
Alisha dan Luzy yang beristirahat melihat kagami menghilang membuat mereka terkejut melihat seseorang yang baru di kenalnya langsung menghilang dengan cepat.
"Kemana dia pergi?" Luzy yang terkejut dengan kecepatan kagami.
"Entahlah aku juga tidak tau tapi yang pasti dia lebih kuat darimu" Alisha yang bicara kepada Luzy.
"Baiklah aku tidak akan kalah dengan manusia karena aku ras Elf yang akan membanggakan rasku di sini" Luzy yang penuh dengan semangat.
Kagami yang berpindah menuju Realms Of Dark karena malas menunggu jadi kagami memberikan perintah kepada Hoaxen untuk memberitahukan kagami jika sudah bagiannya masuk.
\*\*\*\*\*\*\* \[ Liyana POV \] \*\*\*\*\*\*\*
Sedangkan Liyana yang sudah masuk ke dalam tempat yang banyak orang mengantri, liyana melihat seseorang menunggunya untuk melakukan tes pertama yaitu Masa lalu.
"Ini bukankah keluargaku kenapa di sini?" Liyana yang mulai melihat ilusi yang di rindukannya.
"Nak kemarilah ibu sudah siapkan makanan kesukaanmu" ibu liyana yqng mengajak liyana mendekatinya.
"Tunggu tidak mungkin ini hanyalah ilusi" liyana yang harus menyelesaikannya.
"Ini ayah dan adikmu sudah menunggumu lalu kakekmu juga ada di sini kemarilah" ayahnya bicara untuk membujuk liyana.
Liyana yang seketika melupakan hal ini adalah ilusi dan ujian pertamanya yang paling rendah dan liyana mendekati keluarganya hingga ikut makan bersama.
Lalu seketika pedang milik liyana yaitu Bloody Sfraksor mulai bercahaya sehingga menghancurkan ilusi dan terlihat monster yang bersiap menyerang liyana di balik ilusi sebelumnya.
"Apa yang terjadi?" Liyana yang terkejut melihat beberapa Monster mendekatinya yang sebelumnya wujud keluarganya.
"Grraa graa" monster yang ilusinya lenyap dan sekarang manusia itu mulai terlihat marah.
"Lenyaplah kalian monster dasar sial*n!" Liyana yang langsung membunuh semua monster yang hampir menipunya.
Dash! Bam! Bam!
"Hah terimakasih sudah menolongku lagi pedangku" liyana langsung pergi ke tempat ujian kedua yaitu penderitaan.
Liyana yang sudah menyelesaikan lantai ujian pertama di dalam menara, liyana yang langsung melanjutkan langkahnya untuk segera menyelesaikan dengan cepat.
"Apa ini selanjutnya?" Liyana yang melihat tempat selanjutnya penuh dengan api bermacam macam.
Duash! Duash! Duash!
Suara pedang yang seperti menebas sesuatu yang sangat menyakitkan dan liyana yang terkejut seperti melihat pemandangan alam neraka.
"Ahh ada yang datang sekian lama tidak ada yang membuatku senang!" Seorang iblis kuat sedang membelah badan manusia.
Liyana yang sangat mulai ketakutan dengan tekanan aura iblis keluarkan begitu kuat sehingga jantungnya mulai berdenyut kencang karena ketakutan.
"Hm ternyata lemah, Biarkan kuuji dahulu untuk pantas melewati tempat ini!" Iblis kuat itu langsung melesat menyerang liyana.
"Aku harus kuat sekarang ada yang menungguku, Mati kau!" Liyana sambil mencoba menggerakkan tubuhnya dan berusaha berdiri lagi.
Liyana yang berhasil berdiri lalu mengambil pedangnya yang tergeletak di atas tanah berapi lalu mencoba mengerahkan kekuatan yang ada.
Duash! Duash! Bam!
"Uck hahh" liyana yang terluka karena serangan musuhnya sangat kuat membuat luka fatal yang sulit di sembuhkannya.
