
Hari berjalan dengan cepat yang tidak terasa bekas tadi malam pesta terasa berlangsung dengan cepat dan pada pagi hari kagami di dalam kamarnya sedang berolahraga.
"hah..hah lelah lebih baik istirahat terlebih dahulu dan sesudah itu mandi mungkin badanku pasti bau baru olahraga di dalam kamar push up 150x, sit up 100x dan Scout jam 50x dan setelah itu lebih baik apa yah tidak ada kegiatan lain" tanya kagami pada diri sendiri yang sedang istirahat habis olahraga dan setelah itu kagami bersiap mandi.
"Hahhhh yasudahlah nanti saja pikir tentang itu lebih baik mandi dahulu bau badanku menyengat banget" ucap kagami dengan nada bicara sedikit kesal pada dirinya sendiri.
Dan pada saat kagami belum selesai terdengar suara mengetuk pintu kamarnya "Siapa yang mengetuk pintu disana?" ucap kagami dengan nada bicara berteriak agar terdengar sampai di luar.
"Ini aku liyana apa sudah bangun tidur?" tanya liyana kepada kagami yang sedang berada di dalam kamar mandi.
"Ya sudah tunggu saja aku sedang mandi sebentar lagi selesai" suara teriakan kagami agar terdengar liyana.
"Baiklah aku akan menunggu" ucap liyana menunggu di depan kamarnya kagami.
Dan kagami yang sudah selesai mandi langsung mengambil baju kemeja warna hitam bercorak dengan merah dan celana panjang berwarna hitam dan langsung memakainya dan langsung membuka pintu untuk liyana masuk dan kagami berkata "Silahkan masuk maaf aku lama yah?" tanya kagami kepada liyana meminta maaf sudah menunggu lama.
"Ya tidak apa apa dan apa hari tidak ada kegiatan?" tanya lagi liyana pada kagami.
"Tidak ada aku luang kok gak ada kegiatan emang ada apa" jawab kagami pada liyana.
"Masa kamu tidak ingat kamu kan sudah mengenalku dengan keluargamu kalau janji watu itu dengan keluargaku masa lupa" ucap liyana sedikit kesal dan marah kepada kagami melihat liyana sambil mengembungkan pipinya.
"Pffftt Liyana mukamu jangan di begitukan nanti mukamu tambah lucu hahaha" ucap kagami.
"kamu mengejekku awas yah sini kamu" ucap liyana yang langsung mendekati kagami dan mencubit perutnya kagami.
"A-ampun tolong lepaskan sakiiitt" ucap kagami memohon kepada liyana.
Dan datanglah ibunya kagami dan masuk ke dalam kamar terdengar suara kagami dan berkata "Ada apa ini baru pagi pagi sudah rame begini?" tanya ibu kagami kepada liyana dan kagami.
"Bu tolong ini salahku tolong lepaskan cubitan ini sakit sekali" ucap kagami kesakitan.
"Ya baiklah sudah mengaku salah aku akan lepaskan" ucap liyana sambil melepaskan cubitannya.
"Anak ibu pagi pagi udah rame begini dan sekarang mari ikuti ibu kita makan bersama lagi seperti tadi malam" ucap ibunya langsung pergi ke tempat makan di sana.
"Ya nih bu kagami nya buat kesel aja" ucap liyana yang masih marah.
"Ya sudahlah lupakan mari kita pergi makan nanti makanan nya dingin liyana" ucap kagami sambil mencubit pipi nya liyana.
"I-iya tapi lepaskan dulu tanganmu di pipi aku kagami" ucap liyana tambah kesal.
"Yasudah kalau tidak boleh cubit pipi. bagaimana kalau ini?" ucap kagami langsung menggandeng tangannya liyana dan membawa nya pergi ke ruang makan karena yang lain seeang menunggu.
Dan sampai juga di ruang makan yang telah menunggu zhiyu, Mikhaile sedang mengobrol dan datang lah 3 orang dan langsung duduk di meja makan yaitu Xian, kagami dan liyana.
