seperti orang sudah lelah dan ingin pingsan?" Kagami yang kesal sudah di tanya begitu 2x.
"Maaf tuan dan syukurlah nona baik baik saja" Tenebris yang senang melihat liyana baik baik saja dengan beberapa luka.
"Ya untunglah kagami datang dengan tepat dan bisakah kagami ambilkan Bloody Sfraksor dan tancapkan kepada beberapa mayat Monster yang lain?" Liyana yang meminta tolong.
"Untuk apa?" Kagami yang tidak mengerti.
"Lihat saja pasti membuatmu terkejut" liyana sambil berpegangan kepada kagami.
Lalu kagami yang langsung menancapkan pedang Bloody Sfraksor kepada mayat hewan seketika darah mayat itu terserap ke dalam pedang dan mengeluarkan cahaya merah.
Lalu liyana langsung mencoba mengambilnya dan seketika cahaya merah itu kemudian redup kembali dan tubuh liyana langsung pulih kembali seperti normal dan luka pun menghilang.
"Aku baru tau hal ini jadi ini tujuan keluargamu menginginkan oedang ini kembali" kagami yang bicara sambil sedikit mencoba mengerti.
"Ya dan ada lagi bisa aku gunakan darah yang sudah di serap oleh pedang Bloody Sfraksor untuk meningkatkan ketajamannya juga" liyana yang memberitahukan kagami.
"Ahh aku tidak tau" kagami yang baru mengetahui pedang sangat unik pantas di dinginkan oleh Lucifer waktu itu.
"Baiklah sebaiknya kita kembali ke atas ada sesuatu yang datang begitu banyak" kagami merasakan tekanan Monster yang lebih kuat dari sebelumnya.
"Baiklah ayo" liyana yang langsung terbang langsung menuju atas kembali bersama dengan kagami dan yang lainnya.
Liyana yang sudah mengetahui rahasia pedangnya sendiri lalu liyana akan mencoba menyimpannya sebaik mungkin hingga menunjukannya kepada keluarganya dan sampai akhir hayatnya.
Kagami yang terus memandangi liyana karena harus melindunginya karena sebuah senjata yang menarik dan kagami sendiri punya 2 senjata yang menarik juga jadi harus saling menjaga barangnya sendiri.
"Tuan baik baik saja?" Hoaxen yang menyadari kagami melamun.
"Ahh iya aku baik baik saja" kagami yang harus mencoba menjadi kuat lebih dari itu sendiri.
Lalu sampailah di daratan sebelumnya dan Hoaxen bersama Vortex langsung turun dari badan Tenebris.
"Kagami sepertinya aku melihat sebuah menara apa itu yang kau cari?" Liyana yang melihat sebuah tempat yang mirip dengan perkataan kagami sebelumnnya.
"Ya sepertinya dan ayo lihat" kagami yang tidak sabar ingin melihat dari dekat.
Kagami bersama Hoaxen langsung melesat kesana bersama sedangkan Liyana, Vortex bersama Tenebris pergi menuju tempat yang unik dan aneh.