
Kagami bersama yang lainnya langsung berjalan menuju arah selatan yang jaraknya sangat jauh dengan jalan kaki.
"Hah hah tunggulah sebentar aku tertinggal nih” Elaina yang tertinggal di bagian belakang.
"Rubah bantu Elaina berjalan” Kagami langsung memberikan perintah kepada salah satu Bayangan Rubah dewasa.
"Baik tuan” Rubah dewasa langsung muncul dari bawah Elaina jadi langsung menunggangi Rubah dewasa.
"Pasti dirimu kelelahan memulihkan kondisi Tuan Alexi bukan?” Liyana yang langsung bertanya kepada Elaina.
"Haha sepertinya begitu mungkin karena diriku belum terbiasa dengan penyembuhan menggunakan kemampuanku ini” Elaina langsung menjawab perkataan Liyana.
"Saya sejak mengingatkan tidak perlu tapi dirimu bersikeras saja ingin mencobanya jika ada istriku pasti akan memarahimu Elaina” Tuan Alexi juga langsung bicara kepada Elaina.
"Ehh maafkan aku” Elaina langsung meminta maaf.
"Tidak perlu di pikirkan dan istriku tidak ada disini jadi tidak perlu khawatir” Tuan Alexi langsung menepuk pundak Elaina.
"Sungguh aku tidak akan di marahi?” Elaina yang terlalu takut.
"Jangan khawatir ada diriku Elaina dan tidak ada yang berani memarahimu jika ada diriku” Liyana mencoba menghibur Elaina.
"Heh jika diriku yang memarahinya apakah kau bisa menghentikanku?” Kagami yang tertawa pelan.
"Aku cuma bercanda kepada Elaina agar kembali tersenyum dan kenapa kamu menganggapnya serius sih Kagami!” Liyana yang langsung memarahi Kagami.
"Aku hanya bertanya lho” Kagami yang mencoba menahan tawanya.
Wuu! Wu!
"Pfftt sudah aku baik-baik saja kok” Elaina yang tertawa pelan karena melihat sikap Kagami bersama Liyana.
"Hmph” Liyana sedang kesal tidak mau bicara kembali.
Udara yang sedikit tenang di bandingkan sebelumnya membuat lancar tanpa gangguan dari badai salju lagi.
"Oh ya aku lupa mengatakan bahwa kagami sebenarnya benda apa yang di bawa saat itu? Lalu bisa berubah menjadi senjata itu sangatlah unik!” Elaina yang sedang meninggangi Bayangan Rubah dewasa milik kagami.
"Ternyata akan bertanya hal itu dan maksudmu ini lalu ini adalah senjata Lexalicus yang bisa berubah ke 3 bentuk senjata yang ingin penggunanya gunakan” Kagami langsung menunjukan senjata Lexalicus dalam bentuk awal.
"Wah itu sangatlah menarik dan unik! Bagaimana anda mendapatkannya?” Elaina sangat suka mendengarkan cerita tentang petualangan seseorang.
"Ini cerita sangatlah panjang benar-benar mau mendengarkannya?” Kagami yang langsung menawarkan kepada Elaina.
"Boleh karena aku sangat menyukai cerita petualangan seseorang karena sejak kecil ayahku sangat sering menceritakannya” Elaina yang sangat sangat menantikannya.
"Yah baiklah jika kau sangat ingin mendengarkannya” Kagami sambil menyimpan kembali senjata Lexalicus.
"Jika tuan Kagami tidak keberatan saya juga ingin mendengarkannya juga” Tuan Alexi yang merasa tertarik.
"Boleh boleh akan aku ceritakan” Kagami yang sedang malas berdiam diri berjalan menuju arah selatan.
Liyana yang sudah mengetahuinya hanya diam sambil sedikit tersenyum tipis kepada sikap Kagami yang sedikit berbeda di bandingkan sebelumnya.
[TL : Jika ingin membaca kembali tentang cara mendapatkan Senjata Lexalicus ada di chapter ]
Sambil menghibur di perjalanan yang panjang menuju pegunungan selatan yang sangat jauh sambil bercerita tentang usahanya susah payah mendapatkan senjata Lexalicus yang sangat unik yang jarang sekali seseorang temukan.
