Fight In The Trash Game

Fight In The Trash Game
39. Pertarungan Manusia dan Iblis



Kagami yang kesadaran penuh dengan tubuh mengalir energi yang sangat banyak karena kekuatan pinjaman sementara dari penjaga yang berada di dalam senjata Lexalicus dan siap untuk bertarung habis habisan dengan iblis yaitu Leviathan seorang Sevens Deadly Sins.


"Hah akan menyenangkan sepertinya" Leviathan yang tersenyum dengan menggunakan kekuatan penuh 7 dosa besar di dunia.


"Ahh ya aku akan menghiburmu sampai menuju neraka" kagami yang berbicara dengan santainya sambil sedikit memprovokasi Leviathan.


"Coba saja" Leviathan yang tersenyum jahat sambil bersiap untuk bertarung.


Kagami langsung menyerang tetapi Leviathan langsung menahannya dengan pedangnya sendiri yang langsung muncul di hadapan kagami langsung membuat kaget.


"Hhrrgg sialan menghalangi saja" kagami yang kesal dengan pedang yang menghalanginya.


Leviathan lalu melemparkannya kagami dari hadapannya ke arah selatan dan kagami yang terlempar lalu mempertahankan badannya agar tidak terlempar jauh dan alhasil berhasil bertahan kagami pun langsung mendekati lagi Leviathan dengan kecepatan petir hitam.


"Teknik terlarang ke-10 : Heavy Rain Swords" kagami mendekat ke depan Leviathan lalu kagami menyerang hujan pedang dari arah depan lalu membuat Leviathan muncul luka tidak terlalu fatal.


Kagami langsung mendekat sedekat mungkin dengan Leviathan dan setelah dekat langsung membawanya menjauh dari sana.


Kagami lalu melepaskan tangannya di muka Leviathan ketika menjauh dan melanjutkan pertarungan sengitnya.


"Ha ternyata hanya membuat menjauh saja ayo lanjutkan lagi pertarungannya" Leviathan yang langsung mendekat lalu menyerang balik.


Leviathan mengeluarkan pedang envy dan menebas badan kagami dan luka di tubuh kagami langsung meregenerasi akibat kekuatan yang dahsyat bisa menyembuhkan luka lalu kagami memberikan serangan balik kepada Leviathan.


"Water creation : Acid rain" Leviathan mengeluarkan sihir hujan asam di gabungkan dengan dosa Greed.


"Uhrg hujan ini menyerap energiku dan ternyata" kagami yang membuat Barier dari kegelapan tetapi hujan asam malah menyerapnya dan kagami sebisa mungkin menghindari hujan asam itu.


Hujan asam berlangsung Leviathan langsung menyerang kagami yang sedang menghindari hujan asam membuat dirinya lengah dan Leviathan langsung mendekati kagami lalu melemparnya lumayan jauh hingga pohon ikut tumbang.


"Ohok sialan memanfaatkan kondisi tenyata" kagami yang membersihkan bekas darah di mulutnya dan kekuatannya mulai habis.


"Kenapa diam saja sudah habis tenaga?" Leviathan yang berada di depan kagami yang diam kehabisan energinya yang sudah terlihat dari senjata Lexalicus berubah kembali ke bentuk awal.


"Hah hah hah ayo lanjutkan" kagami langsung menggunakan kekuatan (Darkness Risestion) lalu berdiri lalu merubah senjata Lexalicus ke bentuk sabit yang tidak menguras energi dan melapisinya dengan energi listrik hitam.


"Teknik terlarang ke-6: Aerial Rave slight" kagami langsung memberi banyak tebasan sabit di badan Leviathan.


"Aku sudah muak sekarang akan aku akhiri dengan kekuatan yang tersisa" Leviathan mulai mengeluarkan aura 7 dosa besar hingga kagami terdorong.


Kagami pun tidak mau kalah mengumpulkan energi kegelapan sebanyak mungkin lalu menyerapnya ke dalam tubuhnya.


"Hahhhh teknik terlarang pertama : Demonic Cruiser Sky Blade" kagami pun menyerang kepada Leviathan 2 tebasan pedang yang cukup kuat.


