Fight In The Trash Game

Fight In The Trash Game
102. Bahagia Itu Mudah



Elaina yang sungguh senang bisa mengenal lebih dekat Kagami bersama Liyana seseorang yang sangat baik dan sopan sekaligus mempunyai banyak cerita tentang petualangan yang sangat seru, menarik menurut Elaina.


"Setelah semua masalah ini berakhir apa kalian akan cepat kembali meninggalkan disini?” Elaina yang merasa akan sedikit kesepian tidak punya teman.


"Tidak usah khawatir tentang hal itu untuk sekarang masih ada hal yang harus di urus jadi manfaatkanlah hari ini bersama Liyana mengontrol kemampuanmu yang lebih penting” Kagami langsung menyentuh kepala Elaina.


"Baiklah jika perkataanmu dan janji jangan pulang hari ini awas ingkar janji” Elaina langsung mencoba mempercayai perkataan Kagami.


"Iya janji kok jadi jangan khawatir jika 1 hari kamu bisa membuatku senang dengan pencaianmu bagus aku akan mengajakmu untuk mengunjungi Ibukota Azteria” Kagami langsung menjauhkan tangannya dari kepala Elaina sambil memberikan semangat agar Elaina tidak sedih kembali.


"Benarkah! Aku akan berusaha yang aku bisa untuk hari ini” Elaina dengan semangat karena tidak akan mendapatkan kesempatan yang langka bisa pergi ke luar pulau menuju Kota Azteria.


"Lalu aku akan berikan apa sebagai balasannya?, Tidak mungkin aku tidak akan di berikan apapun karena sudah mengajarkan Elaina sendirian?” Liyana yang juga tidak mau kalah.


"Katakan apa yang kamu inginkan pasti akan membelikannya” Kagami berjalan mendekati Liyana sambil menggodanya.


"Hm kalau begitu akan aku pikirkan nanti dan sudah sana” Liyana yang langsung mendorong Kagami agar tidak menggodanya.


"Haha iya iya” Kagami yang menyadarinya Liyana sedang tidak ingin di goda oleh kagami.


"Pfft kalian memang cocok satu sama lain membuatku sedikit iri pada kalian” Elaina tertawa pelan tentang sikap keduanya.


"Lu-lupakan jangan terlalu di pikirkan” Liyana yang malu langsung membawa Elaina berjalan sedikit cepat.


Wuu?


Rubah kecil yang langsung mencoba memukul pipi Kagami kembali karena tidak mengerti kenapa sikap Liyana yang sedikit berbeda.


"Kenapa Rubah kecil itu bertingkah aneh?” Tuan Alexi berjalan sambil menatap Rubah di pundak Kagami.


"Tidak perlu di pikirkan dan biarkan saja” Kagami yang tidak terlalu memperdulikannya.


"Apa aku bisa memegangnya sebentar Kagami?” Tuan Alexi yang sepertinya tertarik dengan Rubah kecil yang selalu menempel dengannya.


Grr!


Rubah kecil yang merasa tidak menyukai dengan Tuan Alexi yang langsung mencoba menyentuh tubuh Rubah kecilnya.


"Tidak jadi deh sepertinya Rubah di pundakmu tidak menyukainya jika seseorang mencoba menyentuhnya” Tuan Alexi langsung mengurungkan niatnya.


"Bukannya tidak menyukai anda karena dia tidak merasa masih tidak bisa mempercayai seseorang” Kagami langsung menjelaskan kepada Tuan Alexi sambil mengusap Rubah kecil di pundaknya agar kembali menjadi tenang.


"Tidak apa lalu kenapa Rubah itu selalu diam di pundakmu di bandingkan berlarian sendirian?” Tuan Alexi ingin tau alasannya Rubah kecil selalu melekat dengan Kagami.


"Mudah saja karena Rubah kecil ini bisa merasakan jiwa induknya ada di dalam tubuhku jika tidak percaya akan aku perlihatkan” Kagami langsung mencoba mengeluarkan bayangan Induk Rubahnya.