"Aneh bisa bisanya tidak mati dalam satu serangan terkuat api darah iblisku dan biarkan aku cek apa yang membuat dirimu masih bertahan" Iblis kuat itu langsung mendekati liyana setelah itu mencoba merasuki pikiran liyana.
"Arrghh sial iblis ini merasuki tubuhku dan badanku tidak bisa di gerakan!" Liyana yang mulai kesal kepada dirinya sendiri karena kalah dari iblis untuk ke 2x nya.
Di sisi lain iblis yang mulai merasuki tubuh dan pikiran liyana untuk mengetahui yang aneh di dalam diri liyana sesuatu yang melindunginya.
******
"Tidak ada yang begitu kuat di dalam tubuh anak ini, aneh tapi ada sesuatu yang begitu terasa sangat berbeda" iblis yang langsung pergi mencari sesuatu yang melindungi tubuh liyana.
Lalu sebuah sinar merah terang di dalam suatu tempat yang tertutup dan tidak sengaja iblis yang merasuki tubuh liyana mulai mendekati tempat itu dengan cepat.
"Jadi ini yang melindunginya sekaligus barang yang ku cari selama ini setengah dari potongan kristal Darah ras iblis di sembunyikan di dalam tubuh manusia" iblis itu saat mencoba menggapai untuk menggambil kristal Darah.
"Apa tubuhku terhisap ke dalam kristal darah Tidaakk!!" Iblis itu langsung terhisap ke dalam kristal darah.
*****
Pedang Bloody Sfraksor langsung mengeluarkan cahaya merah kembali menyelimuti tubuh liyana dan setelah itu terlepas dari kendali tubuh iblis kemudian sebuah api darah di sekitarnya mulai terhisap ke dalam tubuh liyana.
"Hah hah apa yang terjadi padaku lagi terasa sangat panas tubuhku uhuk" liyana yang tidak kuat menyerap api darah sekitar.
"Bertahanlah nak ini hanya proses akhir untuk pemilik pedang sejati" penjaga pedang Bloody Sfraksor mulai bicara di dalam pikiran liyana.
"Hahhhh akan aku usahakan" liyana yang mulai serius dan ingin menyelesaikannya.
Liyana yang mulai merapatkan gigi sambil menahan rasa panas sekaligus sakit di dalam tubuhnya yang sangat pedih.
"Hrgh Aarrgghh" liyana yang mulai tidak kuat menahannya lagi.
Bam! Duaarr!
Ledakan besar yaitu efek dari penerimaan kekuatan seluruh dari dalam pedang Bloody Sfraksor mulai terhisap ke dalam tubuh liyana di tambah dengan kekuatan api darah sekitarnya.
"Hah hah apa sudah selesai tubuhku sangat sakit sekali" liyana yang mulai merasakan sakit di bagian tubuhnya.
"Sudah sekarang aku bisa tenang beristirahat dan kau sudah jadi pemilik sejati pedangmu nak dan manfaatkanlah" penjaga pedang Bloody Sfraksor langsung lenyap sambil memberikan kekuatannya kepada liyana untuk menyembuhkannya.
"Terimakasih sudah menolongku setiap saat" liyana yang mulai sedikit hampa seperti ada sesuatu yang menghilang dari dalam tubuhnya.
Lalu rambut liyana berubah kembali menjadi merah kegelapan karena efek dari kekuatannya yang sudah di terima.
"Ugh baiklah aku akan melanjutkannya lagi" liyana yang langsung berdiri dan mulai pergi ke tes selanjutnya.
Di tes terakhir menunggu sebuah monster penunggu yang sangat kuat berjaga di sana yaitu seekor Leviathan yang sangat besar menunggu liyana.
"Sepertinya ini akan sulit dan tidak akan mudah menang seperti sebelumnya" liyana yang melihat seekor Monster Leviathan yang masih tertidur di sarangnya.
Liyana yang langsung membulatkan tekadnya untuk berani menghadapi lalu melanjutkan langkahnya sambil memegang erat pedangnya sendiri.