Di tambah lagi dengan seseorang yang bertarung dengan dua pedang yang jarang sekali di temukan dan orang yang bertarung dengan menggunakan dua pedang panjang itu adalah sangatlah langka di bandingkan beberapa orang.
Meskipun Saat pertama kalinya mencoba menggunakan 2 pedang membuat energinya terkuras cukup drastis dan semakin berjalannya waktu Kagami berhaskl mengontrol kedua pedangnya dalam penyerapan sebagian energi yang perlu di keluarkan di setiap pertarungannya.
Meskipun Kagami jarang sekali menggunakan pedang Lexalicus bertujuan untuk menghemat energi jika bukan dalam keadaan terpojok Kagami pastinya akan memutuskan mengeluarkan salah satu pedangnya lagi untuk bertarung lebih serius sekali lagi.
Setelah lama berjalan sambil bercerita dengan kondisi perjalanan yang baik-baik saja belum ada gangguan apapun.
Akhirnya mendekati pegunungan selatan yang sebentar lagi sampai dan disana mereka semua di sambut oleh beberapa Human-Wolf yang juga sudah berevolusi namun masih di tahap biasa.
'Walls of thorns..!!’
Blam! Blam! Blam!
"Elaina kamu!” Kagami bersama Liyana sedikit terkejut dengan reaksi cepat menyerang.
"Kenapa melihatku!, Pergi lakukan cepat!” Elaina masih mencoba mengontrol kemampuannya dengan tangannya sendiri.
"Kerja bagus dan kali ini simpan tenagamu kagami lalu biarkan aku yang mengurusnya” Liyana sambil menepuk pundak Kagami.
"Hahhh baiklah” Kagami langsung dengan cepat menyimpan tangannya di punggung Liyana lalu mendorongnya.
"Tch jangan tiba-tiba mendorongku tau!, Aku bisa pergi sendiri” Liyana yang marah karena hampir jatuh ke tumpukan Salju.
"Haha maaf aku bermaksud untuk membantumu agar cepat pergi” Kagami sambil menggaruk kepalanya lalu tertawa pelan kepada Liyana.
"Tch” Liyana laku pergi melesat ke kakawanan Human-Wolf.
'Absolute Domain Eternity..!’
Bam! Bam! Bam!
Liyana yang terus menerus menebas tanpa memberikan ampun sedikit pun kepada Serigala di hadapannya.
Kagami, Tuan Alexi bersama Elaina yang masih mencoba membantu menyerang dari jarak jauh.
Lalu muncul sebuah bayangan kecil di pundak sebelah kanan Kagami langsung mencoba berbicara kepada Kagami.
"Tuan sepertinya letak barang yang anda cari sedang coba di sembunyikan karena mereka sebagai ras Serigala mengetahui asal kekuatan yang bisa membuat mereka berevolusi dan menyadarinya bahwa tuan bermaksud untuk merebutnya” Leviathan yang langsung bisa mengetahui dengan melihat semua ingatan para Ras Serigala dengan kemampuannya sendiri yaitu Mind.
"Lalu apa mereka bermaksud mengulur waktu untuk membiarkan pemimpin mereka sambil membawa Blood Stone?” Kagami yang baru saja menebak.
"Iya benar sekali tuan dan apa tuan akan membiarkan mereka pergi membawanya Barang yang anda cari tuan?” Leviathan yang tidak bisa membaca ingatan Kagami.
"Mana mungkin jika aku pergi sekarang pergi itu tidak akan sempat namun aku perintahkan semua bayanganku waktunya membantai mereka yang mencoba menghalangi, pergilah!” Kagami langsung bicara dengan tegas kepada Semua Bayangan milik Kagami.
Gra! Gwaa! Gwaa!
Semua bayangan yang penuh dengan semangat bertarung kembali karena Kagami jarang sekali mengeluarkan semua bayangan miliknya bertarung membantu Kagami.