Wuu! Wwuu!


"Anakku ternyata tumbuh dengan baik dan terimakasih tuan sudah menjaga anakku semoga saat besar bisa membantu anda” Induk Rubah langsung cukup bahagia melihat anaknya sehat.


"Haha iya santai saja aku juga menyukai hewan kok” Kagami langsung mengatakan kenyataan.


"Ah iya benar perkataan anda Rubah kecil itu saat mengeluarkan bayangan induknya langsung mendekati induknya dengan kata lain anda di anggap oleh Rubah kecil itu seperti keluarganya sendiri ya?” Tuan Alexi langsung menjelaskan kepada Kagami.


"Ya benar sekali bahkan Liyana sering iri kepada Rubah kecil itu karena selalu ingin di manja olehku hingga Liyana tidak mau kalah dengan Rubah kecil ini haha” Kagami yang tertawa pelan karena Liyana memarahinya.


"Entah diriku harus mengatakan apa tapi sepertinya hari-hari anda akan sulit” Tuan Alexi yang sambil memberitahukan kepada kagami.


"Ya aku tau dan sisi lain aku ingin membantu ayahku membangun ibukota Azteria menjadi lebih luas lalu membangun beberapa akademi untuk anak-anak yang berada di kota Aztec, Aztazia dengan Aztesia agar anak-anak bisa sedikit memahami kekuatan masing-masing dengan pengarahan juga namun membutuhkan banyak biaya” Kagami yang langsung memberitahukan kepada Tuan Alexi di sebelahnya.


"Anda sangat baik hingga ingin mengawasi anak-anak di ibukota anda bagaimana jika sedikit tambahan dari perjanjian karena saya sedikit kagum dengan yang anda lakukan selama ini untuk melakukan investasi karena anda sudah membantuku jadi saya juga akan membantu anda membangun yang anda ingin lakukan” Tuan Alexi yang benar-benar serius menanggapi yang Kagami inginkan.


"Benarkah terimakasih banyak tapi aku baru pertama kalinya ada seseorang yang melakukan investasi kepadaku dan apa anda serius ini bukanlah main-main lho” Kagami yang masih kurang percaya.


"Iya benar karena anda sudah mengakhiri musim dingin yang sudah selama 11 tahun yang sudah berlalu sekaligus membantu menyelesaikan masalah tentang Kawanan Serigala yang menyerang kotaku dan tidak lupa sudah anda sudah membuat anakku ingin memperbaiki diri menjadi lebih baik” Tuan Alexi langsung mengatakan alasannya kepada Kagami.


"Uh bagaimana ya” Kagami yang masih tidak bisa mengambil keputusan.


"Begini saja saat sampai di kotaku datanglah ke tempatku nanti saya akan membuat surat perjanjian atau perlu sumpah Oath Of Existence agar anda percaya padaku” Tuan Alexi langsung menawarkan kepada Kagami.


"Hei hei ini apa anda benar-benar ingin membantu tapi jelaskan padaku apa itu Oath Of Existence aku belum pernah mendengarnya sama sekali” Kagami yang meminta penjelasan dahulu dari Tuan Alexi.


"Itu adalah sumpah yang jarang orang tau dan Oath Of Existence adalah sumpah dimana seseorang bersumpah jika melanggar janjinya tubuhnya akan tiba-tiba terbakar api hitam hingga menghapus exsistensi seseorang dari dunia ini lalu sumpah itu akan berakhir sesuai dengan perjanjian yang di buat saat di awal” Tuan Alexi langsung mengatakan kepada Kagami.


Glug!


"Baiklah jika anda ingin mencoba mempercayai diriku” kagami sambil menelan ludahnya sendiri.


Setelah selesai mengobrol dan tidak bicara kembali sedangkan bayangan Induk Rubah yang sudah cukup bersama Anaknya lalu kembali bersembunyi di balik bayangan Kagami sekaligus Rubah kecil langsung mengikuti kembali naik ke pundak Kagami dengan cukup senang.


