Fight In The Trash Game

Fight In The Trash Game
26. Masalah



Kagami, liyana dan Mikhaile yang memulai petualangannya hari ini untuk menjelajahi lagi hutan yang lumayan untuk mencoba sesuatu yang berguna.


"Ohh ya Mikhaile apa kamu di dalam perpustakaan sangat senang pada saat kembali waktu itu?" tanya liyana kepada Mikhaile.


"Ya senang saja saya bisa istirahat di sana dan mengumpulkan tenaga tetapi sepi juga tidak ada kalian disana" ucap Mikhaile membuat kagami terkejut.


"Maafkan kami meninggalkanmu kami hanya pergi mengantar ke rumah liyana saja untuk bertemu keluarganya" ucap kagami.


"Jadi begitu baiklah tidak apa apa" ucap Mikhaile memaafkan kagami.


"Ohh iya liyana apa kamu membawa apa yang aku minta tolong carikan di dalam perpustakaan?" tanya kagami kepada liyana.


"Hmm apa itu tuan yang anda cari sepertinya saya tidak lihat liyana mencari buku" ucap Mikhaile membuat liyana terkejut juga dengan perkataan Mikhaile.


"A-aku mengambilnya kok jangan dengarkan mikhaile dia berbohong dan ini buku yang kamu inginkan ada kok" ucap liyana yang gugup.


"Bagus aku percaya padamu kok liyana" ucap kagami.


"Hmp tuan sudah tidak percaya padaku lagi" ucap Mikhaile dengan sedikit kecewa.


"Yasudah maaf aku percaya kalian berdua dan mungkin Mikhaile tidak melihatnya jadi tidak tau" ucap kagami menjelaskan.


"Terima kasih memberi taunya mungkin tadi bisa salah paham" ucap liyana.


"Ya dan liyana apa yang buku kamu ambil?" tanya kagami kepada liyana.


"Buku penyatuan darah dan es" ucap liyana.


"Ohh itu jadi bisa membekukan darah dong yah dan terima kasih sudah mengambilkan buku ini mungkin sangat berguna untukku" ucap kagami berterima kasih kepada liyana.


"Ya sama sama yang tadi ambil itu 2 buku yaitu pengendalian sekaligus penyatuan 3 sihir menjadi 1 yang akan menjadi luamayan kuat mungkin berguna untukmu" ucap liyana menjelaskan.


"Ternyata masih ingat ahaha padahal aku tidak ingin bilang tapi yasudah lah tidak apa" ucap kagami sambil tertawa.


"Dan sekarang kita mau menuju mana tuan?" tanya Mikhaile kepada kagami.


"kalau tidak salah ayahku bicara ke kota Ferdinia mungkin disana ada yang menarik" ucap kagami penuh semangat.


"Baiklah aku akan selalu ada disisi kagami dan berjuang bersama" ucap liyana sambil menggandeng tangan kagami untuk memberi semangat atas perjuangannya.


"Tuan sudah berpacaran dengan liyana sampai tidak malu di lihat olehku" ucap Mikhaile kepada kagami.


"Ya tidak apa lah sedikit saja biar kamu tau juga dan memang kami sudah dekat atau berpacaran benarkan liyana?" tanya kagami kepada liyana.


"I-iya betul tapi awas sudah sampai di kota Ferdinia jangan nakal kalau nakal aku hukum" ucap liyana mengancam kepada kagami.


"Ahaha santai saja ikuti saja aku disisimu itu Liyana aku tidak akan lepas kok" ucap kagami tersenyum ikhlas.


"Memang tuan sudah dekat sekali pantas saja ratu Xian suka bicara liyana akan menjadi pasangan yang cocok dengan tuan kagami hehe" ucap Mikhaile yang terdengar oleh kagami dan liyana yang terkejut.


"Dasar menyebalkan kenapa orangtuanya tau sih aku belum cocok tau untuk jadi pasangan kagami dan aku belum kuat" ucap liyana yang masih marah kepada Mikhaile.


"Ahaha santai saja liyana nanti akan aku ajak latihan bersama agar kita berdua sama sama kuat bagaimana?" tanya kagami kepada liyana.


"Baiklah boleh saja nanti kapan kapan" ucap liyana yang setuju dengan apa yang di bicarakan oleh kagami.


"bagaimana kita istirahat sekarang kita sudah sangat jauh berjalan dari kota azteria" ucap kagami mengajak liyana dan Mikhaile.


"Baiklah boleh saja" ucap liyana.