"Hahh berisik, akan aku selesaikan dengan cepat" liyana yang mulai mengeluarkan setengah dari kekuatannya.
"Tidak akan kubiarkan manusia rendahan melewati tempat ini" Monster yang mengamuk mendengar perkataan liyana.
Lalu seekor monster Leviathan langsung melesat menyerang liyana untuk mendorong keluar kembali dari tempat sekarang.
Bam! Bam!
Leviathan yang langsung menghantam tanah menggunakan ekornya yang berada dihadapannya.
"Dasar pengganggu akhirnya mati haha" Leviathan yang tidak melihat liyana kembali setelah di hantam oleh ekornya sendiri dan banyak asap tanah yang mengelilinginya.
"Ha kata siapa kau berhasil membunuhku? Aku baik baik saja tuh" liyana yang berhasil terlindungi dengan Shield darah yang sudah retak akibat hantaman ekor Leviathan.
Lalu debu tanah yang berterbangan menghalangi penglihatan mulai terbawa oleh angin dan memperlihatkan liyana yang baik baik saja dengan Shield darah yang kembali ke bentuk darah.
"Huh ternyata masih hidup, ayo bermain denganku sebentar" Leviathan yang sangat tertarik pada pendatang baru.
"Baiklah akan aku layani hingga kau mati di tanganku" liyana yang langsung mengambil pedang Bloody Sfraksor kembali dengan erat.
‘Blood Devils Blade!’ liyana yang langsung melesat kemudian melompat mencoba sedekat mungkin dengan Leviathan.
Liyana yang langsung mencoba menebas tubuh Leviathan yang berada di depannya dengan sekuat tenaga yang sekarang.
Krak-Trak! Trang!
Kulit monster Leviathan yang sangat keras membuat pedang liyana tidak bisa menembus kulitnya Leviathan yang mengeluarkan suara menganggu konsentrasi liyana.
"Hahh sial terlalu keras kulit luarnya, aku kira akan mudah ternyata sulit untuk lolos sepertinya andaikan pedangku sangat tajam, kuat dan ringan" liyana yang langsung kembali menjauh menjaga jarak aman dari serangan tiba tiba.
Lalu pedang Bloody Sfraksor kembali bercahaya merah sangat menyilaukan setelah 30 detik berlalu pedang liyana mulai berubah menjadi pedang seperti biasanya hanya saja ringan dan tajam.
"Bagus jadi ini kekuatan tersembunyi yang sering di ceritakan dahulu" liyana yang senang lalu mengayunkan pedangnya dengan leluasa.
Liyana pun langsung kembali serius untuk menyerang kembali Monster Leviathan untuk syarat menyelesaikan ini semua.
"Haha tidak ada yang akan berubah meskipun pedangmu berubah manusia rendahan sepertimu tidak bisa mengalahkanku seekor Monster tingkat tinggi sepertiku haha" Monster Leviathan yang menyombongkan dirinya di hadapan liyana.
"Akan akhiri mulai sekarang dengan tenaga penuhku" liyana langsung mengerahkan semua tenaga terakhir yang tersisanya.
Lalu sekujur tubuh liyana mulai di penuhi oleh urat tubuh berwarna merah di sekeliling tubuhnya dan juga pedang Bloody Sfraksor di lapisi energi api darah.
Monster Leviathan yang mulai menyerang liyana secara langsung karena mulai bosan menunggu lebih lanjut.
Sekejap liyana yang sudah mengetahuinya akan menyerang liyana langsung melesat berpindah tempat dan mencoba mendekati lagi Leviathan.
Bam! Bam! Bam!
Leviathan yang kesal menghantam tanah secara terus menerus dan liyana mendapatkan keuntungan dari kecepatan dan juga debu yang menghalangi pandangan Monster Leviathan.
"Haa matilah!!" Liyana yang langsung langsung mencoba menebas tubuh Leviathan menjadi 2 bagian tapi liyana hanya berhasil meninggalkan luka fatal menembus pertahanan kulitnya.