Saat sekitar 1 jam berjalan kaki akhirnya sampai di kota Gradeuz kagami berpisah dengan Tuan Alexi yang segera kembali ke tempatnya semula yaitu Kerajaan yang sepertinya sudah ada kerjaan yang menunggu di mejanya.


Lalu saat sampai di penginapan yang masih sepi belum ada pengunjung yang berkumpul disana di sambut oleh Ayah Elaina yang khawatir dengan kondisi putri satu-satunya.


"Selamat datang kembali putriku bersama kalian berdua dan bagaimana keadaan kalian sekarang?” Pak tua yang langsung menyambut di depan penginapan.


"Aku pulang ayah, aku baik-baik saja tidak perlu khawatir aku sudah besar bukan anak kecil lagi” Elaina yang cukup senang melihat ayahnya baik-baik saja.


"Kamu itu satu-satunya putri ayah yang ayah punya lalu bagaimana tentang petualanganmu nak apakah membuatmu lebih baik dari pada mengurus Penginapan?” Pak tua langsung bertanya kepada Elaina.


"Menyenangkan kok ayah lalu apakah saat aku tidak ada ayah kesulitan mengurus beberapa pelanggan hingga pakaian ayah kotor sekali cepat mandi dahulu ayah!” Elaina yang langsung memaksa Ayahnya membersihkan kotoran di tubuhnya.


"Tidak kesulitan kok tapi ya begitulah meskipun ada sedikit masalah dan iya ayahmu ini akan segera mandi” Pak tua yang langsung pergi masuk ke tempatnya sendiri untuk membersihkan badannya.


"Ayo masuk Liyana, Kagami” Elaina langsung mempersilahkan masuk ke dalam penginapan.


Liyana bersama Kagami langsung masuk ke dalam penginapan yang masih belum ada pelanggan penginapan yang biasanya minum-minum.


Lalu Liyana bersama Kagami langsung duduk di tempat duduk yang biasanya di sediakan untuk pengunjung sambil mengobrol satu sama lain.


"Kagami apa yang kamu bicarakan sebelumnya bersama Tuan Alexi sepertinya sangatlah serius aku perhatikan sebelumnnya?” Liyana yang ingin mengetahui yang di bicarakan bersama Tuan Alexi saat perjalanan kemari.


"Hanya Tuan Alexi ingin menyentuh Rubah kecil di pundakku saja tapi Rubah ini marah tidak mau di pegang oleh Tuan Alexi” Kagami sambil melihat Rubah kecil yang tidak berani pergi kemanapun hanya diam di pundak Kagami sambil memperhatikan sekitar.


"Hanya tentang itu saja tidak ada yang lain?” Liyana yang masih tidak percaya.


"Iya tidak ada” Kagami yang sengaja menyembunyikan tentang akan melakukan sumpah Oath Of Existence bersama Tuan Alexi.


"Yasudah lalu kenapa jam segini belum ada pelanggan ya kagami?” Liyana yang merasa cukup terkejut.


"Entahlah tumben sekali” Kagami sambil menatap Liyana.


"Kenapa menatapku seperti itu?” Liyana yang merasa kurang nyaman di tatap oleh Kagami di hadapannya.


"Ingin aja dan Liyana jika aku serius ingin mendirikan akademi untuk anak-anak yang ada di ibukota Azteria apa kamu mau menjadi pengajarnya atau sebagai guru?” Kagami yang langsung sengaja ingin mengetahui jawaban Liyana langsung.


"Tidak aku hanya ingin bersamamu saja” Liyana langsung menolak permintaan dari Kagami.


"Yasudah aku mengerti tentang yang kamu pikirkan karena tidak ingin terjadi lagi masalah seperti waktu itu dirimu di katakan buruk oleh Meisya istri Tuan Alexi bukan?” Kagami yang hanya menebak.


"Bagaimana mungkin kamu bisa tau apa bayangan Leviathan memberitahukanmu?” Liyana yang salah sangka kepada Bayangan Leviathan yang sengaja melihat isi pikirannya.


