Fight In The Trash Game

Fight In The Trash Game
85. Penguasa Menara Selanjutnya



1 hari berlalu kagami yang tubuhnya sudah pulih sepenuhnya dan siap untuk melewati tes peringkat yang berada di dalam menara yang wajib di lewati.


Lalu kagami pergi menuju salah satu penjaga untuk melepaskan besi yang menempel pada tangannya karena kekuatannya terhambat dan terganggu.


Setelah bicara sebentar akhirnya berhasil terlepas dari besi yang di pasangkan demi keamanan harus menuruti peraturan.


Kagami yang langsung bersiap memasuki tes Peringkat menara yang siap untuk di selesaikannya lalu ada 2 orang menunggu dekat tes peringkat yaitu Alisha dan Luzy.


"Yo kau sudah pulih sepenuhnya?” Luzy yang menyapa kagami.


"Ya sudah lumayan ada apa kalian di sini?” Kagami yang ingin cepat cepat masuk.


"Santai aku hanya ingin berterimakasih saja sudah melindungi kami berdua dan juga aku dan Alisha akan kembali ke tempat tinggal kami berdua” Luzy yang mengucapkan perpisahannya.


"Baiklah hati hati di jalan jaga Alisha” kagami yang mengucapkan perpisahan juga.


"Ohh ya lain kali datanglah ke desa elf nanti aku akan mengajakmu makan bersama” Alisha yang sangat ingin bertemu lagi.


"Ya kalau ada waktu akan kesana bersama yang lainnya” kagami yang berjanji untuk mengunjungi desa Elf.


"Jangan lupa sampaikan salamku pada liyana” Alisha yang langsung pamit pergi.


"Baiklah” kagami langsung berjalan masuk menuju tempat tes peringkat kekuatan.


*****


Kagami yang sudah ada di dalam seketika tempat langsung berubah menjadi masa lalu yang sudah pastinya mudah untuk kagami lewati.


Kagami seketika langsung di hadapkan di depan rumahnya dulu dan pintu terbuka melihat keluarganya yang masih ada semuanya.


Lalu kagami malah pergi menuju arah yang lainnya bukan masuk ke dalam rumah dulunya karena masa lalu harus bisa melewatinya dan menghadapi masa depannya.


"Jalanku sekarang bukanlah untuk diam di masa lalu tapi harus menghadapi takdir di masa depan, maaf semuanya”


Seketika tempat berubah dan keluarganya juga berubah menjadi Monster laut seketika pedang Guardians langsung muncul di tangannya lalu kagami menebas semuanya dengan 1x tebasan pedang.


Krak! Trang!


Dimensi ilusi yang hancur dengan satu kali tebasan dan kagami melanjutkan menuju tes selanjutnya menunggu.


Kagami yang telah berhasil menyelesaikan tes pertama ‘Hadapi masa lalumu’, kagami langsung berjalan menuju tes selanjutnya.


"Apa lagi ini tempat sangat gelap?” kagami yang tidak bisa melihat apapun.


Dash! Dash! Dash!


Sesuatu yang langsung menyerang kagami dengan menebas dengan cepat hingga kagami mengeluarkan banyak darah.


Kagami yang teringat bahwa jati dirinya sendiri adalah kegelapan tiada akhir yang di katakan agares lalu kagami menutup matanya untuk menemukan musuhnya.


"Ketemu kau” kagami yang langsung melesat menuju suatu tempat terdapat seseorang diam diam mengendalikan bayangan kegelapan.


Kagami langsung menebas orang tua itu dengan cepat untuk mengakhiri dengan cepat lalu 5 bayangan langsung datang melindungi orangtua untuk menahan tebasan pedang kagami.


‘Eyes Of Darkness!’ kagami langsung menggunakan mata kegelapan untuk melihat jelas semuanya.


"Bukankah itu ayahku, jadi ayahku yang harus aku kalahkan dan membuatku bersemangat” kagami yang langsung tersenyum dan melesat menyerang ayahnya semasa muda.


‘Teknik terlarang ke-8 : Blazing row fetch!’ kagami langsung mengunci target lalu dengan cepat langsung menusuk lawan di hadapannya dan menembus pertahanannya.


2 bayangan langsung datang melindungi ayah kagami dengan cepat tapi kagami berhasil menembus pertahanannya dan kagami berhasil menusuk ayahnya tersebut.


Lalu sosok ayahnya di hadapannya langsung menghilang ternyata bayangannya lagi bukanlah tubuh aslinya.