"Berpencar!” Kagami yang langsung memberikan perintah.
"Tuan biarkan saya membantu anda dalam bertarung kali ini” Bayangan Induk Rubah langsung berbicara melalui telepati.
"Huh baiklah pergilah!” Kagami langsung membiarkan keinginan Induk Rubah.
Bruk!
"Aduh sakit!” Elaina yang baru saja terjatuh karena induk Rubah tiba-tiba menghilang.
"Kamu baik-baik saja elaina” lalu Kagami berjalan mendekati Elaina sambil mengulurkan tangannya.
"Iya terima kasih dan kenapa bayanganmu tiba-tiba menghilang?” Elaina langsung bertanya kepada Kagami untuk meminta penjelasan.
"Itu ada sesuatu yang besar mencoba membawa pergi barang yang sebelumnya aku cari jadi semua bayanganku ingin membantu mencegahnya” Kagami langsung menjelaskan kepada Elaina.
"Kalau begitu kita harus buru-buru pergi” Elaina yang langsung menggapai tangan kagami lalu berdiri dengan cepat.
"Tidak perlu buru-buru untuk sekarang tunggu Liyana kembali baru pergi” Kagami yang sudah mengatur semuanya.
"Huu iya deh” Elaina hanya bisa menuruti perintah Kagami sebagai ketua tim.
"Percayakan pada Tuan Kagami pasti dirinya sudah mengatur dengan baik-baik dan itu juga untuk memastikan keamanan diri kita sendiri” Tuan Alexi yang sebenarnya juga merasa iri kalah dengan seseorang yang berumur sama seperti anaknya.
'BloodLust!’ Liyana langsung mempercepat aliran energinya agar bisa bertarung dengan kemampuan fisik yang meningkat secara drastis.
‘Teknik pedang Darah ke-6 : Infinity Blaze.!’
Krak! Duar!
"Phew selesai juga” Liyana sambil merapikan rambut panjangnya yang berantakan.
Lalu Liyana langsung mengendalikan semua darah di sekitarnya lalu mengumpulkan dan menyimpannya ke dalam Pedang Bloody Sfraksor yang selalu membantunya hingga saat ini.
Tidak sengaja Liyana melihat sekaligus merasakan dalam sekejap sekumpulan Bayangan Milik Kagami dalam jumlah banyak pergi ke suatu tempat dengan cepat melewatinya.
"Itu bukankah Bayangan Kagami? Lalu mau pergi kemana semua bayangan itu pergi?” Liyana yang baru saja membereskan rambut panjangnya langsung berjalan kembali.
Liyana yang penuh tanda tanya tentang kemana semua bayangan milik Kagami pergi dan setelah selesai langsung kembali dengan cepat untuk bertanya kepada Kagami.
"Kagami ada yang ingin aku tanyakan!” Liyana yang saat sampai langsung ingin menanyakan tentang semua bayangannya.
"Hm apa yang ingin kamu tanyakan?” Kagami langsung melihat kepada Liyana.
"Aku tadi lihat bayanganmu pergi ke arah selatan juga tapi dengan jumlah banyak, sebenarnya apa yang terjadi?” Liyana langsung ingin tau yang sebenarnya Kagami lakukan.
"Hahh aku dapat informasi saat dirimu bertarung dengan sekelompok Human-Wolf, Leviathan yang mencoba membaca pikiran para Sekelompok Human-Wolf yang kau lawan yaitu Blood Stone yang di di simpan oleh Pemimpin tertinggi Ras Serigala Sudah mengetahui bahwa kita juga ingin merebut kembali Blood Stone Dan yang sebelumnya kau lawan mereka sengaja mengorbankan diri untuk mengulur waktu”
"Kalau begitu ayo kita juga harus mengejarnya juga karena bayanganmu pasti tidak akan bertahan lebih lama” Liyana yang langsung mencoba mengajak Kagami pergi.
"Tujuanku memang itu sejak sebelumnnya aku bicara kepada Tuan Alexi dan Elaina benar bukan?” Kagami yang langsung bertanya kembali kepada Elaina bersama Tuan Alexi yang ada di belakangnya.