"kenapa sih tarik tarik tangan segala dan malu di liatin pelayan yang lain" ucap liyana yang kesal atas perilaku kagami kepada liyana.
"Yaudah maaf kamu lama ngomong terus kapan kita makannya kasian ada yang nunggu di sana dan gak ada yang sakit kan aku tarik pelan loh" ucap kagami bertanya kepada liyana.
"Ya gak ada yang luka dan aku maafkan tapi jangan di ulangi lagi ok?" ucap liyana kepada kagami.
"Ok lah" ucap kagami mengalah agar tidak memperpanjang masalah.
"Nah karena semuanya sudah berkumpul mari kita makan kan sebelumnya belum pernah makan seramai ini" ucap xian yu dengan nada bicara sangat bahagia.
"Ya mari kita makan" ucap raja zhiyu.
Dan mereka memakan makanan yang berada di atas meja bersama sama dengan suasana yang senang dan tentram.
"Ohh iya ayah ingin mengatakan terima kasih kepada anakku kagami dan temannya yaitu liyana" ucap raja zhiyu dan ratu Xian berbicara bersama.
"Ya tidak apa apa itu tidak terlalu susah dan aku hanya ingin membantu kagami saja pada saat pulang karena saya juga tinggal di kota ini" ucap liyana dengan nada sopannya yang sambil berbicara.
"Ya benar sekali liyana ingin bertemu dengan keluarganya juga" ucap kagami dengan nada santainya tetapi sopan.
"Ohh jadi begitu baiklah dan bagaimana Mikhaile apa berpetualang dengan kagami menyenangkan dari pada berdiam diri di dalam perpustakaan?" tanya raja zhiyu kepada Mikhaile.
"Ya lumayan menyenangkan dari pada di dalam perpustakaan yang sangat membosankan menyiksa saya di sana" ucap Mikhaile yang langsung membuat liyana kaget.
"Kenapa bisa sangat membosankan Mikhaile?" tanya lagi liyana pada Mikhaile.
"Karena saya dari awal pembangunan kerajaaan Azteria saya yang menjaga di dalam kerajaaan itu dan jarang orang yang tau dan jarang yang mengunjungi ke dalam perpustakaan sebelum tuan muda kagami lahir dan saya terhibur dan mempunyai teman" ucap Mikhaile menjelaskan di hadapan semuanya.
"Pantas saja aku jarang lihat tapi pernah melihat dulu waktu kecil melihat kagami kecil dan kamu Mikhaile" ucap liyana yang menanyakan rasa penasarannya.
"Nanti bolehkah mengunjungi perpustakaan karena aku suka mempelajari sesuatu yang baru?" tanya liyana kepada Mikhaile.
"Boleh saja aku senang kalau buku yang berada di sana ada yang mempelajari nya" ucap Mikhaile senang.
"Ya dan bagaimana kalau aku ingin mencoba kekuatan yang sudah aku latih Mikhaile di sana latihan bertarung? dan liyana apa mau ikut latihan apa membaca yang membosankan itu!" ucap kagami.
"Ya terserah di sana saja nanti apa yang aku bakal lakukan ok?" ucap liyana.
"Ok baiklah aku gak akan memaksamu lagi ketika di sana" ucap kagami menyerah membujuk liyana ingin mencoba bertarung bersama liyana dengan perasaan sedikit kecewa.
"Ayah dan ibu apa ada yang ingin di bicarakan?" tanya kagami kepada kedua orang tuanya.
"Ohh ada yaitu ayah ingin kamu pengganti raja selanjutnya bagaimana?" tanya zhiyu kepada kagami.
"Baiklah sekarang sudah selesai makan ayah dan ibu ada kerjaan pergi dahulu yah?" ucap raja zhiyu dan ratu Xian tetapi di tahan oleh liyana.
"Tolong sebelum pergi saya ingin mengucapkan terima kasih makannya dan keluargaku yang sudah di jaga oleh kerajaan Azteria" ucap liyana yang berterima kasih.
"Ya itu ada kewajiban kok sekarang kami pergi dahulu" ucap orang tuanya kagami dan pergi menjauh dari sana.