"Seven Deadly Sins : Blade Death" Leviathan sama mengeluarkan serangan langsung.


Kedua serangan pun bertabrakan hingga menyebabkab ledakan cukup besar dan Leviathan tidak kuat menahan serangan dari kagami hingga 2 tebasan pedang kagami lolos dan berhasil menghancurkan kepala serta badan Leviathan terbelah 2 bagian.


"Hah hah hah sepertinya sebentar lagi pingsan lagi karena terlalu banyak mengeluarkan energi uhuk uhuk" kagami yang diam dan batuk mengeluarkan darah tidak terlalu banyak.


"Terimakasih" kagami pun pingsan di sana dan Tenebris sedang menyembuhkan luka tebasan pedang di tubuh kagami.


***Di dalam mimpi kagami POV***


"Hebat nak bisa menahan kekauatanku hingga selama ini" Radford yang memuji kagami.


"Urgh apakah aku pingsan?" Kagami yang malah bertanya.


"Ya dasar bodoh itu adalah efek sampingnya dari kekuatan pinjaman dariku sekarang kau lanjutkan latihan bersama dia" Radford yang berbicara kepada kagami yang kesal sambil menunjuk kepada kepribadian gelap kagami yang jahat.


"Baiklah akan lakukan setelah itu kembali" kagami mulai berlatih lagi bersama kepribadiannya.


"Latihan sekarang tidak boleh pakai sihir hanya boleh bertarung dengan kekuatan fisik dan dampak serangan akan terkena masing masing bukan hanya kagami saja" Radford mengingatkan kepada kagami.


"Baiklah akan aku tunjukan bela diri dulu" kagami yang berbicara sendiri sambil mendekati tempat bayangannya sendiri.


"Sepertinya kau baru menang melawan musuh yang kuat?" Bayangan kagami bertanya.


"Ya demi membantu seseorang yang ada di sisiku dan ayo selesaikan dengan cepat" kagami yang langsung melakukan kuda kuda bertarung.


"Ya coba saja kali ini aku akan menang" bayangan kagami yang berbicara.


Kagami langsung berlari mendekati bayangannya lalu membuat 1 pukulan di bagian perutnya bayangannya sendiri tetapi bayangannya sudah menebaknya dan langsung menghindari serangan di bagian perutnya.


Lalu bayangan kagami menyerang dengan membabi buta sekaligus menyatukan dengan bela diri dan berhasil mengenai bagian leher, perut dan kaki kagami sendiri.


"Aku hampir lupa harus fokus dan mengosongkan pikiran menjadi jernih" kagami lalu menutup matanya dan badannya dalam posisi kuda kuda bertarung.


Bayangan kagami kesal dengan kelakuan dirinya sendiri lalu langsung menyerang tetapi kagami menahan semua serangannya lalu melancarkan serangan kombinasi dengan memukul 4 titik vital.


"Urgh tadi tidak seperti ini harusnya aku menang" bayangan kagami yang kesal karena hampir kalah.


"Ayo lanjutkan" kagami yang ingin mempercepatnya.


"Baiklah jangan menyesal nanti" bayangan kagami mulai bersiap menyerang lagi.


Kagami dan bayangannya saling bertukar serangan yang hampir sama di lakukan atau mereka meniru gerakannya sendiri hingga hasilnya seimbang tidak ada yang menang dan kalah.


"Hah hah hah aku kira akan menang kali ini" bayangan kagami yang mengeluh karena hasilnya seimbang.


"Ya ternyata bela diriku dulu belum hilang" kagami yang mengepalkan tangannya.


"Bela diri bisa di pakai untuk bertarung di luar sana dan juga bisa menghemat energi di dalam tubuhmu itu jadi harus selalu mencoba jangan selalu putus asa" Radford memberitahukan kepada kagami.


"Baiklah dan terimakasih kekuatan pinjamannya" kagami berterimakasih kepada Radford.


"Ya sekarang kembalilah di sana ada orang yang menunggu" Radford langsung memasukkan kembali bayangan kagami ke dalam tubuhnya lalu membawa pergi dari dunia tidak terbatas.