Lalu 3 bayangan langsung muncul di belakang kagami dan kagami sudah menyadarinya.


"Berakhir sudah semuanya!” kagami yang sudah menyiapkan kartu terakhir.


‘Teknik terlarang ke-5: Perfected Judgement Cut End!’ kagami yang langsung membuat tebasan penghancur dimensi untuk menghancurkan semua musuh tersisa.


Lalu 2 bayangan hancur dan 1 bayangan asli yaitu tubuh aslinya berhasil terbunuh dan kagami lolos tes kedua ’jati diri sejatimu’, tempat seketika berubah kembali menjadi berbeda lagi.


"Hah ternyata ayahku di dunia ini mempunyai sihir kegelapan berserta teknik yang sangat menarik” kagami yang sangat ingin menirunya karena sangat menguntungkan.


Seketika muncul seekor ular besar yang kagami pernah membacanya adalah monster Imugi atau sering di sebut adalah Leviathan.


"Sial besar sekali apa ini yang di sebut monster legenda Imugi dan mempunyai setengah darah naga pasti akan susah melawannya!” kagami yang yang langsung bersiaga karena takutnya tiba tiba menyerangnya.


Lalu monster imugi itu langsung menyerang kagami dengan cepat dengan msmghantam tanah beberapa kali hingga tanah mengalami retak beberapa kali.


Bam! Bam! Bam! Bam!


Kagami yang untungnya menghindari tabrakan langsung seekor Imugi yang sangat kuat di tambah lagi sangat cepat.


"Akan coba serang dengan 1x serangan dan untuk mengulur waktu keluarlah semua bayanganku” kagami langsung mengeluarkan 10 Monster bayangan.


Lalu semua monster bayangan milik kagami langsung menyerang monster Imugi yang setara dengan seseorang Leviathan aslinya.


Kagami mencoba mengumpulkan energi petir hitam berkumpul di pedang Guardians untuk mengakhirinya dengan 1x serang karena monster ini sangat sulit di tangani.


‘Hymn Eksplosion!’ ketua Lord Orcs langsung mengeluarkan ledakan api bessr ke arah Monster Imugi.


Bam! Duaarr!


Debu langsung mengelilingi semua tempat dan kagami yang sangat terganggu mulai sangat tidak konsentrasi.


Lalu 2 menit berlalu kagami selesai mengumpulkan energi petir kegelapan yang lumayan banyak.


Setelah itu kagami langsung melakukan perpindahan menuju setiap 10 Monster bayangannya sampai menemukan celah untuk menyerangnya.


"GROOAARRHH!” Monster Imugi sangat kesal lalu menyerang menggunakan ekornya ke salah satu bayangannya.


Lalu monster Imugi langsung mengeluarkan racun hitam ke arah depan secara refleks kagami langsung melakukan perpindahan dan bersiap menghantam dengan 1 serangan.


‘Lightning Blade Judgement!’ kagami langsung menghantam pedang yang menjadi besar karena di tambah energi petir gelap melapisinya.


Bam! Duaarr!


Lalu setelah kagami menghantamnya dengan kekuatan besar ternyata monster Imugi masih hidup hanya saja kulitnya yang sangat keras hancur.


"Huh ternyata masih hidup, sekarang mati saja” kagami langsung melesat ke dalam banyak debu.


‘Teknik terlarang pertama : Demonic Cruiser Sky Blade!’ kagami yang langsung menebas dengan energi petir gelap yang tersisa di dalam pedang Guardians.


Bruk! Bruk!


Bagian tubuh monster Imugi yang terbelah menjadi 2 bagian mulai terjatuh setelah itu tempat mulai berubah lagi dan ada seseorang yang diam menunggu.


"Hei hei berikan aku istirahat sebentar dong untuk memulihkan diriku” kagami yang mengeluh tidak di beri kesempatan istirahat sedikitpun.


"Santai saja saya hanya ingin berbincang bincang denganmu saja dan saya penguasa menara ini” seseorang langsung mendekati kagami yang sedang mencoba memulihkan luka.


"Lalu apa yang ingin kau bicarakan denganku?" Kagami yang tidak terlalu peduli identitasnya.


"Apa untungnya untukku? Aku tidak terlalu menginginkan mendapatkan Gelar penguasa menara ini” kagami yang hanya ingin meningkatkan kekuatannya.


"Karena saya mengerti keadaanmu” seseorang itu bicara tidak jelas membuat kagami tidak mengerti.