"Jangan salah sangka ini hanya tebakanku karena Bayangan Leviathan sedang tidur di di balik bayanganku” Kagami langsung memberitahukan kepada Liyana agar tidak tidak menyalahkan Bayangan Leviathan.


"Uh maafkan aku hanya saja aku tidak ingin nama keluargamu buruk lebih buruk lagi” Liyana langsung mengatakan kepada Kagami.


"Baiklah jika Kagami ingin berjalan-jalan maka aku akan menemanimu deh” Liyana langsung menggapai tangan Kagami.


Kemudian Kagami bersama Liyana Langsung pergi keluar penginapan lagi sambil berkeliling kota Gradeuz dengan cukup senang meskipun disisi lain Rubah kecil yang di pundak Kagami merasa kurang nyaman dekat kumpulan banyak orang di sekitarnya.


"Kagami aku sarankan lebih baik masukkan Rubah kecil ke dalam saku bajumu bukannya lebih dalam, luas karena Rubah kecil bertingkah merasa tidak nyaman dengan sekelilingnya” Liyana yang memperhatikan sikap Rubah kecilnya.


"Ah aku lupa memang dari sebelumnya selalu tidak mau diam juga sih” Kagami langsung mengangkat kedua tangannya lalu mengambil Rubah kecil di pundaknya lalu memasukkan ke dalam saku bajunya.


Wuu! Wuu!


"Harusnya kamu lebih peka Kagami dan lihat perkataanku benarkan sekarang Rubah kecil itu bertingkah merasa lebih nyaman” Liyana langsung langsung memberitahukan kepada Kagami.


"Haha iya deh, maafkan aku karena kurang menyadarinya” Kagami yang tertawa kecil karena dirinya menyadari salah.


Wu!


Rubah kecil yang kemudian mengeluarkan kepalanya dari dalam saku baju kagami dengan cukup senang dengan tempat yang hangat dan bisa untuk bersembunyi.


"Apa kamu tidak berniat memberikannya nama untuk Rubah kecil itu?” Liyana sambil menggenggam tangan Kagami.


"Aku tidak terpikir nama bagaimana olehmu saja?” Kagami yang masih mencoba menentukan nama untuk Rubah kecilnya.


"Hm karena Rubah ini masih kecil bagaimana jika namanya Foxyel apa mau?” Liyana yang berhenti lalu bertanya kepada Rubah kecil di saku baju Kagami.


Awwu! Wuu!


Rubah kecil yang sangat menyukai nama barunya hingga tubuh Rubah kecil langsung mengeluarkan cahaya warna biru cerah di sekitar tubuhnya kemudian Cahaya itu kembali menghilang.


"Sedikit energiku seperti sedikit di serap olehnya tapi aku baik-baik saja dan Syukurlah menyukai nama yang aku berikan” Liyana langsung mengusap kepala Rubah kecil.


"Itulah perasaan yang sama saat aku memberikan nama pada Igris juga sama persis namun energiku lebih banyak di serap oleh Igris hingga sekarang aku masih tidak mengerti” Kagami yang mulai terpikir kembali tentang apa gunanya nama untuk seseorang.


"Aku pernah dengar saja semua makhluk hidup tanpa nama kecuali manusia, ras Demi-human, Dwarf, Elf seperti Luzy, Alisha dan yang sejenis atau sama persis manusia”


"Sedangkan untuk yang lain makhluk hidup yang tidak mempunyai nama seperti iblis, monster dan banyak lainnya itu adalah anugrah untuk menjadi semakin kuat dan semakin banyak seseorang menyerap energi saat pemberian nama itu artinya seseorang mempunyai potensi sangat besar di masa depan” Liyana yang kembali jalan kaki sambil menjelaskan kepada Kagami.


"Ah jadi begitu ternyata aku belum terlalu banyak mengetahui tentang dunia ini” Kagami sambil mengikuti Liyana berjalan.


"Tidak perlu di pikirkan karena itu tidak terlalu penting dan Kagami mencari makan dahulu sepertinya aku sudah lemas ingin makan karena bertarung kemarin cukup menghabiskan tenagaku” Liyana yang langsung menggenggam tangan Kagami.