"Sekarang liyana kamu ingin mengikuti kami untuk pergi mencari buku dan melihat bertanding aku dan Mikhaile ke dalam perpustakaan?" ucap kagami mengajak liyana.
"Apa di dalam perpustakaan ada arena pertarungan?" tanya liyana kepada kgami yang bertanya tanya.
"Ada kok besar dan luas dalam bertarung lebih enak dan nyaman dalam mempelajari sihir kok mau lihat?" tanya kagami pada liyana.
"Aku ikut" ucap liyana yang berbinar binar ingin melihat isi perpustakaan kerajaan Azteria dengan senang.
Dan semua orang yang sudah selesai makan mereka pun pergi dengan urusan masing masing dan berpisah, kagami dan yang lainnya pun pergi ke perpustakaan kerajaan dan sampailah di depan perpustakaan kerajaan yang megah berjejeran banyak buku sihir.
"Liyana bagaimana kondisimu sekarang apa sudah pulih?" tanya kagami.
"Sudah kok dan sekarang aku dalam kondisi sehat" ucap liyana dengan tenang.
"Ohh begitu sekarang kita akan terbang untuk pergi menuju tempat latihan atau arena pertarungan dan bisa memilih buku di sana" ucap kagami langsung menggandeng tangan kanannya liyana agar tidak ketinggalan pada saat terbang.
"Kok pake di gandeng segala sih malu di lihatin sama Mikhaile tuh!!" ucap liyana kesal.
"Biarkan saja biar kamu gak ketinggalan atau tersesat soalnya jaraknya jauh banget" ucap kagami sambil tersenyum sambil menggandeng tangannya liyana dan terbang ke tempat yang di tujuan.
"Baiklah" ucap liyana pasrah.
Setelah terbang sejauh 5 meter terlihatlah arena latihan di sana dan mereka pun langsung turun.
"Wah luas sekali arena nya" ucap liyana yang berbinar binar dengan kesenangannya.
"Sekarang carilah buku yang kamu inginkan tapi jangan sampai tersesat atau liyana pergi saja ke portal yang di sebelah kiri ujung ada portal nanti kamu berdiri dan nanti buku yang kamu butuhkan datang ke hadapanmu ok?" ucap kagami memberi tau kepada liyana.
"Ok terima kasih telah memberi tau jadi aku tidak usah susah payah mencari he~he" ucap liyana terkekeh membuat kagami hatinya meleleh melihat senyum ikhlas nya liyana dan kagami langsung memberi usapan di kepala liyana.
"Yasudah aku pergi latihan dahulu bersama Mikhaile ya-"ucap kagami yang liyana langsung menyela pembicaraannya.
"Dan semangat latihannya" ucap liyana yang memberi semangat kepada kagami dengan kecupan di pipi.
"Ya aku akan berusaha" ucap kagami dengan penuh semangat.
Kagami dan liyana pun berpisah karena berbeda arah dan kagami pergi ke tempat arena pertarungan yang sudah menunggu Mikhaile.
"Maaf lama sedikit urusan dengan liyana hehe" ucap kagami sambil mengusap kepalanya membuat Mikhaile menunggu lama di sana.
"Ya tidak apa apa aku siap menunggu tuan muda di sini untuk bertarung kok" ucap Mikhaile dengan nada bicara santai.
"Ok mari kita lanjutkan janji kita di sini" ucap kagami sambil menyeringai dan melakukan pemanasan sebelum bertarung.
"Ya aku sudah siap dari tadi tuan" ucap Mikhaile bersemangat.
Kagami dan Mikhaile pun memasuki arena pertarungannya dan kagami memulainya dahulu dan kagami mengeluarkan pedangnya sendiri yang berwarna hitam pekat dan bersiap menyerang
kagami langsung menyerang lightning step kecepatan kagami drastis dan langsung menyerang Fire blaze membuat letusan api lahar tetapi Mikhaile menghindar tidak terkena dan Mikhaile memberi balasan tornado untuk membuat tidak fokus dan terbawa agin tornado.