"Aku tidak mengerti maksudmu apa bisa katakan lebih jelas?” kagami yang meminta penjelasan lebih.


"Kau memiliki takdir untuk melepaskan dunia ini dari kekangan 3 dewa yang ingin melenyapkanmu di tambah lagi musuhmu apa kau bisa melawannya kalau kau tidak bisa semua ras akan mati di musnahkan oleh 3 dewa dan 1 yang dendam padamu” Seseorang itu langsung menjelaskan takdir kagami di hidupkan di sini.


"Aku tanya 1 kali lagi apa untungnya untukku jika menjadi penerus penguasa menara ini?” kagami yang ingin tau keuntungan menjadi penguasa menara.


"Baiklah kau memang keras kepala juga, keuntungannya adalah kau bisa membunuh dewa jika kau bisa mendapatkan Gelar penguasa menara lalu di pastikan kau tidak mampu membunuh dewa jika pun kau mati akan salah satu dewa terkuat datang membantumu” seseorang itu langsung memberikan penawaran yang begitu bagus.


"Hm dewa itu tidak salah adalah makhluk immortal yang sangat sulit di bunuh dan satu satunya cara dengan menyegel selamanya di suatu tempat yang sulit di gapai, bagaimana mungkin aku bisa membunuh dewa?” kagami yang masih tidak percaya.


"Tempat ini di karuniai oleh dewi Athena untuk memilih salah seorang yang kuat untuk melepaskan penjara dunia ini dan siapapun yang menjadi penguasa menara bisa membunuh dewa dengan mengambil inti jiwanya atau sering di sebut jantungnya dan tidak semua orang bisa membunuh dewa kecuali seorang penguasa menara”


"Dan 12 penjaga Multiverse yang bisa membunuh dewa atau seorang immortal dan saya salah satunya, sekarang hanya baru ada 2 penjaga Multiverse belum ada orang yang layak mendapatkannya selain itu” seseorang itu menjelaskannya.


"Kalau begitu aku terima Gelar penguasa menara dan tidak mungkin mudah untuk mendapatkannya bukan?” kagami yang berdiri dan bersiap.


"Hahaha ternyata kau mengerti juga dan ini bukanlah permainan melainkan pertarungan hidup dan matimu sendiri karena tubuhku masih hidup di dimensi lain”


"Sebelum itu sebenarnya saya menarik kepada seseorang wanita pengendali darah tapi sangat lemah dan tidak punya tekad kuat sepertimu” seseorang itu berbicara tentang liyana.


"Ha dia adalah kekasihku dan liyana itu kuat hanya tidak punya tujuan untuk menjadi kuat” kagami yang masih mengatur nafas.


"Ahh kau sangat beruntun sekali tapi kau harus mengalahkanku dahulu jika ingin bertemu dengannya lagi” seseorang itu mencoba memprovokasi kagami.


"Coba saja kalau bisa karena aku tidak akan kalah jika kau kuat maka aku yang akan merebutnya Gelar penguasa menara” kagami yang sangat bersemangat.


"Aku suka semangatmu dan jika kau berhasil melukaiku maka kau berhak mendapatkan Gelar penguasa menara bagaimana?” Seseorang itu yang bersiap kuda kuda bertarung.


"Siap selalu dan ayo mulai!” kagami yang langsung melesat untuk menyerang dahulu.


"Sudah mulai ya? Baiklah jika kau mau memulainya” seseorang itu langsung menghilang juga mengejar kagami.


‘Fog Of Darkness + Domain Evocation!’ kagami langsung melakukan kombinasi dengan menyebarkan kabut gelap sekitar lalu mengeluarkan semua monster bayangan yang di milikinya.


"Menarik sekali aku menyukai kombinasimu tapi aku mudah mengetahui keberadaanmu” seseorang itu sangat senang hingga ingin mengalahkan kagami.


Lalu penyihir Orcs langsung merapalkan sihir dan menguncinya kepada Seseorang lawan kagami.


‘Hymn Thunter Storm!’ lalu energi petir langsung mengarah ke pada lawan kagami.


"Kalau begitu aku kembalikan padamu nak” lawan kagami langsung melesat ke arah kagami berada bersembunyi di balik bayangan.


Bam!


"Terimakasih tenaga tambahannya sekarang waktuku menyerangmu” kagami langsung menggunakan kecepatan cahaya untuk mengejar lawannya.


‘Falling Thunder!’ kagami langsung memanggil petir menghantam lawannya.


Duaarr!