"Iya benar apa nona Liyana tidak kelelahan?” Tuan Alexi langsung menanyakan kondisi Liyana.
"Baik-baik saja kok dan pertarungan yang tadi itu baru saja pemanasan untukku” Liyana yang bersikap masih kuat untuk bertarung lagi.
"Baiklah saya percaya pada anda” Tuan Alexi yang mempercayai kemampuan Gadis di hadapannya.
"Liyana kau sungguh hebat tentang pertarungan sebelumnya yang sekarang kamu bersikap masih kuat untuk bertarung lagi” Elaina yang langsung berjalan mendekati Liyana dengan sedikit kagum.
"Tidak juga sekarang aku masih kuat bertarung karena Kagami selalu mengajarkanku untuk sedikit latihan fisik untuk meningkatkan kemampuan Fisik dan staminaku juga bertambah tidak terlalu sering lelah” Liyana yang langsung menjelaskan kepada Elaina.
"Eh pantas saja dirimu seperti sudah melalui banyak hal dan contohnya latihan fisik seperti apa?” Elaina yang benar-benar baru mengetahuinya.
"Latihan fisik yang saya tau bela diri bermain pedang dan berlari untuk meningkatkan stamina seseorang dalam bertarung” Tuan Alexi yang langsung memberitahukan yang di ketahuinya.
"Ya benar perkataan Tuan Alexi tapi latihan fisik itu sangatlah banyak yang aku ketahui namun jika ingin tau lebih banyak akan aku beritahukan nanti saja sekarang sebaiknya pergi mengejar para Ras Serigala dahulu” Kagami yang langsung mencoba memutuskan mengejar dahulu karena akan melarikan diri lebih jauh jika di biarkan lebih lama.
"Ahh iya benar dan sebaiknya pergi sekarang” Elaina langsung mengajak yang lainnya pergi.
"Sebaliknya bagaimana kondisimu elaina apa akan baik-baik saja? Karena kamu yang sering lelah” Liyana yang langsung bertanya kembali kepada Elaina.
"Untuk sekarang aku masih baik-baik saja jadi jangan khawatir pada diriku” Elaina langsung memberitahukan kondisinya kepada semuanya.
"Yasudah jika ada apa-apa beritahukan kepadaku” Liyana yang akan menanggung beban Elaina jika kelelahan.
"Iya maafkan aku menjadi beban kalian” Elaina yang merasa dirinya bersalah sudah membebani sekaligus menyusahkan teman-temannya.
"Tidak perlu di pikirkan” Kagami yang langsung dengan sedikit mencoba menghibur Elaina.
"Benar kamu tidak menyusahkan namun sebaliknya kamu sangatlah membantu dalam pertarungan sebelumnya jadi bahagialah” Tuan Alexi langsung menepuk pundak Elaina sambil memberikan semangat membara berpetualang.
"Baik akan aku coba dan jika aku sudah lelah akan mengatakan kepada kalian” Elaina dengan semangat yang membara.
Wuu! Wuu!
"Kau terlalu lama tidur pundakku sangat sakit tau” Kagami yang langsung memarahi Rubah kecil yang baru saja terbangun di pundak kiri Kagami.
Wwuu!
Rubah kecil yang langsung mencoba memukul pipi Kagami yang dekat dengan kedua kakinya karena kesal.
Lalu mereka berempat langsung melesat bersama-sama ke arah selatan dengan Kagami yang memimpin jalan sambil mengikuti aliran energi semua bayangan milik Kagami yang juga ada di jalur sama ke arah selatan.
Disisi lain semua bayangan yang sangat bersemangat bertarung dan berhasil membunuh para sekelompok Human-Wolf yang sengaja mengorbankan diri demi balas dendam menyerahkannya kepada pemimpin Ras Serigala yang berhasil melarikan diri lebih jauh.
Gwaa! Gwan!
‘Hynm Of Eksplosion.!’
Duar! Bam! Bam!