"Awas kau Mikhaile" ucap kagami langsung Thunder Triple Punch lanhsung memukul Mikhaile 3x secara beruntun membuat Mikhaile "Acckk" terbentur pembatas oleh pukulan terakhir dan kagami berkata "Jangan menahan diri Mikhaile!! kalau menahan diri lebih baik aku kalah dari pada menang tapi dirimu tidak puas!!!!" ucap kagami memberi semangat dan Mikhaile pun berkata "Baiklah kalau itu tuan yang inginkan!!" ucap Mikhaile mengeluarkan tekanan kekuatan yang cukup kuat dan mengerikan.
"Terima ini" ucap kagami langsung melempar pedangnya menuju Mikhaile tetapi di tangkis dan kemudian kagami mengeluarkan sihir lightning creation : magnetik langsung pedang yang sudah di tepis oleh Mikhaile langsung di arahkan ke Mikhaile kembali sesuai dengan arahan tangan kagami dan Mikhaile berkata "Sial aku lengah" pedang yang menyerang diam diam meninggalkan bekas sayatan pedang cukup Fatal.
Dan pedang itu kembali ke tangan kagami dan Mikhaile langsung mengeluarkan sihir Angle darkness langsung mengubah penampilan yang seram dan menakutkan dan kagami berkata "Baiklah kalau itu yang kamu inginkan Mikhaile" dan kagami tidak mau kalah langsung mengeluarkan kartu as nya darkness dragon strome langsung mengubah penampilan kagami menjadi ada tanduk naga di kepalanya dan di badannya tumbuh sisik naga hitam.
Thunder Spear strome langsung mengarah kepada Mikhaile yang langsung terkejut dengan tekanan nya di dalam sihir itu sangat kuat dan Mikhaile tidak mau kalah langsung mengeluarkan kartu AS nya yaitu Anglerfish dan langsung menuju kepada kagami yang saling bertabrakan sama kuatnya dan terjadilah ledakan cukup kuat.
"ARRRGGGGG" suara kagami yang masih menahan sihir agar tidak mau kalah tetapi sudah tidak kuat lagi dan kembali ke wujud normal dan hasilnya seri.
Dan Mikhaile menghilangkan sihir tersebut dan semua kembali normal kecuali stamina yang kembali hanya luka luka bekas pertarungan telah pulih kembali dan kagami berkata "Tadi itu baru kuat dari sebelumnya mikhaile aku tidak akan kalah lagi" ucap kagami dan Mikhaile menjawab "Ya tuan juga sekarang sudah kuat sekali mari kita istirahat dulu aku lelah" dan kagami menjawab "baiklah" dan kembali ke bawah arena dan malihat liyana sedang duduk membaca buku.
"Yo liyana apa sudah menemukan buku yang cocok denganmu?" tanya kagami pada liyana
"Hai aku lagi baca buku manipulasi darah nih hehe" ucap liyana yang membuat kagami terkejut.
"Apa kamu mempunyai kekuatan darah bukannya itu membahayakan penggunanya sendiri!!" ucap kagami dengan nada bicara sedikit naik.
"Ya emang sih tapi aku jarang pakai kekuatan itu tapi bisa mengambil darah orang lain untuk menambah kekuatan sendiri" ucap liyana.
"Pantas saja aku jarang lihat tapi pernah melihat sekali kamu mengambil darah dari prajurit kerajaan kodama yah?" ucap kagami membuat liyana kaget ketahuan memakainya.
"I-itu untuk agar darahnya tidak terbuang sia sia jadi aku ambil saja dan aku gunakan waktu kamu pingsan di dalam kerajaan aku diam diam agar kamu cepat sembuh" ucap liyana.
"Pantas saja dan mau pergi istirahat?" tanya kagami kepada liyana.
"Ya baiklah aku ikut sudah capek mempelajari buku butuh istirahat juga" ucap liyana dan mereka pergi meninggalkan Mikhaile di perpustakaan kerajaan.
Dan mereka pun terbang kembali ke tempat istirahat dan berpisah pada saat memasuki kamar masing masing dan kagami langsung mandi dan tidur di atas tempat tidurnya