Ternyata serangan itu di tahan oleh sang pendahulu pemilik menara tanda sedikit goresan dan luka sedikitpun.


"Bagaimana dengan ini teknik buatanku sendiri!” kagami yang langsung mengeluarkan pedang satunya lagi yaitu pedang Lexalicus yang jarang di keluarkan.


Lalu kagami merubahnya pedang Lexalicus ke bentuk Terakhir pedang langka jarang di temukan.


"Tidak akan aku biarkan menebasku!” seorang Penguasa menara langsung melesat menuju kagami yang bersembunyi di balik bayangan.


‘Poison Creation : Poison Spear!’ Penguasa menara Langsung melemparkan Spear racun hitam ke arah kagami bersembunyi.


Swosshh!


"Apa bayangan!” Penguasa menara yang terkejut ternyata kagami telah berpindah lagi.


Lalu sosok bayangan langsung muncul di belakang Penguasa menara dan kagami langsung bersiap menebas semuanya.


"Rasakan kedua pedangku!” kagami yang langsung muncul di belakang dengan kedua pedang yang di lapisi energi api hitam dan petir hitam.


"Haha” Penguasa menara yang terpojok tidak bisa melakukan apapun kecuali lenyap.


‘Dual Blade : Star Dust Stream!’ kagami langsung memberikan begitu banyak tebasan kedua pedang tanpa memberikan ampun sedikitpun.


Dash! Dash! Dash! Trasshh!


"Benar benar monster dan selanjutnya aku serahkan padamu” Tubuh penguasa menara yang terbelah menjadi beberapa bagian dan seketika lenyap.


"Baik akan aku jaga baik baik” kagami lalu menyimpan kembali kedua pedangnya.


Lalu sekumpulan butiran cahaya menghampiri kagami dan masuk ke dalam tubuh kagami sekaligus luka luka pun sembuh total.


Lalu pintu keluar pun mulai terlihat dan kagami langsung berjalan keluar menuju pintu di hadapannya.


****


Papan tanda kagami seketika naik mengganti menjadi penguasa menara yaitu Kagami Youra membuat semua orang terkejut.


Liyana yang begitu khawatir karena kagami sangat lama di dalam sana dan yang di takuti liyana adalah kagami tidak akan keluar dari sana.


Seketika kagami keluar dari tempat tes kekuatannya dan melihat liyana yang menunggunya dengan wajah yang penuh khawatir pada kagami.


"Syukurlah kau kembali kagami, aku kira tidak akan keluar karena kau sangat lama sudah lewat 2 hari” liyana yang langsung memeluk kagami tanpa melihat sekelilingnya banyak orang.


"Aku baik baik saja hanya sedikit lelah saja” kagami yang langsung mengajak liyana menjauh.


"Ohh ya kagami bagaimana kau bisa mendapatkan peringkat 1 gelar sang penguasa menara?” liyana yang ingin tau cerita dari kagami sendiri.


"Sstt nanti bicarakan lagi sepertinya banyak orang yang kesal karenaku telah mendapatkan Gelar penguasa menara” kagami yang mengajak liyana menjauh.


Lalu beberapa para penjaga menara bersama petinggi komandan penjaga menara langsung mendatangi kagami setelah itu memberikan hormat.


"Kami memberi homat kepada penerus sang Penguasa Menara selanjutnya dan mohon maaf atas sikap kami semua sebelumnya” semua penjaga menara yang masih memberikan hormat kepada kagami.


"Ya tidak perlu di pikirkan sekarang semuanya kembali ke tempat perjagaan masing masing” kagami yang langsung memberikan kepada semuanya perintah.


"Baik kami akan melaksanakannya” lalu semua para penjaga biasa langsung menghilang dan pergi menuju tempat masing masing.


Dan yang tersisa hanya satu orang yaitu komandan dari para penjaga yang sebelumnya sudah pergi menjauh.


"Salam kenal penerus Penguasa Menara namaku Higare komandan menara memberi salam kepada anda” Komandan menara memberi salam perkenalan kepada kagami.


Liyana yang diam saja dan tidak berbicara hanya diam di sebelah kagami sedangkan kagami yang canggung dengan semua tatapan semua orang kepada kagami.


"Saya mengerti bagaimana pindah tempat saja” Komandan penjaga menara yang menyarankan untuk pindah tempat.


"Baiklah boleh saja” kagami yang menerima saran dari Komandan penjaga menara.


Lalu kagami, liyana dan komandan Higare penjaga menara langsung berpindah tempat ke suatu ruangan yang sangat luas.