"Ketua larilah cepat kami akan menahan mereka untuk anda” Sosok Human-Wolf yang mencoba menyerang balik semua para bayangan Orcs.
"Tapi kalian semua” Ketua Serigala yang sudah terlihat menua.
"Pergilah dan balaskan dendam kami pada manusia rendahan yang sudah mencoba membunuh saudara-saudara kita pikirkan kembali” Sosok Serigala yang berusaha berjuang menahan sekelompok Orcs.
"Jaga diri kalian baik-baik” Ketua Serigala langsung mencoba lari melarikan diri lebih jauh untuk berusaha membalaskan dendamnya hanya satu-satunya.
"Tidak akan aku biarkan kau lari dengan membawa barang yang tuanku ingin ambil” Rubah dewasa yang langsung melesat dengan begitu cepat mengejarnya.
‘Ice Manipulation : Infinity Ice Rain..!’ Bayangan Rubah Langsung memanipulasi Salju sekitar menjadi Hujan Es yang terus menghujani semua wilayah di dekatnya tidak ada batasnya.
Blam! Blam! Blam!
Lalu Rubah langsung menyerang lagi tanpa ampun dengan memanipulasi Salju sekitar dengan sedikit menggila menciptakan badai es di tambah dengan es di ubah tanpa batas menjadi jarum es yang sangat tajam menghujani.
"Akh sial kenapa! Kenapa! Kalian menyerang kami!” Ketua Serigala yang sudah tidak kuat berjalan lagi karena kakinya tertancap es hingga membuat luka sangat Fatal.
"Kau tanya kenapa! Karena kalian hanya memikirkan balas dendam dengan barang di tanganmu yang memiliki kekuatan sangat besar dengan suatu kebencian!” Rubah yang langsung bicara dari kejauhan sambil berjalan mendekati Ketua Rubah yang sedang bersembunyi.
"Harusnya kau mengerti diriku kenapa diriku membenci manusia dan berusaha membunuh manusia kembali sebagai balas dendam lalu kau juga mati oleh mati manusia juga bukan Brengs*k” Ketua Serigala Langsung mencoba bicara kepada Bayangan Rubah.
"Diriku memang mati oleh perbuatan manusia yang membunuhku karena alasan ingin memburu anakku bersama batu Blood Stone yang telah diriku jaga tapi saat itu juga diriku bertemu dengan seseorang yang menjaga anakku hingga meminta maaf karena sudah terlambat menolongku yang sudah mati hingga...
"Dia yang membangkitkanku karena membutuhkanku untuk membantunya sekaligus agar membuat anakku senang jika aku masih bisa terlihat olehnya jadi diriku tidak punya dendam pribadi kepada manusia sendiri dan tidak semua manusia busuk karena dirimu sudah tergila-gila oleh kekuatan kebencian yang berasal dari Blood Stone jadi matilah sekarang karena kau hanyalah Ketua Serigala tidak berguna!” Bayangan Rubah langsung menciptakan puluhan jarum es di atas kepalanya.
Bam! Bam! Bam! Duar! Klang!
Disisi lain Kagami bersama yang lainnya yang masih dalam perjalanan hampir sampai namun melihat jejak mayat para Sekumpulan Serigala yang sudah mati oleh beberapa bayangan milik Kagami sambil di jaga oleh beberapa Orcs yang mencoba menunggu Kagami.
Gwa! Gwqaa!
"Kalian boleh istirahat sekarang” Kagami yang tidak merasakan keberadaan Bayangan Leviathan dan Rubah sama sekali atau mungkin meninggalkan Para Bayangan Semua Orcs demi mengejar sisa dari Ras Serigala yang membawa Blood Stone ke arah selatan.
"Kagami ada apa?” Liyana yang baru saja sampai melihat Kagami yang mengkhawatirkan sesuatu.
"Hanya melihat mayat para Sekelompok Human-Wolf yang sudah mati saja” Kagami yang menghawatirkan tentang apa yang terjadi merasakan energi membunuh begitu besar dalam dirinya.