"Baiklah aku tau karena kamu hingga pingsan dan pedang Bloody Sfraksor ada di sudah ada di tanganmu kan?” Kagami yang takut melupakan sesuatu.


"Iya aku bawa bersama dengan Blood Stone tapi nanti akan aku serap kekuatan Blood Stone dan ayo cepat aku sudah lapar sekali” Liyana langsung menarik tangan Kagami untuk berjalan sedikit cepat.


"Iya iya” Kagami langsung berjalan dengan sedikit cepat.


Kagami bersama Liyana langsung mencari tempat makan dengan suasana lingkungan banyak orang yang lebih baik di bandingkan sebelumnya yang cuaca dengan cerah dimana tidak ada tumpukan salju kembali.


Disisi lain Kota Gradeuz yang sedang ramai tentang berita terbaru tentang ada beberapa perahu yang datang ke dermaga Kota Gradeuz sekaligus berita tentang adanya menghilangnya Monster Leviathan ribuan tahun.


Elaina yang berada di penginapan saat selesai menyiapkan pakaian ganti untuk ayahnya dan saat kembali tidak melihat Kagami bersama Liyana yang menghilangkan namun di sana banyak sekali pengunjung yang sepertinya baru pertama kali melihatnya.


"Wah kenapa banyak sekali pengunjung dan orang-orang ini sepertinya baru dari sini” Elaina langsung segera berdiri di kasir penginapan untuk beberapa pengunjung baru datang dari kota lain.


"Permisi apakah ada 2 kamar yang masih kosong?” Tanya seorang pengunjung kepada Elaina.


"Ah maaf ada kok dan untuk berapa lama anda akan menginap disini?” Elaina langsung melayani pengunjung.


"Untuk sekitar 4 hari saja apakah bisa?” Seorang pengunjung bertanya kembali.


"Iya kebetulan ada banyak kamar yang kosong dan ini kunci kamar nomor 11 dan 13 semoga membuat kalian nyaman di penginapan ini” Elaina sambil memberikan kunci kamar.


"Iya semoga saja dan Terima kasih lalu kalau boleh tau berapa harganya?” Seorang pengunjung langsung bertanya harga.


"9 Gold, 8 Silver saja” Elaina langsung memberitahukan harga.


"Ini sekaligus ada sedikit Tips untuk anda nona Cantik” Pengunjung langsung memberikan tambahan untuk Elaina.


"Terimakasih banyak” Elaina langsung menerima Uang yang di berikan pengunjung seorang pria.


Elaina yang senang ada beberapa pengunjung yang menginap lagi setelah Liyana bersama Kagami dan biasanya hanya ada beberapa orang yang datang berkunjung untuk minum-minum di dalam penginapan sambil bermain beberapa permainan itu juga ada sedikit pendapatan tidak terlalu besar namun cukup.


Sedangkan Kagami bersama Liyana yang sedang menunggu pesanan makanan datang dengan Foxyel yang sedang tertidur di dalam saku baju Kagami.


"Kagami sepertinya kota ini sedikit ramai dari biasanya aku perhatikan sejak awal” Liyana menyadarinya ada beberapa orang yang beberapa hari ini ada yang pakaiannya sama sepertinya.


"Oh kamu menyadarinya juga ya, ternyata memang kamu sudah banyak belajar sejak awal berpetualang ya?” Kagami yang senang bisa melihat Liyana yang memperhatikan sekitarnya ada yang berbeda.


"Tentu karena kamu belajar banyak hal yang membuatku mengerti darimu untuk berhati-hati dengan lingkungan sekitarmu bukan?” Liyana yang mencoba mengingatkan kembali kepada Kagami.


"Iya benar aku sangat bangga padamu Liyana dan sepertinya beberapa petualang mencoba datang kesini juga tapi tidak perlu di pikirkan karena urusan kita sudah selesai disini” Kagami yang kembali bersandar pada kursi.