"Ya baiklah tuan" ucap Mikhaile.


Dan kagami pun langsung mengalirkan api hitam ke dalam matanya agar bisa melihat keadaan jauh tembus pandang dan setelah 5 menit melihat gua kagami pun langsung menonaktifkan sihir api hitam nya.


"Di sebelah selatan ada gua namun di jaga oleh Buaya iblis tapi aku akan mengatasinya" ucap kagami memberi tau Mikhaile dan liyana.


"Jaraknya berapa jauh lagi?" tanya liyana pada kagami.


"Mungkin ada sejauh 20 meter lagi sedikit lagi"ucap kagami memberi tau liyana.


"Hahh aku capek sekali dari tadi berjalan mulu dan sekarang staminaku habis tidak bisa jalan lagi" uca liyana yang kelelahan.


"Baiklah sini aku gendong saja agar cepat sampai ke gua sana" ucap kagami.


"Baiklah tidak apa" ucap liyana pasrah karena sangat lelah sekali.


Dan kagami pun jongkok dan liyana pun naik ke badannya kagami setelah itu mereka melanjutkan perjalanannya ke dekat gua dan setelah dekat gua mereka pun berhenti.


"Sekarang tunggu disini dahulu biar aku yang memancingnya agar keluar dan Mikhaile jaga liyana jangan sampai hilang" ucap kagami memberi perintah kepada Mikhaile.


"Baiklah tuan" ucap Mikhaile.


"Hati hati jangan sampai terluka" ucap liyana mengkhawatirkan kagami.


"Ya jangan khawatir" ucap kagami sambil memberi kecupan di kening liyana.


Kagami pun pergi ke dalam gua langsung memancing buaya iblis itu keluar sarang dan membawanya menjauh dari sana.


"Mungkin disini sudah cocok tempatnya bertarung mari bertarung disini buaya " ucap kagami yang berhenti di tempat datar banyak rumput dan buaya pun menyerang langsung.


"SPEARBLIZT!!" kagami yang langsung menyerang langsung kepada buaya itu berbentuk spear langsung di lempar ke arah buaya.


Hhrrgg buaya pun langsung melemparkan duri yang lumayan banyak kepada kagami Darkness Barier..!! langsung muncul barier yang melindungi tubuh kagami.


GGRRRGG langsung buaya menyerang balik lagi dan melempar sihir tanah berbentuk bola runcing.


FIRE ATOMIC BLAST...!!! kagami langsung melancarkan serangan dan langsung memberi serangan balasan tebasan pedang api hitamnya dan setelah itu buaya itu pun mati setelah mati daging yang tersisa langsung di ambil oleh kagami dan kembali kesana yaitu gua tempat tinggal buaya.


"Baiklah waktunya kembali pasti mereka menunggu" ucap kagami langsung pergi kembali ke gua dan sesudah sampai di dekat gua bertemu dengan liyana dan Mikhaile.


"Apakah kamu baik baik saja kagami?" tanya liyana yang khawatir kepada kagami.


"Tidak apa apa kok tanpa luka sedikit pun dan ini daging buaya tadi gimana apakah mau makan?" tanya kepada liyana dan Mikhaile.


"Ya boleh saja" ucap Mikhaile setuju.


"Ya baiklah aku saja yang memasaknya" ucap liyana.


"Biar aku bantu saja bagimana" ucap kagami menawarkan bantuan kepada liyana.


"Baiklah kita cari sungai terdekat untuk membersihkan bekas darahnya" ucap liyana.


"Ya aku tadi melihatnya dekat sini bagaimana dan Mikhaile jaga tempatnya dan rapihkan tempat disana agar nyaman di pakai ok?" ucap kagami kepada liyana dan Mikhaile.


"Ya baiklah tuan saya akan menjaganya" ucap Mikhaile menuruti perintah.


"Wah baiklah malah aku juga senang ada yang menjagaku hehe" ucap liyana yang terkekeh.


"Ayo pergi" Ucap kagami dan berpisah dengan mikhaile dan setelah sampai langsung mencuci nya dan kagami pun merasakan sesuatu yang mendekat langsung mengaktifkan sihir api hitam ke matanya.


"Wah liyana masukkan dahulu makanannya ada banyak orang yang kesini" ucap kagami memberi peringatan kepada liyana.


"Baiklah aku siap bertarung" ucap liyana.


"Liyana jangan pakai kekuatan darah berlebihan atau ambil darah mereka dan pakai menjadi kekuatan" ucap kagami memberi tau.