"Sial*n Cari Mati kau!!" Leviathan yang mulai mengamuk lalu menyerang secara membabi buta mencari keberadaan liyana yang mulai menghilang bersembunyi.
"Urgh sial aku tidak bisa menahan lama kekuatan ini berfikir untuk menyelesaikannya dengan cepat" liyana yang tubuhnya sudah mencapai batasnya.
"Keluar dimana kau! Tunjukan sekarang dirimu sebenarnya sekarang juga!" Leviathan yang mulai kesal ingin segera mengalahkan manusia di hadapannya sebelumnya.
Liyana yang terpikir cara menembus pertahanannya adalah dengan mempertajam pedangnya sendiri dengan api darah lebih kuat.
"Hahhh baiklah satu satunya cara adalah itu saja untuk lolos" liyana mulai keluar dari persembunyiannya.
"Akan aku akhiri dengan satu serangan terakhir" liyana yang berdiri sambil memfokuskan energi api darah ke pedang Bloody Sfraksor.
"Ternyata sudah bosan hidup, baiklah akanku temani akhir ini dengan kekuatan penuhku" Monster Leviathan yang mulai memfokuskan lava sekitarnya menjadi sesuatu untuk menyerang.
‘Vulcanic lava Arrow’ Leviathan langsung melemparkan serangan panah lava kepada liyana dalam jumlah besar.
Liyana langsung membuka matanya lalu melihat serangan terakhir Leviathan mendekati dirinya dengan cepat.
‘Teknik terlarang pertama : Demonic Cruiser Sky Blade’ liyana langsung memberikan tebasan pedang sangat besar hingga 1 sama lain serangan bertabrakan dan liyana masih tidak ingin kalah juga.
BAM! JDUUAARRR!
Serangan liyana langsung menghancurkan serangan milik Leviathan sehingga serangan liyana langsung berhasil menebas Leviathan.
"Ti-dak mung-kin!" Leviathan yang mulai terbelah menjadi 2 bagian.
"Hah hah uhuk aku berhasil" liyana yang langsung mencoba mendekati mayat monster Leviathan lalu menusuknya menggunakan pedang Bloody Sfraksor.
Seketika tempat yang di penuhi darah Seekor monster Leviathan terserap ke dalam pedang Bloody Sfraksor sampai habis tidak tersisa.
Dan kondisi liyana urat syaraf tubuhnya mulai kembali hilang dan kondisi tubuhnya kembali pulih sepenuhnya kecuali stamina dan mana yang di milikinya.
Liyana yang melihat cahaya lalu berjalan menuju cahaya yaitu jalan keluar yang artinya sudah selesai menebus semua dosa dan tidak ada kesialan lagi di masa depan.
*******
Liyana yang keluar dari sana mulai melihat kagami yang menunggunya di depan tempat itu sambil banyak sekali orang memperhatikannya.
Lalu papan nama liyana langsung berpindah ke peringkat 10 besar yang kuat dan banyak orang yang terkejut termasuk Luzy dan Alisha sangat tidak percaya.
"Kagami aku berhasil menyelesaikannya sendiri tanpa bantuanmu hehe" liyana yang langsung berjalan mendekati kagami.
"Ya kerja bagus sekarang istirahatlah bersama yang lainnya, karena sekarang bagianku jadi doakan aku kembali baik baik saja" Kagami yang sangat senang melihat liyana berjuang sekuat tenaga sebisa sendiri.
"Baiklah hati hati karena banyak lawan yang kuat" liyana yang ingin kagami kembali baik baik saja.
"Ya aku akan berusaha dan Tenebris bawa liyana ke tempat yang aman untuk istirahat" kagami yang memberikan perintah kepada Tenebris.
"Baik tuan" Tenebris langsung membawa pergi liyana menjauh.
Kagami yang langsung berjalan masuk ke dalam tempat pengujian sekaligus menghapus dosa dan kesialan di masa depan.