"Benar tapi kira-kira apa tujuan mereka datang kemari? Harusnya ada alasan seorang petualang datang ke kota ini” Liyana yang merasa penasaran.


"Iya juga ya, nanti saja pikirkan kembali akan aku coba cari tau sambil berjalan-jalan nanti jika bertemu dengan seorang petualang yang baru datang kemari aku akan memberikan perintah kepada Bayangan Leviathan untuk mencaritahu informasi alasan mereka datang kemari” Kagami yang langsung tidak bisa menebak apapun.


"Yasudah aku percaya kok” Liyana sambil tersenyum kepada Kagami.


"Silahkan ini pesanan makanan yang kalian berdua pesan” Pelayan yang membawa makanan pesanan Kagami langsung menyimpannya di atas meja kagami bersama Liyana.


"Terima kasih banyak” Kagami yang segera makan.


Lalu pelayan pergi menjauh dan Kagami bersama Liyana langsung segera makan dengan makanan yang masih hangat di hadapannya.


"Ah kenyang sekali dan makanan yang kamu coba menyarankan kepadaku itu sangatlah enak Kagami” Liyana langsung bersandar pada kursi yang di dudukinya.


"Ya memang meskipun sedikit lebih mahal dari biasanya tapi aku ikut senang bisa melihatmu cukup menyukai makanan yang aku sarankan” Kagami yang senang bisa melihat kekasihnya senang juga.


"Hm tapi kan sudah bayar pakai uang milik masing-masing kenapa masih mengeluh juga sih?” Liyana yang memperhatikan Kagami sepertinya tidak terlalu menyukai makanan yang sudah di makannya.


"Mungkin karena makanan ini tidak bisa di bandingkan dengan enaknya makanan buatan kekasihku sendiri yang sangat aku sukai” Kagami sambil menggoda Liyana.


"Gombal terus!, Sudah ah ayo pergi lanjut berkeliling lagi sebelum Elaina datang mencariku untuk melatihnya mengontrol kemampuan barunya” Liyana kemudian mengajak Kagami pergi sambil menarik tangan Kagami.


"Baiklah iya” Kagami langsung mengikuti kemauan Liyana.


Liyana bersama Kagami yang berkeliling mengikuti kemauan Liyana yang membeli Pakaian, mengunjungi perpustakaan yang terdapat di kota Gradeuz untuk semua orang sambil membaca buku disana bersama kagami hingga akhirnya saat sudah sore Liyana memutuskan kembali ke penginapan untuk sudah siap mengajarkan Elaina mengontrol hingga menggunakan kemampuannya.


Saat sampai di penginapan melihat Elaina yang terlihat kelelahan yang dengan tempat penginapan yang sudah mulai tutup namun masih berantakan.


"Elaina kamu baik-baik saja?” Liyana yang langsung mendekati Elaina sambil mencoba menepuk pundak Elaina untuk membangunkannya.


"Uh maaf kalian sudah kembali aku kira kalian pulang hingga aku mengecek kamar kalian untuk memastikannya” Elaina sambil mengangkat kepalanya sambil membuka matanya.


"Tentu saja belum pulang lalu apakah hari ini banyak pengunjung baru?” Liyana langsung bertanya kepada Elaina.


"Iya banyak sekali pengunjung hari ini bahkan ayahku hingga kewalahan sekarang sedang tidur di tambah lagi ada yang minum-minum meskipun ada bantuan dari 2 bayangan milik Kagami” Elaina langsung mengatakan kepada Liyana.


"Kalau begitu akan aku bereskan membantu saja dengan beberapa bayanganku jadi istirahatlah dahulu” Kagami yang langsung mengeluarkan 8 Orcs untuk untuk membereskan beberapa kursi dan meja yang kotor.


"Terima kasih atas bantuannya hingga merepotkan anda” Elaina langsung berterimakasih kepada Kagami.


Kagami langsung memberikan perintah kepada 8 bayangan yang Kagami keluarkan untuk membantu membereskan pekerjaan Elaina.