"Siap kapten" ucap liyana dan kagami langsung bersiap menyerang dan langsung memberi serangan jarak jauh.


LIGHTNING SPEAR : DEAD SHOTE..!!! kagami yang langsung melemparkan spear listrik yanv mengarah langsung ke orang tanpa meleset.


"Siapa itu yang menyerang kita diam diam tunjukan dimana kalian" ucap para penjahat.


FOG OF DARKNESS..!! kagami langsung memberikan sihir kabut kegelapan di satukan oleh api dan petir yang akan bisa merusak saraf.


"ARRGG KELUAR SIALAN JANGAN MAIN MAIN BANG**T" ucap penjahat itu yang kagami dan liyana masih bersembuyi.


"Baiklah kalau yang kalian inginkan" ucap kagami sambil keluar dari persembunyian bersama liyana.


"Dasar sok pahlawan yah? kami tidak ada urusan denganmu kami sedang mengejar Subcubus itu.


"Maksudmu ini? katakan apa yang kalian inginkan dari dia dan dari mana kalian!!" ucap kagami memaksanya sambil mengeluarkan ras Demi-human perempuan kecil yang seperti di siksa.


"JANGAN MIMPI" Ucap penjahat itu sekaligus menyerang langsung NECRO THOUSAND BLADE..!! penjahat itu langsung menyerang langsung kepada kagami.


LIGHTNING PHANTOM BLADE..!! Kagami juga ikut menyerang balik dan terjadi ledakan besar.


DARKNESS BARIER..! Kagami langsung membuat pelindung tubuh untuk liyana dan dirinya agar tidak terkena ledakannya.


AARRGGHH suara para penjahat yang terkena ledakannya dan setelah selesai melihat kondisi para penjahat.


"Hah aku tak akan mengatakan apa yang bos perintah kepada kalian sampah!!" ucap 3 penjahat itu.


ELECTRIC PRISON..! kagami membuat penjara listrik hitam agar bisa menyiksanya dan kagami berkata "Liyana bagianmu siksa dengan kekuatan darahmu agar mereka membuka mulut dan aku menyembuhkan dia dahulu" ucap kagami dan liyana pun menuruti perintahnya.


BOILING BLOOD..!! ucap liyana menyiksa para penjahat.


AARRGGHH BAIKLAH AKU KATAKAN" ucap salah satu dari penjahat itu.


"Ohh tidak akan lama ternyata" kagami tersenyum sinis.


Jadi dari mana kalian?" tanya kagami.


"Kami dari grup yang bernama Black Scorpions dan tidak ada yang berani menentangnya karena kekuasaan dan kekuatan yang sangat kuat" ucap penjahat itu.


"Yasudah aku tidak butuh lagi info darimu lebih baik mati saja karena sudah menyakiti anak kecil seperti ini" ucap kagami yang langsung sambil melemparkan api hitam ke penjara listrik hitam itu dan itulah sisi sadisnya.


"Jadi kamu kenapa bisa di kejar mereka dan siapa namamu?" tanya liyana kepada subbcubus itu.


"Hmm hiks hiks" suara Subbcubus kecil itu menangis.


"Aku tidak akan menyakiti ka--" ucap liyana belum selesai bicara langsung menyela omongannya.


"Sudah dia sedang takut kita bawa saja ke tempat kita sekarang bersihkan saja dagingnya baru kita bawa dia kesana bagaimana?" tanya kagami kepada liyana.


"Ya baiklah aku saja yang bersihkan kamu jaga saja dia" ucap liyana pergi membersihkan daging ke dekat sungai


"Pasti kamu belum makan mau ikut makan dengan kami?" tanya kagami kepada subbcubus itu.


"Hmm dan namaku lilia" ucap lilia yang memberanikan diri berbicara dan mengangguk mau ikut dan makan bersama.


"Tunggu sebentar dan mari kita berangkat ke tempatku" ucap kagami dan setelah bicara liyana pun kembali setelah membersihkannya.


"Baiklah ayo pulang dan siapa nama dia?" tanya liyana kepada kagami.


"Lilia jangan di takuti dia masih takut dan lilia pergi bersama dengan liyana dia baik kok tapi dia juga bisa menjadi pemarah hati hati saja" ucap kagami memberi tau.


"Ba-baiklah" ucap lilia.


Kagami, liyana dan lilia pergi kembali ke tenda yang sudah didirikan oleh Mikhaile langsung kembali kesana