"Kalau masalah mayat akan aku urus” Liyana yang langsung mengendalikan semua darah yang berada di es lalu memisahkannya dan menyimpannya ke dalam pedang Bloody Sfraksor.
"Hei teman-teman kemari disini ada bercak darah ke arah l---”
"Mati kau manusia Brengs*k!”
"Hati-hati Elaina!”
Bam! Jleeb!
"Hah hah aku kira akan mati” Elaina yang langsung dengan wajah sedikit takut.
"Padahal tinggal sedikit lagi diriku membunuhmu manu---”
Blam!
Elaina tiba-tiba tangannya bergerak sendiri yang langsung menusukkan tangannya ke kepala Serigala di hadapannya yang seketika langsung mati oleh tancapkan pedang Guardians yang menembus perutnya dan serangan tiba-tiba dari tangan Elaina yang bisa berubah menjadi logam.
"Elaina kamu baik-baik saja?” Liyana langsung mendekati Elaina yang masih ketakutan.
"Aku telah membunuh dengan kedua tanganku dan aku tidak baik-baik saja Liyana” Elaina langsung mengangkat kedua tangannya yang berubah menjadi logam sambil di lumuri darah membuat Elaina sangat ketakutan.
"Aku ada disini Elaina tenangkan diri” Liyana langsung memeluk Elaina untuk mencoba menenangkan Elaina yang sedang ketakutan.
"Aku sangat takut di marahi ayahku Liyana maafkan aku” Elaina yang kembali bicara sambil ketakutan.
Bruk!
"Maafkan aku harus melakukan tersebut Elaina untuk sekarang tidurlah dahulu” Kagami yang langsung membuat pingsan Elaina dalam sekejap.
"Kagami apa Elaina akan baik-baik saja?” Liyana yang khawatir kepada kondisi Elaina.
"Tenanglah dia hanya terkejut dan kemampuan barunya tadi baru saja bangkit lalu bergerak sendiri untuk melindungi dirinya untuk sekarang biarkan tidur dahulu” Kagami yang mencoba menyarankan kepada Liyana.
"Benar di depan sana sepertinya sedang terjadi sesuatu kita harus segera menghentikannya sebelum terlambat” Tuan Alexi langsung menyarankan kepada Liyana.
"Baiklah aku mengerti dan mari akhiri ini semua” Liyana langsung memasukkan Elaina ke dalam Domain miliknya untuk berjaga-jaga.
"Kalau begitu pegangan padaku karena kita akan berteleportasi sekarang juga” Kagami yang mengetahui bahwa keadaannya sedang kacau.
Tuan Alexi bersama Liyana langsung memegang tangan Kagami lalu melakukan teleportasi dengan cepat menuju arah selatan yang terlihat badai salju sangat besar di depan.
Setelah sampai melihat seorang Serigala yang di dadanya sudah terpasang Blood Stone sambil di serang oleh 2 bayangannya yaitu Leviathan bersama Rubah yang mencoba bekerja sama.
"Kagami ini adalah Monster yang sangat kuat” Liyana yang tubuhnya sedikit bergetar ketakutan.
"Kalian berdua mundur sekarang! Dan hentikan badai salju ini!” Kagami yang langsung memarahi Bayangan Rubah.
"Tuan!” Leviathan bersama Rubah tiba-tiba langsung mundur mengikuti perintah Kagami sendiri.
"Maafkan saya dan saya akan menghentikan badai ini” Rubah yang langsung menghentikan badai karena sangat mengganggu Kagami bersama yang lainnya.
"Ternyata mereka berdua adalah bawahanmu manusia dan kau pasti datang untuk merebut ini bukan MANUSIA!!” Ketua Human-Wolf Langsung bicara kepada Kagami.
"Berisik kau!, jangan bertele-tele dalam bicara lebih baik tetap diam dan membisu kamudian mati!!” Kagami langsung memanggil kembali pedang Guardians yang lupa tidak terbawa.
Brak! Bam!
Pedang Guardians langsung terbang menuju Kagami lalu tiba-tiba dalam pegangan tangan Kagami yang mulai serius ingin mengakhiri semua masalah ini di hadapannya.